Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Sejujurnya Siho juga bingung dan tidak pernah mengira kalau akan ada hari ini, Zavier tak kembali ke mansion entah apa penyebab yang sebenarnya.
Biasanya meksipun sangat sibuk dirinya selalu meluangkan waktu untuk kembali ke mansion dan tidak pernah tidur di luar karena tidak nyaman.
Namun Siho tak ingin membuat khawatir sang kakek, ia memutuskan untuk mencari tau sendiri alasan sepupu nya itu jadi tidak kembali ke mansion.
Namun Siho juga seorang dokter yang tanggung jawab nya sangat lah banyak, dia selalu gagal fokus karena di hubungi para suster untuk kembali ke rumah sakit karena ada paisen yang membutuhkan pertolongan dari nya.
Ia bahkan beberapa kali gagal menuju perusahaan untuk mengetahui apa yang di lakukan Zavier sehingga tidak kembali ke mansion.
"Kakek sebaiknya istirahat dulu ya, aku akan keluar sebentar," mata Siho kepada sang Kakek.
"Iya, pergilah, aku tidak apa-apa, terimakasih banyak Siho," ujar sang kakek sambil memegang tangan Siho.
Siho tersenyum sekilas dan kemudian meningalkan kamar kakek nya, ia kemudian mengutus pelayan untuk menjaga sang kakek selama dirinya tak ada di mansion.
Sementara itu di sisi lain.
"Tuan muda, ini adalah foto yang anda minta," kata Glen sambil mengeluarkan sebuah amplop kecil berwarna putih.
Zavier menerima amplop tersebut dan kemudian membuka nya, ada dua lembar foto di mana Samuel dan juga Tara sedang makan bersama dan juga mereka berada di dalam butik gaun pengantin.
"Aku rasa ini sudah cukup untuk membuat nya percaya," kata Zavier tersenyum miring.
Zavier pun melangkah kan kaki nya untuk pergi ke kamar Sofia, dia mengabaikan Glen yang menatap nya sambil geleng-geleng kepala.
"Tuan muda kalau sudah mau itu ya harus itu," kata Glen dalam hatinya.
Sebenarnya Glen kasihan dengan Sofia yang harus mengetahui berita pahit lagu dan lagi, namun siapa yang bisa melawan boss nya itu.
Di dalam sebuah kamar yang ukurannya tak terlalu luas, seorang gadis meringkuk di pojok kamar sambil memeluk kedua lututnya, rambut nya acak-acakan tidak terurus sama sekali.
Kriiiiit ...
Terdengar suara pintu yang terbuka.
Sofia mendongak kan wajah nya, melihat Zavier yang masuk ke dalam kamar nya dengan tatapan kebencian.
"Mau apa kau?" tanya Sofia dengan tatapan tajam.
"Bisa-bisa nya kau menatap wajah penyelamat mu dengan tatapan semenyebalkan itu," ujar Zavier yang kini membungkuk dan berjongkok di hadapan Sofia.
"Jangan mendekat," kata Sofia terus memeluk kedua lututnya.
"Aku tidak akan memaksa mu lagi nona Sofia," ujar Zavier sambil tersenyum miring.
"Apa maksud mu? Kau akan melepaskan ku?" tanya Sofia penuh harapan.
"Oh, tentu saja tidak, aku ke sini bukan untuk memaksa mu, tapi untuk memberikan mu sesuatu," Zavier mengeluarkan dua lembar foto tersebut dan meletakkan nya di hadapan Sofia.
Seketika mata Sofia membulat, dia sangat merindukan sosok yang ada di dalam foto tersebut, namun setelah memeprhatikan dengan benar rasa itu berubah menjadi rasa penasaran dan pikiran nya saat ini di penuhi tanda tanya.
"Kak Samuel," kata Sofia sambil merampas foto tersebut dari Zavier.
"Hm," Zavier membiarkan Sofia menatap foto tersebut.
"Setelah kau tidak ada, seperti nya mereka melakukan pertukaran mempelai wanita, iya kan?" Kata Zavier lagi.
"Kak Samuel, mengapa dia bersama dengan Tara? Apa yang mereka lakukan? Ini kan butik gaun pengantin peninggalan mama, kenapa mereka berdua ke sana? Dan ini? Ini restoran favorit ku, kenapa mereka ada di tempat ini berdua?" tanya Sofia dengan tangan yang gemetar namun mata nya tidak pernah berhenti untuk menatap foto tersebut.
