NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Guru Zhao Yu

Nan Wei segera meminta mereka menyelesaikannya, agar bisa melanjutkan pengupasan ubi.

Nan Wei masuk ke dalam rumah untuk melihat stok minyak goreng yang tinggal 10 kg lagi, dan itu tidak akan cukup sampai seminggu, Karena penggunaan minyak hanya digunakan dua kali.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Nan Wei pada kedua anaknya.

"Ibu! Kakak terluka, aku sedang mengobatinya!" balas Zhao Yu dengan jujur sambil memperlihatkan obat herbal di tangannya.

Nan Wei tertegun, karena dedaunan itu memang digunakan sebagai obat antiseptik alami.

"Yuyu, siapa yang mengajarimu?" tanya Nan Wei penasaran.

Zhao Yu terdiam, dia menatap Ibunya dengan takut. Dia kemudian menatap Zhao Xi meminta bantuan.

"Adik! Katakan saja!" ucapnya.

Zhao Yu mengangguk lalu bertanya. "Aku belajar dari Tabib Rong. Dulu, kami bertiga sering terluka, dan kami tidak punya uang untuk biaya pengobatan. Jadi aku minta Tabib untuk mengajariku mengenal obat-obatan, agar tidak perlu lagi keluar uang saat kami terluka!" jelasnya dengan suara pelan dan sedikit takut karena baru menceritakan pada Nan Wei.

"Ibu.. Ibu.. Kamu tidak marahkan?" lanjutnya bertanya dengan mata berkaca-kaca. Dia takut kesalahannya membuat sang ibu membencinya lagi.

Nan Wei tersenyum lalu mengusap kepala Zhao Yu. "Tidak! Mana mungkin Ibu marah. Ibu malah bangga, karena Yuyu sangat hebat. Kelak dewasa nanti Yuyu jadi Tabib terkenal, bisa menyelamatkan banyak orang!"

Akhirnya Nan Wei tahu, siapa Guru Zhao Yu dalam pengobatan. Berarti Gurunya sangat hebat, karena dalam cerita, Zhao Yu bahkan diundang langsung oleh Kaisar untuk menjadi Tabib Istana.

Nan Wei makin yakin, jika Tabib Rong bukanlah orang biasa, pasti dia memiliki status yang tinggi, dan entah apa yang membuatnya memilih tinggal di Desa.

"Benarkah? Jadi, aku boleh belajar pengobatan sama Tabib Rong?" tanya Zhao Yu dengan semangat.

"Boleh saja! Tapi, apa Tabib Rong menganggapmu sebagai muridnya? Atau kamu memaksanya.?"

"Ibu! Tabib Rong berkata, hanya Zhao Yu murid satu-satunya!" sahut Zhao Xi.

Nan Wei terdiam sejenak lalu berkata. "Kalau begitu, besok kita kerumahnya untuk upacara penerimaan Murid!"

"Baik Buu..!" seru Zhao Yu dengan semangat. Dia tidak perlu lagi bersembunyi jika ingin pergi ke rumah Gurunya.

Zhao Xi juga ikut bahagia melihat Adiknya bisa belajar pengobatan dengan tenang. Semenjak Ibunya berubah, Zhao Yu sangat jarang ke rumah Tabib Rong, karena Nan Wei memantaunya.

"Ada apa?" tanya Nan Wei melihat Zhao Xi yang seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tapi terlihat ragu.

"Ibu aku tidak ingin sekolah!" katanya dengan tangan terkepal. Dia sudah memikirkannya dan juga sudah membicarakan hal itu dengan Zhao Xu.

Nan Wei tidak terkejut, karena dia sudah tahu apa yang Zhao Xi ingin lakukan. Tapi dia dia tetap bertanya. "Beri Ibu satu alasan yang masuk akal!"

Zhao Xi terdiam sejenak lalu menjawab. "Ibu. Aku ingin belajar bela diri. Bersekolah dan belajar ilmu diri memerlukan uang banyak, jadi aku pilih satu saja!"

"Hmm, jadi apa gunanya bisa bela diri kalau kamu tidak tahu membaca dan menghitung! Bagaimana jika seseorang meminta tolong padamu menggunakan surat, lalu kamu tidak tahu arti dari surat itu, bukan kah orang itu tidak bisa kamu selamatkan?"

Melihat Zhao Xi terdiam, Nan Wei melanjutkan. "Bagaimana jika di dalam surat itu memintamu ke barat. Tapi orang yang kamu minta untuk membacakannya malah mengatakan kamu harus ke Timur. Kira-kira apa yang terjadi?"

Nan Wei sengaja mangatakan seperti itu, karena dia tahu apa yang ada di dalam pikiran Zhao Xi. Yang ingin berteman dengan orang yang pandai membaca.

