Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
열아홉 번째 장
Bung Min dan semua orang berdiri kaku. Mereka tidak menyangka lelaki tampan itu bisa menghancurkan tempat terkutuk bagi mereka, mereka senang sekian tahun akhirnya bisa bebas dari siksaan yang tak manusiawi itu. apa lagi mereka sering menyaksikan para bandit itu bertukar pasangan dengan rekan sesama bandit, mereka bukan terangsang tapi yang ada mereka mual dan jijik.
Chyen Ming tersenyum miring, dia mendengar teriakkan minta tolong. Chyen Ming pun melempar bubuk mesiu.
BUUM
Chyen Ming mengelus dada nya, dia tidak menyangka bubuk mesiu yang di berikan adiknya bisa membuat api semakin besar. setelah api semakin melahap bangunan di depan nya, Chyen Ming pun langsung mengeluarkan kekuatan dari tangan nya.
SRUT
Air biru keluar dari telapak tangan. Bung Min dan teman nya saling tatap, mereka terkejut kenapa bisa mengeluarkan air biru dan jernih seperti itu dari telapak tangan Lelaki tampan, mereka tidak tahu saja air itu Mei Hui Ming siapkan di cincin ruang yang penuh dengan air dari ruang Mei Hui Ming.
"Si siapa lelaki itu? di dia bukan dewa kan?" tanya teman Bung Min. Bung Min yang mendengar pertanyaan teman pun menegang, rata-rata orang yang memiliki kekuatan spiritual itu hanya para Kaisar atau keturunan nya. tunggu apa lelaki ini seorang kaisar, dia menatap Chyen Ming dengan sesama. Chyen Ming pun turun dari pohon itu, api yang tadinya besar pun langsung padam. debu hitam bekas bangunan dan mayat pun hilang setelah air biru itu menyiram kebakaran tersebut, Chyen Ming turun dari pohon itu seperti dewa turun dari langit. semua wanita yang melihat itu pun terkesima, dan mereka pun langsung menunduk tidak ingin di anggap kurang ajar.
"Kenapa kalian menatapku? aku masih manusia, bukan dewa... ayo saling pegangan, aku akan Lempar kalian ke sebrang sungai" ucap Chyen Ming. semua orang melotot mendengar kata lempar, Chyen Ming hanya tersenyum kecil dalam hati. dia sengaja mengucapkan itu agar mereka semakin gugup, Bung Min di senggol teman nya.
"Ki kita akan di lempar kesana? bagaimana kalau kita tersangkut di ranting itu? dan jatuh ke sungai deras itu? mati kita semua" bisik teman Bung Min. Chyen Ming terkekeh geli mendengar bisikan itu, Bung Min pun terdiam dia mengikuti langkah Chyen Ming. dia yakin Chyen Ming hanya bercanda, dan mungkin dia ingin semua nya ketakutan. siapa yang tidak takut, main lempar aja dikira mereka bola apa.
"Ayo... siapa dulu? kita tidak punya waktu banyak, aku harus cepat menghancurkan tanggul sungai ini.... agar desa kalian mendapatkan air nanti nya" ucap Chyen Ming.
"Tu tuan muda apa benar kami akan di Lempar?" tanya gugup seorang wanita muda. Chyen Ming melirik sekilas, Bung Min pun maju dan menarik tiga temannya. dia percaya Chyen Ming tidak akan mungkin melemparkan mereka ke sebrang sungai.
"Saya dan teman saya siap Tuan muda" jawab Bung Min dengan nada tegas, Chyen Ming mengangguk dia memegang tangan Bung Min dan melompat kearah pohon di tengah sungai.
"ARRRGGG.... Bung Min sial*n aku belum siap....." teriak tiga temannya yang di tarik juga oleh Bung Min. mereka melihat kebawah , air sungai yang deras membuat mereka memejamkan matanya kembali.
BUG
Saat kaki mereka menginjak tanah, mereka langsung ambruk. kaki mereka bergetar, bayangan air yang deras membuat mereka ketakutan, Chyen Ming tidak menanyakan keadaan mereka. dia pun langsung melompat lagi untuk membawa orang di seberang sungai lagi, mereka terpaku melihat keempat teman mereka yang melayang di tarik lelaki tampan itu.
"Siapa lagi?" tanya datar Chyen Ming. lima orang lelaki yang bergetar pun langsung maju, mau tidak mau mereka harus menyeberang dengan cara seperti ini. kalau jalan kaki mereka mungkin membutuhkan waktu sekitar satu minggu yang turun ke desa Ciun, mereka mendekati Chyen Ming dengan kaki yang bergetar.
