NovelToon NovelToon
Sang Penjinak Semut: Evolusi Raja Naga Merah

Sang Penjinak Semut: Evolusi Raja Naga Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Action / Fantasi Timur
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

​Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Intrik di Paviliun Rahasia

Bab 27: Intrik di Paviliun Rahasia

​Toko buku tua itu berderit saat pintu kayu jati yang berat ditutup oleh Gu Hai. Seketika, hiruk-pikuk pasar Kota Angin Puyuh lenyap, digantikan oleh aroma kertas kuno, tinta herbal, dan keheningan yang dipaksakan oleh formasi kedap suara tingkat tinggi. Lu Chen berdiri di tengah ruangan, matanya menyisap setiap detail rak-rak buku yang menjulang hingga ke langit-langit gelap.

​"Tempat yang menarik untuk seorang 'pengumpul informasi'," ucap Lu Chen, tangannya menyentuh punggung sebuah buku bersampul kulit binatang buas.

​Gu Hai melipat kipasnya dengan bunyi klik yang tajam. Wajahnya yang semula tampak jenaka kini berubah menjadi serius. Ia berjalan menuju sebuah meja kayu di sudut ruangan dan memberi isyarat agar Lu Chen dan Yue Bing duduk. "Di Benua Tengah, informasi adalah mata uang yang lebih berharga daripada emas. Dan toko ini... hanyalah fasad untuk Paviliun Rahasia, cabang Kota Angin Puyuh."

​[Ding! Memindai Ruangan.]

[Terdeteksi: 12 Formasi Pengintai, 4 Perangkap Gas Beracun, dan 1 Ruang Rahasia di bawah lantai.]

[Status Gu Hai: Tahap Inti Emas - Level 8. Spesialisasi: Teknik Penyamaran dan Manipulasi Bayangan.]

​Yue Bing duduk dengan kaku, pedang esnya tetap berada dalam jangkauan tangan. Ia merasa tidak nyaman berada di dekat Gu Hai yang auranya sulit ditebak. "Tadi kau menyebutkan tentang kunci Makam Naga. Apa maksudmu? Peta itu seharusnya masih menjadi rahasia besar."

​Gu Hai menuangkan teh hijau ke dalam tiga cangkir kecil. "Tuan Putri, di Benua Tengah tidak ada rahasia yang abadi. Tiga jam yang lalu, seorang penjelajah dari Sekte Pedang Suci menemukan sebuah prasasti kuno di kaki Gunung Langit. Prasasti itu bukan peta, melainkan 'Kompas Jiwa' yang bereaksi terhadap keberadaan Makam Naga Kuno."

​Lu Chen menyesap tehnya, matanya tetap tenang. "Jika mereka sudah punya kompasnya, mengapa kau mendatangiku?"

​"Karena kompas itu tidak lengkap," Gu Hai mencondongkan tubuh, suaranya merendah. "Kompas itu membutuhkan energi murni dari naga purba untuk menunjukkan koordinat sebenarnya. Sekte Pedang Suci saat ini sedang berburu binatang buas berdarah naga di seluruh benua untuk 'dikurbankan' ke dalam prasasti itu. Tapi kita tahu... darah naga biasa tidak akan cukup."

​Gu Hai menatap Lu Chen dengan pandangan yang seolah ingin menelusuri isi jiwanya. "Aura yang kau lepaskan di gerbang tadi... aku belum pernah merasakan energi sekokoh itu. Itu bukan sekadar kekuatan, itu adalah dominasi. Kau punya hubungan dengan naga, bukan?"

​"Lu Chen, haruskah aku merobek lidah manusia ini?" Ignis mendesis di dalam kepompong spiritualnya. "Dia terlalu banyak tahu."

​"Hubunganku dengan naga bukan urusanmu," jawab Lu Chen dingin. "Katakan padaku, apa rencanamu? Kau tidak mungkin hanya ingin memberitahuku bahwa aku sedang diburu."

​Gu Hai tersenyum, menyadari bahwa ia sedang berurusan dengan seseorang yang tidak mudah digertak. "Sekte Pedang Suci telah mengumumkan Sayembara Pahlawan. Mereka mengundang semua kultivator mandiri berbakat untuk bergabung dalam ekspedisi ke Makam Naga. Secara resmi, itu adalah pencarian warisan. Secara tidak resmi, mereka mencari 'kunci manusia'—seseorang yang memiliki resonansi dengan makam tersebut untuk membuka gerbang utamanya."

​"Mereka ingin menggunakan orang lain sebagai tumbal," gumam Yue Bing dengan nada jijik.

