NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:21.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Gerbang Kota Seribu Layar

Dua ratus mil di Planet Vermilion dapat ditempuh oleh seorang ahli Nirvana hanya dalam hitungan beberapa tarikan napas. Namun, di Planet Shenzue, hukum alam semesta bekerja dengan cara yang jauh lebih menindas.

Gravitasi yang seratus kali lipat lebih berat, dipadukan dengan Hukum Ruang yang luar biasa kaku, membuat terbang di udara menjadi sebuah pemborosan Qi Spiritual yang bodoh, kecuali jika seseorang telah mencapai ranah God King Menengah.

Oleh karena itu, kelompok Zhao Xuan memilih untuk berjalan kaki melintasi Hutan Kayu Besi Hitam, sebuah sabuk vegetasi lebat yang memisahkan pantai dari peradaban.

KRAAAK!

Long Chen mematahkan sebuah ranting pohon yang menghalangi jalan. Suara patahannya terdengar seperti besi baja yang dipelintir paksa.

"Pohon macam apa ini?!" Long Chen menggerutu, mengibas-ngibaskan tangannya. "Kayunya lebih keras dari pusaka tingkat Bumi! Jika kakek tua di Vermilion melihat hutan ini, mereka pasti akan menangis darah karena menggunakan bahan senjata dewa hanya sebagai kayu bakar!"

Gu Tianxue yang berjalan bagaikan bayangan tanpa suara di sampingnya, melirik sekilas. "Kepadatan energi Yin dan Yang di planet ini mengubah struktur materi fana. Jika kau mati di sini, tulang naga mu bahkan tidak akan membusuk selama jutaan tahun."

"Hei, gagak malam! Jangan mengutukku! Tulang naga ini masih harus mencicipi arak terbaik di empat benua!" dengus Long Chen.

Zhao Xuan berjalan paling depan dengan langkah santai yang melampaui konsep jarak. Setiap kali ia melangkah, ia memotong lipatan ruang di sekitarnya. Phoenix Primordial di pundaknya sedang mengunyah sebongkah kristal spiritual tingkat tinggi seolah-olah itu adalah biji jagung.

"Berhenti mengeluh," tegur Zhao Xuan datar, meski suaranya tidak mengandung kemarahan. "Simpan Qi kalian. Kita sudah sampai."

Mereka keluar dari batas hutan, dan pemandangan di depan mereka membuat bahkan Long Chen terdiam sejenak.

Berdiri di atas tebing landai yang menghadap ke teluk raksasa, terbentanglah Kota Seribu Layar.

Kota itu luar biasa. Tembok kotanya terbuat dari balok-balok Karang Bintang berwarna biru kehijauan yang tingginya mencapai ribuan tombak, memancarkan formasi pelindung bertahan yang bisa menahan serangan God King Puncak.

Di langit kota, ratusan kapal terbang spiritual hilir mudik. Sementara di wilayah perairannya, ribuan kapal layar raksasa yang ditarik oleh paus bersayap, naga banjir, hingga kura-kura purba sedang bersandar. Perpaduan antara kultivator daratan dan makhluk laut menciptakan distorsi aura yang luar biasa padat.

"Luar biasa," gumam Gu Tianxue. "Skala perdagangan di sini seratus kali lebih besar dari Kota Awan Mengambang."

"Ayo masuk. Perutku sudah bernyanyi," Long Chen memimpin jalan menuruni tebing menuju gerbang utama.

Gerbang Kota Seribu Layar dijaga oleh dua baris prajurit berbaju zirah perak. Pemimpin penjaga mereka adalah seorang pria paruh baya dengan bekas luka melintang di wajah, memancarkan aura Nirvana Puncak. Di Shenzue, seorang ahli Nirvana hanyalah penjaga pintu.

Antrean kultivator yang ingin masuk sangat panjang. Beberapa dari mereka berasal dari klan kecil atau pedagang lepasan.

Ketika tiba giliran kelompok Zhao Xuan, Kapten Penjaga itu memicingkan matanya. Ia memindai mereka: Long Chen memancarkan tekanan fisik yang aneh namun menyembunyikan kultivasinya, Gu Tianxue terasa seperti jurang kosong, dan Zhao Xuan... tampak seperti manusia fana yang tidak memiliki Qi sama sekali. Serta seekor burung emas kecil.

