NovelToon NovelToon
Pura-Pura Jadi Cewek

Pura-Pura Jadi Cewek

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Asmara / Orisinil / Komedi / Slice of Life
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Willy Tjokro anak dari owner TV swasta nekad berubah wujud jadi perempuan. Targetnya mendekati Summer Lidya, gadis incaran sejak masa SMA yang menolaknya mentah-mentah karena phobia laki-laki.

Definisi jodoh nggak kemana, mereka ditakdirkan berkuliah di satu kampus dan jurusan yang sama. Hal yang menjadi celah bagi Willy mendekati Summer lagi.

Namun, kali ini berbeda, bukan sebagai pria, tapi bestie cewek jadi-jadian yang mengerti isi hati Summer.

Akankah penyamaran Willy berhasil?

Story by Instragram & Tiktok @penulis_rain

Cover Ilustrasi by ig @iyaa_laa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Summer meletakkan dua cangkir berisi coklat panas diatas meja, dimana salah satunya adalah bagian Giana.

Giana sengaja main ke kamar Summer, sebab kondisi cuaca hujan dan petir yang cukup besar, membuat ia merasa takut sendirian. Begitu juga dengan Summer, ia sedikit memiliki trauma dengan suara petir. Meski tidak separah dulu, tapi tetap saja trauma itu masih ada hingga saat ini.

“Ini coklatnya, Gi.”

“Waah, thankyou Mer. Gue jadi ngerepotin nih.”

“Aman, santai aja. Lagian, kita sama-sama takut petir. Gue juga sekarang ngerasa aman karena ada Lo disini, soalnya si Willa nggak tahu kemana tuh anak.”

"Eh emang, lo sama si Willa-Willa itu temenan udah lama apa gimana, Mer? Eh tapi sorry ya, gue bukan kepo. Cuman pengen tahu aja."

"Yeee, sama aja itu mah kocak.”

Giana nyengir kecil sambil mengambil cangkir coklat panasnya, dan meminumnya perlahan. Coklat yang berasal dari merk biasa dipasaran itu, memang selalu menjadi minuman andalan saat cuaca seperti saat ini. Selain harganya yang murah untuk anak kost seperti mereka, rasanya juga bisa dikatakan lumayan.

“Kenapa sih, lo kayanya pengen tahu banget soal pertemanan gue sama Willa? Kan waktu ketemu lo kemarin, lo udah lihat gimana orangnya kan?”

“Hehe, ya abis gue penasaran aja. Kalian kemarin kayak deket banget soalnya, belum lagi… pas lo yang malem-malem bawa apa gitu sampe lo ketawa kenceng banget, bikin gue penasaran aja gitu.”

Summer yang sedang duduk di lantai dekat kasur langsung menoleh cepat. “Hah? Lo denger?”

“Ya iyalah denger,” jawab Giana sambil terkekeh kecil. “Satu kost juga dengernya kayak suara setan ketawa.”

“Apaan sih.”

Summer jadi salah tingkah sendiri saat mengingat kejadian semalam.

Jujur saja, ia sendiri tidak menyangka bisa tertawa selepas itu hanya gara-gara celana dalam motif Spongebob.

Dan lebih tidak menyangka lagi, orang yang membuatnya tertawa begitu justru Willa.

“Emang sih,” lanjut Giana sambil meniup coklat panasnya pelan, “gue belum pernah lihat lo ketawa segitunya. Apalagi, di kampus kan tahu sendiri. Lo dianggap paling pendiam sama semuanya, sampai pada gimana ya... Segan aja gitu mau nyamperin ;o."

"Bukan segan kali, tapi aneh."

"Ko aneh sih, Mer?"

"Iya. Mereka bukan segan lihat gue yang dianggap pendiem, tapi mereka nganggap gue aneh. Mahasiswi mana sih yang mau diem-dieman dan gak mau interaksi sama yang lain kaya gue gitu? Gak ada, cuman gue yang agak oon, karena emang gue gak bisa bersosialisasi. Gue gugup.”

Giana menatap Summer beberapa detik setelah kalimat itu keluar. Raut wajahnya perlahan berubah.

“Lo gugup?” ulangnya pelan, seperti tidak percaya.

Summer terkekeh hambar.

“Aneh ya?”

“Banget.”

“Kenapa?”

“Karena selama ini gue ngeliat lo tuh judes sama angkuh gitu loh, kaya ada vibes galak juga.”

“Yee lo mah, itu mah cuma perasaan lo aja. Lagian kan, galak judes gitu beda sama gugup.”

“Iya sih.”

Summer menarik lututnya mendekat ke dada, lalu menyandarkan dagu di sana.

Suara hujan masih terdengar deras di luar. Sesekali petir menyambar cukup keras sampai membuat cahaya kilat masuk dari sela jendela kamar.

Refleks, tubuh Summer sedikit menegang.

Giana menyadarinya.

“Kenapa? Lo masih takut sama petir ya, meski udah ada orang?” tanyanya pelan.

“Iya. Meski ada orang, gue tetap takut. Sorry ya.”

“Aman, gue juga paham rasanya kayak gimana. Gue juga paling takut sama petir, tapi gue masih bisa aman kalau disekitar gue ada orang. Kecuali kalau gue sendirian, gue bisa histeris bahkan mungkin gue bisa nangis sampai gak sadarin diri.”

“Hah? Lo takut petir sampai bisa pingsan juga?” beo Summer, mengulang ucapan Giana yang justru terdengar seperti pertanyaan.

Giana terkekeh kecil sambil mengangguk.

“Iya, gue dulu emang pernah pingsan saking takutnya sama petir pas lagi sendirian.”

