NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:34.8k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25.

Dalam sekejap, berita tentang kejadian di restoran kemarin menyebar bak bola panas di kalangan para pegawai hotel. Ya, meskipun didepan pimpinan hotel, Atika telah meminta maaf pada Vania bukan berarti wanita itu benar-benar tulus meminta maaf. Karena kenyataannya Atika justru menyebarkan berita yang disampaikan oleh pak manager padanya kemarin sore tersebut ke dalam grup yang beranggotakan para pegawai hotel, dan tindakannya itu berhasil memancing berbagai macam komentar. Beberapa diantaranya tidak percaya jika Vania rela melakukan hal serendah itu, namun tidak sedikit pula yang percaya begitu saja dengan berita tersebut hingga Vania pun tak nyaman jadinya.

Vania menatap layar ponselnya, lebih tepatnya menatap pesan saling bersautan di grup. Semuanya sibuk membahas tentang dirinya, bahkan ada beberapa yang mengatai dirinya tidak tahu malu. Tadinya Vania pikir semuanya sudah berakhir setelah Atika meminta maaf kepadanya, tapi kenyataannya gosip tentang dirinya masih terus berlanjut hingga ke grup para pegawai hotel. Mungkin karena adanya foto dirinya dan pak manager ketika berada di restoran kemarin, sehingga kebanyakan dari rekan kerjanya membenarkan berita buruk tentang dirinya.

"Selama kamu tidak merasa melakukannya, untuk apa mempedulikan gosip itu, Vania." Cika berusaha menghibur sahabatnya itu.

"Tapi Cika_."

"Tidak perlu ada tapi-tapian, Vania. Jika kamu tidak merasa melakukannya, maka tidak perlu dipedulikan!." Sejujurnya, Cika pun memikirkan nama baik sahabatnya itu, namun jika ia tidak berusaha bersikap tenang didepan Vania, bisa jadi Vania semakin kepikiran.

Di ruangan pimpinan.

"Permisi, tuan." Asisten Tino menunjukkan pesan di grup para pegawai. Ruang grup begitu ramai dengan berbagai komentar tentang gosip tak sedap yang menyeret nama Vania. Dari sekian banyaknya komentar, mayoritas merendahkan Vania.

"Apa Vania juga bergabung di grup ini?." Tanya Sandi setelah membaca semua pesan di grup para pegawai hotel.

"Tentu saja, tuan." Jawab asisten Tino.

"Panggil pak Harto ke sini!."

"Baik, tuan." Asisten Tino meninggalkan ruangan tuannya tersebut dan tak lama berselang kembali lagi bersama dengan manager hotel.

"Apa anda memanggil saya, tuan?."

"Silahkan duduk!." Kalau bukan orang tua mungkin Sandi sudah melontarkan kata-kata kasar pada pria tua bangka yang tak tahu diri itu.

"Bisa anda jelaskan apa yang sebenarnya terjadi di restoran kemarin." Kata Sandi dengan tatapan sulit ditebak.

Deg

Pak Harto menelan ludahnya dengan pahit. ia tidak menyangka pimpinan hotel akan ikut campur dalam urusan antara dirinya dan Vania.

"Seperti berita yang saat ini tengah beredar di kalangan para pegawai hotel, tuan. Kemarin nona Vania melakukan upaya untuk menjebak saya, dengan memasukkan sesuatu ke dalam minuman milik saya, tuan. Tapi untungnya saya sempat melihatnya, sehingga saya berinisiatif untuk menukar minuman kami tanpa sepengetahuan nona Vania. Itulah mengapa saat bertemu dengan anda kemarin, kondisi nona Vania sangat memprihatikan, tuan." Pak Harto menegakkan posisi duduknya, memasang wajah seolah ikut prihatin pada niat buruk Vania kepadanya.

"Zaman sekarang memang tidak sedikit wanita muda yang rela menempuh jalan pintas demi mendapatkan kehidupan yang layak. Mungkin hal itu juga yang ingin ditempuh oleh nona Vania hingga rela menjebak saya, tuan." Sandi menarik sudut bibirnya setelah mendengar semua bualan pak Harto. Nampaknya pria tua itu berbakat menjadi penulis skenario film. Semua perkataannya sudah tersusun rapi, bahkan didukung dengan mimik wajah yang mencoba meyakinkan. Tapi sayangnya, Sandi bukanlah orang bodoh.

