NovelToon NovelToon
RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Emma Taylor terpaksa harus melunasi hutang pamannya kepada seorang pria asing kaya raya yang tinggal di rumah besar Anggrek Residen.

Jatuh tempo pembayaran sudah sangat dekat bagi paman Broeri untuk membayar hutang tersebut namun dia tidak mempunyai uang sepeser pun saat dia ditagih oleh pria asing kaya raya itu yang bernama Noah Jones.

Terpaksa Emma yang harus menanggung hutang tersebut kepada Noah Jones pemilik rumah Anggrek Residen.

Karena Emma Taylor juga tidak mempunyai uang buat melunasi hutang paman Broeri maka dia dipaksa membayar dengan rahimnya.

Bagaimana nasib Emma Taylor selanjutnya, sanggupkah dia melunasi hutang milik paman Broeri Goldman atau dia memilih melarikan diri.

Mari kita simak kelanjutan kisah ini dalam novel berjudul Rahim Bayaran Milik Emma.

Salam buat semua pemirsa 🎂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Cari Perkara Di Butik

Emma memutuskan mendengarkan saran wanita tua renta di butik, pilihannya jatuh pada gaun berwarna ungu. Mid-Length Flared Dress in Purple Silk Faille.

Suara tawa terdengar dari arah depan pintu masuk butik. Tampak tiga perempuan berjalan sembari bersenda gurau.

Saat mereka melihat ke arah wanita tua renta berpenampilan lusuh, pandangan mata mereka terhenti.

"Bau apa ini?" tanya salah satu dari ketiga perempuan itu sambil menutupi hidung.

"Apa tidak salah, nenek sekumuh itu mampir ke butik semewah ini, rupanya dia salah alamat." sahut perempuan bergaun pendek warna merah terang.

"Melihatnya saja, aku sudah muak apalagi dekat-dekat satu ruangan." kata perempuan ber blazer pink.

Rupanya Emma mengenal suara dari salah satu perempuan yang baru datang ke butik, terpaksa perhatiannya teralihkan.

"Degh..." Detak jantung Emma seakan berhenti saat dia melihat siapa yang baru saja datang ke butik.

"Hermione..." gumamnya pelan sembari memegangi dadanya yang berdegup kencang.

Salah satu dari ketiga perempuan cantik itu mengibaskan tangan ke arah wanita tua rentan yang duduk di ruangan tunggu butik.

Perempuan berambut pirang tertawa mengejek sambil berkata ketus kepada wanita tua rentan di hadapannya.

"Apa yang kau lakukan disini wanita tua, kau tahu kalau tempat ini adalah butik ternama Dior?" tegurnya sembari berkacak pinggang.

"Disini bukanlah tempatmu. Tidak pantas wanita selusuh dirimu datang ke butik semahal ini. Jika kau mau mengemis bukan disini tempatnya." hardik perempuan bergaun merah.

"Dia bukan berniat mengemis disini, Anita tapi dia ingin meminta sedekah dai butik ini jadi biarkan saja dia disini." sambung Hermione.

"Hahaha... Yah, yah, kau benar sekali, Hermione. Bukan urusan kita mengusirnya, nanti juga pihak butik yang akan mengusirnya pergi." sahut Anita.

"Tapi aku sudah tidak tahan lagi mencium bau busuk darinya. Aku sangat jijik ketika melihatnya, perutku terasa mual-mual." kata perempuan berambut pirang.

"Tahan sebentar, Jade. Nanti akan datang seorang karyawati menemui kita semua." kata Hermione memasang wajah jijik pada wanita tua.

"Hai, lihatlah! Dia memakai kalung emas serta gelang Dior. Jangan-jangan dia mencuri disini!" hardik Anita sambil menunjuk ke arah pergelangan tangan wanita tua renta.

Wanita tua tersentak kaget, ia langsung menutupi pergelangan tangannya cepat-cepat sembari menggeleng panik.

"Tidak. Itu tidak benar. Aku sama sekali bukan pencuri, aku tidak mencuri gelang disini." ucapnya.

"Oh, yah, dasar pembohong. Mana ada pencuri mengaku, penjara bisa penuh." kata Hermione meledek.

"Aku bukan pembohong. Yang aku katakan itu benar, ini gelang punyaku pribadi, hadiah dari cucu kesayanganku." sahut wanita tua bersikukuh keras.

