NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Bai Yueran

Wanqing yang telah sampai di depan perpustakaan sederhana di dalam komplek militer itu terkejut dengan betapa sepi dan tidak terawatnya bangunan itu. Ia pun langsung berinisiatif untuk membersihkan halaman depan bangunan sebesar rumah dinas miliknya yang disebut perpustakaan itu dengan hati-hati. Ia mulai dengan mencabuti beberapa rumput liar dibantu ajudan Han.

"Nyonya Muda, jadi Kita ke sini hanya untuk mencabuti rumput ya?" Tanyanya bingung. Wanqing tidak menggubris pertanyaannya.

"Kenapa sepertinya Nyonya Muda terlihat sangat marah dan berbeda dari sebelumnya?" Tanya ajudan Han lagi.

Wanqing masih terdiam, kini tangannya bergerak lebih cepat mencabuti rerumputan itu. Ia tidak sadar luka bekas pisau yang masih berdarah menembus perbannya itu terkena beberapa tanah dan lumpur dari sekitar rumput itu.

Ajudan Han yang mengamati itu pun bangkit dan berjalan masuk ke dalam perpustakaan, meninggalkan Wanqing yang masih terus giat mencabuti rumput liar.

"Nyonya Muda.." Ujar Ajudan Han sembari menepuk punggung Wanqing yang masih berjongkok di atas tanah itu.

Karena tidak digubris oleh Wanqing, pria itu akhirnya menarik Wanqing secara perlahan untuk duduk di salah satu bangku depan halaman perpustakaan. "Duduk dulu lah."

Wanqing baru saja ingin protes ketika tangan kekar itu mulai membuka perban Wanqing perlahan dan dengan segera membersihkan lukanya yang masih menetes walau sudah tidak sebanyak awal tadi. Ia mulai perlahan menuangkan cairan antiseptik dan memberikan obat luka racikan tabib untuk sekitaran lukanya dan segera membalut luka Wanqing dengan perban barunya yang lebih tebal dan terikat rapih seperti berpita.

"Kau belajar membalut luka serapih ini darimana?" Tanya Wanqing bingung sekaligus takjub terhadap skill ajudan Han.

Ajudan Han tersenyum menampilkan lesung pipinya yang indah, "Saya ini ajudan militer loh." Ujarnya sembari membereskan kotak P3K. "Nyonya sebenarnya mau apa ke perpustakaan? Kenapa tiba-tiba mencabuti rumput sendirian? Kalau memang Nyonya ingin merapihkan halaman perpustakaan, Nyonya hanya tinggal bilang saja ke Saya dan akan Saya proses izinnya agar bisa meminta para prajurit kerja bakti untuk merapihkannya."

Wanqing menghela napas panjang. "Aku sebenarnya mau belajar dan mencari beberapa pengetahuan di sini, tapi ketika Aku melihat betapa hancurnya kondisi perpustakaan ini, Aku tidak bisa tinggal diam."

Ajudan Han mengangguk tanda mengerti. "Nyonya tenang saja, besok Kami akan berusaha kerja bakti untuk membersihkan halaman ini."

"Tidak perlu." Ujar Wanqing tiba-tiba.

Kedua alis ajudan Han mengernyit. "Aku mau menyelesaikan dan mengurus semua ini sendirian, biar Aku yang kerjakan saja, dan juga... Jangan panggil Aku Nyonya lagi, panggil namaku saja, Lu Wanqing." Ujarnya memperkenalkan diri lagi.

Ajudan Han mengangguk, "Baiklah kalau begitu Wan-Wan."

Wanqing senang mendengarnya. Mereka pun perlahan mulai mencabuti rerumputan itu lagi. Tak terasa hari sudah mulai gelap, beberapa rumput liar yang tumbuh di sekitar halaman depan dan belakang perpustakaan sudah habis sepenuhnya. Wanqing masih berjongkok mengukur tanah halaman ketika ia melihat Jenderal Lu, suaminya dengan wanita yang sangat ia benci, Bai Yueran berjalan hampir mendekati dirinya dan Ajudan Han yang masih sibuk mengukur tanah.

Bai Yueran sengaja berhenti di depan pagar gedung itu dan terkekeh pelan, "Jadi ini aktivitas bermanfaat seorang wanita yang telah menjadi istri itu? Istri seorang Jenderal?" Ujarnya mencemooh.

Ajudan Han bangkit dan ingin membalas perkataan wanita itu ketika lengan Wanqing menariknya. Wanqing bangkit dan menepuk kedua tangannya lalu tersenyum ramah, "Ah, Iya, Aku bersihkan beberapa rumput liar di halaman depan dan belakang agar bisa mulai menanam beberapa apotek hidup dan bunga indah yang bisa mengharumkan daerah sekitar. Semua kegiatan ini sangat bermanfaat dibandingkan hanya keliling keluar masuk markas militer dan menggangu suami orang, iya kan ajudan Han?"

Ajudan Han yang mendengar cibiran pedan Wanqing tertawa tertahan. Bai Yueran berjalan pergi dengan ketus dan di balik tubuhnya, ada Jenderal Lu Jingyuan yang menatap Wanqing penuh arti. "Kenapa?" Tanya Wanqing ketus.