Di mata penjaga yang rakus, kelompok ini terlihat seperti mangsa yang empuk. Pemuda fana kaya yang dikawal oleh pengawal bayaran.

"Berhenti di sana," Kapten Penjaga menyilangkan tombaknya. Ia menyeringai tipis. "Pajak masuk untuk manusia daratan hari ini adalah seribu Giok Abadi tingkat menengah per kepala. Serta lima ratus giok untuk... burung peliharaan itu."

Kultivator di antrean belakang mulai berbisik.

"Seribu giok?! Bukankah tarif resminya hanya sepuluh giok?!"

"Sst! Diamlah! Kapten Meng terkenal suka memeras pendatang baru yang tidak memiliki lencana sekte! Jika kau ikut campur, kau akan dilempar ke penjara laut!"

Mendengar pemerasan itu, Long Chen meretakkan buku-buku jarinya. Ia menatap Kapten Meng dengan senyum naga yang tidak ramah. "Hei, Penjaga. Apakah kau yakin kepalamu cukup keras untuk menampung seribu giok?"

Wajah Kapten Meng menggelap. "Beraninya kau mengancam Penegak Hukum Kota Seribu Layar! Pasukan, bersiap!"

Puluhan penjaga langsung mengarahkan tombak formasi mereka ke arah Long Chen.

Namun, Zhao Xuan yang sedari tadi diam, perlahan mengangkat pandangannya. Matanya yang segelap Ketiadaan menatap tepat ke mata Kapten Meng.

Seketika, seluruh suara di gerbang kota seolah tersedot ke dalam ruang hampa. Kapten Meng merasa bukan manusia yang sedang menatapnya, melainkan jurang kosmik yang bersiap menelannya hidup-hidup. Niat Spiritualnya menjerit ketakutan, kakinya gemetar hebat hingga lututnya nyaris membentur tanah batu. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras di dahi sang Kapten.

Makhluk apa ini?! batin Kapten Meng menjerit histeris. Ia tidak bisa bernapas.

Zhao Xuan kemudian membalikkan telapak tangannya. Tiga keping Giok Abadi tingkat menengah jatuh dengan suara dentingan pelan ke atas meja pendaftaran di depan Kapten Meng.

"Tiga puluh giok. Tarif resmi," ucap Zhao Xuan dengan nada tenang yang sangat mengerikan. "Ambil, atau aku akan menggunakan kepalamu sebagai ganti tiket masuk."

Kapten Meng menelan ludah dengan susah payah. Ia mengangguk dengan cepat seperti ayam yang mematuk beras. "B-Baik, Tuan! Silakan! Gerbang terbuka lebar untuk Anda!"

Para penjaga lain yang tidak merasakan tekanan Ketiadaan Zhao Xuan tampak kebingungan melihat kapten mereka tiba-tiba menjadi sangat penurut. Namun melihat kapten mereka mundur, mereka pun segera menyingkir.

Kelompok itu melangkah masuk dengan tenang.

"Bos, kenapa kau tidak membiarkanku menghajarnya saja?" gerutu Long Chen saat mereka sudah berada di jalan utama kota.

"Menginjak semut di gerbang hanya akan menarik perhatian lalat yang lebih besar sebelum kita siap," jawab Zhao Xuan datar. Matanya memindai jalanan batu giok yang dipenuhi lalu lalang kultivator tingkat tinggi. "Kita butuh informasi, peta jalur laut ke Benua Utara, dan kapal spiritual yang mampu menembus blokade. Kita cari paviliun dagang terbesar di kota ini."

Setelah bertanya kepada seorang pedagang kaki lima (dengan sedikit paksaan dari aura iblis Gu Tianxue), mereka diarahkan ke Menara Angin Samudera, pusat perdagangan intelijen dan pusaka tertinggi di wilayah perbatasan Timur.

Menara itu setinggi sembilan lantai, dibangun dari Kayu Roh Emas yang tahan terhadap korosi air laut.

Begitu mereka melangkah masuk ke aula lantai pertama, aroma rempah spiritual dan teh dewa menyambut mereka. Aula itu dipenuhi oleh para pembeli berkelas, tuan muda sekte, dan patriark klan kecil.