"Kami tidak percaya. Kau pasti menipu kami semua. Mana ada wanita lusuh bisa memiliki gelang edisi Dior terbatas, harganya saja mahal bahkan kami sendiri tidak mampu membelinya." kata Anita congkak.

"Ta-tapi aku mengatakan sejujurnya. Dan aku tidak berbohong pada kalian. Gelang ini adalah hadiah dari cucuku di hari ulang tahunku." sahut wanita tua bertahan benar.

"Kau pikir kami akan mudah kau tipu dan percaya begitu saja padamu. Dasar pencuri tua!" hardik Anita.

"Coba aku lihat gelang mu itu, nenek tua!" bentak Hermione yang mencoba merebut gelang dari pergelangan tangan wanita tua.

"Jangan! Jangan lakukan itu! Kumohon pada kalian, jangan ambil gelang milikku ini!" kata wanita tua ketakutan sembari menyembunyikan tangannya dalam mantel lusuhnya.

Hermione semakin murka, tak terima permintaannya ditolak oleh wanita tua renta, ia terus-menerus memaksanya agar wanita tua menyerahkan gelang emasnya.

"Sini. Berikan pada kami sekarang! Jika tidak maka kami akan melaporkanmu pada polisi kalau kamu mencuri di butik ini!" teriak Hermione kesal dan berusaha merebut gelang Dior emas berharga fantastis itu dari wanita tua renta.

"Aku tidak yakin jika dia memilikinya, lihat saja penampilannya sangat kumuh dan bau. Tidak mungkin dia mempunyai gelang Dior edisi terbatas itu." kata Anita.

"Aku juga sependapat denganmu, koleksi High Jewelry seri Gem Dior atau Dior a Versailles yang bertatahkan emas murni, berlian, dan batu permata langka, harganya bisa menembus ratusan juta hingga miliaran." sambung Jade. "Mana mungkin dia bisa membeli gelang Dior semahal itu."

"Benar, yang kau katakan itu, Jade. Aku tidak percaya jika wanita tua lusuh itu bisa punya gelang Dior koleksi Dior a Versailles yang terkenal mahal itu." kata Anita menatap tajam.

"Kalau begitu kita rebut saja gelang Dior itu darinya. Lalu kita serahkan pada penjaga butik dan katakan pada mereka kalau wanita tua busuk itu mencuri dari tempat ini." sahut Hermione.

"Ya, Hermione. Kita rebut saja gelang Dior itu. Dan kita ambil saja barangnya karena wanita tua lusuh itu tidak pantas juga memakainya." kata Anita.

"Hmm, benar. Aku setuju denganmu, Anita." sahut Hermione sambil mengangguk tegas lalu melotot ke arah wanita tua lusuh di hadapan mereka.

"Jangan... Jangan lakukan itu... Kalian bisa menerima masalah besar jika kalian memaksanya..." kata wanita tua renta ketakutan.

"Sini berikan pada kami gelang Dior itu!" hardik Hermione.

"Tidak. Kumohon padamu. Jangan ambil gelang milikku ini." kata wanita tua renta gemetaran.

"Serahkan kepada kami gelang yang kau curi itu, wanita busuk!" hardik Hermione berusaha merampas gelang Dior dari wanita tua renta berpenampilan lusuh itu.

"Jangan...! Ini punyaku. Jangan ambil gelang ku!" jerit wanita tua sembari memegangi gelang di tangannya.

"Sini kataku! Berikan gelang itu sekarang!" bentak Hermione bersikeras.

Namun wanita tua yang malang nasibnya itu terus menahan desakan Hermione untuk melepaskan gelang Dior yang dia kenakan.

Saking kuatnya tarikan Hermione hingga membuat lecet pergelangan tangan wanita tua dan berdarah.

"Aduh... Sakit sekali..." rintih wanita tua sembari menangis.

"Rasakan sendiri akibatnya, tidak mau mendengarkan ucapanku. Dasar wanita tua tak tahu diri." kata Hermione.

"Jika tidak mau tanganmu terluka parah, lebih baik kamu serahkan gelang Dior itu pada kami. Dan kami berjanji tidak akan melaporkanmu pada polisi." lanjut Anita.

"Yah, sebaiknya kau serahkan gelang Dior curianmu itu sekarang jika tidak kau akan dipenjara karena mengambilnya dari butik ini." timpal Jade.

