NovelToon NovelToon
Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Kediaman Jenderal Jatuh Karena Berkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Timur
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.

Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.

Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.

Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Semakin Dekat Waktu Kembali

"Aku sudah mendengar semuanya, ayah di turunkan pangkat kan? lagipula ayah kenapa tidak jujur pada kami? aku bahkan ditertawakan oleh kakak-kakak Nianshuang gara-gara ayah! menggunakan prestasi militer untuk menikahi wanita dengan pernikahan setara! bahkan prestasi militer ayah juga di dapat dari ibu. Ini memalukan ayah!"

Lu Chengyan yang memang mengalami semua penghinaan itu, merasa kalau semua ini memang salah ayahnya. Ayahnya yang sudah membuatnya dipermalukan.

Dan ketika ayahnya datang memintanya bicara dengan ibunya. Tentu saja Lu Chengyan tidak mau.

"Chen'er, ayah hanya tidak ingin kalian semua cemas! makanya ayah tidak memberi kabar kalian kalau ayah terluka!"

"Ayah mau membohongi siapa? kalau ayah katakan semua ini pada Yan'er, mungkin dia masih akan percaya. Atau katakan pada ibu, mungkin ibu akan percaya. Kakaknya istri kakak Nianshuang, adalah komandan pasukan panah yang ikut ayah berperang. Dan apa katanya? ayah hanya terluka beberapa bulan. Ayah jujur saja padaku. Wanita bermarga Shen itu kan yang sudah merayu ayah sampai ayah jadi seperti ini?" tanya Lu Chengyan.

Lu Yansheng langsung terdiam. Ekspresi wajahnya menjadi suram. Kalau dipikir-pikir lagi, memang Shen Meiren yang membuatnya sangat merasa nyaman dan akhirnya tidak kembali ke Medan perang dengan cepat.

"Chen'er, masalahnya sekarang. Nenekmu di usir dari kediaman Jinxi. Kamu ingatkan saat kamu kecil, nenekmu sangat memanjakan kamu, dia sangat menyayangi kamu. Apa kamu mau, dia tinggal di kediaman jenderal yang kecil itu?" tanya Lu Yansheng.

Dia memang datang untuk membujuk Lu Chengyan, supaya bicara dengan Mei Huarin, agar neneknya tidak di usir.

Lu Chengyan menghela nafas panjang. Dia adalah seseorang yang hanya memikirkan diri sendiri. Dan mencari aman untuk dirinya sendiri.

Lu Chengyan sudah menimbang semuanya. Beberapa waktu lalu, dia membela Nyonya tua Wang yang juga adalah neneknya. Karena memang dia berpikir ibunya selalu mengikuti apapun perintah nyonya tua. Ibunya tak pernah membantah nyonya tua meskipun neneknya itu suka semena-mena.

Lu Chengyan sepertinya sudah sadar betul, sebenarnya yang membuat ibunya berubah dari penurut menjadi orang yang selalu membantah neneknya memang adalah karena pengkhianatan yang dilakukan oleh ayahnya.

Lagipula belakangan dia tahu, ayahnya bahkan tidak punya prestasi militer. Bahkan tentara Jinxi pun telah di kembalikan pada yang mulia Kaisar.

Belum lagi ayahnya sudah tidak diijinkan maju ke medan perang lagi. Karir ayahnya sudah berada di ambang kehancuran. Di turunkan menjadi jenderal tingkat dua, Lu Chengyan juga dengar dari ayah mertuanya, kalau hal itu dilakukan kaisar karena ayahnya masih memiliki istri dengan status putri Chenping. Jika tidak, mungkin akan lebih parah lagi penurunan jabatannya.

Dari semua hal itu, mempertimbangkan semua itu. Lu Chengyan sudah tidak bisa lagi berada di pihak ayahnya. Karena hanya akan ada kerugian. Gaji ayahnya nanti bahkan tidak akan jauh beda darinya. Ayahnya juga punya selir, harus menghidupi neneknya, dan orang-orang di kediaman jenderal.

Karena sudah berpisah kediaman. Tidak mungkin ayahnya bisa menghina uang dari kediaman Jinxi. Lu Chengyan bahkan tidak yakin, ayahnya masih akan terlihat seperti bangsawan terpandang setelah kehilangan semua fasilitas itu.

