NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Sang Presdir

Gairah Cinta Sang Presdir

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:40.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Dikhianati sang kekasih dan melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita yang dia cintai tengah bercinta dengan pria yang tak lain sahabatnya sendiri membuat Mikhail Abercio merasa gagal menjadi laki-laki. Sakit, dendam dan kekacauan dalam batinnya membuat pribadi Mikhail Abercio berubah 180 derajat bahkan sang Mama sudah angkat tangan.

Hingga, semua berubah ketika takdir mempertemukannya dengan gadis belia yang merupakan mahasiswi magang di kantornya. Valenzia Arthaneda, gadis cantik yang baru merasakan sakitnya menjadi dewasa tak punya pilihan lain ketika Mikhail menuntutnya ganti rugi hanya karena hal sepele.

"1 Miliar atau tidur denganku? Kau punya waktu dua hari untuk berpikir." -Mikhail Abercio

----

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama konten penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 - Pulang (Terpaksa)

Mikhail tidak pernah bercanda dengan ucapannya, dan jika dia mengingingkan segala sesuatu maka harus dia dapatkan saat itu juga. Tujuan awal dia datang memang hanya untuk memastikan, akan tetapi nalurinya berkata lain.

Tidak tahu tempat dan tak peduli keadaan. Zia memalingkan muka dan memilih diam ketika di perjalanan pulang. Meski tak sekasar itu tetap saja cara Mikhail membuatnya kaget.

Belum begitu larut dan jam kerjanya belum selesai, mungkin besok akan banyak pertanyaan yang datang padanya lantaran menghilang saat dia masih benar-benar dibutuhkan.

Mikhail bukan hanya menghukumnya tiba-tiba melainkan menyeretnya pulang dengan paksa. Bajunya sengaja Mikhail robek hingga terpaksa dia pulang dengan jaket pria itu malam ini.

"Tunggu, aku antar," ucap Mikhail menahan pergerakan tangan Zia. Mobil baru saja berhenti dan dia sudah cepat-cepat melepas seatbelt.

"Tidak perlu, bisa sendiri," jawabnya ketus dan menepis tangan Mikhail.

Pria itu menghela napas pelan, nampaknya Zia benar-benar marah. Meski Zia sudah menolaknya mentah-mentah dia tetap turun dan mengikuti langkah Zia yang dipaksakan cepat padahal nyatanya tidak bisa.

"Kenapa masih ikut? Aku bilang bilang bisa sendiri."

Pemilik mata bulat itu menghentikkan langkahnya, menatap sebal Mikhail yang kini berada di belakangnya dengan jarak yang tak begitu jauh. Tatapan matanya berbeda, bukan penuh gairrah ataupun amarah seperti sebelemnya, melainkan kekhawatiran.

"Sakit?" tanya Mikhail justru membahas hal lain, sejak tadi tatapannya hanya fokus pada langkah Zia yang terlihat berbeda.

Enggan menjawab, mau bagaimana dia jelaskan. Sebagai pelaku, harusnya Mikhail sadar apa yang dia perbuat pada gadis belia itu. Dia masih terlalu muda untuk mengimbangi Mikhail, dan jelas tidak akan bisa semudah itu dia terbiasa karena sebelumnya Zia tak pernah melakukan hal gila sedikitpun.

"Tidak menjawab berarti iya," ungkapnya kemudian tanpa basa basi menggendong Zia ala bridal style.

"Saya bis...."

"Bisa sendiri? Iya paham kamu memang bisa sendiri, tapi sakit! Iya kan?" Dia bertanya seraya menatap wajah Zia yang memerah. Dugaannya benar dan kini dia benar-benar memilih diam.

Sedikit ragu, namun tangannya menuruti kata hati dan melingkar di leher Mikhail. Bukan karena apa-apa, jangan pernah bicara tentang cinta karena saat ini hatinya masih dipenuhi amarah. Valenzia spontan melakukan itu karena takut jatuh dan akan tidak lucu jika tulang ekornya rusak malam ini.

