NovelToon NovelToon
Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Blood Of Sin - Tsumi No Chi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: samSara

罪から生まれ、 遺産を求める血に追われる。 Tsumi kara umare, isan o motomeru chi ni owareru. (Born from sin. Hunted by blood that demands legacy) Nakamura Noa, gadis miskin yang bekerja serabutan sekaligus merawat ibunya yang sakit parah. Noa dan ibunya yang sedang dalam persembunyian, tidak sadar bahwa klan besar Yamaguchi-gumi telah mengawasi mereka sejak lama. Mereka beranggapan bahwa Noa adalah pewaris roh leluhur Yamaguchi: 'Kuraokami' yang bangkit saat berada diambang batas. Sampai akhirnya Noa dijemput paksa dan dibawa kembali ke dunia kelam para algojo. Ia harus memilih: tunduk pada mereka atau hancurkan warisan yang telah merenggut hidupnya. ⛔️"DILARANG KERAS menyalin atau mengambil ide, alur, plot twist, tokoh, dialog, maupun bagian cerita, baik sebagian maupun seluruhnya, tanpa izin penulis."⛔️ Copyright© 12/07/2025 - SAMSARA. Technical Advisor : Aimarstories Cover : pinterest Dark psychological thriller Dengan gaya sinematic noir - slow burn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samSara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 - Taiketsu part III

...**...

...眠らぬ瞳...

...-Nemuranu Hitomi-...

...'Mata yang Tidak Tidur'...

...⛩️🏮⛩️...

..."Misi pertama bukan tentang menang. ...

...Tapi tentang pulang."...

...—Kuroda...

...⛩️🏮⛩️...

Langit malam menggulung pelan di atas Pelabuhan Timur. Kabut asin bercampur dengan bau solar, karat, dan amis laut. Lampu-lampu sodium menciptakan ilusi keemasan di antara tumpukan kontainer yang menjulang seperti dinding besi, sementara mercusuar berputar lamban, menorehkan cahaya pucat ke gelapnya pelabuhan.

Di balik kontainer nomor 6-Delta, dua pria bertukar kode lewat walkie-talkie. Salah satunya berkepala plontos, membawa tas kanvas lusuh berisi pistol dan beberapa magazin cadangan. Yang lain mengenakan rompi dengan label KARGO 43, keringat membasahi wajahnya seperti habis mengangkat beban berat. Tak ada yang mencurigai bahwa ia bukan buruh asli.

Itulah Minato.

Dua hari penuh ia berbaur dengan kuli pelabuhan. Jalur komunikasi ia matikan sendiri. Ia tahu, satu kata yang bocor bisa mengacaukan transaksi. Jadi ia hanya mengamati—rute patroli, jumlah penjaga, ritme bongkar-muat. Dan malam ini, semua data ia titipkan pada Reiji lewat chip tersembunyi di forklift tua sektor G-3. Tanpa kata. Tanpa suara.

Pukul 23.09.

Dua SUV hitam memasuki perimeter. Transaksi dimulai.

Di sisi barat, Kaede berjalan paling depan, langkahnya nyaris tak bersuara di atas papan kayu basah. Noa mengikutinya setengah langkah di belakang, menjaga jarak seperti instruksi. Reiji sudah menghilang ke atap gudang, memantau jalur kabur.

Kaede memberi tanda. Semua berhenti. Dari celah pintu setengah terbuka, cahaya neon kuning menetes keluar. Siluet pria-pria bertato samar tampak mengangkat peti kayu sambil merokok. Sesekali terdengar bahasa asing, bercampur tawa pendek.

Salah satu peti terbuka. Di dalamnya: pistol hitam berbungkus plastik, dan paket kecil serbuk putih. Lebih dari sekadar transaksi receh.

Suara Minato berbisik melalui earbud tipis.

"Empat pembeli. Mereka menyebut salah satu nama keluarga Okitsu. Bukan transaksi liar. Ini percobaan merebut wilayah kita."

