NovelToon NovelToon
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Sejak kecil, Luna hidup terkutuk dengan kemampuan melihat hantu. Hidupnya melelahkan, sepi, dan penuh ketakutan. Hingga suatu hari, roh Nando, pengusaha muda angkuh yang koma akibat kecelakaan misterius, tiba-tiba muncul dan bersikeras tinggal di kosannya. Keanehan terjadi: saat Nando di dekatnya, roh-roh jahat menghilang. Bersama, mereka menyelidiki kecelakaan Nando yang ternyata percobaan pembunuhan. Namun, perjalanan ini justru membuka tabir kematian mengerikan orang tua Luna. Di antara teror mistis dan bahaya fisik, benih cinta tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Tamparan Hawa Panas

Udara malam pesisir utara Jawa menyambut mereka dengan tamparan angin yang membawa aroma garam laut, aspal basah, dan solar. Stasiun Pekalongan pada malam hari tidak seramai Jakarta, namun denyut kehidupannya tetap terasa dari teriakan para tukang ojek dan abang becak yang berebut penumpang di pintu keluar.

Luna melangkah turun dari gerbong kereta dengan kaki yang terasa seperti diikat beban puluhan kilo. Ransel usangnya—yang kini berisi buhul santet dan Keris Pangruwat—terasa jauh lebih berat dari sekadar tumpukan baju dan benda antik. Beban magis dari benda-benda itu seolah memiliki gravitasinya sendiri, menarik pundak Luna ke bawah.

Di sebelahnya, Nando melayang turun dengan keanggunan seorang model yang baru saja keluar dari jet pribadi, sangat kontras dengan latar belakang stasiun tua yang catnya mulai mengelupas. Jas navy-nya masih rapi, meski pendar birunya sedikit meredup akibat pertarungan melawan Gagak Pengintai di terowongan tadi.

"Ini tempatnya?" Nando mengedarkan pandangannya ke sekeliling stasiun dengan alis bertaut. "Udara di sini lengket sekali. Kelembapannya pasti di atas delapan puluh persen. Sangat tidak bagus untuk pori-pori kulit. Jika aku masih hidup, aku akan menuntut pemerintah daerah untuk menanam lebih banyak pohon penyerap polusi."

Luna mendengus lelah, menarik maskernya hingga menutupi hidung. "Kau ini hantu, Nando. Kulit astralmmu tidak punya pori-pori, dan kau tidak bisa berkeringat. Berhentilah mengeluhkan hal-hal yang tidak bisa kau rasakan."

"Itu namanya empati sensorik, Luna," balas Nando, memamerkan senyum congkaknya. "Otakku masih mengingat dengan sangat jelas bagaimana rasanya memakai setelan wol Italia di tengah cuaca tropis yang buruk. Lagipula, mengeluh membuatku merasa lebih... manusiawi."

Ucapan Nando yang terakhir, meski diucapkan dengan nada bercanda, menyisakan kegetiran kecil di hati Luna. Pria ini sedang berjuang mempertahankan kewarasannya di ambang kematian.

"Kita harus mencari penginapan untuk malam ini," ucap Luna, mengalihkan pembicaraan sambil berjalan menuju area parkir stasiun. "Kita tidak mungkin ke Alas Roban malam-malam begini. Hutan itu terlalu gelap, dan dukun itu pasti sudah menyiapkan penyambutan untuk kita. Kita butuh istirahat, dan kita butuh kendaraan besok pagi."

Luna menghampiri sekelompok bapak-bapak sopir taksi gelap dan penyewa mobil yang sedang merokok di warung kopi pinggir jalan. Ketika Luna bertanya apakah ada yang bersedia mengantarnya ke desa di sekitar Alas Roban besok pagi, tawa dan obrolan di warung itu mendadak mati.