Sementara di lain hati, Mikhail merasa Zia memang mengingikannya. Pria itu menarik sudut bibir dan mulai melangkah begitu pelan, sengaja mengulur waktu dan Zia dalam gendongannya mungkin tengah mengumpat dalam hati.

"Bapak bisa cepet sedikit? Kapan sampenya kalau begini?"

Pada akhirnya pertanyaan itu terdengar juga di telinga Mikhail, pria itu terkekeh kala melihat betapa kesalnya wajah Zia saat ini.

"Tidak bisa, kan kamu tau sendiri aku tidak terbiasa jalan kaki ... apalagi menanjak begini, lututku rasanya hampir lepas."

Entah bagian mana yang pura-pura, jika memang Mikhail tidak terbiasa jalan kaki kenapa nekat menggendongnya. Akan tetapi lelahnya Mikhail tadi siang juga menjelaskan kalau dia tidak berbohong.

"Kalau begitu turunkan...."

"Mau kuantar pulang ke kos temanmu atau malam ini tidur bersamaku?" tanya Mikhail menghentikan langkahnya dan dia sengaja memberikan Zia dua pilihan itu karena memang mulutnya tidak bisa diam.

"Pulang," jawabnya cepat seraya mendelik tak suka, ucapan Mikhail benar-benar lebih mengerikan daripada tagihan pinjaman online.

"Jangan banyak bicara lagi kalau tidak mau kubawa pulang," tutur Mikhail berhasil membuat Zia susah payah menelan salivanya, dia sudah beranjak dewasa dan ucapan Mikhail masih berhasil membuat Zia takut layaknya bocah.

Jika tadi siang dia tak hentinya mengeluh, malam ini Mikhail tak memperlihatkan dia lelah ataupun mengutuk lingkungan tempat tinggal Zia. Meski memang langkahnya sedikit lambat, akan tetapi itu adalah sebuah kesengajaan karena ingin berlama-lama memeluk tubuh Zia sebenarnya.

"Makan yang bergizi, Zia, kamu terlalu kurus."

"Bapak jangan body shamming ya, udah dua kali bilang saya kurus ... kurus-kurus begini juga Bapak naf*su sama saya!!"

Mulai berani, Zia mengutarakan kekesalannya kali ini. Sungguh, dia sangat tidak suka seseorang membahas kekurangan fisiknya.

"Hahahaha, mulutmu."

Jawaban asal Zia membuatnya tergelak, dia tidak bermaksud menghina akan tetapi Zia menganggap kepedulian Mikhail sebagai celaan.

"Sshhuutt!! Jangan keras-keras!! Ibu kosnya galak dibilangin, nanti yang diusir bukan cuma Bapak, tapi saya!"

Sedikit heran juga kenapa pria itu tak punya rasa malu dan tertawa sesukanya. Valenzia sejak tadi was-was ada yang melihatnya, sementara Mikhail seakan sengaja memancing perhatian orang.

"Bagus dong, kita tinggal berdua saja bagaimana?" tanya Mikhail menatap jauh tanpa arah kemudian melanjutkan langkahnya.

"Bapak jangan ngaco deh," tuturnya menatap sekeliling, mereka hampir sampai dan takut sekali jika Erika belum tidur kemudian melihat kelakuannya.

Mikhail belum berlalu, dia menunggu Zia membuka pintu dengan hati-hati seolah takut ada orang lain yang terganggu.

"Bapak ngapain masih nunggu? Pulang kan udah malem," ucap Zia pelan-pelan. "Oh atau mau jaketnya sekarang ya? Bentar-bentar," sambung Zia kemudian baru.

"Tidak, aku hanya ingin melihatmu masuk ... jaketnya simpan saja," ujar Mikhail usai mengulas senyum halus.

Zia sejenak tertegun, berusaha memahami situasi untuk beberapa saat. Siapa sebenarnya yang kini dia lihat, beberapa waktu lalu memaksa layaknya pria yang kesetanan. Dan kini sosok itu hilang dan terganti dengan tatapan teduh dan senyum menenangkan.

"Istirahat yang cukup, jangan paksakan kemana-mana jika masih sakit." Baik sekali bukan? Dia lupa yang membuat Zia tersiksa adalah dirinya sendiri.