"Memang tidak salah dengan apa yang anda katakan, tidak sedikit wanita diluar sana yang rela menempuh jalur pintas demi mendapatkan kehidupan yang layak. Tetapi, apa masuk di akal ada seorang wanita yang rela menempuh jalan pintas dengan menjebak pria lain yang justru menjabat sebagai bawahan suaminya sendiri, demi kehidupan yang anda sebut layak tadi?."

Pak Harto terdiam, mencoba menelaah perkataan Sandi. Sepersekian detik kemudian, jantung pak Harto seperti berhenti berdetak, wajahnya pun berubah pucat pasi seperti tak dialiri da_rah. Kini ia paham dengan maksud dari perkataan Sandi barusan. Rupanya wanita cantik yang kemarin hampir menjadi korbannya, ternyata adalah istri dari pimpinan hotel. Pantas saja kemarin Sandi begitu mencemaskan kondisi Vania, rupanya wanita itu adalah istrinya.

"Saya mohon maafkan saya, tuan." Pak Harto memilih mengakhiri sandiwaranya, dan berlutut di hadapan Sandi.

"Jika anda yang berada di posisi saya, apakah anda akan memberikan maaf begitu saja?." Sandi masih bertanya dengan nada pelan, namun tatapannya nampak tajam, begitu pun dengan kedua alis tebalnya yang nampak bertaut tajam. "Seandainya kemarin saya tidak datang ke restoran itu, mungkin anda sudah mele_cehkan istri saya." Membayangkannya saja sudah membuat Sandi mengepalkan kedua tangannya.

"Sekali lagi, saya mohon maaf pada anda, tuan! Apa yang harus saya lakukan agar anda berkenan memaafkan saya, tuan?."

"Kembalikan nama baik istriku!" Kata Sandi.

"Baik tuan, saya akan melakukannya."

*

"Untuk apa pak manager meminta semua pegawai berkumpul di ruang aula." Gumam Cika saat membaca pesan di grup para pegawai hotel.

Vania memandang pada Cika yang tengah duduk di kursi depan meja kerjanya. Mimik wajah Vania nampak sendu. Ia berpikir pak manager mungkin saja hendak melayangkan tudingan buruk lainnya kepada dirinya dihadapan semua para pegawai hotel.

"Jangan bersedih, Vania! Jika sampai pak manager macam-macam lagi, atau kembali menuduh kamu yang bukan-bukan, sebaiknya kita laporkan saja pada pimpinan!." Kata Cika.

Vania mengangguk, setuju dengan ide Cika.

Semua pegawai sudah berkumpul di ruang aula, tak sabar menanti kedatangan manager hotel.

Tak lama berselang terdengar suara pantofel pria yang beradu dilantai. Pak manager memasuki ruangan aula.

Vania menatap geram pada pria yang kini telah berdiri menghadap ke arah para pegawai tersebut. Kalau saja pak Harto sebaya dengannya, mungkin Vania sudah menampar pria itu tanpa peduli dengan jabatannya.

"Selamat siang. Maaf sudah mengganggu waktu kalian semua. Maksud dan tujuan saya meminta kalian semua berkumpul di sini adalah untuk menyampaikan sesuatu." Jika sebelumnya pak Harto selalu melayangkan tatapan penuh intimidasi pada Vania, kini pria berusia hampir setengah abad tersebut bahkan tak berani menatap Vania.

Para pegawai penasaran, tak sabar menanti pria itu melanjutkan pembicaraannya.

"Sebelumnya saya ingin meminta maaf atas kegaduhan yang menyeret nama nona Vania. Sebenarnya, berita yang beredar tersebut tidak benar, Nona Vania tidak pernah berupaya menjebak saya. Justru sebaliknya, saya yang khilaf hingga melakukan sesuatu yang tidak seharusnya saya lakukan." Pengakuan pak manager begitu mengejutkan bagi para pegawai.

"Jangan bilang, justru bapak yang sebenarnya berniat menjebak Vania tapi bapak malah memutar balikkan fakta." Cika sengaja menggunakan kesempatan ini untuk menekan pak manager agar mengakui perbuatannya secara terang-terangan.

Dengan tertunduk malu pak manager mengangguk, membenarkan tebakan Cika.

"Kenapa anda tega, pak? Kami sudah salah menilai nona Vania, dan itu semua akibat fitnah dari anda."

