Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
"assalamualaikum, pi ethan boleh minta tolong..?" salam ethan saat sambungan telponnya tersambung
"waalaikumussalam, tolong apa kak..?" tanya hito kaget ngga biasanya anak sulung nya menelpon nya di jam kerja seperti ini
"tadi kaki aru keseleo di sekolah. Ethan ada basket nanti pulang sekolah bareng ghaly, danish juga bumi. Jadi ngga ada yang anter aru pulang. Mau nunggu ethan selesai kasihan kelamaan pi" jelas ethan
"parah ngga kak, ngga langsung ke rumah sakit aja..?" khawatir seorang ayah pada anak perempuannya
" ngga pi, cuma memar aja, udah sempet ke uks juga tadi. Tapi kakak khawatir kalau aru pulang harus naik ojol"
"supir mami gimana..?" tanya hito, karena biasanya supir di rumah yang selalu dipanggil jika mendesak
"lagi cuti pi, anaknya mau melahirkan katanya jadi mau nemenin istrinya jagain anaknya juga cucu nya beberapa hari, satria juga lagi latihan jadi ngga bisa jemput juga"
"ya sudah papi suruh supir kantor ya ke sana, tolong jaga aruna dulu sebelum supir datang" pinta hito
"beres pi, ngga usah di minta ethan juga akan jagain koq"
Setelah itu pun ethan memasukan ponselnya ke saku nya setelah panggilannya berakhir
"dek, masih sakit ngga.?" tanya ethan memastikan
"engga kak, besok juga kayanya udah sembuh" ujar aruna tak ingin kakak nya khawatir
"pokoknya nanti sampe rumah langsung istirahat ya, minta tolong sama bibi kalau butuh sesuatu" jelas ethan yang yakin di rumah tidak ada orang selain ART mereka
"iya kak..." jawab aruna
"eh itu ada mobil berhenti, ayo naik biar kakak gendong aja ya" ethan berjongkok agar aruna naik ke punggungnya
Tanpa menolak aruna pun naik ke punggung sang kakak, karena tau kalau percuma jika dia menolak.
"kalo sakit bilang kakak ya, biar nanti pulang latihan kakak beliin obat" ujar ethan sambil berjalan
"iya kak, barusan ayah chat aru koq tanya kondisi aruna, kayanya danish udah ngadu duluan sama ayah. Kata ayah kalo ada apa-apa bilang sama ayah aja" jelas aruna
"bagus kalau gitu, ayah lebih ngerti soalnya. Eh ngomong-ngomong itu mobil perasaan kaya kenal ya..." ethan melihat mobil yang terparkir tadi
"namanya mobil kantor kak" jawab aruna cuek
"bukan itu kaya mobil...." belum juga ethan menyelesaikan ucapannya seseorang di dalam mobil pun turun menghampiri saudara kembar itu
"Loh... Kak yudis " Ujar aruna juga ethan berbarengan
"mentang-mentang kembar, harus juga gitu ngomong juga samaan" ledek yudis terkekeh
"ya kakak ngapain di sini..?" tanya ethan, beruntung badan aruna kecil jadi ethan tidak kesusahan membawa gadis itu di atas tubuh nya
"kebetulan tadi ada perlu sama om hito, trus ngga sengaja denger kalo mau suruh supir buat jemput aruna, ya udah kakak nawarin diri soalnya kakak juga udah selesai kerjaan nya" jelas yudistira, Padahal pekerjaan nya masih di tangani paul asistennya sedang kan dia langsung khawatir saat mendengar kaki aruna keseleo
"jadi kakak ke sini udah atas persetujuan papi..?" tanya ethan memastikan
"betul, kalau kurang yakin, kamu bisa telpon beliau" ujar yudis melihat kekhawatiran di wajah ethan
"ngga perlu kak, kalo gitu ethan titip aru ya. Kebetulan ethan harus latihan basket dulu" ethan menurunkan aruna dengan perlahan, dan yudis langsung membantu aruna
"iya boleh.... Ayo aru langsung naik aja..." ajak yudis sambil membuka pintu depan mobil nya
"kak, aru duluan ya" pamit aruna pada kakak nya
"iya, langsung istirahat ya... Kalau ada apa-apa minta tolong bunda, siapa tau ada stok abat ayah di rumah"
