NovelToon NovelToon
Kiara Love & Money

Kiara Love & Money

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.

Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
​Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.

Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14.

Satu hal yang lebih berbahaya daripada pria yang tidak punya perasaan adalah pria yang sedang patah hati dan menjadi korban wanita yang tidak berperasaan, menggodanya lalu mengkhianatinya, sesuatu yang cukup memalukan bagi seorang kenan Xequel.

Hari berganti....

Kenan duduk di meja kerjanya dengan pikiran berkecamuk. hari ini hari terakhir kiara, Dia akan memecatnya dan mengusir wanita tidak setia itu.

Sebenarnya ada opsi lain meskipun Kenan sudah siap untuk mengatakan. Kiara mulai sekarang kamu dipecat, barangkali wanita itu akan memohon dan berjanji tidak mendekati pria lain. mungkin kenan akan mempertimbangkannya dengan matang lalu memberikan kesempatan bagi Kiara untuk berubah.

Tibalah saatnya.

​Kiara mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Kenan dengan langkah ringan sambil membawa secangkir kopi hitam dan jadwal harian Kenan. Ia sempat berpikir untuk tetap cuek seperti kemarin namun sifat aslinya yang periang dan misi bonus 1 milliar membuatnya kembali ke mode awal untuk menggoda Kenan.

​"Selamat pagi Pak Kenan yang paling tampan sepusat bumi! kopinya sudah siap." ucap Kiara sambil meletakkan cangkir dengan senyuman manis.

​Kenan tidak mendongak sedikit pun dan sudah bertekad maksimal di dalam hati sebelum mengatakan niatnya untuk pecat Kiara.

"Letakkan di sana dan berhenti bicara tidak penting." Kenan menekan kalimatnya.

​Kiara sedikit terkejut. Kenan memang biasa saja padanya tetapi tidak pernah menjawab setegas itu untuk menghindarinya.

"Apa semalam mimpi buruk, Pak?"

​"Aku serius." potong Kenan tanpa perasaan.

​Kiara tidak menyerah. Ia justru mendekat ke meja Kenan, mencondongkan tubuhnya sedikit.

"Pak kenan kenapa sih? oh saya tahu. Pak kenan rindu saya ya, karena kemarin saya cuekin?" godanya sambil mengerlingkan mata.

​Kenan meremas pulpen di tangannya. di dalam hati masih bertekad untuk memecat wanita ini sekarang juga. Ia merasa dikhianati.

Bagaimana bisa wanita yang tertawa bersama adiknya semalam kini bersikap seolah tidak terjadi apa-apa di depannya?

​Kenan mendongak, matanya menatap Kiara tajam. "Kiara, kamu tahu apa hukuman bagi asisten yang mencoba mempermainkanku?"

​Kiara mengangkat sebelah alisnya tampak berfikir apa dan dimana letak kesalahannya?

"Hem... dipecat! wait! hukuman? memangnya saya mempermainkan apa?" Kiara panik menyadari maksud kenan.

​"Cukup!"

Kenan berdiri tiba-tiba, membuat kursi di belakangnya bergeser kasar.

Ia hendak mengucapkan kalimat pemecatan, namun saat ia menatap wajah polos Kiara yang sedang bingung terhadapnya. membuat Kenan makin geram.

​"Kenapa Pak? marah ya? marah itu tandanya sayang loh." Kata Kiara berani meski dalam hati tidak mau dipecat.

Rencana pemecatan itu menguap, digantikan oleh debar jantung yang tidak beraturan.

"Kamu dipecat!"

Bak disambar petir, Kiara menatap kosong ke arah kenan yang tampaknya sungguh-sungguh.

​"Oke Pak."

"Dipecat!? kamu dengar tidak?"

"Saya dengar... saya kembali ke meja saya. saya kasih bapak waktu 35 menit untuk berfikir ulang. mau pecat saya atau tidak." Balas Kiara melangkah keluar dari ruangan kenan.

Setelah kepergian Kiara.

Begitu pintu tertutup, Kenan menyapu seluruh ruangan dengan tatapan mengerikan seolah dia mau bakar saja ruangannya sendiri.

