NovelToon NovelToon
Rapat Dadakan Menuju Pelaminan

Rapat Dadakan Menuju Pelaminan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Komedi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Mi

Rania Azarina Seorang manajer Brand Strategy di perusahaan ternama, ia sudah bekerja mati-matian demi kursi Direktur Regional. Sayangnya, tepat ketika garis finis sudah di depan mata, direksi mengumumkan syarat paling absurd dalam sejarah perusahaan: kandidat direktur harus memiliki kehidupan pribadi yang stabil—alias sudah menikah.
Masalahnya, Rania masih lajang.
Lebih parah lagi, pesaing terbesarnya adalah Gavin Mahendra—manajer Creative Campaign yang menyebalkan, terlalu santai, dan punya bakat alami membuat tekanan darahnya naik hanya dengan satu senyuman tengil.
Ketika keduanya sama-sama terancam kehilangan peluang promosi
sebuah ide nekat muncul, menikah kontrak.
Kesepakatannya sederhana. Menikah selama enam bulan, lalu bercerai setelah salah satu mendapatkan jabatan impian.
Tapi Bagaimana jika pernikahan palsu ini justru melahirkan perasaan yang terlalu nyata untuk diakhiri?
⚠️⚠️⚠️
DILARANG KERAS PLAGIAT ATAU COPY PASTE JIKA TIDAK INGIN KENA DENDA KARNA PELANGGARAN HAK CIPTA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Mi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 15 Pagi Setelah Ciuman dan Kekacauan Internal

Pagi di apartemen Gavin Mahendra terasa… aneh.

Bukan karena cuaca.

Bukan karena mesin kopi rusak.

Bukan pula karena dunia tiba-tiba berubah.

Melainkan karena satu fakta sederhana:

Mereka sudah berciuman.

Dan sekarang, bahkan udara di apartemen terasa canggung.

Rania Azarina terbangun tepat pukul enam lewat dua belas menit.

Terlalu pagi.

Padahal biasanya alarm ketiga baru berhasil membangunkannya.

Namun pagi ini, otaknya terlalu sibuk.

Karena setiap kali memejamkan mata—

yang muncul justru wajah Gavin semalam.

Tatapan itu.

Sentuhan di pipinya.

Dan—

Sial.

Ciuman itu.

Rania langsung menarik selimut sampai menutupi wajah.

“Bodoh,” gumamnya ke bantal.

Kenapa ia membalas?

Kenapa?!

Dan yang lebih mengganggu—

kenapa rasanya masih terlalu jelas di ingatan?

Akhirnya ia memutuskan satu hal:

Hari ini semuanya harus normal.

Sangat normal.

Tidak ada pembahasan.

Tidak ada kecanggungan.

Tidak ada—

Begitu pintu kamar dibuka—

Rania berhenti mendadak.

Karena Gavin sudah ada di dapur.

Mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung.

Kopi hitam di tangan.

Tampak terlalu tampan untuk ukuran pukul enam pagi.

Pria itu menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

Lalu keduanya sama-sama mengalihkan pandangan terlalu cepat.

Bagus.

Sangat dewasa.

“Pagi,” sapa Gavin akhirnya.

Nada suaranya normal.

Terlalu normal.

“Pagi.”

Suara Rania jauh lebih kecil dari yang ia harapkan.

Tidak ada lagi yang bersuara.

Biasanya mereka sudah saling sindir di menit pertama.

Hari ini?

Tidak.

Canggung.

Parah.

Gavin berdeham kecil.

“Kopi?” Tawarnya.

“Hm.”

“Masih suka kopi hitam?”

Rania mengernyit.

“Sejak kapan kamu tahu?”

Gavin diam sepersekian detik.

“Sejak semalam.”

Oh.

Wajah Rania langsung panas.

“Ya.”

Jeda.

“Gula?”

“Terserah.”

Sunyi lagi.

Rania menerima cangkir tanpa berani menatap terlalu lama.

Tangan mereka bersentuhan.

Refleks keduanya sama-sama menarik diri.

Hening.

Lebih parah.

Akhirnya Rania mengembuskan napas frustrasi.

“Kenapa kita kayak orang habis melakukan tindak kriminal?”

Gavin nyaris tersedak kopi.

Sudut bibirnya bergerak.

Nyaris tersenyum.

“Tidak tahu.”

“Ini aneh.”

“Sedikit.”

“Sedikit?”

“Lumayan parah.”

Rania memijat pelipis.