​"Tepat sekali," sahut Gu Hai. "Tawaranku adalah: Aku akan memberimu identitas sebagai Tuan Muda dari Klan Terasing yang hilang. Dengan identitas ini, kau bisa masuk ke dalam jajaran elit ekspedisi tanpa dicurigai sebagai 'sampah' dari wilayah Utara. Sebagai gantinya, saat kita masuk ke dalam makam, aku ingin kau membantuku mengambil satu hal: Gulungan Teknik Bayangan Abadi yang terkubur di sana."

​Lu Chen terdiam sejenak. Otak sistemnya sedang mengkalkulasi ribuan kemungkinan.

​[Analisis Risiko: 40%. Keuntungan: 90%.]

[Rekomendasi: Terima tawaran. Menyusup ke dalam Sekte Pedang Suci adalah cara tercepat untuk mencapai inti Makam Naga tanpa harus melawan seluruh tentara mereka di luar.]

​"Baik," Lu Chen berdiri, auranya mendadak meluap, memenuhi ruangan dengan tekanan yang membuat Gu Hai sedikit gemetar. "Aku akan mengambil identitas itu. Tapi ingat satu hal, Gu Hai. Aku bukan bidakmu. Jika kau mencoba mengkhianatiku di dalam makam, aku akan memastikan bayanganmu sendiri yang akan mencekik lehermu."

​Gu Hai menelan ludah, senyumnya sedikit kaku. "Kesepakatan tercapai. Besok pagi, kita akan menuju markas sementara Sekte Pedang Suci di alun-alun kota. Persiapkan dirimu, 'Tuan Muda Lin'. Panggung dunia baru saja disiapkan untukmu."

​Setelah Lu Chen dan Yue Bing pergi untuk beristirahat di penginapan rahasia yang disediakan, Lu Chen berdiri di balkon kamarnya, menatap bulan perak Benua Tengah. Ia mengeluarkan peta dari Kekaisaran Utara.

​"Sekte Pedang Suci... mereka pikir mereka sedang memburu naga," gumam Lu Chen sambil mengelus kepompong Ignis yang mulai retak, menunjukkan tanda-tanda evolusi yang hampir selesai. "Mereka tidak sadar, bahwa naga itu sudah ada di depan pintu mereka, siap untuk menelan seluruh kemunafikan mereka."

​Di kegelapan malam, petir biru menyambar pelan di ujung jari Lu Chen. Di Benua Tengah yang kejam ini, sebuah badai baru sedang dipersiapkan, dan Lu Chen adalah pusat dari segalanya.

1
Arraso
nitip jejak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
berarti Lu Chen masih harus melawan 'dunia atas' 🤔 baiklah baiklah🤭🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
apakah kira kira Lu Chen kek para inang pendahulunya hilang jadi debu🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
owalah ternyata Lu Chen adalah inang ke 1009 apakah Lu Chen bisa bertahan secara semua pendahulunya meledak hancur 🥺🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
penasaran sama Yue Bing dia selamat apa tidak sebenarnya 🤔🥺
Kaka's: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
hancurkan sekte pedang suci dan juga orang orangnya mereka semua tidak ada baik baiknya mereka sudah mencuri sari kehidupan dari batu penguji selama ini
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
waduh apakah Yue Bing mati apa bagaimana nih🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
udahlah Lu Chen itu Han Xiao sudah tertutup hatinya lebih cepat kau bunuh saja dia dan hancurkan sekte pedang suci segera
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
berharap Lu Chen yang menangkan pertaruhan dengan Han Xiao
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Lu Chen kau pasti bisa mengalahkan tetua Bai ini ayo musnahkan sekte pedang suci
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
sekte pedang suci siap siap aja kalian musnah dari muka bumi benua tengah
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Lu Chen pasti bisa mengalahkan Tetua Bai dari sekte Pedang suci itu
REY ASMODEUS
woooy mana kalian semua... ini seru loh ceritanya
Kaka's: 🤭🤭💪💪💪💪💪
total 1 replies
REY ASMODEUS
kok aku sedih dengan pengorbanan you bin
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
untung ada Yue Bing yang nekat memeluk Lu Chen kalo tidak bisa bisa hancur sendiri Lu Chen ini gara gara rasa kasian terhadap pengkhianat yang sudah dia bunuh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
entah mau komen apa lagi ga fokus 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ternyata Ah San anteknya sekte Pedang suci tetap semangat Lu Chen kau pasti bisa menghempaskan mereka semuanya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
akhirnya Lu Chen berhasil yesss dan Ignis juga mulai ada rasa hormat lagi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Lu Chen kau harus tetap hati hati dan kuat kau pasti bisa melewati semuanya biarpun Ignis sudah tak seperti dulu kau tetap inang dia😒💪🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ihhh Ignis jadi aneh sombong arogan malah menghina Lu Chen inangnya gak suka sama Ignis lagi gw😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!