Sorot mata Kaede menajam, tapi wajahnya tetap datar. Ia menoleh sekilas pada Noa—seolah bertanya... apa kau memperhatikan.

Noa hanya mengangguk samar. Lalu tatapannya beralih, menyapu medan di antara kontainer—mata tajam, menilai tiap celah gelap. Posisi musuh menyebar: dua mengobrol dekat palka, satu mengawasi jalan masuk, beberapa lagi berlalu lalang dari balik tumpukan palet. Di antara mereka, seorang pria—dekat SUV hitam—sedang merokok; asap mengepul pelan dari bibirnya, rokok dipegang dengan tangan kiri—kidal, pikir Noa—seolah itu detil kecil yang penting.

Kemudian, dengan gerakan tangan sederhana, Kaede memberi tanda formasi ... Minato mengunci pintu belakang gudang. Reiji merayap mendekat dari sisi kanan. Noa tetap diam di tempat, jantungnya berdetak kencang.

Saat koper berisi uang dibuka, Kaede berbisik dingin, nyaris tanpa emosi.

"Kita bertindak sekarang."

Tiga detik kemudian, Minato menendang peti hingga roboh. Suara kayu pecah memecah percakapan. Reiji menerobos, tonfa baja—tongkat pemukul jarak dekat—menghantam tulang musuh. Kaede masuk terakhir, menekan leher seorang pembeli ke dinding kontainer hingga pria itu megap-megap.

Noa menahan diri. Ia ingat pesan Jin—sedikit saja salah langkah, ia bisa mati sia-sia. Tapi saat matanya menyapu sekitar, ia tiba-tiba membeku.

"Ada yang aneh," bisiknya.

Kaede menoleh cepat. "Jangan sembarangan bicara."

"Tiga menit lalu ada pria di sisi kiri SUV. Sekarang dia hilang. Pintu mobil masih tertutup. Artinya dia bersembunyi... atau melakukan sesuatu."

Kaede menatapnya lama. Benar. Ia memberi isyarat diam. Minato segera mengalihkan arah, mendorong peti ke timur untuk menutup pandangan. Kaede dan Noa bergerak memutar ke belakang forklift.

Dan di sanalah pria itu—jongkok di balik kontainer, sibuk berkutat pada sebuah alat pemicu. Asap rokok menggantung di udara, melingkar malas diantara jari tangan kanannya yang kini bergetar halus. Puntungnya sudah tinggal separuh, bibirnya menghitam layaknya seorang perokok berat. Sementara tangan kirinya—yang kini bebas, menyambungkan kabel kecil berwarna merah ke pemicu di depannya. Ini jebakan.

Kaede mengangkat pistol. Tapi...

CLANG!

Sebuah pengait baja tebal meluncur dari atas, menghantam alat pemicu. Pria itu menoleh, terkejut—tepat ketika Noa meloncat, menerjangnya penuh tenaga. Mereka berguling di kerikil, Kaede menindaklanjuti: satu tembakan senyap ke bahu, lalu borgol plastik menjerat tangannya.

Kaede menatap Noa.

"Kau... memperhatikannya sejak awal?"

Noa terengah. "Kulihat sebelumnya dia merokok pakai tangan kiri. Tapi terakhir kulihat, rokoknya pindah ke kanan. Itu yang bikin aku curiga."

Diam sebentar. Lalu Kaede mengangguk.

"Simpan energi untuk keluar. Kita belum selesai."

Dari atap, Reiji memberi tanda.

"Dua menit lagi mereka sadar kita disini. Cepat bergerak!"

Minato sudah siap di kendaraan. Kontainer kecil terbuka, jalur evakuasi menuju sungai menanti. Kaede mendahului, Noa mengikuti, Reiji turun dari atap sambil melempar granat asap.

Misi selesai.

Barang disita, transaksi digagalkan, nama keluarga Okitsu—terungkap.

Dan Noa—yang seharusnya hanya pengamat—menjadi alasan misi itu tidak berubah menjadi ledakan berdarah.

