NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: annis13

Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3

hari ini Nara tidak bekerja karena cutinya sudahqaaa berlaku,

Rasa bahagia yang baru saja mekar di hati, karena Nara baru saja mendapatkan bonus gajih tambahan untuk biaya persalinan, Tiba-tiba sirna seketika, mendengar pintu kontrakan digedor gedor dengan kencang.

" Nara keluar kamu, saya tau kamu ada di dalam " suara ibu kost terdengar

Nara bangun dari duduknya dan melangkah ke arah pintu,

cklek

" bu Ajeng, maaf ada ya bu"

" keluar kamu dari kontrakan saya "ucap Ibu kost

" loh bu, ini maksudnya gimana,,? Nara mengerutkan keningnya bingung

" ini uang sewa kamu saya kembalikan, saya tidak sudi menampung wanita Ja*** , seperti kamu, yang telah hamil diluar nikah, pergi dari kontrakan saya, cepat bereskan barang barang kamu" ucapnya dengan tegas.

Seketika air mata Nara luruh dengan deras, tidak ada pilihan Nara segera membereskan baju bajunya kedalam koper, Nara keluar menyeret kopernya untuk segera meninggalkan tempat tinggalnya selama hampir enam bulan,

Nara tidak ada pilihan mencari tempat tinggal baru, yang menerima keadaan dirinya,

hingga sampai di tempat yang tidak terlalu jauh akhirnya marah menemukan tempat tinggal baru yang menerima dengan keadaan perut besar kontrakan tersebut milik Bu Dewi yang seorang janda,

Rini sangat khawatir saat mendengar kabar dari Nara, Untung saja Rini sudah selesai bekerja akan segera pulang,

" Nara, kamu baik baik saja kan"

Nara yang sedang menunggu di ruang tamu di kontrakan barunya pun penahan air mata saat melihat kedatangan Rini,

Rini segera membawa Nara kedalam pelukannya dan memberikan ketenangan ia sangat tahu perasaan marah dengan keadaan perut besar ia diusir dari tempat tinggalnya selama ini,

" terima kasih Rin Maaf merepotkan lagi"

" Hus kamu ngomong apa Ra aku sudah menganggap kamu seperti adikku jadi tolong jangan ngomong seperti itu oke"

Rini merasa sangat prihatin atas masjid yang sedang menimpa Nara gadis yang mana di usia yang masih muda harus menelan kepahitan hidup yang tak semestinya dihadapi andai saja tidak hamil diluar nikah,

" kamu nggak usah ke mana-mana tinggal disini saja, aku akan pindah mencari kontrakan terdekat dengan kamu kita tinggal bersama-sama membesarkan anak kamu ya Ra, "

" Rini memeluk tubuh Nara Bukan Tanpa Alasan Rini sangat peduli kepada Nara ia melihat keadaan Nara saat ini seketika Rini teringat akan sang kakak yang mempunyai nasib yang hampir sama seperti marah bedanya kakaknya berjuang sendiri sedang hamil dikarenakan suaminya pergi dengan wanita lain,

Nara merasa sangat bersyukur bisa mengenal Rini awalnya Nara mengira bagian adalah wanita yang aku dan judes nyatanya prasangka yang dia rasakan sangat besar dengan lebih baik bahkan sangat baik sehingga menganggap dirinya seperti adiknya,

suatu malam dalam merasakan perutnya kram dan mules seperti ingin buang air besar namun saat Iya akan melangkah masuk ke dalam kamar nanti enggak yang ia rasakan hilang sejenak, saat mules itu hilang benar aku kembali ke dalam kamar hingga tengah malam rasa mulut itu kembali datang dan semakin lama semakin sering terasa mulas, mau tidak mau Akhirnya Nara bangun dari tempat tidurnya dan mencari ponsel untuk menghubungi Rini,

Rini yang mendengar suara ponsel pun terbangun dari tidurnya ya sesuai dengan yang dikatakan kemaren Rini, pindah kontrakan terdekat dengan kontrakan marah setelah pagi dan sore sebelum dan sesudah pulang kerja Rini akan memelihara terlebih dahulu,

Betapa terkejutnya Rini mendengar suara rintihan dari maranti seberang telepon, Ia pun bergegas keluar dari kontrakan menuju kontrakan marah yang berada di depan kontrakannya,

saat masuk ke dalam rumah kontrakan marah Rini melihat keadaan Nara yang dalam keadaan duduk dan basah kulit akibat pecah ketuban,

dengan keadaan panik Rini menghubungi bidan bisa Dian bidan yang biasa Nara datang untuk memeriksakan kandungan,

"Ra tahan sebentar ya Ra, aku mau nyari kendaraan dulu, buat kita ketempat bidan dian, tad aku sudah menghubungi bidan Dian, untuk menyiapkan ruang an disana"

sampai di tempat praktek milik bidan Dian, begitu sampai Nara langsung ditangani oleh Bidan Dian,

hingga tidak terasa satu jam akhirnya terdengar suara tangisan bayi yang baru saja dilahirkan Nara, dengan selamat meskipun ia harus mendapatkan beberapa jahitan,

1
Nova Maidania
ceritanya bagus tpi tulisan salah - salah jdi membacanya agak susah
leljum: hehe ya maaf ka, Terima kasih sudah mampir, nanti saya revisi ulang ka, 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!