NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keraguan

"Beruntungnya lo bisa dipilih Tuan Muda Ren dari Damaris Digital Group untuk menjadi isterinya," komentar Lidia, sahabat Lia dari kecil.

"Beruntung? Bukan sial ya?" tanya Lia sambil mengunyah apel.

"Sial? Edelia Lavendra, semua wanita pengen dipilih sama Tuan Muda Ren. Kenapa lo bilang lo sial?" tanya Lidia. Lia menghela nafas panjang.

"Semua wanita? Termasuk kamu?" tanya Lia disambut senyum lebar dari Lidia sebagai jawaban.

"Sayangnya, gue bukan dari keluarga ningrat kek lo," kata Lidia pada Lia.

"Lid, percayalah. Lebih enak jadi orang biasa-biasa kek kamu daripada kek aku," kata Lia.

"Iya deh iya... Orang kaya mah pasti bilang gitu. Coba lo jadi gue sehari aja. Lo pasti pengen balik jadi Nona Muda Lavendra lagi," kata Lidia gemas.

"Kunci dari semua itu adalah rasa syukur, Lidia. Bisa aja aku malah betah jadi kamu, dan kamu malah yang nggak betah jadi aku," kata Lia sambil tersenyum.

"Iya, iya... Bilang aja kalo gue kurang bersyukur," kata Lidia.

"Nah, akhirnya kamu sadar juga," kata Lia.

"Sial!" umpat Lidia.

"Eh, abis acara kemarin nggak ada kabar gitu dari Tuan Muda Ren? Fitting gaun atau apa gitu?" tanya Lidia penasaran. Lia menggeleng.

Lia jadi teringat, setelah diskusi kontrak di suite room waktu itu, Ren dan dirinya kembali turun ke ball room dan disambut tepuk tangan dari para tamu undangan. Lia menatap ayahnya yang terlihat terharu saat melihat puterinya berjalan berdampingan dengan tuan muda pewaris tunggal Damaris Digital Group.

Sepanjang sisa acara itu, Ren terus memegang tangan Lia yang bertengger di lengannya. Lia dapat merasakan kekakuan Ren sehingga sesekali Lia menutupi tangan Ren dengan tangan Lia yang lain, seolah memberi kesan keduanya begitu mesra dan tak terpisahkan.

"Woi! Malah melamun," kata Lidia menyadarkan Lia dari lamunannya. Lia meringis.

"Mikirin Abang Ren ya?" goda Lidia. Lia menaikkan kedua alisnya.

"Abang?" tanya Lia sambil terbahak.

"Biar agak merakyat dikit. Tuan Muda Ren kepanjangan," kata Lidia. Lia menyeka airmata di sudut matanya yang keluar efek tertawa terbahak.

"Malah jadi kek tukang bakso kesannya," kata Lia, masih sedikit terkekeh.

"Tukang bakso mana yang namanya keren? Ren, cuy!"

Lia kembali terbahak. Lidia menatap sahabatnya itu.

"Lo beneran terima tawaran nikah dari Tuan Muda Ren?" tanya Lidia memastikan bahwa sahabat kecilnya itu benar-benar ingin menikah dengan Ren.

Tawa Lia seketika terhenti. Lia menatap Lidia yang terlihat prihatin dengan Lia. Lia tersenyum.

"Aku sudah menerimanya, Lid," kata Lia sambil tersenyum. Lidia manggut-manggut sambil tersenyum.

"Yaaah... moga aja endingnya kek di drama-drama CEO itu ya. Akhirnya kalian saling jatuh cinta dan bahagia," kata Lidia penuh harap. Lia tersenyum memikirkan kata-kata Lidia.

'Saling jatuh cinta? Mungkinkah?'

***

Ren menatap ponselnya. Nama Lavendra tertera di layarnya. Ren masih teringat bagaimana Lia berusaha menutupi kekakuan Ren ketika dia menyentuh tangan Lia yang bergelayut di lengannya. Senyumnya yang ramah pada para tamu undangan yang memberi mereka ucapan selamat, seperti terlihat benar-benar bukan sekedar akting biasa.

"Tok... Tok..." pintu ruang kerja Ren diketuk. Ren segera mematikan layar ponselnya.

"Masuk,"

Tuan Damaris memasuki ruangan dengan tatapan mengintimidasi seperti biasa. Tuan Damaris langsung mendudukkan dirinya di sofa tanpa menunggu puteranya mempersilakannya.

"Kamu yakin memilih puteri Tuan Gunawan untuk kamu nikahi?" tanya Tuan Damaris, dingin. Ren mengangguk. Tuan Damaris menghela napas panjang.

