NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Indirect kiss

Ariel tidak melepaskan genggaman tangannya pada [y/n] sampai mereka benar-benar sampai di area kantin yang terbuka dan berudara segar.

Dia baru melepasnya saat mereka sampai di meja pojok—meja Ariel yang biasanya jarang ada yang berani menempati.

​"Duduk," perintah Ariel pendek sambil menarik kursi untuk [y/n].

​[y/n] menurut, merapikan jaket varsity biru-putihnya yang sedikit tersingkap karena ditarik tadi. Rambut birunya terlihat sedikit berantakan tertiup angin kantin, tapi matanya yang cokelat tampak jauh lebih tenang daripada saat di kelas tadi.

​"Riel, lu galak banget tadi sama anak baru itu," gumam [y/n] sambil menusuk sedotan ke kotak susu stroberinya yg baru "Nanti kalau dia lapor Bu Yeni gimana?"

​"Biarin. Lapor aja. Gue lebih milih dihukum lari lapangan daripada hidung gue rusak kena polusi parfum dia," sahut Ariel santai. Dia duduk di depan [y/n], menyandarkan punggungnya dengan gaya angkuh yang khas.

​Tak lama kemudian, Yupi dan Amu datang sambil terengah-engah. Mereka langsung menyerbu meja itu tanpa permisi.

​"Gila... Riel... lu bener-bener... savage!" seru Yupi sambil mengatur napas. "Muka si Velora tadi pas lu bilang parfumnya lebih murah dari harga diri... beuh! Gue pengen banget foto terus gue pajang di mading sekolah!"

​Amu ikut tertawa sambil duduk di sebelah [y/n]. "Tapi serius, [y/n]. Lu harus hati-hati. Tipe kayak Velora itu biasanya nggak bakal diem aja kalau dipermaluin gitu. Apalagi dia kelihatan banget naksir Ariel."

​Ariel mendengus keras mendengar kata 'naksir'. "Gue nggak peduli. Mau dia naksir gue atau naksir tiang bendera, bukan urusan gue."

​Tiba-tiba, suasana kantin yang tadinya berisik mendadak sedikit senyap di bagian depan. Velora muncul dengan gaya jalannya yang dibuat-buat, menenteng tas kecil bermerek (yang entah boleh atau tidak dibawa ke kantin).

Dia tidak langsung menghampiri meja mereka, tapi sengaja duduk di meja yang cukup dekat agar bisa mengawasi.

​"Duh, kantinnya panas banget ya? Padahal aku biasanya makan di ruangan ber-AC," suara Velora sengaja dikeraskan agar terdengar sampai ke meja Ariel.

Dia melirik ke arah [y/n], lalu ke arah susu stroberi di tangan [y/n].

​"Ih, masa anak SMA minumnya susu kotak stroberi? Kayak anak TK aja. Kalau aku sih biasanya minum infused water atau cold brew," lanjut Velora sambil melirik Ariel, berharap cowok itu akan menoleh.

​Ariel tidak menoleh sedikit pun. Dia justru mencondongkan tubuhnya ke arah [y/n], mengambil sedotan dari tangan gadis itu, dan meminum susu stroberinya sedikit.

​"Enak," ucap Ariel pendek sambil menatap mata [y/n] dalam-dalam. "Daripada minum air got nggak jelas mending ini aja ."

​Yupi dan Amu hampir tersedak ludah sendiri. [y/n] mematung dengan wajah yang mendadak memerah seperti 🍅tomat...

......

Wajah [y/n] benar-benar memanas, warna merahnya kini sudah menyaingi warna kotak susu stroberi yang ada di tangannya. Dia melongo, menatap sedotan plastik itu dan bibir Ariel bergantian dengan tatapan tidak percaya.

​"R-riel... Itu bekas gua... L-lu lupa?" tanya [y/n] terbata-bata, suaranya hampir hilang ditelan keriuhan kantin.

​Ariel tidak menjauhkan wajahnya. Dia tetap mencondongkan tubuh di atas meja, menatap mata cokelat [y/n] dengan tatapan yang sangat tenang—terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja melakukan "ciuman tidak langsung" di depan umum.

​Ariel menjilat bibir bawahnya sekilas, lalu mendengus pelan. "Gak lupa. Emang kenapa? Lu pelit amat sama susu kotak doang," sahutnya santai, seolah-olah hal itu adalah kegiatan paling normal sedunia.

​"BUKAN GITU KONSEP-NYA, ARIEL!" teriak Yupi sambil menggebrak meja, membuat beberapa anak di meja sebelah menoleh kaget. "Itu namanya indirect kiss, Ariel! Aduh, otak preman lu emang perlu diservis ya!"

​Amu cuma bisa menutup mulutnya, berusaha menahan pekikan gemas. "Gila, gila... [y/n], muka lu udah kayak kepiting rebus beneran. Riel, tanggung jawab dong!"

​Ariel melirik ke arah meja Velora yang hanya berjarak beberapa meter. Dia bisa melihat si rambut pirang itu sedang meremas botol minumannya dengan sangat kencang sampai plastiknya berbunyi kretak, wajahnya terlihat sangat syok sekaligus murka.

​Puas melihat reaksi itu, Ariel kembali menatap [y/n]. Dia mengulurkan tangannya, membetulkan kerah jaket varsity biru [y/n] yang sedikit miring dengan gerakan yang sangat pelan dan protektif.

​"Udah, habisin susunya. Jangan dengerin duo toa itu," ucap Ariel rendah, suaranya hanya bisa didengar oleh [y/n]. "Dan satu lagi... mulai sekarang, kalau ada yang bilang penampilan lu 'berantakan' atau 'nggak layak', bilang ke gue. Biar gue yang rapihin mulut mereka pakai aspal."

​[y/n] menelan ludah, tangannya yang memegang kotak susu terasa gemetar. Dia tidak tahu harus menjawab apa, tapi satu hal yang pasti di bawah bayang-bayang Ariel, dia merasa sangat aman.

​"Cieeeeeeee!" sorak Yupi dan Amu kompak, kali ini lebih kencang sampai satu kantin ikut menoleh dan bersiul-siul.

​Velora yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya berdiri dengan kasar sampai kursinya terjatuh ke belakang.

Dia menyambar tasnya dan pergi meninggalkan kantin dengan langkah kaki yang menghentak-hentak, tidak sanggup lagi melihat kemesraan [y/n] dan ariel.

​[y/n] melihat punggung Velora yang menjauh, lalu beralih ke Ariel yang sekarang malah asyik memilin ujung rambut birunya yang berantakan.

​"Riel... lu beneran nggak takut dikira aneh?" bisik [y/n].

​Ariel menatapnya datar. "Lebih aneh kalau gue biarin lu dihina cewek pirang yang bau parfumnya kayak toko bunga bangkrut itu. "​

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!