NovelToon NovelToon
Beyond The Castle Walls

Beyond The Castle Walls

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Kerajaan
Popularitas:563
Nilai: 5
Nama Author: minttea_

Terperangkap dalam sangkar emas Aethelgard, Putri Aurelia mendambakan dunia di balik dinding istana yang megah. Beruntung, ada Lucas, seorang pemuda logistik istana yang tampak biasa namun menjadi satu-satunya orang yang berani membuka jalan bagi sang putri untuk menggapai kebebasan yang ia impikan. Namun, perjalanan mereka tak semudah yang dibayangkan. Reruntuhan dunia luar menyimpan kejutan dan bahaya tak terduga. Bersama Lucas, Aurelia harus mengungkap misteri yang telah lama terkubur di Aethelgard. Salah satunya adalah rahasia di balik kematian ibunda tercinta yang ternyata menyisakan plot twist mengejutkan. Akankah ia berhasil menemukan kebenaran yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon minttea_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara yang Kembali

Keheningan di kamar itu terasa menyesakkan setelah Raja Valerius melangkah keluar dengan sikap kakunya. Aurelia masih bergeming, matanya yang sayu menatap lurus ke arah jendela, seolah-olah jiwanya masih tertinggal di dasar jurang tempat ia ditemukan. Aroma roti gandum yang hangat dan sup kaldu ayam yang gurih sama sekali tidak menggugah seleranya.

Elara mendekat, duduk di tepi ranjang sambil mengusap pundak Aurelia lembut. "Aurelia, makanlah sedikit saja. Tubuhmu butuh tenaga untuk pulih," bujuk Elara dengan nada yang sangat halus.

Aurelia menggeleng pelan, suaranya parau saat menjawab, "Untuk apa aku sehat, Kak? Hanya untuk diserahkan kembali kepada Pangeran Theo sebagai barang jaminan?"

Elara terdiam sejenak. Ia teringat bayangan Raja yang menangis di kamar ini beberapa malam lalu. "Mungkin segalanya tidak seburuk yang kamu pikirkan. Ayahmu... beliau sangat terpukul saat kamu hilang. Makanlah, lakukan ini untukku, bukan untuknya."

Melihat mata Elara yang berkaca-kaca, pertahanan Aurelia runtuh sedikit. Dengan perlahan, ia mulai menyuapkan sesendok sup ke mulutnya. Meskipun setiap kunyahan terasa berat, ia memaksa dirinya untuk bertahan hidup. Di sudut ruangan, Lucas yang sedari tadi hanya bisa menatap dari kejauhan, mengembuskan napas lega. Ia tahu, langkah kecil ini adalah awal dari kembalinya sang Putri yang ia kenal.

---

Tiga hari berlalu. Kekuatan fisik Aurelia pulih dengan cepat, namun dinding es di hatinya terhadap sang ayah justru semakin tebal. Pagi itu, seorang pengawal datang membawa pesan: Raja Valerius memanggil Putri Aurelia ke ruang kerja pribadinya.

Aurelia berjalan menyusuri koridor istana dengan langkah yang tenang namun penuh kewaspadaan. Begitu pintu kayu ek besar itu terbuka, ia melihat ayahnya duduk di balik meja kerja, dikelilingi tumpukan dokumen kerajaan. Namun, ada yang berbeda. Raja tidak langsung menatap dokumen itu; ia tampak termenung menatap kursi kosong di depannya.

"Duduklah, Aurelia," suara Raja terdengar berat, tidak sekaku biasanya.

Aurelia duduk dengan punggung tegak, matanya menatap tajam namun dingin ke arah ayahnya. Ada kemarahan yang masih membara di balik wajah pucatnya. Raja Valerius menyadari tatapan itu. Ia merasakan tusukan kepedihan di dadanya melihat putri kandungnya memandangnya seperti melihat musuh.

"Kau tampak sudah lebih baik," ujar Raja memulai percakapan.

"Terima kasih atas perhatiannya, Ayahanda. Jadi, apakah ini waktunya untuk membahas persiapan pernikahan saya?" jawab Aurelia dengan nada sarkasme yang tipis.

Raja Valerius terdiam. Ia meletakkan penanya, lalu menyatukan kedua tangannya di atas meja. Ia menarik napas panjang, seolah sedang mengumpulkan kekuatan untuk meruntuhkan harga dirinya sebagai seorang raja.

"Aku memanggilmu ke sini untuk menyampaikan sebuah keputusan," ucap Raja. Matanya yang biasanya tajam kini tampak melunak, bahkan ada gurat kesedihan yang tak bisa disembunyikan. "Aku telah membatalkan perjodohanmu dengan Pangeran Theo. Kesepakatan dengan Kerajaan Valeront akan kucari lewat jalur diplomasi lain, tanpa melibatkan masa depanmu."

Aurelia tertegun. Jantungnya seakan berhenti berdetak sesaat. Ia ingin berteriak kegirangan, ingin melompat dari kursinya, namun ia menahan diri. Dalam hatinya, ia tersenyum lebar, merasa beban ribuan ton baru saja diangkat dari pundaknya. Namun, keterkejutannya belum berakhir.

"Aku juga ingin meminta maaf," lanjut Raja dengan suara yang sedikit bergetar. "Selama ini, aku terlalu terobsesi dengan politik dan keamanan kerajaan. Aku menjadi egois dan melupakan bahwa kau adalah putriku, bukan alat untuk mencapai perdamaian. Kehilanganmu di hutan itu... membuatku sadar bahwa takhta ini tidak ada artinya jika aku harus mengorbankan nyawamu."

Aurelia terpaku. Ia membuka mulutnya, nyaris bertanya, *"Tapi Ayah, kenapa Ayah tiba-tiba berubah pikiran? Kenapa Ayah meminta maaf?"* Namun, harga dirinya yang terluka membuat kata-kata itu tertahan di kerongkongan.

Alih-alih bertanya, Aurelia menarik napas dalam dan menundukkan kepalanya sedikit. "Saya berterima kasih atas pengertian Ayahanda. Keputusan ini sangat melegakan saya. Apakah masih ada hal lain yang ingin Ayahanda sampaikan?"

Raja Valerius menatap wajah putrinya lama, mencari-cari sedikit saja binar kasih sayang yang dulu pernah ada di sana. Namun, yang ia temukan hanyalah kesopanan yang formal. Hatinya mencelos, menyadari bahwa membatalkan perjodohan lebih mudah daripada mendapatkan kembali kepercayaan anaknya.

"Sudah tidak ada. Kembali lah ke kamarmu dan beristirahatlah. Pastikan kau pulih sepenuhnya," pungkas Raja sambil kembali menunduk ke arah dokumennya, menyembunyikan wajahnya yang mendadak layu.

Aurelia membungkuk hormat lalu berbalik pergi. Sepanjang jalan menuju kamarnya, perasaan Aurelia bercampur aduk. Ia senang karena bebas, namun ada keheranan yang besar di benaknya. Mengapa ayahnya berubah begitu drastis? Mengapa seorang Raja Valerius yang keras kepala bisa mengucapkan kata "maaf"?

*"Apa yang sebenarnya terjadi saat aku tak sadarkan diri?"* pikirnya heran. Sikap ayahnya yang tidak biasa itu memberinya rasa bebas, namun juga meninggalkan sebuah tanya yang besar tentang ikatan ayah dan anak yang baru saja mulai retak, namun perlahan mencoba untuk disambung kembali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!