"Ka kami tuan muda.." jawab gugup yang seumuran dengan Chon Ming adik kedua Chyen Ming.
"Pegang erat-erat tangan kalian... Jangan melihat kebawah, ikuti angin berhembus" ucap Chyen Ming. kelima nya pun mengangguk, Chyen Ming langsung menarik mereka berlima.
ARRRGGG
Teriakkan para wanita lebih kencang. Chyen Ming tidak membeda-bedakan mereka, satu kali tarik kan Chyen Ming membuat mereka bergetar setengah mati. dua puluh menit Chyen Ming mundar mandir di sungai pun. akhirnya selesai juga membuat tahanan para bandit itu terduduk gemetar lemas, Chyen Ming yang melihat mereka pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Menjauhlah... aku ingin menghancurkan bebatuan itu" ucap Chyen Ming. semua orang pun langsung berdiri walau kaki mereka masih gemetaran, Bung Min yang lebih dulu menjauh sambil membantu seorang lelaki yang lebih muda darinya. Chyen Ming tidak bertanya siapa lelaki itu dia hanya ingin segera menghancurkan penghalang itu, Chyen Ming mengeluarkan geranat.
BOOM
BOOM
Dua ledekan itu membuat tanggul yang di buat para bandit pun hancur, Air mulai membasahi jalur yang tadi kering. Chyen Ming pun tersenyum miring.
"Selesai.... Ayo kita kembali ke desa Ciun, aku tidak bisa lama-lama lagi di desa ini" ucap Chyen Ming. semua orang pun mengangguk, mereka pun langsung mengikuti langkah Chyen Ming. hampir satu jam mereka berjalan dengan lancar, Chyen Ming juga memberikan mereka minuman dan cemilan.
Mata mereka semua berkaca-kaca, saat mengetahui mereka sudah terbebas dan berdiri di depan gerbang desa Ciun. walau bukan hanya orang desa Ciun saja tapi ke lima orang dari mereka tersenyum lega, mereka pikir mereka tidak akan bisa menghirup udara segar dan kebebasan lagi. tapi sekarang mereka berdiri kokoh di depan desa yang terisi dengan seribu warga, Bung Min tersujud dia mencium tanah kelahirannya itu. walau kering tapi dia bisa melihat kalau dia sudah kembali, dia merindukan istri tercinta dan ketiga anaknya. Tidak mungkin sekarang sudah menjadi empat anaknya. Chyen Ming melihat wajah Bung Min, dia tidak memberitahu beliau kalau istrinya sudah pergi. biarkan itu menjadi urusan Bung Wan, lelaki muda yang sedang di obati oleh tabib istana nya.
"Tuan muda terima kasih" ucap semuanya sambil membungkuk. Bung Min pun langsung bangun dan ikut membungkuk hormat kepada lelaki tampan yang sudah menyelamatkan nya dan melepaskan nya.
"Sama-sama kembali lah ke kediaman kalian... terima apa pun dengan keadaan yang terjadi di kediaman kalian nantinya" ucap Chyen Ming. dia pun langsung menuju pengawal Vu, pengawal Vu yang melihat tuanya pun langsung membungkuk.
"Yang Mulia anda kemana saja? hamba mencari anda dari sore" ucap pengawal Vu. orang-orang yang Chyen Ming selamatkan pun membeku, mereka saling tatap saat mendengar kata Yang Mulia.
Chyen Ming memutar mata malasnya, pengawal nya ini terlalu bersik. dia pun melihat kebelakang, ternyata beberapa orang yang dia selamatkan pun masih mengikuti nya.
"Kenapa kalian mengikuti ku?" tanya Chyen Ming.
BUG
"Jadikan kami budak anda yang mulia" sujud tujuh lelaki. Chyen Ming mendelik, dia tidak menyangka ketujuh lelaki muda itu ingin mengikuti nya.
"Eh.....
BERSAMBUNG.....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf ya author masih bad mood banget dengan orang yang plagiat hasil mikir otak author.... kemaren ada yang nuduh author plagiat, ehhh taunya cerita author yang di plagiat uget-uget tidak bertanggung jawab.... kalau kamu salah satu pembaca cerita ku.... please buat cerita sendiri nona, jangan main ambil cerita orang seperti ini dong