Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .
Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .
Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .
Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?
Ikuti kisahnya sampai selesai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Di Balik Perbaikan Rumah Samsuri
Samsuri dan Pamungkas adu kekuatan di dalam hutan . "Aku tidak akan menyerah sampai kamu menyerah ," kata Samsuri sambil mengeluarkan tenaga dalam dengan sekuat tenaga lalu ia hantamkan ke arah Pamungkas .
Pamungkas awalnya kalah kemudian ia membalas melawan Samsuri dengan ilmu yang dimilikinya dan mengarahkan ke Samsuri . Samsuri sudah menduga kalau Pamungkas akan mengeluarkan kekuatannya menjaga jarak dan menghindar .
Tiba-tiba Amir datang dan memisahkan mereka berdua . Pamungkas terkejut melihat Amir memisahkan mereka , ia menjadi sangat marah .
"Kamu membela dia yang jelas-jelas pengkhianat , harusnya kamu singkirkan dia ,“ kata Pamungkas tidak suka ," kata Pamungkas dengan sinis .
"Aku tidak memihak kalian justru aku ingin kalian sadar kalau kalian masih saudara ," kata Amir . Samsuri dan Pamungkas saling terdiam karena terkejut lalu saling pandang .
Karena keduanya tidak percaya kepada Amir berusaha mencelakai Amir dengan kekuatan mereka dan langsung mengeluarkan kekuatan dan menyerang Amir .
Amir sudah tahu mereka akan mencelakainya ia menghilang . Keduanya menghentikan aksinya Samsuri pergi dari sana pulang ke rumah sedangkan Pamungkas masuk ke dalam rumah yang ada di dalam hutan .
Melihat rumahnya yang hancur Samsuri langsung mencari alat dan bahan untuk memperbaiki kembali rumahnya . Dengan bantuan para tetangga Samsuri mulai mengerjakan perbaikan rumahnya .
Menjelang sore hari Samsuri pergi ke rumah sakit membawa makanan untuk anak dan istrinya . “Bapak ,“ panggil Alif ketika melihat Samsuri masuk ke dalam ruang rawatnya . Samsuri melihat istri dan anaknya menyambutnya dengan senyum merasa hatinya bahagia .
"Bagaimana keadaanmu hari ini ?" tanya Samsuri sambil mengacak rambut Alif . "Aku sudah sehat kata dokter besok sudah bisa pulang ," jawab Alif tersenyum senang .
"Syukurlah mulai sekarang kamu harus ekstra hati-hati ," kata Samsuri memberi pesan kepada Alif . " Iya ,Pak ," jawab Alif .
Manaf dan Abdul sudah terlelap ketika Samsuri datang . "Apakah mereka sudah lama tidurnya ?" tanya Samsuri kepada istrinya . "Baru saja mereka menunggumu lama jadi aku belikan nasi di kantin rumah sakit lalu mereka tidur setelah selesai belajar ," jawab Murni melihat Abdul dan Manaf tidur .
"Kalau istriku sudah mengantuk apa belum ?“ tanya Samsuri sambil memeluk dan mencium pipi istrinya dari samping . "Sudah sih tapi tidak bisa merem ," jawab Murni .
Samsuri merebahkan tubuh di karpet sambil memeluk istrinya . Alif jangan di tanya dia sudah tidur ketika bapak dan ibunya bermesraan karena ia tidak mau melihat mereka memamerkan kemesraannya.
Pagi harinya Abdul dan Manaf sudah berangkat sekolah . Samsuri pulang ke rumah untuk memperbaiki rumahnya bersama bantuan beberapa warga .
Para warga dengan rela membantu Samsuri yang sedang mengalami musibah . Para ibu-ibu memasak untuk para pekerja . Mereka saling tolong menolong bekerjasama membantu setiap warga yang mengalami kesulitan .
Beberapa hari berlalu sudah rumah Samsuri selesai di bangun kali ini rumahnya bukanlah dinding tembok bata melainkan sebuah rumah berdinding kayu papan . Keluarga Samsuri tidak keberatan mereka dengan hati lapang menerima keadaan mereka saat ini .
Ada yang membuat salah satu warga merasa heran dengan salah satu kamar milik anak Samsuri tidak apa-apa dan terlihat rapih dan bersih dan kamar itu seolah kamar yang dianggap misterius . Tidak bisa dibuka atau di bongkar .