Seorang pria paruh baya dengan kopiah miring menatap Luna dari atas sampai bawah. "Alas Roban, Neng? Apalagi ke desa-desa di dalamnya? Wah, maaf-maaf saja. Kalau cuma lewat jalan raya utamanya sih ayo, tapi kalau masuk ke dalam hutannya... nyawa taruhannya. Apalagi Neng nanya soal Karang Mayit. Desa itu sudah puluhan tahun ditinggalkan. Tempat itu sarang dedemit, Neng. Nggak ada sopir waras yang mau narik ke sana."

Mendengar itu, Nando yang berdiri di belakang bapak itu mendengus sinis. "Sebutkan saja harganya, Pak Tua. Sepuluh juta? Dua puluh juta? Aku bisa mentransfernya... oh, tunggu." Nando menatap tangannya yang tembus pandang, menyadari bahwa ia tidak punya dompet maupun ponsel. Kekayaan triliunannya tidak berguna sama sekali di sini. Ia mengutuk pelan.

"Nggak ada yang mau, Neng. Mending Neng nginep dulu saja di losmen depan sana. Besok pagi Neng cari sewaan mobil jeep di terminal, siapa tahu ada orang gila yang mau," tambah sopir yang lain sambil menyesap kopinya, enggan menatap mata Luna terlalu lama seolah takut ketularan sial.

Luna mengangguk pasrah dan mengucapkan terima kasih. Ia berjalan menjauhi warung, mengikuti arah yang ditunjuk bapak tadi.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖......

...Jangan lupa bantu like komen share dan Rate ya ❣️...

...****************...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
coo cuwiiittt 🥰🥰 ditengah intaian ibliss
SeekarYaSeekar
selalu menegangkan, tapi sayang kalau dilewatkan
SeekarYaSeekar
ngeri tapi penasaran
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut thor
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Aahh aq jd ikutan 😭😭terharu.
Sebentar lg berita mereka bkl viral nih, apkh Kala ank mngenali Luna ya. 😃

lanjut thor.
Pappan Boquet
ayo kak up up up
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Aahh jd ikut tegang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak sabar.. gak sabar pengen ikut menyaksikan..
up lagi kak Tanty 😍😍
Ai Emy Ningrum: yaa begitulah 😸 kebahagiaan tersendiri liyat jemuran kering 😚😚
total 5 replies
SeekarYaSeekar
kemarin lusa aku baca ini maraton sampai malam, dan sekarang harus nunggu update an rasanya luaamaaaa banget 😂😂
Semangat 💪💪 KK
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
uhukk! udah masa depan kita bersama aja 🥳🥳🥳🤣
Ai Emy Ningrum: /Drool//Drool/
total 1 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Ayo Nando semangat, biar bisa meniti masa depan bersama Lunamu. ☺☺😍
lanjut thor. 😃😃
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Syukur deh Luna tidak sulit menemui pak Dirman dan beliau juga tidak sombong mlihat penampilan Luna.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
syukurlah! selangkah eeeh tiga langkah lagi deh, done lu Bar Bar! 😋😋
Ai Emy Ningrum: /Casual//Casual//Casual/
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
kuat kuat kuat... semangat Luna /Determined/ dikiiitt lagi, semoga lancar pertemuan dgn Pak Dirman
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: gimana gak buncit perut 😚😚
total 6 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Huuhhh huuhhh Ikut lega😌 hampir aja kmu ketangkep Luna andai kmu pulang.
Untung keberuntungan memihak pdmu mlm ini.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Smoga pak Dirman mau mmbantu ya. 😃
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
Pak Dirman.. semoga kooperatif ya pak 🙏
Ai Emy Ningrum: siyap /Good//Good/
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yeaaayyy kolaborasi lagi, setan dan dukun aja lewat, skrg giliran Bara yg dibabat /Scream//Panic//Angry/
Ai Emy Ningrum: /Scream//Scream//Scream//Scream/
total 1 replies
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Smoga Luna bisa mmbantu Nando keluar dr RS ya.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Aahh othor mah suka sekali bikin orang penasaran. 😭😭
Blum juga smpai, udah abis aja.

Nando mngingat mu ko Luna tenang aja. 🥰😍
🥀🥀Anggita.🥀🥀: Udah tengah mlm bela belain baca tau😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!