...⛩️🏮⛩️...

Di rumah utama Yamaguchi, Jin menerima laporan tertulis dari Reiji. Ia tidak berkata apa-apa.

Di samping Jin, Kuroda mengintip dan membaca bagian kecil di catatan itu.

"Nakamura menyadari anomali kecil dan mengungkap keberadaan musuh yang tersembunyi. Refleksnya menyelamatkan misi, memberi tim waktu untuk evakuasi dengan barang sitaan. Tanpanya, operasi bisa berakhir dalam ledakan."

Kuroda tertawa pelan.

"Lihat? Kadang naluri mentah lebih berguna dari teknik yang dihafalkan."

Di teras ruangan, Raizen-sama sedang meletakkan batu hitam di atas papan go*. Di hadapannya Torao duduk bersila, menemani Oyabun bermain.

"Insting bisa berkembang," katanya pelan, "asal tidak hancur duluan oleh disiplin ketat."

Torao tak menanggapi. Hanya sudut bibirnya yang terangkat sekilas, nyaris tak terlihat. Seperti seseorang yang sudah ia ketahui sejak lama.

...⛩️🏮⛩️...

Tidak semua kemenangan disambut dengan tepuk tangan. Kadang, kemenangan hanya menimbulkan kebencian yang lebih dalam, karena menggoyahkan keyakinan lama yang sudah mengakar.

Noa kembali dari misi pertamanya dengan tubuh utuh, tapi jiwanya seperti tertinggal di antara kontainer-kontainer tua di pelabuhan timur. Mereka berhasil. Tidak ada yang terluka. Misi dinyatakan berhasil. Koordinasi tim berjalan nyaris sempurna, namun kunci keberhasilan terletak pada kejelian Noa yang membaca detil kecil dan mencegah bencana besar. Ia tidak hanya sekadar pengamat—ia adalah penyelamat misi.

Tapi yang paling mengusik para tetua bukanlah hasilnya. Melainkan siapa yang membawa hasil itu pulang.

Mereka masih beranggapan Noa, gadis dari luar. Amatir. Dan bukan bagian dari darah murni.

...⛩️🏮⛩️...

Di ruang pertemuan kecil—bukan aula utama, tapi sebuah ruangan berbentuk segi empat dengan pintu geser dan aroma teh hitam yang mendekam di langit-langit—para kaki tangan berkumpul. Sakaki Jin duduk dengan wajah setenang biasanya. Mikami Torao hadir, berdiri tegak—tangannya bersandar pada tongkat kayunya. Kuroda bersila, kali ini tidak tersenyum seperti biasanya.

Yamaguchi Akiro tidak berkata sepatah pun sejak masuk. Ia berdiri di belakang Jin, seperti bayangan yang menolak menghilang.

Di hadapan mereka, Oyabun Raizen duduk tenang. Batu-batu go yang biasa menemaninya kini tergantikan dengan map laporan yang dibentangkan oleh Jin.

"Dia tidak hanya mengikuti arahan Kaede, Raizen-sama," lapor Jin perlahan. "Gadis itu membaca anomali. Seseorang merokok dengan tangan kiri... lalu tiba-tiba berpindah ke kanan. Dari situ ia curiga—dan ternyata orang itu memegang pemicu bom."

Raizen tidak bereaksi. Tangannya hanya merapikan lengan yukata-nya.

Kuroda berkata pelan, "Kalau dia terlambat menyadari dalam hitungan detik saja, semua tim bisa lenyap bersama barang sitaan. Gadis itu bukan sekadar selamat—dia menyelamatkan misi. Barang berhasil diamankan, keluarga Okitsu pun terbongkar."

Mikami Torao angkat bicara, suaranya seperti kayu tua yang retak.

"Masalahnya bukan pada bom itu. Seorang bocah amatir yang seharusnya hanya pengamat, ternyata menjadi alasan misi berhasil. Itu... miris." Terdengar suara kekehan samar diakhir kalimatnya.

