NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Sang Penguasa

Belenggu Janji Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mafia / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Redblue Vixx

Axel Alexander adalah pemimpin perusahaan raksasa yang dingin, tegas, dan tak segan menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalannya. Hidupnya berubah saat Ayranza Geovan terpaksa datang padanya demi menyelamatkan usaha keluarga yang terancam bangkrut. Di mata Axel, Ayranza hanyalah tawaran yang mudah dikendalikan. Sampai pertemuan demi pertemuan membangkitkan perasaan yang tak ia inginkan. Di tengah tekanan bisnis dan ambisi besar, Ayranza harus menjaga adik‑adiknya, Angga dan Arshen Geovan, dari bahaya sekaligus melunakkan hati sang penguasa yang dikenal kejam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redblue Vixx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mata yang Tak Pernah Buta

Seminggu berlalu sejak kesepakatan cemas itu terjalin. Di permukaan, kehidupan di kediaman Alexander masih berjalan tenang. Ayranza makin berseri wajahnya mengandung buah hati, Angga dan Arshen tetap ceria berangkat sekolah, dan setiap sore meja makan selalu penuh obrolan ringan. Namun bagi Mommy Xena yang sudah puluhan tahun mengenal anak kandungnya sendiri, ada perubahan kecil yang tak luput dari perhatiannya.

Axel yang biasanya tenang, tegas, dan jarang membiarkan pikiran terlukis di wajah, kini sering tampak gelisah. Di meja makan ia sering diam menatap jauh, sendok berhenti di tengah udara seolah mendadak melamun. Kalau ditegur, ia akan tersenyum tipis dan beralasan banyak pekerjaan menumpuk di kantor. Alasan yang dulu sering dipakainya, tapi kali ini nada bicaranya tak setenang biasanya. Belum lagi kebiasaan barunya: sering bergegas berangkat lebih pagi atau pulang lebih sore, kadang minta diantar ke tempat yang tak biasa, dan sesekali berbicara dengan Leonardo di sudut sepi dengan nada sangat rendah seolah tak ingin ada yang mendengar.

Suatu sore saat Ayranza sedang beristirahat di kamarnya, Mommy Xena berjalan perlahan menuju ruang kerja. Di balik daun pintu yang sedikit terbuka, ia melihat Axel dan Leonardo berdiri berhadapan di dekat jendela. Wajah mereka serius sekali.

“Dia makin berani memaksa batas waktu,” terdengar suara Axel rendah dan berat. “Kalau kita lambat sedikit saja, dia berjanji akan bertindak sembarangan.”

Leonardo mengangguk mantap namun tegang. “Saya sudah periksa jejak keuangannya lebih teliti, Tuan. Benar ada transaksi mencurigakan dari pihak yang dulu sempat lolos bersama Riccardo. Ini bukan sekadar urusan pribadi semata.”

Mommy Xena tak mendengar jawaban selanjutnya karena Leonardo tiba‑tiba menoleh sedikit ke arah pintu, seolah merasakan ada yang mengintai. Ia segera mundur perlahan, berjalan santai kembali ke teras depan seolah hanya ingin menikmati udara sore. Hatinya makin bertanya‑tanya. Uurusan apa lagi yang tersembunyi? Dan kenapa Axel tampak berusaha keras menutup‑nutupi semuanya, terutama dari Ayranza yang sedang mengandung?

Malam itu saat seluruh keluarga berkumpul lagi di ruang tengah, Mommy Xena diam‑diam mengamati setiap gerak‑gerik anaknya. Saat Axel membantu Ayranza duduk dengan hati‑hati, matanya sering melirik ke arah jendela dan pintu seolah takut ada orang tak diundang masuk. Saat Daddy Xavier bercerita soal rencana perbaikan kebun, Axel hanya menyahut seperlunya saja, pikirannya tampak melayang ke tempat lain.

Akhirnya saat hari makin larut dan Ayranza sudah pamit ke kamar untuk beristirahat lebih awal, Mommy Xena memberi isyarat halus agar Axel tetap tinggal sebentar. Leonardo pun dengan sigap berpamitan seolah ada urusan persiapan besok pagi, membiarkan ibu dan anak berdua saja di ruangan yang mulai sepi itu.

Mommy Xena duduk tegak di sofa panjang, menatap anaknya tajam namun lembut.

“Sudah berapa lama kau memendam beban sendirian, Nak?” tanyanya pelan namun langsung ke inti.

Axel sedikit tersentak, lalu berusaha tersenyum tenang. “Apa maksud Mommy? Semuanya baik‑baik saja, tak ada yang perlu dikhawatirkan.”

“Jangan bohong pada Mommymu sendiri,” potong Mommy Xena tegas namun tak marah. “Aku tahu persis perbedaan wajahmu saat lelah bekerja biasa dan saat sedang menahan kekhawatiran besar. Belakangan ini kau sering pergi mendadak, bicara berbisik‑bisik dengan Leonardo, dan sering tampak tak tenang setiap kali Ayranza berjalan agak jauh darimu. Ada apa sebenarnya?”

Axel terdiam lama, tangannya meremas ujung celana panjangnya pelan. Ia tahu Ibu nya takkan berhenti bertanya sampai mendapat jawaban yang masuk akal. Namun ia juga ingat pesan tegasnya sendiri, jangan biarkan siapa pun terutama Ayranza tahu soal Shakira sebelum semuanya benar‑benar aman.

