NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Sss.

Lin Ye menarik napas panjang. Rasa perihnya luar biasa, seperti ditaburi garam dan cuka sekaligus. Namun dia menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara rintihan, genggaman tangan kanannya mencengkeram tepi ranjang dengan kuat.

Bai Ruoxue bekerja dengan sangat telaten. Gerakan tangannya cekatan tapi sangat lembut. Sesekali dia meniup luka Lin Ye perlahan untuk mengurangi rasa perihnya. Wajahnya sangat fokus, menunjukkan dedikasi yang tinggi sebagai seorang tenaga medis.

"Anda sangat menahan diri, Tuan Lin. Kebanyakan pemuda desa akan berteriak minta ampun saat dibersihkan lukanya seperti ini," kata Bai Ruoxue mencoba mengalihkan perhatian Lin Ye dari rasa sakit.

"Saya hanya tidak ingin mengganggu pasien lain jika ada yang sedang tidur di belakang," jawab Lin Ye.

Bai Ruoxue tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat wajahnya terlihat semakin manis. "Saat ini klinik sedang kosong. Saya satu-satunya tenaga medis yang berjaga di sini sejak dokter senior pindah ke kota bulan lalu. Jadi Anda tidak perlu menahan diri terlalu keras."

"Anda mengurus klinik ini sendirian? Pasti sangat melelahkan mengurus seluruh warga desa," komentar Lin Ye, merasa sedikit kagum.

"Sudah menjadi tugas saya. Warga desa sini kebanyakan adalah petani tua yang sering mengeluh sakit punggung atau flu. Sesekali ada kasus terluka seperti Anda. Selesai. Kotorannya sudah bersih semua."

Bai Ruoxue meletakkan kapas kotor ke tempat sampah medis. Dia kemudian mengambil sebuah salep herbal berwarna hijau tua dari laci mejanya dan mengoleskannya ke sepanjang luka Lin Ye. Sensasi dingin yang sangat nyaman langsung menggantikan rasa perih tadi.

"Salep apa ini? Rasanya sangat dingin dan menenangkan," tanya Lin Ye penasaran.

"Ini salep herbal racikan saya sendiri dari lidah buaya dan daun mint liar yang saya temukan di kaki bukit. Sangat efektif untuk mencegah infeksi dan mempercepat penutupan luka," jelas Bai Ruoxue bangga. Dia kemudian membalut lengan Lin Ye dengan perban putih bersih dengan sangat rapi.

"Nah, sudah selesai. Tapi ingat, Tuan Lin. Anda tidak boleh menggunakan lengan kiri Anda untuk mengangkat benda berat selama tiga hari ke depan. Luka ini butuh waktu untuk menyatu kembali. Dan pastikan perbannya tidak terkena air saat Anda mandi," pesan Bai Ruoxue dengan nada memerintah layaknya seorang ibu yang memarahi anaknya.

"Tiga hari tidak boleh angkat beban berat? Tapi ladang saya butuh banyak air dan saya harus menggali tanah," protes Lin Ye.

Bai Ruoxue berkacak pinggang, menatap Lin Ye dengan pandangan tidak setuju.

"Pekerjaan ladang tidak akan lari kemana-mana, Tuan Lin. Kesehatan Anda yang paling penting. Jika luka ini terbuka lagi dan infeksi, Anda malah tidak akan bisa bekerja selama sebulan. Apakah Anda mengerti?" tegur Bai Ruoxue tegas.

Melihat sorot mata perawat itu, Lin Ye akhirnya menghela napas mengalah. Gadis ini berpenampilan lembut, tapi sangat keras kepala jika menyangkut soal kesehatan.

"Baiklah, Perawat Bai. Saya mengerti. Saya akan beristirahat dari pekerjaan berat untuk sementara waktu. Berapa biaya pengobatannya?" Lin Ye merogoh saku jaketnya dengan tangan kanannya.

