NovelToon NovelToon
Kita Yang Hampir Lengkap (Half-Blooded Love)

Kita Yang Hampir Lengkap (Half-Blooded Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:430
Nilai: 5
Nama Author: S.Lioré

Aluna tidak pernah menyangka—surat cinta iseng yang ia selipkan di loker Bintang, kapten basket sekolah, justru dibalas.

Dari sekadar pengagum, ia berubah menjadi seseorang yang berdiri di sisi lelaki itu.

Tapi kebahagiaan itu tidak pernah sederhana.

Saat seseorang masuk di antara mereka, Aluna dihadapkan pada pilihan yang perlahan menghancurkan dirinya sendiri.

Bertahan… atau melepaskan?

Karena tanpa ia sadari, cinta yang ia perjuangkan justru mengubahnya menjadi seseorang yang tidak lagi ia kenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lioré, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

No.1 Supporter

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

 Aluna segera meraih ponsel di atas kasur begitu keluar dari kamar mandi. Dengan handuk yang masih ia gunakan untuk mengeringkan rambut, dia menjawab panggilan tersebut.

 “Alunaaa?” Suara lemah terdengar dari seberang.

 Pergerakan tangan Aluna terhenti, kemudian ia menempatkan diri di tepi ranjang. Wajahnya berubah murung. Dengan kening berkerut penuh gelisah, bibirnya menjawab, “Iya?”

 “Maafin aku, ya, karena nggak kasih kabar ke kamu hari ini.”

 “Gimana keadaanmu?”

 “Aku baik-baik saja. Hanya …,” Aluna lebih memfokuskan pendengarannya. Dalam lubuk hatinya, ia sangat mencemaskan si penelepon. “... aku lupa nggak bawa hp waktu pergi ke rumah nenek semalam. Maafin aku, ya, Lun.”

 Senyum tipis Aluna akhirnya hiasi bibir ketika mendengar penjelasan dia yang tidak lain adalah Alea.

 “Kamu benar-benar buat aku takut, Lea!” keluhnya.

 Aluna tidak bisa menahan rasa geram sehingga tanpa sadar tangan itu meremas handuk yang kini sudah ada di pangkuan.

 “Bisa nggak kamu nggak buat suara kayak gitu? Aku benar-benar cemas dengan keadaanmu!” omel Aluna kemudian.

 Alea tertawa kecil. “Aku minta maaf.”

 “Hmmm.” Bibir Aluna membuat garis lurus begitu dengungan itu keluar. “Kamu serius sudah mendingan?”

 “Iya. Aku sudah baikan dari kemarin sore. Sebenarnya, aku bakal masuk sekolah hari ini. Tapi, paman menelepon ibu. Paman bilang kalau nenek terpeleset di toilet, jadi kami buru-buru pergi ke sana. Itu kenapa, hpku ketinggalan,” jelas Alea dalam satu tarikan napas.

 “Ya Tuhan. Terus, gimana keadaan nenek?”

 “Nenek sempat nggak sadar dan dibawa ke rumah sakit. Tapi, sekarang sudah jauh lebih baik, kok.”

 Napas lega Aluna berembus. “Syukurlah. Apa kamu baru pulang?”

 “Iya. Kamu juga baru pulang?”

 Aluna melirik jam digital di atas meja belajar yang menunjukkan pukul 10.16 waktu setempat.

“Bisa dibilang begitu. Ini aku baru selesai mandi,” jelas Aluna dan melanjutkan untuk mengeringkan rambut.

“Terus gimana hari ini? Tentang artikel itu ….”

Gerakan Aluna terjeda lagi. Pikirannya terbayang akan apa yang sudah ia lalui. Penuh kejutan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Lun …, kamu nggak apa-apa?”

“I-iya, Lea.” Kelopak Aluna berkedip beberapa kali.

“Apa ‘itu’ benar?” Suara Alea mengecil. Rasa khawatirnya tersirat di sana.

Menyadari itu, Aluna kembali menarik sudut bibirnya ke atas.

“Tolong jangan ada rahasia lagi di antara kita.” Suara Alea beberapa waktu lalu berdengung di telinganya. Janji yang sempat mereka buat pun membuat Aluna menjawab tanpa kebohongan.

“Iya. Itu benar.”

“Kyaaa! Kamu nggak bohong, ‘kan? Kapan kalian jadian?”

Antusias Alea menciptakan rona merah di kedua pipi Aluna. Masih tersipu, ia pun menjawab, “Tadi.”

“Oh My God! Akhirnyaaa … kapalku berlayar!” seru Alea tidak ingat waktu.

“Lea?! Ini sudah malam,” peringat Aluna.

“Hehehe. Maaf. By the way, selamat, ya! Aku ikutan senang karena kamu nggak tepuk tangan sendirian lagi.”

Mendengar itu Aluna makin salah tingkah.

“Apa-apan, sih, kamu.”

“Ciyeee …. Ada yang salah tingkah, nih.”

Aluna menutup wajahnya dengan handuk. Entah pada siapa dia mencoba menyembunyikan wajah penuh kebahagiaan itu.

“Sudah, ya, Lea. Sudah malam, nih,” potong Aluna setelah senyap dalam dua detik.

“Dih! Mengalihkan pembicaraan!” tukas Alea.

“‘Kan emang sudah malam. Besok dilanjut di sekolah lagi, ya, ceritanya.”

Jeda sunyi sesaat.

 “Ok, deh!” final Alea.

Aluna menghembuskan napas berat secara halus. Bersama senyum mengembang sempurna, dia pamit, “Sleep tight, Teman Jiwaku.”

“Sleep tight, Bintang’s girl.”

“Hei?! Kamu bilang—”

Tut! Tut! Tut!

Aluna memandang kesal layar ponselnya. Panggilan yang sudah tersambung beberapa menit itu dengan tega diputus sepihak oleh sahabatnya sendiri.

“Dasar!” umpatnya dengan bibir bebek khas milik seorang Aluna Savira Wicaksana.

Kedua bahunya turun bersamaan telepon genggam yang dia hempaskan perlahan pada handuk di atas paha. Wajah yang ditekuk itu kini bernilai kemurungan.

“Sebahagia itu, ya, Alea lihat aku bisa jadian dengan Bintang?” pikirnya.

Dalam diam, ia termenung sampai kesadaran mengetuk. Bersyukur, begitulah apa yang seharusnya banyak ia lakukan saat ini. Dikelilingi oleh orang-orang yang selalu peduli padanya, Aluna merasa beruntung dan sangat merasa dicintai.

Aluna menengadah. Retina coklatnya memandang lamat langit-langit kamar yang terpasangi stiker glow in the dark berbentuk bintang dan bulan sabit.

“Bintang?” gumamnya dan gambaran setiap tingkah Bintang siang tadi memenuhi pikirannya.

Senyum tipis Bintang nan menenangkan pun berhasil membuat dada Aluna hangat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Alea Prameswari Kusuma🌙✨...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!