"iya... Iya..." jawab aruna
Ethan pun pergi setelah memastikan sang adik sudah masuk ke dalam mobil karena dia juga sudah harus latihan dengan tim nya
"kenapa bisa keseleo..?" tanya yudistira penasaran, matanya sesekali melihat ke arah aruna sambil mengemudikan mobil nya
"biasa kak jagoan mah ada aja gebrakan nya hehe" kilah aruna sambil terkekeh
"dasar kamu... Apa mau mampir ke rumah sakit dulu..?" tawar yudistira khawatir
"ngga usah kak, udah mendingan, kak ethan aja yang khawatir berlebihan sama aruna"
"ethan sayang sama kamu, wajar kalau dia khawatir"
"iya juga sih... Kak ethan dari dulu emang selalu ngelindungin aru, sampe aruna pernah kesal karena selalu di batasi dalam segala hal tapi belakangan aru sadar kalau kakak cuma mau yang terbaik buat aru jadi sekarang aru udah terbiasa sama apa yang kak ethan lakukan sama aruna"
"kamu beruntung punya saudara seperti ethan" tatapan sedih terlihat di mata yudis yang berubah tak seperti sebelumnya
"kak...." panggil aruna
"ngga apa-apa" jawab yudis langsung tak ingin aruna melihatnya sedih
Pejalanan pulang di isi candaan dari aruna walau sadar suasana agak sedikit berubah, namun aruna tak mau memaksa yudis untuk menceritakan masalahnya
"kakak mau...?" belum selesai aruna bertanya untuk mampir, yudis sudah turun lebih dahulu tanpa mematikan mesin mobil nya. Dan aruna lebih kaget lagi saat yudis sudah ada di sampingnya dan membuka pintu mobil nya
"mau kakak papah atau kakak angkat aja..?" tanyanya langsung membuat aruna terdiam sejenak mencerna ucapan pria dewasa itu
tak mendapat jawaban yudis malah langsung mengangkat aruna ala bridal style dan sontak membiat aruna langsung mengalungkan tangannya ke leher yudistira agar tidak terjatuh
"kak, koq aru di angkat sih..?" tanya aruna dengan wajah memerah karena malu
"kamu di tanya ngga jawab ya kakak kira kamu mau di angkat tapi malu bilang" jawab nya enteng sambil terus berjalan ke pintu masuk keluarga atmadja
"loh, non aru kenapa..?" tanya ART aruna saat membuka pintu dan mendapati nona rumah nya di gendong oleh seorang pria selain keluarga nya
"ngga apa-apa bi, cuma keseleo aja, ayo kak masuk" jawab aruna dan meminta yudis untuk masuk agar ia segera turun dari gendongan pria itu
"mau di mana..?" tanya yudis memastikan gadis itu nyaman
"di ruang tamu aja kak" jawab aruna, tak mungkin ia meminta pria dewasa itu mengantarnya ke kamar nya
Sesuai permintaan yudis pun membawa aruna ke ruang tamu dan menurun kan nya di sofa lebar. Tak lama bibi pun datang membawa minuman dan minyak gosok untuk nona kesayangan nya
"non, mau bibi olesin minyak biar ngga bengkak..?" izin bibi khawatir
"ngga usah bi, aru udah enakan koq, nanti aru sendiri aja yang olesin ya" ujar aruna sungkan. Walau ia majikan ia pun tau kalau bibi lebih tua darinya dan ia harus tetap menghormatinya
Tanpa banyak kata yudis mengambil minyak yang diletakkan bibi di meja lalu ia duduk di bawah tepat di depan aruna, mengangkat kaki aruna yang sakit dan ia letakkan di atas lututnya yang bersila, pergerakan cepat membuat aruna tak bisa menghindar apa lagi menolak
"kak... Ngga usah..." tolak aruna akhirnya setelah ia sadar
"ga apa-apa dari pada nanti malam bengkak..." ucap yudis sambil menahan kaki aruna yang akan di tarik si empunya
"ta..tapi ngga sopan kak..."cicit aruna malu plus sungkan
"kakak yang mau pijit kamu, bukan kamu yang kurang ajar sama kakak, jadi diam aja ya..." tolak yudis lagi sambil memijit pelan kaki aruna
Mau tak mau aruna pasrah kakinya di pijit oleh yudistira