Raizen menatap kosong ke luar jendela.

"Dan apakah hasilnya tidak diterima hanya karena ia orang baru?"

Semua diam. Namun bisikan hati masing-masing yang hadir semakin terbentuk.

...—つづく—...

...*permainan papan catur tradisional...

1
Dylla
makasih banyak Mak ilmu sejarah Jepang nys😍
Dylla
kira-kira kenapa ya? apakah itu pertanda baik untuk adekk kitA noa?
Dylla
noa udah pasrah banget
nggak ada lagi yang bisa dia lakukan 😭
Dylla
please kasih Noa waktu untuk bahagia sebentar aja om-om ganteng
Dylla
nggak kebayang gimana tertekannya Noa disana. orang-orangnya nggak ada yang beres
Faeyza Al-Farizi
aku kudu benci keluarga oyabun apa gimana sih ini. kalau emang Noa dari awal udah ditunggu kelahirannya, kenapa pas bawa kayak bawa kantong sampah yang gak diharapkan hadir 🫵. aku galau harus bagaimana sama ini keluarga. jengkel sih, tapi sekaligus heran, sekaligus kasihan 😌 entahlah. kayaknya setelah ini kalau masih banyak yang gak mengakui Noa pasti memulai permusuhan. keluarga ini pasti adalah yang gak terima, nanti bakalan jadi perseteruan keluarga. dan andaipun Noa gak nganggap keluarga ini bagiannya. pasti pas perseteruan keluarga justru dia manfaatin buat ngancurin sekalian 😌😌😌 tapi kembali lagi pembaca mah cuma bisa nerka. mana kebanyakan gak sesuai lagi. tapi nagih diterusin ini konsepnya gimana pula, muter-muter AE ngomongnya. btw aaah gak tau kenapa aku ngerasa Noa bakalan keren banget
Faeyza Al-Farizi
😭😭😭😭😭 dari awal sampai akhir gak ada satu katapun yang bisa nenangin Noa, cuma perkenalan emang. bukan ancaman atau putusan akhir hidup. tapi rasanya
bab ini berat banget. udah mah anak piatu. mana kalau darahnya itu masih satu klan, artinya salah satu dari mereka itu ayahnya 😱😱😱tapi... tapi... gak ada satu katapun yang bisa buat nenangin pembaca woy. 😌 penulisnya menaikan tensi misteri. ini mau diapain lagi di bab depan. tapi dibanding penasaran sama siapa ayahnya aku lebih penasaran kekmana jalan Noa buat balas dendam. yakali dia bakalan stay kalem sampai tua 😌. menanti hari kebangkitan Noa jadi cewek badass, kalau ada di plot sih😭😭😭😭 ya pembaca mah apa🫵
penavana
anak kecil ga bisa dibohongi..
biasanya anak kecil juga bisa nilai orang loh.. mana yang tulus dan mana yang ga tulus.
penavana
Authornya keren banget... aku jadi bisa belajar bahasa jepang 😍
penavana
OMG ..
Gen, Gen .. kenapa juga kamu muncul? udah bener di luar negeri ganti identitas. malah balik lagi .. jadi di sembelih kan /Sob/
penavana
tapi memang kebanyakan wanita² malam itu justru punya luka yang sangat dalam..
penavana
wajar kalau sakit paru-paru .. rumahnya udah ga layak huni
penavana
si Hane ini sat set wat wet.. sepertinya dia ini ninja?
penavana
semoga para saksi ini ga di bunuh aja..
penavana
strategi intel, bergerak dalam diam.
penavana
sepandai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga ..
penavana
malah mencurigakan sekali.. semua saksi tiba² menghilang ..
Dylla
Plis bilang kalau diantara sebanyak itu algojo, masih ada yang punya hati nurani
Dylla
Pada akhirnya dia nggak bisa ngomong apa-apa saking takutnya
Dylla
Ya iyalah lemah. Anak sekicik itu dipaksa untuk menderita sama bapak²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!