Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunuh diri
Saat sedang makan malam di rumah nya,Iqram kedatangan tamu. Mama nya Vania datang ke rumah itu sambil menangis.
" Ada apa buk" tanya Cahaya setelah mempersilahkan tamu nya itu masuk ke dalam.rumah mereka.
Buk Yanti menatap Cahaya dan Iqram secara bergantian," tolong Vania qram" ucap beliau kemudian.
Cahaya dan Iqram kemudian saling tatap. Kemudian mereka kembali melihat ke arah buk Yanti. " Vania kenapa" tanya Cahaya.
" Vania sekarang lagi di rumah sakit. Tadi dia minum racun saat baeu pulang dari jalan jalan ke mall" jawab buk Yanti yang membuat sepasang pengantin baru itu terkejut.
" Minum racun?" tanya Cahaya memastikan.
Buk Yanti langsung mengangguk," dia minum racun karena stress . Dia tidak terima kamu menikah dengan wanita lain" ucap buk Yanti sambil menatap ke arah Iqram.
" Sekarang tolong selamatkan Vania. Dia sangat ingin menjadi istri mu. Nikahi dia agar semangat hidup nya kembali lagi" ucap buk Yanti yang membuat Cahaya dan suaminnya terkejut.
Iqram langsung menggeleng," maaf buk,itu tidak mungkin. Saya sudah menikah" jawab Iqram.
" Vania harus bisa menerima semua nya itu. Jodoh tidak bisa di paksakan " ucap Iqram lagi.
Buk Yanti langsung menggeleng," tidak semudah itu Iqram. Vania itu sangat mencintai kamu. Kalian sudah pernah merencanakan ingin menikah. Tapi tiba tiba tanpa memberi tau dia,kamu malah menikahi wanita lain. Kamu sudah menghancurkan perasaan nya" ucap buk Yanti.
Iqram tersenyum mendengar ucapan buk Yanti," hubungan sayabdan Vania sudah berakhir sebelum saya memutuskan untuk menikah dengan Cahaya, istri saya ini" ucap Iqram.
" Dulu saat saya datang ke rumah ibuk,ibuk dan papa nya Vania memberikan saya beberapa syarat untuk bisa menikahi Vania. Saya tidak bisa memenuhi syarat yang kalian minta maka nya saya langsung mundur dari hubungan yang kami jalin. Vania sudah tau akan hal itu dan dia waktu itu juga menerima keputusan saya. Jadi tolong jangan ganggu saya untuk masalah yang bukan tanggung jawab saya" ucap Iqram dengan tegas.
Buk Yanti menatap tajam ke arah Iqram," jangan bahas masalah syarat itu lagi Iqram. Sekarang Vania butuh kamu. Saya yakin kalau kamu pasti masih menyimpan rasa cinta pada Vania. Apa kamu tega melihat dia terbaring lemah di rumah sakit. Yang dia inginkan cuma bisa menikah dengan mu,itu saja. Jadi istri ke dua mu pun dia mau" ucap buk Yanti dengan nada meninggi.
Iqram menggeleng," tolong beri pengertian pada putri ibuk itu. Saya tidak bisa menyanggupi apa yang dia minta. Tidak semua yang dia inginkan harus dia dapat kan"ucap Iqram.
Buk Yanti tersenyum sinis," kalau Vania bisa di beri pengertian seperti itu,pasti sudah saya lakukan. Kamu pikir saya mau datang kesini untuk mengemis agar kamu mau menikahi anak saya kalau tidak karena terpaksa. Seharusnya kamu bersyukur Vania mau menjadi istri mu walau hanya jadi istri kedua mu" ucap buk Yanti.
" Entah apa yang di harapkan oleh Vania dari kamu sampai dia mau bunuh diri karena kamu tinggal nikah. Padahal di luaran sana masih banyak laki laki yang tampan dan mapan melebihi kamu yang bisa dia ambil untuk jadi suami nya" ucap buk Yanti lagi.
Iqram tertawa pelan mendengar ucapan buk Yanti," kalau begitu,ibuk carikan anak ibuk itu suami yang seperti kata ibuk tadi. Buat apa minta laki laki yang sudah menikah ini untuk menikahi anak ibuk itu. Dia itu sebenarnya ingin menikah dengan saya bukan karena terlalu cinta. Tapi karena dia tidak ingin kalah dari istri saya. Maka nya dia berusaha dengan berbagai macam cara untuk bisa menyingkirkan istri saya dari sisi saya" ucap Iqram yang membuat buk Yanti semakin kesal.