NovelToon NovelToon
My Hot Baby

My Hot Baby

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Badboy / Cintamanis / Tamat
Popularitas:31.2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Miracle

Zareena sungguh tidak menyangka jika kedatangannya ke rumah sang kakak malah bertemu sosok pria menyebalkan bernama Tristan. Lebih parahnya lagi, saudaranya malah menitipkan dirinya kepada pria itu. Lantas, apa yang terjadi? Tristan yang merupakan casanova dan Zareena yang ingin melepaskan kegadisannya. Siapa di antara mereka yang akan takluk lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Valdo Melarang

Valdo meletakkan begitu saja kotak berisi cokelat berpita pink pemberian dari Zareena untuk Tristan di meja. Seraya memandang penuh curiga sahabatnya yang juga heran atas kedatangan pria itu tiba-tiba.

"Cokelat untukmu," kata Valdo.

"Wow! Ada acara manis sampai kau memberiku cokelat?" tanya Tristan.

"Cokelat dari Zareena. Dia memintaku datang pagi-pagi ke rumah demi menitipkan makanan ini untukmu."

Tristan bergumam, tidak menduga jika Zareena mengirimkan cokelat manis untuknya, tetapi di lain sisi ia akan mendapat masalah kali ini. Raut wajah Valdo berbeda dari biasanya, dan Tristan yakin ini mengenai hubungannya bersama Zareena.

"Kalian berdansa bersama setelah itu menghilang," kata Valdo.

Sudah Tristan tebak, tetapi ia tidak tahu jika Valdo melihatnya berdansa bersama Zareena. "Aku hanya berdansa saja. Apa itu saja tidak boleh?"

"Kau membawa adikku pergi," ucap Valdo.

Untuk ini Tristan salut pada Valdo yang bisa memperhatikan dirinya menyelinap. Tristan juga acungkan jempol pada sahabatnya itu karena telah menjadi kakak terbaik untuk Zareena.

"Kami hanya berbincang sebentar," kata Tristan.

"Kau suka pada adikku?"

Suka? Lebih kepada menginginkan Zareena di bawah tubuhnya. Dalam arti hanya demi menaklukan wanita itu, Tristan akan menyukainya.

"Menyukai si pemarah itu? Yang benar saja," kata Tristan.

"Dia memberimu cokelat dan menitipkan permintaan maaf padamu."

"Adikmu rupanya tau juga meminta maaf. Dia menyebutku pria bekas. Dia melukai harga diriku. Zareena bahkan mengatakan aku tidak selevel dirinya," ungkap Tritan.

"Apa pun itu, jauhi adikku, Tristan. Jangan mencari masalah kepadanya dan jangan jatuh cinta padanya," kata Valdo.

Tristan sedikit kaget mendengarnya. Ia tertegun menatap Valdo. Sejurus kemudian ia tertawa sumbang.

"Kau kemari hanya ingin mengatakan ini? Apa kau menganggapku tidak selevel dengan adikmu?" tanya Tristan.

"Justru karena aku tau dirimu, makanya aku tidak ingin kalian dekat."

Tristan menggigit bibirnya. Menatap Valdo dengan rasa tidak percaya jika ia dianggap tidak selevel dengan wanita bernama Zareena Calmington.

"Maksudku bukan begitu," ralat Valdo buru-buru. "Aku tau kau tidak ingin menikah."

"Lantas, aku tidak boleh bersama adikmu?"

"Adikku itu sedikit konservatif. Impiannya hanya ingin menjadi seorang istri dan memiliki anak bersama suami yang mencintainya. Dia tidak cocok untuk seorang pemain, seperti kita," tutur Valdo.

Ingin sekali Tristan mengatakan jika Zareena tidak sepolos yang Valdo kira. Zareena begitu menggoda, membuat Tristan tidak bisa berbuat apa-apa karena membayang wanita itu. Zareena berbahaya untuk seorang Tristan.

Kalimat terakhir, Tristan setuju pada Valdo. Mereka memang tidak cocok sebagai sepasang suami istri. Namun, ada satu yang ingin Tristan sampaikan, tetapi hanya bisa tercetus dalam pikirannya, yaitu Zareena sangat cocok sebagai teman tidurnya.

"Kau sama saja menyindirku," ucap Tristan.

"Aku membicarakan kita berdua. Kesamaan kita adalah sama-sama pria bekas," Valdo berkata seraya tertawa.

"Jangan lupa kalau kau bertunangan dengan Belva. Apa dia juga wanita bekas?"

Valdo terkesiap mendengar itu. "Jangan membahasnya. Aku belum menidurinya. Tapi bukan berarti aku mengizinkanmu dekat dengan adikku."

"Itu tidak akan terjadi," jawab Tristan akhirnya.

Valdo melihat jam tangan di pergelangannya. "Aku harus pergi. Oh, ya, habiskan cokelat itu. Zareena khusus membuatkannya untukmu."

"Terima kasih aku ucapkan pada adikmu itu," sahut Tristan.

"Kau bisa mengatakannya langsung."

"Kau sendiri bilang aku tidak boleh dekat dengannya." Tristan kesal sendiri jadinya.

"Aku bilang jangan mengajak adikku tidur denganmu," kata Valdo. "Aku akan kirim nomor ponsel Zareena. Kau telepon dia."

Tristan mengangguk. "Oke, aku akan meneleponnya."

Kesempatan bagus yang diberikan Valdo. Mana mungkin Tristan menolaknya. Peluang baginya untuk membalas ulah Zareena di pesta semalam.

Bersambung

1
Marhaban ya Nur17
miles ama Colin wkkwkw
Marhaban ya Nur17
Brian ama miles cucok kaya nya wkwkw
Marhaban ya Nur17
ok miles 🤭🤭🤭🤭
Marhaban ya Nur17
salah target wkwwk
Marhaban ya Nur17
miles 🤣🤣🤣🤣
Marhaban ya Nur17
g bakal mau lah jd adik mah
Marhaban ya Nur17
korban lagi se Brian wkwwkk
Marhaban ya Nur17
jail y Brian 😄
Marhaban ya Nur17
kaya film dramanya Hollywood ini wkkwkwkk yg jd tristanya brad Pitt trs jd zareenanya drew barimor or Sandra bulok
Marhaban ya Nur17
yg Oon neh Tristan wkwwkk
Marhaban ya Nur17
tuh yg gw suka ama zareena 👏👏👏
Marhaban ya Nur17
keren pendiriannya dan tegas klo menurut gw
Marhaban ya Nur17
video
Marhaban ya Nur17
korban neh se chris
Marhaban ya Nur17
Tristan kan mau enaknya doank wkkwkkw y g mau lah se cewek
Marhaban ya Nur17
yg bermasalah se Tristan se klo menurut gw
Marhaban ya Nur17
manusiawi se klo menurut gw zareena 👏👏👏
Marhaban ya Nur17
liarnya zareena mungkin krn Tristan y tp bener se yg namanya cewek butuh setatus
Marhaban ya Nur17
visualnya ok
Marhaban ya Nur17
nakal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!