"Dua puluh yuan untuk obat dan perban," jawab Bai Ruoxue.

Lin Ye menyerahkan selembar uang dua puluh yuan. "Terima kasih banyak atas bantuan Anda yang sangat cekatan, Perawat Bai."

"Sama-sama, Tuan Lin. Ingat pesan saya, jangan memaksakan diri bekerja sendirian. Jika butuh bantuan di ladang, jangan sungkan meminta tolong pada warga desa. Kami semua peduli pada Anda," kata Bai Ruoxue sambil memberikan senyum hangatnya.

Lin Ye mengangguk. Dia dan Kepala Desa Wang kemudian berjalan keluar dari klinik.

"Perawat Bai itu gadis yang sangat baik dan telaten, bukan?" kata Kepala Desa Wang saat mereka berjalan di jalan utama. "Banyak pemuda desa yang mencoba mendekatinya, tapi dia selalu sibuk mengurus pasien dan meracik obat herbalnya sendiri."

"Dia memang sangat profesional dan peduli, Kepala Desa," jawab Lin Ye setuju.

"Baiklah, aku harus kembali ke balai desa. Ingat kata Perawat Bai, jangan bekerja terlalu keras hari ini. Pulanglah dan istirahat," pesan Kepala Desa Wang sebelum mereka berpisah di persimpangan jalan.

Setibanya di rumah, Lin Ye duduk di kursi teras belakang. Dia melihat lengan kirinya yang terbalut perban putih rapi. Rasa sakitnya sudah hilang berkat salep herbal itu, tapi dia memang tidak bisa mengayunkan cangkul atau menimba air dengan bebas hari ini.

"Rencana membersihkan sumur dan memperluas lahan harus ditunda," gumam Lin Ye kecewa.

Matanya kemudian tertuju pada pancingan bambu kuning peninggalan kakeknya yang tadi dia letakkan di tanah dekat gudang.

"Satu tangan masih bisa memegang pancingan," ucap Lin Ye, sebuah ide muncul di kepalanya. "Sungai desa letaknya tidak jauh dari sini. Menghabiskan sisa hari dengan memancing sambil menunggu tanaman tumbuh sepertinya bukan ide yang buruk. Lagipula, itu termasuk istirahat yang produktif."

Lin Ye mengambil pancingan bambu itu. Dia berjalan ke pekarangan belakang, menggali tanah sedikit dengan sebatang kayu, dan menemukan beberapa ekor cacing tanah yang cukup besar dan gemuk untuk dijadikan umpan. Dia memasukkan cacing-cacing itu ke dalam kaleng bekas.

Lin Ye berjalan santai keluar dari pekarangan rumahnya, menyusuri jalan setapak yang mengarah ke pinggiran desa. Di sana terdapat sebuah sungai beraliran sedang yang airnya sangat jernih. Bebatuan sungai terlihat jelas di dasar air, dan suara gemericik airnya memberikan suasana yang sangat menenangkan.

Lin Ye mencari tempat yang teduh di bawah sebuah pohon willow tua di pinggir sungai. Dia duduk di atas batu besar yang pipih, mengaitkan seekor cacing ke kail besinya, dan mengayunkan pancingan bambunya ke tengah sungai.

Swosh. Plup.

Pelampung kayu bulat itu jatuh ke permukaan air dan mengapung dengan tenang. Lin Ye memegang gagang pancingan dengan tangan kanannya, membiarkan lengan kirinya beristirahat di atas pahanya.

Angin sepoi-sepoi bertiup pelan. Lin Ye menutup matanya sejenak, menikmati kedamaian yang sama sekali tidak pernah dia rasakan di kota. Tidak ada suara klakson, tidak ada email masuk, tidak ada tenggat waktu. Hanya ada suara air mengalir dan daun yang bergesekan.

"Inilah alasan sebenarnya kenapa aku kembali ke sini," batin Lin Ye damai.