Jenderal Lu menggeleng, "Kerja bagus." Komentarnya berjalan pergi.

Selama dua hari Wanqing sangat fokus mengurus halaman depan sampai mulai menanam beberapa tumbuhan herbal dan bunga dibantu para rekan prajurit yang secara suka rela memang mengorbankan waktu liburnya untuk berkebun bersama. Wanqing yang tidak perlu sampai turun tangan akhirnya memasakkan banyak makanan dan kue kue lezat untuk para prajurit, beberapa di antaranya sampai dengan nekad membantu pekerjaan itu ditengah jam kerjanya hanya demi dapat mencicipi makan siang buatan Wanqing yang rumor kelezatannya sampai ke seluruh markas.

Sore itu Wanqing akhirnya pulang dengan perasaan bahagia setelah seluruh proyeknya selesai, halaman, tembok, dan seluruh isi perpustakaan sudah selesai ia rapihkan dengan teliti. Setelah berterima kasih dengan Ajudan Han, Wanqing bertanya, "Suamiku sudah tidak pulang dua hari semenjak wanita itu datang, kemana sebenarnya mereka?"

Ajudan Han menggaruk tengkuknya, "Nona Bai meminta Tuan Jenderal untuk mengantarnya mengintai beberapa pos yang memang sudah dibangun di sekitar pinggiran Kota Fuzhou. Sepertinya mereka akan kembali sore atau malam ini Nyonya.. Eh Wan-Wan."

Wanqing mengangguk, "Yasudah, kalau Kau bertemu suamiku nanti, bilang istrinya ingin bicara."

Pintu rumah itu langsung ditutup dan Wanqing pergi bersih-bersih diri. Sampai malam tiba tapi masih belum ada kabar kehadiran suaminya, Wanqing yang sudah khusus memasakkan makan malam untuk mereka berdua masih menunggu di atas meja makan sambil sesekali berjalan melihat pergerakan di luar lewat jendela rumahnya.

Wanqing yang sepertinya sangat kelelahan tidak sadar tertidur di atas kursi meja makan dengan kepala yang ia biarkan tergeletak di atas meja. Suara deru mobil atau langkah tentara tidak terdengar, malam itu benar-benar sunyi.

Sampai tiba-tiba Wanqing mendengar sayup-sayup suara mobil memasuki pekarangan rumah dinasnya. Wanqing berdiri dan langsung berlari ke luar. Keluar dari mobil, Jenderal Lu Jingyuan tidak sendirian, Kapten Bai Yueran tersenyum melihat Wanqing.

"Selamat pagi, pagi-pagi sekali sudah bangun menyambut suamimu ya? Maaf ya Aku pinjam lama, pasti sepi ya tidur sendirian di sini sementara Aku selalu dalam dampingan suamimu?" Ujarnya masih dengan senyum sarkasnya.

Wanqing yang menyadari matahari mulai malu-malu terbit itu akhirnya tau bahwa ia sudah tertidur semalaman dan suaminya baru pulang subuh itu. Wanqing menatap sinis Bai Yueran.

"Nona Bai, Aku memaklumi pekerjaan suamiku sebatas hanya memang BEKERJA." Ujarnya menekankan kata Bekerja dan berjalan mendekat.

"Tolong ketahuilah posisimu yang hanya seorang bawahan dari suamiku, kerjakan pekerjaanmu dengan baik dan jangan berharap terus dibantu oleh suamiku, karena dia pun sudah punya banyak sekali tanggung jawab lainnya. Jika memang Anda kompeten dengan title yang Anda emban, seharusnya tanpa bantuan atau mengusik suami Saya, Anda mampu, iya kan?!" Ujarnya lagi.

Bai Yueran seperti tersentak kaget dengan kata-kata tajam Wanqing. Ia masih terdiam ketika Jenderal Lu akhirnya menggenggam lengan mungil Wanqing. "Ayo masuk." Ujarnya.

Wanqing melepas paksa genggaman itu, menatap suaminya yang memang terlihat lelah. "Nona Bai sepertinya sudah mendengar suami Saya, jadi silahkan tinggalkan kediaman Saya dan bekerja dengan benar. Saya masih memiliki hak seorang istri yang mampu melaporkan kelalaian bawahannya apalagi sampai menggangu rumah tangga kami. Permisi." Ujar Wanqing lagi lalu menarik suaminya masuk dan mengunci pintu rumah itu dengan kasar.

Bai Yueran yang masih berdiri di halaman dengan tampang terkejut itu tersenyum kecil, "Wanita kampung yang ingin menghancurkan hubunganku dengan Jingyuan?! Hah! Punya nyali juga."

Ia berbalik pergi dengan langkah penuh kekesalan meninggalkan kediaman dinas itu.

*BERSAMBUNG*

Huft kesel sendiri sama si Bai-Bai, padahal sesuai namanya ya, BYE BYE AJA SANAH!

Hehehe jangan lupa like, komen, dan vote yaa love uuu allll

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!