"Nona Sofia Diana Amores, kasian sekali kau, laki-laki yang kau anggap akan menyelamatkan mu, ternyata malah bekerja sama dengan kelaurga tiri mu untuk melenyapkan mu, dan mereka juga sudah lama punya hubungan gelap bersama, kau tau di saat papa mu meningal? Kau pikir kenapa dua orang itu tidak ada? Mereka sedang berada di hotel bersama," kata Zavier yang memang sudah mengetahui informasi tersebut.
Deg ...
Seketika detak jantung Sofia berhenti sejenak, dia tidak pernah menyangka kalau akan ada hari seperti ini dalam hidup nya. Jantung nya terasa akan berhenti berdetak ketika mendengar ucapan Zavier, bagaimana mungkin orang sebaik Samuel akan melakukan hal ini.
"Tidak, ini tidak mungkin," jawab Sofia dengan bibir bergetar.
"Kau sudah melihat buktinya, kau juga seharusnya tau, di saat papa mu meningal mereka tidak ada, itu karena mereka bersenang-senang bersama, dan saat ini pun sepuluh hari lagi, mereka akan segera menikah, kelaurga tiri mu sudah sengaja menjual mu ke tuan Ex untuk menyingkirkan mu, karena Rusita ingin Tara menikah dengan Samuel, begitu juga dengan mereka berdua yang saling mencintai, apa kau mau aku mengumpulkan bukti lain?" tanya Zavier lagi.
"Tidak! Tidak! Ini tidak mungkin! Tidaaaaaaak!" ucap Sofia memegang kepala nya, dia hampir gila memikirkan semua ini.
Air mata mulai mengalir deras dari kedua mata Sofia, ia menjambak rambut nya sendiri dey kuat rasa sakit yang ada di hati nya benar-benar menyiksa.
Sungguh malang sekali nasip Sofia yang saat ini baru berusia dua puluh tahun, dia yang usianya masih terbilang sangat muda sudah menjadi seorang yatim piatu, kekayaan nya di rebut mama dan adik tirinya, tidak hanya itu tuanangan nya pun telah mengkhianatinya dengan sang adik tiri.
"Kenapa? Kenapa dunia benar-benar tidak pernah memihak kepada ku? Kenapa semua orang begitu jahat? Kenapa mereka mengkhianati aku? Kenapa? Kenapa aku harus hidup! Aku lebih baik mati saja? Aku sudah tidak kuat! Semuanya penghianat!" jerit Sofia yang kemudian bangkit lalu berjalan menuju jendela kamar nya.
Zavier yang melihat itu seketika khawatir kalau Sofia akan melukai diri sendiri, ia segera menangkap Sofia dan menahan tangan gadis itu yang hendak meraih pisau buah yang ada di meja bawah jendela kamar tersebut.
"Bodoh, apa yang akan kau lakukan?" ucap Zavier sambil memegang kedua tangan Sofia.
"Lepas! Lepaskan aku, aku mau mati! Aku ingin bertemu papa dan mama ku! Tidak ada gunanya aku hidup sekarang, mereka semuanya biadab! Mereka menghianati ku! Apa salahku? Apa salahku!?" jerit Sofia sambil memberontak.
"Cukup, kau tidak bersalah mereka lah yang jahat, namun kau tidak harus sebodoh ini, jika kau langsung memilih untuk bunuh diri dan mati mereka akan tambah bahagia," kata Zavier mulai mengucapkan kata-kata yang akan mengubah Sofia untuk selamanya.
"Apa maksud mu?" tanya Sofia lagi.
"Dengar kan aku, kau adalah nona muda yang sesungguhnya, dan saat ini mereka hidup dengan harta kekayaan milik papa dan mama mu yang seharusnya menjadi milik mu, tidak kah kau ingin merebut nya dari mereka? Tidak kah kau ingin membalas dendam terhadap perbuatan mereka kepada mu?" tanya Zavier dengan suara halus.
Seketika Sofia terdiam dengan ucapan Zavier, dia mulai mencerna ucapan tersebut dengan baik.
Bersambung ....