Tiba-tiba, sebuah suara notifikasi yang sangat familiar menggema di dalam kepalanya, memecah lamunannya.

Ting.

Layar hijau transparan muncul secara otomatis di depan wajah Lin Ye, menutupi pemandangan sungainya.

"Peralatan Pancing Tradisional terdeteksi di tangan Pengguna."

"Lingkungan perairan alami terdeteksi di sekitar Pengguna."

"Memenuhi syarat awal aktivasi fitur rekreasi alam."

"Membuka Fitur Sistem: Pemancingan Level 1."

Lin Ye membuka matanya lebar-lebar. "Pemancingan Level 1? Sistem ini benar-benar mencakup semua aspek kehidupan alam."

Teks di layar hijau itu terus bergulir.

"Fitur Pemancingan Level 1 aktif."

"Efek Pasif: Meningkatkan sensitivitas tarikan senar. Memungkinkan Pengguna membedakan jenis gigitan ikan dari getaran gagang pancing. Memberikan peluang kecil untuk menangkap Ikan Energi Kualitas Rendah di perairan biasa."

"Misi Sampingan Diaktifkan: Tangkapan Pertama."

"Tugas: Berhasil memancing tiga ekor ikan jenis apa saja dari sungai ini."

"Hadiah: 15 Koin Alam, 1 Resep Umpan Herbal Penarik Ikan."

Lin Ye tersenyum lebar. Rasa bosannya karena tidak bisa bertani sirna seketika. "Sistem ini selalu tahu cara memberiku motivasi. 15 Koin Alam dan resep umpan? Ini tawaran yang tidak bisa dilewatkan."

Dia memusatkan seluruh perhatiannya pada pelampung kayu di tengah sungai. Berkat efek pasif dari sistem, dia bisa merasakan setiap getaran kecil dari senarnya. Getaran arus air terasa berbeda dengan getaran saat ada benda yang menyentuh kail.

Dug. Dug.

Pelampung kayu itu mulai bergerak turun naik dengan ritme pelan. Lin Ye menahan napasnya. Getaran di gagang pancingnya memberitahunya bahwa ikan ini sedang menguji umpan.

Dug. Byur.

Pelampung itu tenggelam sepenuhnya ke dalam air. Senar pancingnya langsung menegang kuat.

"Kena kau," seru Lin Ye gembira.

Dia menarik gagang pancingnya dengan sentakan kuat menggunakan tangan kanannya. Terjadi perlawanan dari dalam air, membuktikan bahwa ikan yang memakan umpannya memiliki ukuran yang lumayan besar.

Lin Ye berdiri, mempertahankan ketegangan senarnya sambil memutar tubuhnya untuk menarik mangsanya ke pinggir sungai.

Air sungai memercik keras saat seekor ikan mas berukuran dua telapak tangan orang dewasa melompat keluar dari air, sisiknya memantulkan cahaya matahari sore dengan indah.

"Satu ekor berhasil ditangkap. Dua lagi, dan koin alam itu jadi milikku," ucap Lin Ye dengan penuh semangat, melepaskan kail dari mulut ikan mas tersebut dan memasukkannya ke dalam ember kecil yang dia bawa. Petualangan memancing pertamanya di desa resmi dimulai.

1
Heri Susanto8246
😄😄 jadi ingat novel nelayan yang tidak pernah mendapatkan ikan saat memancing.
Gege
bukannya ada ruang penyimpanan sistem ya tor.. simpan saja sampe menggunung didalamnya...
Junior Ian
Bgus
Manusia Biasa
keren thor mekanik Sistem nya🤣 benar benar kaya game rpg
Manusia Biasa
jir kirain dapat ikan grade s atau gede🗿
Yui: harus out of the box kak/Smile/
total 1 replies
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Manusia Biasa
jir ada fitu memancing juga asik🤣
Manusia Biasa
wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!