"Hmmm... Dasar keras kepala. Tidak mau mendengarkan kata-kata kami. Berikan. Ya, berikan kepada kami, serahkan. Ya, serahkan. Jangan menunda-nunda atau berkelit." kata Hermione setuju.

Ketiga perempuan muda berdiri menatap dingin pada wanita tua renta, tatapan mereka sangat sinis serta meremehkan, sedangkan wanita tua hanya bisa menangis tersedu-sedu karena menahan sakit di pergelangan tangan kirinya yang berdarah akbat tarikan paksa Hermione dan kedua temannya.

"Mana gelang Dior itu. Serahkan pada kami. Dan kami berjanji tidak akan melaporkanmu ke polisi." kata Hermione sembari mengulurkan tangannya ke depan.

Wanita tua renta masih bertahan bahkan dia enggan menuruti kemauan Hermione untuk menyerahkan gelang Dior miliknya itu, ia menggeleng lemah dengan terisak-isak sedih.

"Tidak... Aku tidak akan menyerahkan gelang ini karena gelang ini punyaku bukan milik kalian." tegas wanita tua membela diri.

"Dih... Dia masih berani membual bahkan semakin berkata kurang ajar pada kita." kata Hermione tak terima akan ucapan wanita tua lusuh itu.

"Bagaimana sekarang, apa yang mesti kita lakukan padanya?" tanya Anita lalu menoleh pada Hermione dan Jade bergantian.

"Menurut kalian sebaiknya apa yang harus kita lakukan padanya, kalau aku... kita rebut paksa gelang Dior itu darinya." sahut Hermione tegas.

"Yah, kalau begitu kita kerjakan sekarang saja. Kita rebut gelang Dior itu." kata Jade.

"Kau benar, Jade. Kita ambil saja gelang Dior darinya, kurasa itu pilihan terbaik sekarang ini. Aku takut kalau dia akan melarikan diri." ucap Anita.

"Hmmm... Baiklah... Kita ambil saja gelang Dior itu darinya. Dan paksa dia untuk menyerahkannya pada kita." kata Hermione.

Sesaat ketiga perempuan itu saling terdiam, lama mereka bertiga menatap ke arah wanita tua renta lusuh di depan mereka.

"Aku saja yang ambil gelang Dior itu." kata Anita lalu maju ke depan, tanpa sengaja siku lengannya menyenggol tas bulukan kepunyaan wanita tua.

"Bruk...!" Tas itu terjatuh dari atas pangkuan wanita tua renta, isinya berhamburan keluar ke lantai Butik Dior. "Pleegh..." Sebuah kalung mutiara seri Rose des Vents Necklace dari emas putih 18 karat, berlian, dan kerang mutiara ikut keluar dan tergeletak asal di dekat tas bulukan itu.

1
kura kura ninja
rival sendiri ternyata keponakannya sendiri
kura kura ninja
ya dah... ada penyakitnya juga nih PL nya...
kura kura ninja
wah... dibayar segitu pun saya mau, gak kerja alias pensiun dini nih👍
kura kura ninja
napa gak lari saja kan ada kesempatan tuh🙏
kura kura ninja
luar biasa
kura kura ninja
dari judulnya dah bikin penasaran
Yuniar Farah
seru nih ceritanya
Yuniar Farah
waduh waduh em🤭
Yuniar Farah
mantap
Yuniar Farah
nunggu endingnya nih gimana rahimnya dipakai sama noh
Yuniar Farah
cie cie cie...kan gak jadi kepaksa em
Yuniar Farah
makanya emma jangan kebanyakan minuman jadinya mabuk deh 🍾🥂
Yuniar Farah
gak jadi kepaksa lagi nih ceritanya🤭
Yuniar Farah
ada juga nih pemeran watak antagonis
Yuniar Farah
gak kebayang deh 🤭
Yuniar Farah
dih yang lagi kasmaran 🌷🌷🌷🤭
Yuniar Farah
ini edisi terbatas dan paling saya sukai dari thor adalah detail busana tiap karakter pemeran-pemerannya di tiap novel thor🌷🌷
Yuniar Farah
namanya tawanan pasti gaka ada enaknya 🌷
Yuniar Farah
pesaing baru nih
Tina Andara
woe riset 👍next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!