NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Udara Malam Di Balkon

Malam ini, untuk pertama kalinya Jeviza makan satu meja dengan Keandra. Suasananya sedikit canggung karena kejadian tadi, tetapi beruntung, baik Arlo atau pun Puspa bisa mencairkan suasana.

Jeviza langsung masuk ke dalam kamarnya, ia tidak berniat menonton televisi di ruang tengah seperti yang biasanya ia lakukan bersama dengan Puspa. Sejak kedatangan Keandra di rumah itu, Jevi membatasi diri agar terhindar dari pertemuan.

"Apa, gue ngekost aja ya?" gumamnya mulai berpikir cari jalan keluar untuk pergi dari rumah itu. Atau setidaknya bisa mengurangi pertemuan dengan Keandra.

Terdengar helaan napas cukup dalam dari Jeviza. Ia sudah tahu jawabannya, kalau ia tidak akan bisa ngekost, Jevi masih termasuk mahasiswi baru, dan memang belum begitu paham dengan daerah situ. Jika ia meminta ijin pada Puspa atau orang tuanya. Yang ada Jevi hanya akan mendapat omelan dari mereka.

"Terus, gimana dong?" frustasinya.

Jevi teringat dimana tadi ia makan bersama dengan Kean. Meski ada Puspa dan Arlo, nyatanya mata Jevi masih sangat kurang ajar sekali. Beberapa kali tanpa disadari ekor mata Jevi melirik pada Kean. Cowok yang lebih banyak diam, dan sesekali menjawab pertanyaan Arlo mengenai pekerjaan yang tidak Jevi mengerti.

Tangannya mengambil ponsel miliknya yang sedari tadi dibiarkan tergeletak di atas nakas. Lalu mencari nomor asing yang pernah mencoba menghubunginya. Itu nomor Keandra.

Untuk beberapa saat Jevi ragu untuk mengirim pesan, Jevi berniat meminta maaf lagi secara tulus pada Kean. Ia merasa tidak enak setelah tahu alasan dibalik helm yang tidak sengaja ia jatuhkan.

Entah sudah berapa lama Jevi mengetik pesan, lalu kembali dihapus, begitu terus sampai akhirnya nomor yang belum dia simpan di ponselnya lebih dulu mengirimkan pesan.

+625200000000

Ada, apa?

Dari tadi ngetik terus

Tapi nggak dikirim juga

Jevi membaca pesan yang dikirimkan dari nomor Kean dengan ternganga. Ia menggelengkan kepalanya dan menutup room chat tersebut.

Mampus, malu banget gue, ketahuan gini

"Balas enggak ya?" gumamnya bingung.

Tangannya masih memegang ponselnya dengan erat. Tetapi jemarinya rasanya untuk sekedar membalas pesan Kean saja sangat berat, jemari Jevi sampai bergetar hebat.

Pada akhirnya, Jevi memaksakan diri untuk mengetik pesan yang sedari tadi sangat berat dia lakukan.

                                        Gue, mau ngomong sama                                        lo, ka

Pesan itu langsung dibaca oleh Kean, tetapi balasan Kean seketika membuat Jeviza merutuki dirinya yang tidak langsung saja mengetik kata maaf, agar tidak berlangsung lebih panjang.

+625200000000

Oke

Gue tunggu di balkon

Jeviza ternganga. Ia mengetuk keningnya karena merasa otaknya tidak bekerja dengan benar.

"Gimana ini? Harus banget ketem?"

Bukannya langsung bersiap untuk bertemu dengan Kean di balkon atas. Jevi kembali menghempaskan dirinya di atas ranjang.

Tangannya memegangi dadanya yang berdebar dengan begitu hebat, lalu mendengus setiap kali tubuhnya bereaksi berlebihan jika menyangkut tentang Kean.

"Murahan sekali," decih nya kesal sendiri.

Tapi apa boleh buat? Jevi sendiri yang memiliki semua organ tubuhnya dan bertanggung jawab penuh tidak bisa mengendalikannya, semua bekerja sesuai keinginan masing-masing. Seakan tidak menurut dengan tuannya yang meminta untu lebih tenang sedikit saja.

"Oke, gue hanya perlu minta maaf dengan sungguh-sungguh, lalu balik ke kamar," gumamnya bangkit dari ranjang.

Tanpa dia sadari, tangannya bergerak merapihkan anak rambut yang menggantung begitu saja di sisi wajah. Rambut Jevi sengaja dicepol asal. Membuatnya terlihat lebih santai, tidak segugup degupan jantung di dalamnya.

Saat ia keluar dari kamarnya, ia bisa melihat tubuh tinggi Kean yang sedang berdiri di balkon ujung. Dengan langkah yang sangat pelan untuk memperlama bertemunya mereka. Jevi menuju ke arah Kean. Tangannya sedikit gemetar di balik saku baju tidurnya.

Lalu setelah sampai di balkon. Jevi berdehem sedikit. Mengkode Kean jika dirinya sudah berada di sana.

Tetapi, Kean tidak langsung membalikan tubuhnya atau menoleh. Cowok itu masih memunggunginya.

Dengan perasaan yang entah Jevi sendiri tidak mengerti, ia beranikan diri untuk melangkah lebih dekat, lalu berdiri di sebelah Kean yang masih menatap lurus ke depan.

Suasana semakin canggung rasanya, udara malam yang semakin dingin membuat Jeviza mengepalkan tanganya di balik saku baju tidur miliknya. Lalu menghela napas cukup dalam, sebelum ia kumpulkan keberanian untuk memulai obrolan.

