Restu merasa hidup dalam keputus asaan ketika Istri dan anaknya suka menyalahkan dirinya hingga dirinya emosi membentak istri dan anaknya tersebut namun kini dirinya jadi orang yang di anggap paling bersalah hingga dia merasa hidup dalam ke hampaan tanpa harus bisa berbuat apa pun selain hanya diam karena apa pun yang dilakukannya akan jadi tambah Salah hingga akhirnya dia ingin mengakhiri hidupnya di suatu jurang yang dalam namun tiba-tiba takdir berkata lain, dia mengurungkan niatnya dengan mencari cara untuk memberi pelajaran kepada istei dan anaknya dengan bantuan sistim yang tiba-tiba datang memberikan pilihan bantuan hingga akhirnya dia mengatur cara agar semuanya menyadari kesalahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Tugas Pertama
Restu merasa percaya diri akan akan mampu lakukan apa yang di minta apapun syaratnya asal sistim ini menepati janjinya dan kini dia mau tahu lebih lanjut apa yang jadi.tugas pertama dari sistim ini namun sebelum dia sampaikan, ternyata apa yang dia sampaikan.dalam hati, sistim ini langsung menjawab
[SYARATNYA SANGAT MUDAH, PENGGUNA. KAMU HANYA PERLU MEMBUKTIKAN KETEGUHANMU.]
[MISI PERTAMA: BERJALAN KAKI DARI POSISI SAAT INI SAMPAI KE RUMAHMU.]
[HADIAH: 30% SAHAM PERUSAHAAN ANGKASA (TEMPAT KAMU BEKERJA) DAN UANG TUNAI 1 MILYAR RUPIAH YANG AKAN LANGSUNG MASUK KE REKENING KAMU.]
Mata Restu terbelalak tak percaya sampai dia tersentak
"30 persen saham?"
"Satu milyar rupiah?"
Itu artinya dia akan menjadi pemilik sebagian besar dari perusahaan tempat dia dulu hanya dianggap sebagai karyawan rendahan! Itu artinya Mimi, Mas Ardi, dan semua orang yang menghinanya akan menjadi bawahannya!
"Aku... aku setuju! Aku akan lakukan!" teriak Restu penuh semangat.
[MISI DIMULAI. HATI-HATI, JALAN MENUJU KESUKSESAN TIDAK AKAN MUDAH.]
Cahaya hologram itu lenyap. Kesadaran Restu kembali ke tubuhnya. Ia terbangun dengan tersentak, napasnya memburu. Kepalanya masih berdenyut hebat, darah masih mengalir pelan dari lukanya. Kakinya telanjang, penuh luka goresan dan menginjak tanah yang tajam dan basah.
"Aku tadi mimpi atau kenyataan ya?"
[TUAN BUKAN MIMPI, SELAMAT JALANKAN TUGAS]
Restu tersenyum karena dia bukan mengalami tapi kenyataan bahkan.sistim langsung menjawab ketika dia ragu
Kini.. ada sesuatu yang berubah. Ada api yang menyala di dadanya. Demi satu milyar dan saham perusahaan, dia harus bertahan!
Restu bangkit berdiri, meski sempoyongan. Ia mulai melangkah meninggalkan hutan yang gelap itu.
Langkah pertama terasa sangat menyiksa. Kakinya yang telanjang tanpa alas kaki mulai menginjak batu tajam, duri, dan tanah berlumpur. Rasa perih menjalar hingga ke tulang. Kepalanya pusing sekali, pandangannya kadang kabur, seolah dunia ini berputar. Hujan masih membasahi tubuhnya yang membuat dirinya menggigil kedinginan.
Jarak yang biasanya ditempuh dengan motor hanya 30 menit, kini terasa seperti perjalanan ribuan kilometer baginya.
Ia harus melewati jalan raya utama. Saat ia berjalan gontai di pinggir jalan, baju compang-camping, wajah penuh darah dan lumpur, rambut berantakan, banyak orang yang lewat memandanginya.
"Woy! Lihat tuh! Ada orang gila lari dari panti!"
Teriak seorang pengendara mobil sambil tertawa.
"Ih jijik! Jangan sampai kena air hujannya!"
Teriak penumpang lain sambil menutup kaca jendela.
Restu hanya menunduk, menggertakkan gigi. Ia membiarkan semua hinaan itu menghantamnya.
'Tertawalah... tertawalah sekarang. Nanti kalian akan menunduk hormat padaku,'
batinnya membara sambil menyemangati dirinya sendiri untuktidak putus asa karena dia yakin bisa apalagi dengan sesuatu yang di janjikan
Di tengah jalan, ia hampir pingsan karena kelelahan. Lututnya lemas, lukanya perih luar biasa. Ia ingin berhenti, ingin duduk, ingin menyerah. Tapi bayangan angka 1 MILYAR dan tulisan PEMILIK PERUSAHAAN terus terbayang di pelupuk matanya.
"Tidak... aku tidak boleh berhenti! Demi istri dan anak-anak! Demi masa depanku!"
Ia memaksakan kakinya terus melangkah. Menginjak paku kecil pun ia tak peduli, rasanya sudah mati rasa. Darah menetes dari telapak kakinya meninggalkan jejak di aspal yang basah.
Orang-orang di warung makan menunjuk-nunjuk dan mulai cerita serta komentar
"Kasihan sih, tapi serem juga lihatnya."
"Itu orang beneran gila kali ya, mukanya penuh darah jalan terus."
"Mending panggil satpol pp saja kali."
Restu tidak peduli. Ia terus berjalan, berjalan, dan berjalan. Badannya gemetar hebat, tenaganya sudah di ambang batas nol. Hanya tekad besarlah yang menopang tubuhnya agar tidak roboh.
Akhirnya, setelah hampir satu jam dia berjalan dalam siksaan fisik yang luar biasa, akhirnya........
Ia melihat pagar rumah kontrakannya hingga dia bicara pelan dengan capek yang luar biasa
"AKU SAMPAI!!!"
Restu berteriak lirih, suaranya parau dan serak. Air mata bahagia bercampur darah mengalir di pipinya. Ia jatuh berlutut tepat di depan pintu rumahnya, tubuhnya hancur lebur, nyawanya tinggal seujung jari, tapi ia berhasil! Ia menyelesaikan misinya!
Seketika itu juga, suara dingin sistem kembali terdengar di kepalanya.
[SELAMAT PENGGUNA! MISI PERTAMA BERHASIL DILAKSANAKAN DENGAN SEMPURNA!]
[30% SAHAM PERUSAHAAN ANGKASA TELAH AKTIF ATAS NAMA RESTU.]
[TRANSFER UANG 1 MILYAR RUPIAH BERHASIL DILAKUKAN. SILA CEK REKENING ANDA.]
Jantung Restu berdegup kencang, bukan karena sakit, tapi karena euforia.
Semua rasa sakit, semua hinaan, semua luka... terbayar lunas seketika!
Mulai detik ini, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.
Restu tersenyum bahagia sambil memeriksa uang tabungan di rekening banknya melalui handphonenya
"Ini.....ini.....
tinggalkan jejak sobat ya
makasi