“Memang ada sedikit masalah tak terduga di kantor,” jawabnya akhirnya memilih kata seaman mungkin. “Masalah lama yang muncul lagi sedikit demi sedikit. Tak berat, tapi butuh perhatian khusus supaya tak merembet ke sini.”

Mommy Xena menggeleng perlahan, sorot matanya makin menembus.

“Masalah kantor takkan membuatmu sampai berubah sikap begitu. Aku juga melihat Leonardo makin sibuk menjaga setiap gerak‑gerik Ayranza seolah ada bahaya mengintai lagi. Padahal Riccardo dan sekutunya sudah tertangkap dan diadili, bukan?”

“Sudah, Mom. Memang sudah aman,” jawab Axel cepat, namun nadanya tak sepenuhnya meyakinkan.

Mommy Xena bangkit berdiri, berjalan perlahan mendekati anaknya lalu menepuk bahunya lembut.

“Dengarkan aku, Nak. Dulu saat kau masih kecil dan ada masalah, kau selalu berusaha menyelesaikannya sendiri agar kami tak perlu cemas. Waktu itu aku sudah bilang, sifat itu bagus tapi berbahaya kalau berlebihan. Sekarang kau sudah berkeluarga, sebentar lagi jadi ayah. Ingatlah satu hal, rahasia yang ditutup terlalu rapat lama‑kelamaan akan menjadi bom yang lebih berbahaya dari masalahnya sendiri.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada lebih lembut namun penuh penekanan.

“Aku takkan memaksamu bicara sekarang juga kalau memang belum waktunya. Tapi percayalah, mataku tak pernah buta. Kalau bahaya nyata datang lagi, jangan biarkan kami, terutama Ayranza terkejut di saat paling tak siap. Kami pun bagian dari keluargamu, kami juga berhak tahu demi bisa saling menjaga.”

Axel menunduk dalam, merasakan ketulusan sekaligus kekhawatiran ibunya. Ia tahu benar, jika ibunya mulai mencium sesuatu yang tak beres, namun ia belum bisa membuka semuanya. Belum saat ini. Belum sebelum ia tahu sepenuhnya apa rencana Shakira dan siapa pendukung rahasianya.

“Terima kasih, Mom,” ucapnya pelan akhirnya. “Aku mengerti pesan Mommy. Percayalah, aku menjaga rahasia ini bukan karena tak mau berbagi, tapi semata‑mata agar tak ada yang terluka, terutama Ayranza dan anakku yang belum lahir.”

Mommy Xena mengangguk pelan, meski keraguan masih tersisa di hatinya. Ia pun berjalan perlahan menuju kamarnya, meninggalkan Axel sendirian di ruang tengah yang kini makin terasa sepi dan berat.

Tak lama kemudian Leonardo kembali masuk diam‑diam setelah memastikan seluruh sudut rumah aman. Ia melihat wajah tuannya yang tampak makin kusut.

“Apakah Nyonya Xena bertanya banyak hal, Tuan?” bisiknya pelan.

“Ya,” jawab Axel pendek sambil menghela napas panjang. “Dia curiga sepenuhnya. Tak mudah lagi menutup‑nutupi segalanya. Kalau begini terus, lama‑kelamaan Ayranza pun akan ikut merasakan ada yang tak beres.”

Leonardo terdiam sejenak sebelum menjawab mantap.

“Kalau begitu waktu kita makin sempit, Tuan. Kita harus cepat mengungkap tujuan sebenarnya Shakira Vale dan memutus akar masalahnya secepatnya. Sebelum kecurigaan Nyonya Xena berkembang menjadi penemuan tak terduga yang bisa mengguncang semuanya.”

Di kejauhan, di balik bayang‑bayang pohon besar di luar pagar kediaman, sesosok wanita bergaun gelap berdiri diam mengamati cahaya lampu di jendela kamar Axel. Itulah Shakira. Senyum kecil tersungging di bibirnya saat mendengar percakapan samar yang tertangkap telinganya dari jarak jauh. Kecurigaan yang mulai tumbuh di keluarga itu justru menjadi bahan bakar baru baginya untuk menyusun langkah selanjutnya yang makin berani, makin berbahaya, dan makin sulit dibendung.

Di dalam rumah itu sendiri, ketenangan yang mereka jaga mati‑matian mulai retak sedikit demi sedikit. Axel sadar benar, tak lama lagi ia harus memilih. Terus memendam sendirian sampai bahaya meledak, atau membuka sedikit rahasia itu pada ibunya demi bantuan yang lebih kuat, meski risikonya makin mendekatkan kebenaran ke telinga Ayranza.

 

1
KZ2
Kenapa yang Black Eagle di hapus?
KZ2: Siap beb👍🏻
total 2 replies
Fahri Purba
smangt bossqueee.
Fahri Purba
mkanya jjur kw xavier biar gk lari binimu.
Murni Caem
🌟🌟🌟🌟🌟
Murni Caem
jahat x ferguso eh salah fabrizio ini anak² pun diracuni.
Jhony
tor cpetan hlangkan sih cindy, gedek liatny.😡
Jhony
good job👍👍
ShyLvia
smbg amat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!