NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan semu yang melingkupi

...----------------...

      Panther hitam tersebut hanya diam menelisik tubuhnya membuat seketika Lily linglung menjadi waspada karena tubuhnya sedang didekati, saat ia sudah sepenuhnya terpojok berada di dinding gua, panther itu malah semakin diam terus menggesekan wajahnya di antara area kedua pahanya seolah berusaha masuk diantara sana.

Lily akhirnya tersadar ia sepenuhnya baru berubah wujud jadi binatang tentunya ia telanjang, wajah memerah malu bercampur panik karena tingkahnya tiba-tiba yang semakin agresif membuatnya dengan cepat menahan kepala panther dengan tangannya, saat kepala hewan itu terus bergesekan memaksa masuk untuk mencium vulva alat kelaminnya.

"Panther nakal! Apa yang kau lakukan... hentikan...!"

Namun Leopard itu seolah tuli dan tidak paham maksud upacaranya, terus menggesekan wajahnya dengan hidungnya mengendus-endus terangkat tinggi saat mencium bau feromon manis yang merangsang indera penciuman juga insting binatangnya, ketika kepalanya berhasil masuk diantara kedua pahanya, tepat menyentuh lipatan bibir organ kewanitaannya.

Semakin panik, wanita muda yang merasakan wajah binatang buas yang sudah sepenuhnya berhasil menemukan tujuannya dan tepat menyentuh lipatan vaginanya, dengan sekuat tenaga Lily berusaha mendorongnya menjauh namun kesulitan karena binatang itu begitu kuat, tuli dengan apapun hanya ingin mencapai keinginannya.

"Kau kenapa! jangan itu tidak baik, tidak bena-- ...Ahhh!" Namun bukannya berhenti tapi Lily tiba-tiba mengerang merasakan lidahnya masuk ke dalam lubang genitalnya, memaksa masuk ke dalam membuat matanya membulat seketika otaknya membeku memproses apa yang terjadi.

Panther hitam yang merasakan harta Karun yang baru ia temukan, terus menggesekan wajahnya setelah lolos dari perlawanan Lily yang semakin lemah, memisahkan pergelangan kaki Lily hingga sepenuhnya terbuka lebar untuk tubuhnya.

Lily dengan cepat sadar berusaha mendorongnya namun ia putus asa karena merasa tenaganya semakin lemah, ditambah panther hitam tersebut kuat, apalagi dengan sensasi aneh kenikmatan yang mendera, setelah sekian lama tidak ia rasakan.

"Emm jangan.... tidak boleh..." Namun kata-katanya hanya berfungsi sebagai seruan yang terdengar oleh Leopard hitam itu, tepat ketika lidahnya menjentik menyentuh area paling sensitif wanita, yaitu klitorisnya.

"Clap, clap...clap...

Suara kecipak terdengar jelas di udara, ditambah suasana sepi menambah semuanya semakin intens, Puma hitam tersebut menutup mata seolah amat menikmati kegiatan, dengan tekstur lidahnya dipenuhi duri-duri halus, membuatnya begitu kasar namun tidak menyakiti, tapi cukup memberikan dampak paling hebat.

Lily seketika bergetar hebat, wajahnya memerah, matanya berputar berkaca-kaca, bibirnya terbuka dengan air liur yang lolos mengalir di sudut mulutnya, mengerang keras diikuti tubuhnya bergetar hebat Kejang-kejang, reflek memeluk erat kepala hewan tersebut.

"JANGAN.......TIDAK Ahhhh!!" Seketika air menyembur deras dari area kemaluannya, merasakan klimaks yang begitu intens, membuat otaknya kosong seketika tidak memikirkan apapun bahkan sempat melawan.

Tubuhnya tiba-tiba merasa seolah tidak mempunyai tulang, begitu lunak, ditambah pikirannya entah hilang kemana, Lily seketika bersandar lemas bahkan kakinya mulai terlipat sehingga tubuhnya terduduk menyentuh tanah, air matanya menetes, linglung karena baru pertama kali di hidupnya dirinya merasakan kenikmatan yang paling intens, ditambah yang lebih gilanya karena rangsangan binatang.

Macan kumbang yang merasakan tubuh Lily menjadi lemah membuat berhenti dan mundur menelisik wajah hingga area tubuhnya, saat melihat air mata di wajah Lily, membuat kepalanya menunduk, telinganya turun, ia mulai maju menjilati air mata di pipi Lily seolah membujuk untuk meminta maaf atas sikapnya.

Begitu merasakan sesuatu basah dan lunak menyentuh kulitnya, membuat Lily tersadar, wajahnya memerah memikirkan apa yang terjadi, ia bertanya-tanya mengapa bisa terlena oleh binatang buas, apalagi tidak jelas apakah itu beasthuman atau tidak, membuat dirinya sendiri mempertanyakan akal sehatnya.