"Padahal ada banyak nona muda yang lebih..."

"Bukankah sudah kesepakatan kita, kalau Ren sendiri yang akan memilih nona muda mana yang akan Ren nikahi?" potong Ren cepat. Tuan Damaris menaikkan kedua alisnya, cukup terkejut dengan sikap Ren.

"Well. Setidaknya kamu akan menikahi seorang wanita dari keluarga yang cukup terpandang," kata Tuan Damaris lalu beranjak dan pergi meninggalkan ruang kerja Ren.

Ren memejamkan matanya sambil menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan. Menjadi pewaris tunggal bukanlah keinginannya. Namun, dia tak bisa memilih dan memang tak ada pilihan lain untuknya selain memerankan peran itu.

Ren membuka matanya perlahan. Dia memutar kursi kerjanya menghadap ke jendela besar di belakangnya. Dia menatap kota yang sibuk di bawah sana. Tapi, pikirannya melayang jauh melampaui kota.

Satu tahun yang lalu, Tuan Damaris yang seharusnya masih di luar negeri tiba-tiba pulang karena ada kesalahan penjadwalan oleh sekretarisnya. Malam itu, Ren tidak menyangka, apa yang selama ini dia rahasiakan dari keluarganya, akan terkuak.

"Ren," panggil Tuan Damaris sambil menaiki tangga lantai dua. Tak ada jawaban. Rumah sepi.

"Ren," panggil Tuan Damaris lagi. Tak ada jawaban lagi.

Tuan Damaris membuka pintu kamar Ren. Gelap. Tangan Tuan Damaris meraba dinding untuk menyalakan lampu kamar puteranya.

"Ren," panggil Tuan Damaris lagi. Lampu menyala.

Dan pemandangan yang Tuan Damaris lihat malam itu adalah pemandangan paling menjijikkan yang pernah dia lihat sepanjang hidupnya.

"Apa yang kalian lakukan di rumah saya?!" suara Tuan Damaris menggelegar, membuat seorang pria bertelanjang dada yang tidur di atas dada Ren yang juga tanpa pakaian terbangun.

Mata Ren membulat seketika mengetahui ayahnya sudah berada di dalam kamarnya yang berantakan —kemeja dan celana panjang yang dibuang sembarangan.

"Ehem..." pria yang tidur di atas dada Ren berdehem pelan sambil bangun dari posisinya.

"Coba jelaskan, Ren!" kata Tuan Damaris. Suaranya bergetar dan berat.

"Seperti yang Ayah lihat," kata Ren sambil tertunduk. Mata Tuan Damaris membulat.

"Kamu! Pergi dari rumah ini! Sekarang!" kata Tuan Damaris pada pria yang bersama Ren.

"Tapi, Ayah..."

"Diam kamu, Ren! Memalukan!" kata Tuan Damaris penuh emosi.

Pria yang bersama Ren terlihat tersenyum. Dia begitu tenang mengenakan pakaian dan celana panjangnya.

"Nanti ku hubungi lagi," kata Ren pada pria itu.

"Tidak! Hubungan kalian berakhir disini! Saat ini. Sekarang juga!" kata Tuan Damaris, membuat Ren terkejut.

"Ayah!"

"Kamu diam, Ren!" potong Tuan Damaris cepat dan tegas.

"Dan kamu. Jangan pernah lagi temui putera saya. Jangan pernah lagi menghubunginya, bahkan menginjakkan kaki di rumah ini lagi! Pergi!" kata Tuan Damaris pada teman pria Ren. Teman pria Ren hanya tersenyum. Lalu pergi meninggalkan kamar Ren.

Sejak saat itu, Ren tidak pernah bisa menghubungi teman prianya itu. Ren benar-benar merasa sendiri dan sepi. Tuan Damaris selalu berusaha menjodohkannya dengan nona muda-nona muda dari berbagai kalangan. Namun, Ren selalu menolaknya.

"Baik. Karena kamu selalu menolak pilihan Ayah. Ayah akan adakan pesta dansa. Akan Ayah undang seluruh nona muda di negeri ini. Kamu harus memilih salah satu diantara mereka untuk kamu nikahi. Kalau tidak..." kata Tuan Damaris pada Ren.

"Ayah tak segan mengusir kamu dari rumah. Dari keluarga Damaris," kata Tuan Damaris.

Ren kembali memutar kursi kerjanya menghadap ke meja kerjanya. Dinyalakannya ponsel yang masih bertahan di atas meja. Layarnya masih menampilkan nama kontak Lavendra. Ren menatap lama nama itu.

'Apa aku harus bertindak sejauh ini? Demi apa?'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!