Di tempat lain—

Investor Relations memang punya kebiasaan mengunggah dokumentasi acara perusahaan ke intranet internal sebelum jam kerja dimulai.

Salah satu foto terlihat terlalu bagus untuk diabaikan.

Gavin Mahendra memegang wajah istrinya.

Dan sedang menciumnya.

Dan seperti semua tragedi modern—

seseorang mengambil screenshot terlalu cepat.

Sampai ponsel Rania berbunyi keras.

TING! TING! TING!

Grup kantor.

DIVISI MARKETING WAR SURVIVOR

Nisa: BUUUUUUUUU

Tika: BU SAYA MINTA PENJELASAN SEKARANG

Seno: PAGI-PAGI SAYA DISERANG FOTO MESRA DIREKTUR

Rania mengernyit.

Apa?

Lalu—

sebuah foto muncul.

Dan jantungnya serasa berhenti sepersekian detik.

Foto dinner semalam.

Foto mereka—

Berciuman.

Sudutnya sempurna.

Sangat HD.

Sangat jelas memperlihatkan:

Gavin memegang wajahnya.

Dan mereka sedang berciuman.

Tidak ambigu.

Tidak bisa dijelaskan.

Tidak bisa disangkal.

Sangat mengkhianati kehidupan pribadi mereka.

Caption:

CEO Dinner Night — Power Couple of Jaya Media 💍🔥

Uploaded by: Investor Relations Team.

Rania membeku.

Nisa: BU KALIAN BENERAN CINLOK?!

Tika: KITA SEMUA PIKIR NIKAH CEPAT KARENA PANIK

Seno: TERNYATA PAK GAVIN ROMANTIS?!

Rania membeku.

Perlahan menoleh ke Gavin.

Pria itu sedang melihat ponselnya sendiri.

Ekspresinya tetap datar.

Namun—

ujung telinganya sedikit merah.

Oh Tuhan.

Dia juga lihat.

Kevin: HAHAHAHAHAHAHAHA

Kevin: BROOOOOO

Kevin: SATU GEDUNG TAU LO NGECIUM ISTRI LO KAYAK DRAMA KOREA

Gavin menutup mata sebentar.

“Kevin harus meninggal,” gumamnya.

Rania masih menatap layar.

Karena sekarang—

grup kantor lain mulai ramai.

Bahkan HR.

Bahkan Finance.

Bahkan orang-orang yang selama ini tidak pernah bicara.

Judul gosip pagi ini:

CIUMAN DIREKTUR PALING DINGIN DI PT JAYA MEDIA

Sial.

___

Kantor pukul delapan lewat tiga puluh menit.

Biasanya—

Rania adalah manusia paling fokus di lantai marketing.

Hari ini?

Tidak.

Karena sejak masuk lift—

semua orang tersenyum terlalu lebar.

“Pagi, Bu.”

“Nggak capek, Bu?”

“Pak Gavin romantis ya, Bu?”

Rania ingin resign.

Atau pindah negara.

Atau pura-pura meninggal.

Begitu masuk ruangannya—

Nisa langsung berdiri.

Mata berbinar seperti wartawan infotainment.

“BU.”

“Tidak.”

“Tapi—”

“Tidak.”

“Sekali aja—”

“Bonus kamu saya potong.”

Nisa langsung duduk.

“Kejam.”

Benar-benar pagi yang buruk.

___

Di sisi lain kantor—

Gavin sedang mengalami sesuatu yang sangat langka.

Tidak fokus kerja.

“Pak?”

Tidak menyahut.

“Pak Gavin?”

Masih diam.

“PAK.”

Gavin tersentak.

Menoleh.

Manager finance menatapnya bingung.

“…Maaf.”

“Kita sedang bahas budget regional.”

Gavin melihat layar presentasi.

Blank.

Total blank.

Karena pikirannya sedang tidak di ruang meeting.

Tapi ada di ballroom hotel.

Di satu momen kecil—

saat Rania membalas ciumannya.

Lalu di mobil.

Saat perempuan itu berkata:

“Itu cuma akting.”

Aneh.

Kenapa kalimat itu mengganggu sekali?

Kenapa rasanya—

tidak cukup?

Kevin yang duduk di ujung meja memperhatikan lama.

Lalu mengirim chat pribadi.

Kevin: Bro.

Kevin: Lo habis dicium apa kena santet?

Gavin: Diam.

Kevin: LO SENYUM SENDIRI BARUSAN

Gavin langsung berhenti bergerak.

Apa?

Dia senyum?

Mustahil.

Kevin: OH MY GOD LO BENERAN KENA

Gavin mematikan notifikasi.