'Kalau aku membela ayah, bisa-bisa kalau ada masalah. Ayah akan datang padaku dan meminta bantuan ku! Haih, tidak bisa. Aku tidak akan berada di pihak yang tidak menguntungkan!' batin Lu Chengyan.

"Ayah, kali iku aku tidak bisa membelamu. Ayah memang sudah keterlaluan! ayah sudah mengkhianati ibu. Aku juga sudah dimusuhi saudara-saudara istriku. Aku benar-benar tidak bisa membantu ayah. Aku masih ada urusan, tidak bisa mengantar ayah!"

Lu Chengyan mengatakan semua itu dan segera pergi. Wajah Lu Yansheng menjadi pucat. Anaknya tak mau membantunya. Anaknya yang sangat dia manjakan sejak kecil. Dia benar-benar tak pernah mengira hal ini.

Dengan langkah gontai, Lu Yansheng keluar dari tempat itu. Dia harus kembali ke kediaman jenderal. Membicarakan lagi apa yang terjadi ini pada ibunya.

Dan begitu Nyonya tua mendengar ucapan Lu Yansheng. Wanita tua itu segera membanting cangkir yang ada di dekatnya.

Prang

"Dia bilang begitu? Chen'er bilang begitu? ada selama ini kita memanjakannya, bagaimana bisa dia bersikap seperti itu pada kita!"

Wajahnya jelas menunjukkan dia sangat kecewa. Dia memperlakukan Lu Chengyan seperti emas di kediaman jenderal. Tapi, ketika mereka butuh bantuan Lu Chengyan. Sikapnya malah seperti itu.

Nyonya tua Wang memegang keningnya yang berdenyut.

"Tidak ada cara lain Yansheng. Kamu sendiri yang harus bujuk Mei Huarin!"

**

Sementara itu, Mei Huarin juga sudah pergi ke kuil kerajaan. Dia ingin memastikan dimana letak tempatnya harus berada di malam ketika 7 bintang sejajar itu terjadi.

"Guru Suci, dimana aku harus berada malam itu?" tanya Mei Huarin.

"Seperti saat kamu datang" jawab Guru Suci.

Di jaman ini, yang percaya kalau Mei Huarin memang bukan berasal dari tempat ini untuk pertama kalinya memang adalah Guru Suci.

Mei Huarin menghela nafas panjang.

"Di ruang belajar Kaisar!" ucapnya pelan.

Dia memang muncul untuk pertama kali disana. Saat kaisar Jinhuan sedang pusing memikirkan persenjataan perang yang hampir habis saat itu. Dan mereka nyaris kalah.

"Nyonya, jika anda pergi. Anda tidak akan bisa kembali lagi. Satu manusia, hanya punya satu kesempatan!"

"Aku tahu Guru Suci, tapi aku memang harus pergi. Ada yang harus membayar akibat dari perbuatannya. Bukan hanya karena aku picik atau perasa. Hanya sebagai pengingat untuk yang lain. Bahwa sebuah janji, tidak bisa seenaknya di ingkari begitu saja! Aku sudah mengajarkan banyak hal pada putriku. Aku juga minta bantuanmu Gitu Suci. Jangan ceritakan apapun pada Yan'er. Dia akan sedih mendengar semuanya"

"Baiklah Nyonya, nyonya sudah banyak membantu kuil, membantu kerajaan, membantu rakyat kerajaan Jinhuan. Aku sebagai rakyat kerajaan ini, sangat berterima kasih pada nyonya. Apapun yang di butuhkan oleh nona Lu Yanzhi ke depannya. Orang tua ini pasti akan membantunya!"

Mei Huarin tersenyum.

"Terima kasih banyak Guru Suci. Aku pamit, Tinggal 2 minggu lagi saja. Aku mungkin tidak bisa datang lagi kemari untuk berpamitan. Terima kasih untuk segala nanyain guru suci selama ini! aku permisi"

"Selamat jalan nyonya!"

Mei Huarin menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.