Semua warga juga merasakan keanehan tapi Samsuri tidak mau mempermasalahkan yang penting rumahnya kembali di perbaiki dan layak huni .
Selang satu bulan kemudian keluarga Samsuri kembali menempati rumah mereka bertepatan dengan Alif yang sudah sembuh total dan pulang ke rumah selama beberapa hari sudah keluar dari rumah sakit mereka menginap di rumah salah satu tetangga sebelah yang seorang nenek tinggal seorang diri .
Ketiga anaknya langsung masuk ke kamar mereka karena mereka sangat kangen ingin menempati kamar mereka .
Lain halnya dengan Alif yang merasa heran dengan kondisi kamarnya yang tidak apa-apa dan masih terlihat seperti semula ini menimbulkan pertanyaan dalam benaknya .
"Kalau semua terkena kebakaran kenapa kamarku justru terlihat biasa saja ya ," gumam Alif duduk di tempat tidur . Lalu merebahkan diri sambil melihat atap langit kamarnya .
Di balik lemari Amir berubah wujud menjadi manusia tersenyum penuh arti . "Aku yang membuat semua ini terlihat aneh ,“ katanya lalu tertawa sangat kencang dan mengerikan .
Alif terkejut mendengar suara itu jantungnya berdegup sangat kencang , Ia sudah menduga suara itu berasal dari kamar kosong di bawah tanah yaitu suara Amir .
“Oh iya aku lupa aku punya janji sama dia akan mengurus jasadnya , tapi bagaimana menjelaskan kepada bapak ?" katanya ragu . Alif berpikir bagaimana menceritakan kejadian yang ia alami selama beberapa minggu terakhir ini .
Saat malam hari Semua keluarga berkumpul di ruang tengah . Tampak wajah mereka tegang seperti akan terjadi sesuatu . Alif melihat kedua orang tuanya dan kedua saudaranya ingin mengatakan tapi takutnya di sangka berbohong .
Samsuri melihat Alif seperti orang kebingungan bertanya ." Kamu kenapa ,Alif ?" . Alif terkejut sampai melongo dalam diam jantungnya kembali berdegup seperti sedang menghadapi ujian .
“Pak , ada yang ingin Alif katakan tapi tolong percaya sama Alif kalau Alif tidak berbohong ," kata Alif menghembuskan napas untuk menetralkan degup jantungnya .
Samsuri mengerutkan dahinya ." Katakan saja ," katanya sambil minum kopi buatan istrinya . Murni merasa Alif sedang tidak baik-baik saja melihat Alif dengan lekat tanpa berkedip menunggu penjelasan Alif .
"Begini ... Alif menemukan kamar kosong di ruang bawah tanah tepatnya di dalam kamar Alif ," akhirnya Alif dengan berani mengatakan yang sebenarnya .
"Apa kamu bilang kamar kosong di ruang bawah tanah ?" tanya Samsuri meyakinkan pendengarannya . Ia seolah tidak percaya dengan penjelasan Alif soalnya waktu membuat rumah tidak ada yang mencurigakan pada tanahnya tapi setelah mendengar penjelasan Alif ia mencoba berpikir jernih .
"Kapan kamu menemukan kamar itu ?“ tanya Samsuri menatap tajam Alif . "Waktu ada kejadian rumah kita dapat teror dan rumah berantakan waktu itu aku sedang membersihkan pakaian di dalam lemari , aku melihat ada papan aneh seperti pintu aku mencoba membuka dari situ aku masuk ke dalam ruang bawah tanah ," jawab Alif dengan jujur .
Samsuri berpikir sejenak . Apakah nenek dan kakeknya menyimpan sesuatu di bawah tanah atau ada rahasia lain di sana pikir Samsuri .
“Pak , di ruang bawah tanah ada dua kamar kosong dan salah satu ada jasad seseorang yang meninggal di sana ," kata Alif lagi .
Semua yang mendengar semakin terkejut jantung mereka berdegup kencang rasa takut menghantui pikiran mereka . Jasad siapa itu yang ada dalam benak mereka .
Malam menunjukkan pukul sepuluh malam penghuni rumah di buat tidak bisa tidur karena pikiran mereka tertuju pada perkataan Alif kalau dirumah mereka ada jasad seseorang yang sudah lama meninggal .