“Seriusan Gi?”

“Iya. Itu kalau nggak salah, waktu gue SMP deh.”

Summer langsung memperhatikan wajah Giana dengan lebih fokus. Baru kali ini ia bisa lebih dekat dengan teman wanita selain Willa, tanpa merasa canggung seperti yang biasanya ia rasakan bersama teman yang lain. Entah hanya sebuah kebetulan, atau memang Summer yang mulai terbiasa lepas dari perasaan tertekan dan canggung yang selalu ia rasakan selama ini.

“Parah juga ya kalau sampe lo bisa pingsan kayak gitu.”

“Lumayan,” jawab Giana sambil nyengir kecil. “Dulu rumah gue sempet kesamber petir di bagian atap belakang, kucing gue yang ada dihalaman belakang kena reruntuhan dapur sebelum gue sempet mindahin dia ke kandang. Dan disana gue liat dia gosong. Gak tau kena petir, gak tau gara-gara kena debu bangunan dapur yang emang disebut dapur kotor. Dari situ gue jadi takut banget.”

“Dapur kotor?”

“Iya. Dulu kan rumah gue rumah di kampung gitu loh, yang ada dapur bersih tempat kompor ini itu. Dan yang dibelakang, deket ke halaman belakang, itu dapur kotor yang pakai tungku kayu gitu. Jadi atasnya gosong, makanya pas kena sambaran petir, tuh kucing gue mati sedikit gosong. Tapi kesini-kesini, gue baru sadar itu gosong kesambar atau gosong kena abu.”

“Ah elah lo mah ceritanya. Gue mau sedih malah suruh mikir kucing gosong kena petir apa kena abu kotor.”

“Hehe, sorry Mer. Soalnya gue kan random orangnya, gak bisa ke distract dikit.”

Summer menggelengkan kepalanya pelan, merasa sedikit konyol dengan tingkah Giana yang diluar ekspektasinya.

Namun baru saja ia hendak menjawab, tiba-tiba suara petir kembali menggelegar hingga membuat Summer menutup telinganya kuat-kuat.

“Mer… hei, tenang… ada gue disini.”

Summer masih memejamkan mata, saat Giana mengusap bahunya pelan berharap summer sedikit tenang.

Setelah kondisi mereda, Summer melepaskan pegangannya pada telinga, lalu menatap Giana yang tidak jauh darinya.

“So-sorry, Gi. Gue..”

“Gue paham. Lo juga pasti kayak gue dulu, gapapa kalau Lo belum tenang. Nanti, kalau udah tenang… Lo bisa cerita lagi sama gue.”

Summer mengangguk pelan. Untuk beberapa saat mereka terdiam, hingga akhirnya Summer kembali tenang dan bisa bicara lagi.

“Berarti Gi, lo bisa trauma, karena petir yang nyambat rumah lo dan bikin kucing lo mati ya?”

“Ya… gitu lah, namanya juga pas masih bocil kan kalau SMP tuh. Makanya gue masih trauma sampe sekarang. Kalau lo?”

Pertanyaan itu membuat Summer diam sejenak. Tangannya memegang cangkir hangat lebih erat, perasaannya sedikit lebih lega dari sebelumnya, meski masih terasa debat ketakutan disana.

“Gue trauma sama petir, sebenernya bukan takut suara petirnya.”

“Terus?”

Summer menatap ke arah jendela.

Kilatan cahaya kembali muncul sesaat.

“Gue takut karena inget sesuatu, yang gue alamin waktu gue kecil. Dan itu bikin gue takut sampe sekarang. Sesuatu yang gak bisa gue bilang.”

Giana langsung diam, menatap Summer yang saat ini menunjukkan tatapan kosong setelah mengatakan traumanya.

1
SANG
Lucu, lucu habis💪👍
hyungnimsoo
udahh Mer jgn jutek2 lg🤭
Fitri Pujianti
Ini mba Summer ga ada kpikiran balas dendam sma bapak kah tor
Yerim Naira
Duh mana bapaknya! udah bkin anak gadisnya trauma😒
Nurani Putri
😒 Untung ngga tinggal lg sma bapaknya
Sandriyanah
😒😒 bokapnya ngeselin bgt
SuryaNingsih
Hmm sedih bgt pasti jd summer, wajar aja dy jd tkt sma laki
Rosalina Ayyaee
Kayanya sumber ketakutan Summer dy anak broken home ya
Rain: Iyapp
total 1 replies
Wulandarry
alasan dia trauma krn bokapnya toh yg kdrt😒
ainnuriyati
Ya ampun galak bgt bapaknya Summer😒 ngeselin pantes aj mbak summernya trauma ama laki
Hardy Greez
Dia itu ada trauma krn ortunya
Hardy Greez
bisa ktawa lepas cuma dgn si willy eh willa
hyungnimsoo
iya Summer trbukq nya sma Willa ya🤣
Fitri Pujianti
hmm berkaitan sma,apa ya😒 kluarga?
Yerim Naira
Haduhh smg cpt ilang traumanya summer ya
Nurani Putri
Kasian ya hidupnya mba summer ini prnuh cobaan bgt udh ma tmen nya jadi2an
SuryaNingsih
Ini pasti si Summer tu ada trauma gitu brkaitan dgn masalalu
Rosalina Ayyaee
setakut kah itu, ksian jdnya liat summer ini
Wulandarry
Ini Summer tu cuma pendiem tp krn muka nya jutek jd pada salah arti ya?🤣
ainnuriyati
knapa ya😒 apa dy prnah di pukul wktu petir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!