"Sikap serta perlakuan anda tidak mencerminkan usia anda, pak. Bapak tak lebih dari seorang anak kecil yang memiliki pemikiran dangkal, tak memikirkan bagaimana akibat dari perbuatan anda terhadap orang lain."

Beberapa pegawai terdengar menyuarakan kekecewaan mereka terhadap manager hotel.

Deg.

Vania terpaku, ia yakin dibalik pengakuan pak manager pasti ada andil suaminya. Karena tak mungkin pak manager bisa tiba-tiba mempermalukan diri sendiri dengan mengakui kesalahannya dihadapan semua pegawai hotel Admodjo Group, kecuali memiliki alasan yang mengharuskan pria itu melakukannya.

Setelah meninggalkan ruang aula, Vania mengeluarkan ponsel dari saku blazer yang dikenakannya, kemudian mencari nomor kontak Sandi.

"Terima kasih." Tanpa sadar Vania mengulum senyum saat mengetik pesan tersebut.

1
Sifa Dinieka
siap2 kena amukan sandi ortunya vania
Syarifah
Aq curiga Vania ini bukan anak kandung,nya mana ada seorang ibu tega menjual dan mengabaikan anak,nya apalagi anak nya perempuan
secret
ditunggu bgt kehancuran keluarga iblis itu
Lia siti marlia
untung nya sandi mengetahui keberanan dan sekaligus keburukan tentang mertuanya jadi sandi dari paman ikbal 👍 aku harap ledepan nya sandi berikan pelajaran buat mertua terkutuknya🤭🤭🤭🤭
Lusi Hariyani
mertuamu memang iblis san...
Felycia R. Fernandez
Tuuuh dengarkan Sandi...
setelah ini tolong kamu laporkan dua manusia iblis itu🤬🤬🤬
Ariany Sudjana
puji Tuhan, tuan Ikbal masih punya hati nurani, teringat masih ada putri kandung di rumah. sudah sandi, binasakan saja tuan aidtra dan istrinya, juga saudara tirinya Vania itu
secret
ohh ternyata tuan ikbal pamannya tino, untung aja wktu itu tuan ikbal masi menggunakan akal sehatnya ga smpe nyentuh vania.. smg sandi segera mengungkap dalang yg jebak vania
Felycia R. Fernandez
Semoga om Ikbal mau menceritakan semua jebakan ayah tiri Vania pada Sandi...
biar mereka di jebloskan ke hotel prodeo
Lia siti marlia
untung nya paman ikbal orang baik jadi gak sampai kejadian 👍aku harap paman ikbal menceritakqn kebusukan ayah tiri vania tentang memjual vania sama dia pada sandi 🤭🤭
❥␠⃝ ͭ🍁ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Untung Paman Ikbal baik bukan lelaki buaya mending ceritakan deh sama Sandi klo yang menjual menjebak Vania adalah bapak tirinya sendiri biar dibikin hancur sekalian mereka
secret
thoorrrrr👀 tumben blm up lg, kmren jg cuma 1.. ditunggu yaa thorrr😍
secret: oalaaa pantes tak pantengin, NT emg suka nyangkutt🙂‍↔️
total 2 replies
Ayila Ella
yayyy akhirnya ngomong juga bahwa sandi adalh ayah kandung sesil😍😍 lnjut thor
Sifa Dinieka
akhirnya terungkap sudah semuanya
Lia siti marlia
aduh aduh thorrr kok di potong pas lagi tegang tagang aku baca 🤭 lanjut dong thorr tambah lagi upnya 👍😍😍😍
secret
AKHIRRNYAAAAA😍 kan enak kalo smsm saling terbuka dan mengungkapkan perasaan
Nurminah
masalah rumah tangga rumit pun kadang bisa selesai dengan saling bicara terbuka dan mengungkapkan semua perasaan yg mengganjal
Felycia R. Fernandez: komunikasi dengan pasangan itu sangat di perlukan ya kk...
total 1 replies
Lusi Hariyani
kaget g van...
Ariany Sudjana
finally sandi juga mengungkapkan perasaannya terhadap Vania, dan Vania jangan ragu lagi yah 😄🙏 asli part ini /Sob/
secret
ternyata dia ikut sekongkol jebak vania tp pas tau vania hamil sosoan kecewa sampe diusir, bener2 ibliisss😡 tunggu dehh kehancuran kaliann
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!