"Tidak, sana pergi sadar binatang nakal!" Tangan Lily tergapai mencoba menghindari wajah panther hitam yang terus bergesekan ke wajahnya karena takut kejadian tadi terulang lagi.

"Umm..." Namun jaguar itu abai, terus melanjutkan aksinya, menjilati pipi Lily, menggesekan moncongnya sembari mengeram pelan, terus membujuknya atas perbuatan yang ia lakukan, karena takut membuatnya marah.

Membuat Lily menghela nafas seketika hatinya bimbang, saat menyadari tingkah binatang tersebut yang tidak pantang menyerah untuk mendapatkan maafnya, tidak tahan lagi akhirnya ia mulai berdiri menatapnya tajam, dengan pipi yang masih memerah tersipu saat menatapnya.

"Baiklah! Baiklah,....Huh...akan kumaafkan, asal jangan kau ulangi, ingat jangan sembarang menyentuhku, apalagi melakukan hal tadi, itu salah tau, kau tidak boleh melakukan hal tadi apalagi tanpa ijin seseorang, mengerti?"

Telinganya terangkat lagi, mata yang berwarna biru tua kekuningan itu berbinar seolah mengerti dengan maksud perkataannya, ia mulai menggesekan wajah ke paha Lily, bahkan bibirnya baik tersenyum karena senang tindakannya dimaafkan.

Lily hanya bisa tersenyum tipis memerhatikan aksinya, ia mulai mengelus rahang dengan tangannya merambat mengelus moncong hingga permukaan mulutnya.

"Grrrrr...." Mata leopard itu tertutup semakin menggesekan wajahnya ke tangan Lily karena merasakan sentuhannya, bahkan mulai mengeram tipis-tipis seperti akan mulai tertidur saking nyamannya.

Saat tangannya terus menyentuh permukaan kepala Panther, beberapa detik dengan cepat, Lily tentu merasakan nafasnya memberat bahkan tubuhnya mulai bertumpu ke bawah, menandakan jaguar hitam itu perlahan sudah tertidur.

Sadar kesempatan emas yang sudah tiba di hadapannya, seketika Lily pelan-pelan melepaskan tangan yang berada di atas bulu-bulu hitam lebat itu, mulai berubah cepat menjadi bentuk binatangnya, dengan cepat berlari keluar dalam gua, bertujuan untuk pergi melarikan diri untuk kembali pulang ke desa.

"Cepat, Ayah, ibu juga kakak pasti sudah mencariku kemana-mana, aku harus segera pulang agar tidak membuat mereka khawatir!"

Namun begitu tepat kaki kecil rubahnya melangkah di daratan tanah gua, sebuah mata besar tiba-tiba terbuka lebar, dengan cepat panther hitam itu terbangun, mulai berlari melompat ke arah atas tubuh Lily, menekannya ke tanah sehingga ia tidak bisa lagi bergerak.

"Apa?!" Lily terbelak kaget merasakan tubuhnya ditekan kuat, apalagi bingung dengan kecepatan macan kumbang itu, padahal tadi ia melihatnya benar-benar tertidur rapi sekarang sudah sepenuhnya terbangun dan dengan cepat menangkapnya.

"Apa yang kau lakukan? Lepaskan! Aku harus pulang, orang tuaku pasti mencariku."

Namun tubuhnya terus ditekan erat, dipeluk dengan tenaga yang kuat menahannya namun tidak cukup menyakiti atau menekan tubuh Lily dengan berat, seolah hanya bermaksud untuk mencegahnya saja untuk melarikan diri.

"Ku bilang lepaskan?! Apa yang sebenarnya kau mau? Kau itu hewan atau beasthuman jadi-jadian, jangan seperti ini, kau sedang mempermainkanku atau apa....

Saat Lily mengomel merasa kesal tidak paham maksud binatang yang terus mencoba mengurungnya di gua tapi ia tiba-tiba merasakan sebuah mata berbinar diikuti gesekan kepalanya di tubuhnya.

Panther hitam itu menatapnya berbinar dengan mata bulatnya yang besar, menggesekan wajahnya ke kepala rubah Lily, memohon begitu dalam bahkan seperti akan menangis jika Lily benar-benar memilih akan pergi sekarang.

Lily terdiam merasa hati nuraninya terketuk lagi, mata besar yang berbinar, ditambah wujud besar hewan panther yang begitu garang namun tidak mirip dengan tindak dan perilakunya, seketika mulai bimbang ingin pergi atau tidak, namun ia sadar jika benar-benar memilih pergi dan melarikan diri paksa, ia lagi-lagi akan ditahan dan dibawa kembali oleh panther ini.

"Mungkin sedikit waktu lebih lama disini, tidak apa-apa kan?"

1
Musdalifa Ifa
semoga Lily tidak apa"
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!