Saat dia keluar dari kuil. Seorang pria dengan hanfu berwarna hitam. Tampak menunggunya di depan kuil.

"Xueyao..." panggil Mei Huarin.

Pria itu menoleh.

"Aku sudah menyuruhnya pulang!" ucap pria itu.

"Yang mulia, ini sudah malam. Kenapa masih berkeliaran..."

"Naiklah ke kereta. Aku ingin bicara denganmu!" kata pria yang ternyata adalah Kaisar Jinhuan.

Pria itu bahkan lebih dulu masuk ke dalam kereta kuda. Mei Huarin mendengus pelan, tapi dia juga pada akhirnya naik ke kereta. Meski dia kabur, pria itu tidak akan melepaskannya juga.

***

Bersambung...

1
Hikam Sairi
makan tuh selir🫵🫵🫵🫵 enak kaaaaaan🧹🧹🧹🧹
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
demi wanita bermarga Shen itu kamu tega sama anak istrimu , jadi sekarang nikmati saja , jangan sedih atau menyesal karena dah gak guna 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Jendral jangan marah dong, nikmati saja kan itu dah jadi pilihanmu🤣🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: sayangnya dimasa dia gak ada motor, adanya kuda sepertinya 🤭
total 2 replies
Hikam Sairi
idihhh 😩😩😩 manusia karet 🫵🫵🫵
Hikam Sairi
18 hari di jaman modern 18 th di jaman kuno👻👻👻👻
Hikam Sairi
ini nenek lampir minta diapain dah🧹🧹🧹🧹
Hikam Sairi
eeeh🫵🫵🫵🫵 uler kadut dasar👻👻👻👻
Hikam Sairi
ya elah Thor jangan lama lama apa mau balik jaman modern nya 😩😩
sebulan kan lama 👻👻👻👻👻
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣🤣🫵🫵🫵🫵🫵🫵
awesome moment
wkwkkwk...nikmat mana yg kau dustakan, jendral? diberi istri spek bidadari baik adab, otak maupun fisik milih...sampah bau. ikutan jd sampah jg kn?😄😄😄
Noer: betul sekali
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
nah kan ini yang kamu pilih jendral... menyesal pun percuma... istri mu sudah pergi
Noer: sungguh kasihan jenderal
total 3 replies
Ria Adek
Hasil karya Mei Huarin yg mau di jual..?
Emang nya Yansheng bisa masuk ke rumah Yan'er..? 😅
Apakah Lu Yansheng punya bbrp salinan gambar² senjata karya Mei Huarin..? 🤔
Noer: iya betul, sekarang sudah tidak ada orangnya dia baru nyaho
total 5 replies
Ria Adek
Selain ladang.. Sekalian, restoran mu juga jual Jendral.. 🤣
Gak akan menghasilkan lagi tuh restoran jika kau yg pemilik nya..
Atau kau jual sama Yan'er.. Pasti bakal ramai lagi dah tuh restoran.. 🤭
Noer: betul nyonya Zhu, jangankan setahun. Kayaknya sebulan lagi semua habis sama Shen Meiren.
total 7 replies
Ria Adek
Akibat kualat sama istri, rezeki pun seret.. Rasakan.. 😏
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mau nyontek hasil karya Mei 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lu yansheng disuruh bikin senjata 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: gak lah, dia kan selama ini tinggal terima beres aja 🤭
total 2 replies
Kusii Yaati
turunkan lagi pangkatnya jadi rakyat jelata atau budak sekalian...gedek banget aq😤
Kusii Yaati
nyonya tua otakmu terbuat dari apa? dari kotoran sapi kah, sudah tua bukannya menikmati apa yang telah di berikan malah riweuh ikut campur urusan rumah tangga anaknya.
Kusii Yaati
yansheng kan hasil didikan mu nyonya tua jadi nikmati hasilnya.yang di Didik benar saja kadang nggak bener apalagi kau memanjakan cucu lelaki mu sampai seperti itu 😔
Kusii Yaati
mamp**s... kapok mu kapan, dasar lelaki gobl*k,di kasih berlian malah milih kotoran 😤
Kusii Yaati: esmosi aq Thor 😤
kurang apa nyonya jendral...😩
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!