"Apa-apaan dia, oke? hah? dia pikir dia siapa meminta waktu padaku! dia pikir... argggggh, Kiara kau... kau... wanita itu benar-benar membuatku kehabisan akal sehat!" teriak Kenan frustrasi di tengah ruangannya.

kenan mondar mandir, suasana terasa panas entah suhunya atau hatinya sendiri.

Ia melirik jam tangan Rolex-nya.

Lima menit berlalu sudah. Ia bersumpah tidak akan memanggil Kiara. sepuluh menit berlalu, ia mulai membayangkan mejanya yang berantakan tanpa Kiara yang merapikannya.

dua puluh menit berlalu, ia teringat bagaimana sikap Kiara kepadanya. yang tidak sama seperti asisten manapun termasuk Robi.

​Pada menit ke-30, Kenan mendengus kesal. dia akhirnya menelpon Kiara.

​"Kiara, masuk ke ruanganku sekarang!" kata kenan

​Satu menit kemudian, Kiara masuk dengan wajah tanpa dosa. seolah tidak pernah terjadi drama pemecatan sebelumnya.

"Bagaimana pak? sudah selesai masa merenungnya?" Tanya Kiara.

​Kenan memalingkan muka, merasa malu karena kalah dalam permainannya sendiri.

"Malam ini... temani aku ke pesta perusahaan rekanan. pakai gaun yang layak. jangan mempermalukanku di depan kolega." Kata kenan datar.

Kiara terkekeh pelan.

"Sepertinya, saya tidak punya cukup uang untuk mengenakan gaun bagus. jadi.... bapak yang belikan bagaimana?" Ujar Kiara dengan entengnya, seolah itu bukan beban sama sekali.

Kenan menatap nanar ke arah wanita itu... lalu dia mengetik sejumlah angka untuk dia transfer ke rekening Kiara.

"Beli gaun yang kamu mau." Kata kenan.

​Kiara tersenyum lebar hingga matanya menyipit cantik. angka itu bahkan jauh lebih besar dari gajinya sebulan.

'Hem... resiko besar, keuntungan juga harus besar.' Gumam Kiara dalam hati.

"Baik Pak CEO! tapi ini hitungannya lembur atau kencan pesta?" Tanya Kiara senyum senyum.

"Urusan pekerjaan Kiara, pikiranmu itu coba jangan terlalu aneh-aneh." Kata Kenan datar tapi hatinya senang, dia tidak memecat Kiara dan wanita itu masih akan menemaninya.

"Kalau begitu.. saya keluar sekarang pak, makasih untuk dana gaunnya. bapak baik sekali loh, aslinya!" Puji Kiara sebelum dia meninggalkan ruangan kenan.

"Apa-apaan wanita itu. dia tidak malu dan senang menerima uang. apa uang begitu penting untuknya?" Kata kenan merasa dunia Kiara terlalu aneh baginya.

Karena tentu saja kenan tidak pernah kekurangan materi, mana paham di posisi orang susah.

Bersambung....

1
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
semangat kak 💪💪❤️❤️
paijo londo
persahabatan yang indah semoga langgeng Tasya Kiara kalo moga2 jadi saudara ipar kaaan keeereeen tuh💪💪
Momy Ji Ji: Ia kak🤍
total 1 replies
paijo londo
Tasya ma Kiara klop kyak botol Ama tutupnya cocok absurdnya🤣🤣🤣
paijo londo
dasar kiara absurd gara2 uang bibir dilelang🤦🤦🤭🤭
paijo londo
hebat Kiara libas manusia manusia sirik padamu💪' 💪
paijo londo
dasar kiara🤦🤦🤦muka tembok TPI lucu
paijo londo
Kiara jahil yah konyol juga bikin klepek-klepek tuh si bos🤭🤭🤭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
keren banget mom
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
asek.... maksudnya ,bukan adek🙏🙏🤭🤭
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
adek banget alurnya💪💪❤️❤️
Santi Lie
luarbiasa tidak sabar menunggu bab selanjutnya❤️
Santi Lie
cepat sambungannya😭 novel bagus, cerita menyenangkan, terbaik ❤️🫰
partini
novel baru semoga ga berhenti di tengah jalan
Momy Ji Ji: Ampun bun.
support teruss yah/Facepalm//Sob/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!