"Zia?!! Kamu sudah pulang?" teriak seseorang dari dalam dan bisa dipastikan itu Erika, si paling banyak tanya.

"I-iya!! Kamu belum tidur?"

"Aku kekunci di kamar mandi!! Bukain dong tolong!!"

"Hah?!!"

Tbc

Hari ini beneran tiga!!✨ Doain MT baik-baik saja ya.

Siang ini, author bawa rekomendasi novel buat dibaca sementara Zia up🤗

1
apajalah
/Doge//Doge//Ok//Doge//Doge/
apajalah
😊🍂🍃🍁🍁😊🍃🍃🍂🍃🍂
Marina Tarigan
jodoh sdh fitentukan s yakiel kita tuku yg kanan tapi jatuhnya kiri gimana jidan mereka saling mencintai dan saling menjaga toh pisah juga fatang predir brutal jadi deh itulah jodoh doakan rmh tgga kakakmu harmonis selamanya
Marina Tarigan
biarkan saja nanti keluarga zia sendiri yg malu
Marina Tarigan
presdir Mikhail ini kok aneh ya tak sabaran sih ayah ibumu juga behitu ya turunan datah senang juga rupanya pak bos sangat mencintai zia kita pikir dulu hanya pelampiasan mknya awal2 kits marah lihat kelakuan kamu mikhail
Marina Tarigan
sifat ayah ibu turu ke anaknya Mikhail jgn bikin takut Zia ayah lihat anakmu hancur ber keping2 karena ditinggalkan Zia Zia tdk salah anakmu memaksa dgn kekuasaanya pd zia gadis cantik dan pintat itu
Marina Tarigan
syukur kalian. sdh bertemu dgn perjuangan yg sangat berat
Marina Tarigan
datang lagi ma tan sdgkan pikoran masih sm zia mikhail makin kesal
Marina Tarigan
gi.ana zia gak pergi jauh sdh 1 minghu mikail gak ada dia telpon xia wa juga tak ada terus xja sdg rapuh baru dia putuskan dgn zidan foa perhi katena tahu diri otu terjadi karena ke egoismu mikayl
Marina Tarigan
nukan Briam yg melihat yg perbaoki ponsel itu buka utk cek hidup atau tdk
Marina Tarigan
zia sdh putus sm zidan bertanggung lah bos kamu sdh merusak anah gafis orang dgn paksa
Marina Tarigan
walaupun berat itu jln terbaik zia memang akibatnya sm jidan bisa dia benci sm wanita sm kayak mikyl yg awalnya dihianati pacarnya akhirnya jahat sm wanita
Marina Tarigan
mikahi Zia bos jgn kau lobangi tdrus kek pelacur
Marina Tarigan
zia lepaskan zidan kamu sdh menghianati zedan walaupun terpaksa kamu tak ubahnya kaca pecah rongsokan yg tdk bisa diperbaiki lagi kamu sekarang penghianat walaupun terpaksa
Marina Tarigan
syakil karena kamu sdh dewasa kamu nonton gilm drwada kakakmi marah kan smp berantem tapi kskakmu lenih dari biadap merusak anak gadis yg miskin dgn kekuasaannya xia tdk memikirkan bagaimana nasip Zia kedepannya jadi rongsokan yg menjijikkan anak orang miskin dia tekan dgn kekuasaanya itu namanya SEzTAzN
Marina Tarigan
kan ada pa armi zidan otu minta pendapatnya bagaimana menanghilangi masallah itu tapi juga cerita ya suka2 uh buat
Ellya Muchdiana
Mikhail kan abis kecelakaan selama 5 bulan baru sembuh, lanfsung nyari Zia sampai ke Amrik, terus kalo Jenny hamil, siapa yg menghamili dia
Cipika Cipiki
ga sopan banget , ga bisa jaga privasi orang , walau seakrab apapun tetep salah kalo sampe nyamperin kamar pria beristri
Cipika Cipiki
astaga jadi lieur ku typo nama 😄😄
Cipika Cipiki
perasaan di part atas Aleena ini putrinya Adrian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!