Seorang resepsionis wanita dengan kultivasi Ascendant Awal menghampiri mereka sambil tersenyum profesional, meski matanya sedikit meremehkan melihat pakaian kelompok Zhao Xuan yang polos tanpa lambang faksi.

"Selamat datang di Menara Angin Samudera. Apa yang bisa kami bantu?"

"Kami mencari Peta Navigasi tingkat tinggi yang mencakup rute rahasia membelah Laut Azure ke Benua Utara," ucap Gu Tianxue mewakili. "Dan sebuah kapal terbang tingkat Surga dengan susunan penahan meriam Ras Laut."

Mata resepsionis itu berkedip terkejut. Benda-benda itu bernilai jutaan Giok Abadi. Sikapnya langsung berubah sedikit lebih hormat.

"Peta dan kapal tingkat itu hanya diurus oleh Tetua Manajer di lantai lima. Mari, saya antar."

Mereka dipandu menaiki susunan formasi teleportasi internal menuju lantai lima. Ruangan di sana jauh lebih sepi dan mewah.

Namun, begitu pintu formasi terbuka, mereka disambut oleh suara debrakan meja yang keras.

"Apa maksudmu sudah dipesan?! Aku adalah murid inti dari Klan Han Kuno! Apakah Menara Angin Samudera mu berani menolak uang dari klan kami?!"

Di tengah ruangan, seorang pemuda berjubah putih dengan sulaman benang emas berbentuk awan dan pedang sedang berdiri dengan angkuh. Ia memancarkan aura God King Awal yang sangat kuat, menekan seorang pria tua gemuk berpakaian manajer. Di belakang pemuda itu, berdiri dua pengawal tua ranah God King Menengah yang memejamkan mata dengan sombong.

Manajer gemuk itu berkeringat dingin. "Tuan Muda Han Lin, m-mohon maafkan hamba! Peta Jalur Laut Rahasia Azure satu-satunya dan Kapal Bayangan Naga baru saja dibeli secara tunai oleh seorang tetua misterius setengah jam yang lalu! Barang itu sudah tidak ada di paviliun kami!"

Pemuda bernama Han Lin itu mendengus dingin. "Kalau begitu, lacak siapa orang tua itu! Suruh dia menyerahkannya padaku. Klan Han membutuhkan rute itu untuk mengirim pasukan pengejar. Kami sedang memburu seseorang dari alam bawah yang menyinggung garis darah kami!"

Di ambang pintu, langkah Zhao Xuan perlahan berhenti.

Mendengar kata "Klan Han Kuno" dan "memburu Seseorang", Seringai Asura yang lama tertidur di wajah Sang Tiran kini mekar dengan sangat buas.

"Ah..." gumam Zhao Xuan pelan, suaranya dipenuhi niat membunuh yang membuat suhu ruangan anjlok ke titik beku. "Ternyata dunia ini benar-benar sempit."

1
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 5 gift ☕ lanjut Up Thor 💪💪
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya bagus 👍
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
penggallll anunyaaas sajaaaaa...
saniscara patriawuha.
serappppppppppp..... intinyaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhhh jauhhhh dariii nyawaaaa...
saniscara patriawuha.
masihhh ada itu sitelurnya....
saniscara patriawuha.
serapppppp kabehhhhhh....
saniscara patriawuha.
hancurrrrkannnn...
saniscara patriawuha.
serapppppp lagiiiii....
Nova Bustomi
lanjutkan Thor
Sang_Imajinasi: siapp💪💪💪
total 1 replies
Nono19
wess thanks for crazy upnya author yok ngopi☕
Sang_Imajinasi: siap terima kasih kembali 💪
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
iye kelamaan Thor, tumben
Sang_Imajinasi: durasi 🤭🤭
total 1 replies
Budi Wahyono
ok
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
prima ginting
nantap
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
lama juga koma nya , cepat bangun lah , ya walaupun Zhao tetap mampu ,tapi si kakek pemabuk mati , eh dikelilingi para cewe lagi nih🤭
Sang_Imajinasi: maybe🤭
total 1 replies
eka suci
buat jadi debu juga musnahkan 💪
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!