"Apa, kabar?"

Jevi terpaku. Kean lebih dulu memulai obrolan dan topiknya jauh dari tujuan bertemunya mereka saat ini.

Meski sempat terdistract, pada akhirnya Jevi menjawab kalimat singkat dari Kean tersebut, kalimat yang mampu mewakili semua rasa penasaran cowok itu.

"Ba-baik, lo-gimana, ka?"

Lagu-lagi tindakan Jevi pada dirinya sendiri tidak ia sadari. Kali ini, Jevi menggigit bibir dalam bagian bawahnya.

Tidak langsung menjawab, Kean terdengar menghela napas dengan cukup dalam. Lalu menoleh pada Jevi yang mendadak mematung karena diperhatikan oleh Kean.

Jevi memang masih menatap lurus ke depan, tetapi bukan berati ia tidak sadar dengan tatapan mata Kean padanya saat ini.

Rasa canggung dan gugup semakin melingkupi Jeviza, udara dingin semakin menipiskan oksigen yang masuk pada paru-parunya. Rasanya berdua bersama Keandra, tidak baik untuk kesehatan tubuhnya. Terbukti dari dada Jevi yang terus berdegup sangat kencang, seakan setiap kata yang akan keluar dari Keandra vonis hukuman untuknya.

"Tidak begitu baik," balas Kean menatap wajah Jeviza dari samping, lalu tersenyum sangat tipis sebelum akhirnya kembali menatap lurus ke depan.

Jeviza memainkan jemarinya di dalam saku. Ia sangat paham dengan maksud jawaban Kean padanya.

"Gue, mau minta maaf, gue nggak tahu kalau itu helm kesayangan, lo." Ada jeda pada kalimat yang Jeviza katakan, ia kembali meremas jemarinya di dalam saku. Lalu menghela napas sangat dalam. "Gu-gue, akan ganti helm lo yang udah gue jatuhi, sekali lagi maaf, ka. Gue nggak sengaja."

Jeviza bingung sendiri karena tidak kunjung mendapat respon dari Kean. Cowok tinggi di sampingnya itu masih tampak tenang.

"Kalau gitu, gue balik ke kamar dulu," pamit Jeviza pada akhirnya.

Ia tidak ingin berlama-lama hanya berdua bersama dengan Kean, menurutnya sudah cukup dengan meminta maaf dan mengutarakan maksud untuk bertanggung jawab. Tetapi belum sampai masuk ke dalam, masih di ambang pintu balkon. Suara Kean akhirnya mengudara, menembus langsung pada jantung Jeviza yang makin gila-gilaan berdetak di dalam sana. Membuat tubuh Jevi yang tadinya kaku langsung melemas begitu saja, seakan tulang-tulang di tubuhnya terlepas hanya dengan mendengar ucapan Kean berikutnya.

Topik yang sebenarnya sangat Jeviza hindari.

"Gue udah maafin lo, dan lo nggak perlu ganti helm itu, gue mau minta penjelasan lo untuk 2 tahun lalu."

1
Mei TResna Rahmatika
jeje buruu keandra nya di gaet 🤣
deeRa
Duhh, Ken fist nights nanti gimana ya Ama si jepii 😆
deeRa: 🤭🤭😄😆🤣
total 3 replies
It's me💓💓
k riria kpn romantis" sannya lma bgt dh
Riria Raffasya Alfharizqi: ya gimana ya kak, ini kan permantanan bukan percintaan hihi.. sabarrr duluu
total 1 replies
deeRa
Kapus, kita nyeblak yukk.. /Grin/
Riria Raffasya Alfharizqi: sambil ngegosip ye?
total 1 replies
Dian Rahmawati
masih saling cinta
Riria Raffasya Alfharizqi: keknya iya deh ka
total 1 replies
deeRa
Akun ku baru bisa dibuka lg🤭
bomloppp deh😍
Nikita
🧡
uwong
kalo menurutku,fotonya yang ada tulisan seatap dengan mantan itu bagus yang kemarin itu deh kalo yang sekarang itu kek norak gitu maap ya tapi ini cuma menurutku aja thor🙏
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
takut sma si zemi,, takut pria brkacamata kek di film" yg apasih namanya.. obses , dia kek pngen apa" yg dimiliki kean
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  : iyaa kaann😫
total 2 replies
Nikita
bang ke ayo tembak jepizza dong
Riria Raffasya Alfharizqi: tembak kamu aja, mau ngga?
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
udah bab 35 mereka masih diem" bae pdhl masih cinta,gue jorogin lama" berdua biar pada ngaku🤣
It's me💓💓: udh sebulan lbih diem diem nya😂😂
total 2 replies
dwi alfiah
ayo dong balikan
dwi alfiah: gemes aja kak ri
total 2 replies
Nikita
😘
Riria Raffasya Alfharizqi: hehehe
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pengen cium jeviza
Riria Raffasya Alfharizqi: masa si ka? hee
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
nafsu...nafsu...
tahan ke,,, tahan!!!
Riria Raffasya Alfharizqi: bilangin tu ka ke keandrul
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pergi lagi nih
Lestary Tri
kak riri aku tampung dulu ya . tak baca nek nanti udah bnyak bab . .pasti slalu wow ceritanya . love u kak .
Nikita
eits tunggu🎶 tunggu🎶 tunggu🎶 Daleman ? 🤭
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
hehh🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
Nita Nita
😄😄😄🤣🤣🤣🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!