Zhao Xi tidak mangatakan apa-apa. Dia masih terdiam membayangkan kira-kira apa yang terjadi jika orang yang dia percaya malah menghianatinya?

"Jangan terlalu buru-buru. Pikirkan baik-baik! Dan kamu harus tahu, Ibu mampu menyekolahkan kalian Sampai ujian Istana."

Setelah mengatakan itu Nan Wei beranjak, dia keluar halaman menuju rumah Paman Tao yang berada di samping kanan rumah orang tuanya.

Tanpa dia sadari, obrolan mereka terdengar sampai ke halaman sebelah, tetangga yang berada sebelah kiri. Karena mereka bertiga duduk di bawah pohon tepat di samping pagar.

"Hmm.. Pemahaman yang sangat dalam!"

***

"Nan Wei kamu datang! Ada apa? Apa kamu ingin ke kota?" tanya Paman Tao dengan heran melihat kedatangan Nan Wei yang sangat tiba-tiba, jika ada perlu biasanya yang datang Adalah Xia Dalang.

"Oh tidak. Aku ingin bertemu dengan Bibi dan Kakak ipar!" Kakak ipar yang dia maksud menantu Paman Tao.

Paman Tao makin bingung, dia meminta Nan Wei untuk menunggu dan dia segera ke dapur memanggil istri dan menantunya yang sedang masak untuk makan malam, padahal saat itu masih pukul 3 sore.

Selang beberapa menit, Istri Paman Tao kaluar dengan tergesa-gesa. Dia juga bingung dengan kedatangan Nan Wei yang sangat tiba-tiba.

"Nan Wei. Maaf ya, tidak ada apa-apa yang bisa kami suguhkan!" katanya dengan canggung setelah duduk di depan Nan Wei.

"Bibi tidak usah bahas itu! Ada hal yang lebih penting!" kata Nan Wei.

Istri Paman Tao jadi makin penasaran, tapi juga merasa takut. Karena dia tiba-tiba berpikir, Nan Wei datang untuk meminta kembali uang pembelian kentangnya.

Paman Tao yang baru datang juga ikut penasaran, sehingga dia duduk di samping istrinya.

"Nak! Sebenarnya ada apa?" tanya Paman Tao.

"Paman tidak ada masalah! Aku datang untuk meminta bantuan Bibi dan Kakak ipar untuk datang ke rumah bantu kupas ubi.. Tenang saja, aku tidak minta bantuan secara percuma, nanti aku kasih upah!"

Kedua pasangan suami-istri itu saling tatap karena mereka tidak mengerti apa yang Nan Wei katakan.

"Nak tunggu dulu! Bantu kupas ubi itu bukan hal sulit, kenapa harus ada upah? Kita ini tetangga saling membantu!" ujar Paman Tao.

Nan Wei mengangguk lalu berkata. "Apa yang Paman katakan benar! Kalau cuman sehari, aku hanya akan mengucapakan terima kasih dan memberi makan saja. Tapi bantuan ini untuk jangka panjang!"

Paman Tao dan Istrinya terkejut, "Maksudnya bukan cuman sehari?" tanya sang Istri.

"Ya. Aku tidak tahu sampai kapan. Yang pastinya aku butuh seseorang untuk datang ke rumah Ibuku untuk mengupas ubi dan kentang. Kalau Bibi bersedia, Bibi bisa pergi sekarang! Untuk upahnya aku bayar 3 koin tembaga per kg nya!"

Mata Istri Paman Tao berbinar, mengupas kentang 1 kg hanya perlu beberapa menit saja. "Tentu,, tentu. Bibi akan bersiap sekarang!"

"Baik. Tapi Bibi jangan bilang ke orang lain dulu! Seharusnya aku ke rumah Kepala Desa, tapi saat ini waktunya sudah sangat mepet, besok pagi harus bawa ke kota!"

"Heheh kamu tenang saja, Bibi tidak akan bocorkan pada orang lain. Bagaimana dengan Kakak iparmu?" tanyanya penuh harap.

"Kalau Kakak ipar tidak sibuk, dia juga bisa bisa datang!"

"Bisa, bisa..!" katanya dengan cepat!

"Baiklah... Bibi aku pamit dulu, Bibi langsung ke rumah Ibuku saja, aku masih ada urusan!" Nan Wei segera berpamitan.

"Oh ya yaa.. Bibi tidak akan menahanmu!" Dia begitu bahagia, karena sebentar lagi mendapat pekerjaan yang begitu mudah, dia juga sudah tahu dari suaminya jika keluarga Xia sedang berbisnis.

.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!