Namun masalahnya—

Kevin benar.

Karena setiap beberapa menit—

tanpa sadar pikirannya kembali ke Rania.

Wajah gugupnya semalam.

Dan cara perempuan itu terlihat terlalu cantik saat panik.

Menyebalkan.

Sangat menyebalkan.

___

Masalah belum selesai.

Karena pukul sembilan lewat tiga belas menit—

Theo memanggil mereka.

Tentu saja.

Ruangan CEO terasa seperti ruang interogasi.

Theo Santoso duduk di balik meja besar.

Tatapan datarnya berpindah dari Gavin ke Rania.

Lalu ke layar tablet.

Lalu kembali lagi.

“Investor sangat puas.”

Tidak ada ucapan selamat pagi.

Tentu saja tidak.

Theo melanjutkan,

“Robert Lim bahkan mengirim email pukul lima pagi.”

Rania langsung curiga.

“Kenapa?”

Theo membaca layar.

“Quote: ‘They look genuinely in love.’”

Sunyi.

Rania ingin pindah negara.

Theo mengangkat kepala.

“Bagus.”

Jeda.

“Pertahankan.”

“Hah?”

Theo menatap mereka seperti mereka lambat memahami sesuatu.

“Chemistry.”

“Robert Lim mengundang kalian untuk 25th Wedding Anniversary Gala bulan depan.”

Theo menatap mereka datar.

“Jadi ya. Tetap terlihat saling jatuh cinta."

Rania berkedip.

“Pak, itu bukan sesuatu yang bisa dijadwalkan di kalender.”

“Saya tidak peduli.”

Mereka keluar dari ruangan CEO.

Rania melihat sesuatu yang mendadak membuat langkahnya berhenti.

Clarissa.

Mendekat ke arah Gavin.

Terlalu dekat.

Perempuan itu tertawa kecil sambil menyentuh lengan jas Gavin.

“You used to eat lunch with me every Thursday.”

Rania mengerutkan kening.

Clarissa tersenyum.

“Aku udah pesenin tempat favorit kita.”

Rania diam.

Tempat favorit.

Oh.

Jadi mereka memang sedekat itu dulu.

Bagus.

Sangat bagus.

Kenapa juga dia peduli?

Bukan urusannya.

Rania baru mau pergi—

Suara Gavin terdengar datar.

“Saya makan siang sama istri saya.”

Sunyi.

Clarissa berkedip.

Rania ikut membeku.

“…Apa?”

Gavin bahkan tidak mengangkat kepala dari tabletnya.

“Bukannya Pak Theo baru bilang kita harus terlihat jatuh cinta?”

Lalu untuk pertama kalinya pagi itu—

tatapan Gavin beralih ke Rania.

Tenang.

Namun terlalu langsung.

“Jam dua belas?”

1
Evi Yolanda
Thor susulan nya jng LM apa Thor dah gak sabar nunggu saling bucin
MayAyunda
keren kak 👍👍
Sahabat Oleng: Terimakasih kak 👍
total 1 replies
cynth
Ninggalin jejak 👣
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak
total 1 replies
MayAyunda
keren 👍👍
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak 😇
total 1 replies
Sahabat Oleng
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😄
Raihan
mampir juga di novel ku kelas arang nanti kita saling support 🙏
Azandis
Lanjut Thor
Azandis
Wkwkwk...
BDaska
Thor, banyakin update episode nya
Fabio
Lanjut thor
Sahabat Oleng: Siap 👍
total 1 replies
Evi Yolanda
ahhh udah lahhh Thor jd ky penagih utang .. bentar bentar intip dah up date blm
Fatan
Bagus ceritanya
Sahabat Oleng: Makasih kak 👍
total 1 replies
T28J
kak, kok tulisan yang ini beda sama yng sebelah ya 🙏
T28J: beda sama novel kakak yang satu lagi gaya tulisannya
total 2 replies
Evi Yolanda
seru dan buat penasaran setiap babnya
Sahabat Oleng: Makasih kakak 😍
total 1 replies
Raihan
halo kakak izin ayok mampir juga di novel ku "kelas arang"
Raihan
bagus cerita
Wawan
Hadir Rania 😍
cinta
Gavin dan Rania sama-sama lucu. 😂
Apalagi Mama Ratna dan Mama Ambar.
Ceritanya bikin penasara.
Sahabat Oleng: Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak 😘
total 1 replies
Susanti Santi
Cerita nya menarik
Sahabat Oleng: Terimakasih kakak 😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!