NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tina mencari Kalvin

Kalvin menghentikan langkahnya, pria itu menghela napas dalam. Lantas berbalik menatap Kaluna yang kini berdiri tidak jauh di belakangnya.

Tatapan datar tanpa ekspresi itu membuat Kaluna menelan salivanya.

Namun Kaluna berusaha bersikap biasa, tak ingin menunjukkan jika saat ini ia begitu takut dan tak enak hati.

Ya ampun Luna, mau minta maaf malah jadinya nambah masalah, batin Kaluna.

“Kapten Kalvin, kenapa berhenti?” tanya Kaluna basa-basi. Wanita itu mengulum senyum, terus saja berjalan mendekati Kalvin.

“Bukankah kamu ingin saya berhenti?” ucap Kalvin.

Kaluna menunjuk wajahnya sendiri. “Hah... kapan saya minta Kapten berhenti?” sahutnya pura-pura bodoh.

Biasanya Kalvin paling malas meladeni siapa pun yang berusaha mencari perhatiannya. Namun entah mengapa ucapan-ucapan Kaluna benar-benar mengganggunya.

“Haruskah saya menjawab?“ Kalvin menyipitkan mata, menyilangkan tangannya di dada, lantas menatap Kaluna dengan intens, membuat wanita berusia dua puluh delapan tahun itu gugup bukan main.

Degup jantung Kaluna terasa bertalu-talu manakala Kalvin berdiri tepat di depannya. Keberadaannya di sana membuat otak Kaluna melanglang buana, apalagi saat kaos army itu mencetak otot perut Kalvin. Ia yang tak pernah berada di posisi ini seakan dibuat mati kutu.

“Ehem... sepertinya Kapten salah paham,” jelas Kaluna kemudian.

“Bagian mana saya meminta Kapten berhenti?“ sambungnya mencari alasan.

Kalvin berdecak. “Kamu baru di sini, jangan main-main! Karena saya bisa melakukan apa pun. Biasanya penyuka sesama jenis itu paling tidak suka dengan wanita, apalagi wanita yang banyak bicara,” ucapnya coba menakut-nakuti Kaluna.

Kaluna terbelalak mendengar ucapan Kalvin. Ia yang awalnya merasa bersalah kembali dibuat terkejut dengan kenyataan yang baru Kalvin sampaikan. Entah itu jujur atau hanya main-main, namun ucapan Kalvin memang ada benarnya.

Kentara sekali jika raut wajah Kaluna berubah tegang dan takut. Wanita itu membuang muka, menilik pepohonan rindang di sekitarnya.

Sialnya, di sana tak ada siapa pun, bahkan anggota militer yang tadi tengah lari pagi pun tak nampak kembali berlari di sana.

Kenapa ucapannya seperti pembunuh berdarah dingin? Sebenarnya dia ini tentara atau psikopat? batin Kaluna menduga-duga.

“Anu... Kapten, maaf untuk perkataan saya semalam. Saya janji akan pura-pura tidak tahu. Nanti saya juga akan mengingatkan Safira, teman saya, untuk tidak memberi tahu siapa-siapa kalau ternyata Kapten—” Kaluna menggantungkan ucapannya, sejenak menilik wajah tampan Kalvin yang masih seperti semula.

Seketika Kaluna kembali menunduk, tak berani berlama-lama melihat wajah tampan nan menyebalkan itu.

“Ternyata apa?” Kalvin kembali menggeser tubuhnya mendekati Kaluna, membuat wanita itu terpaku syok.

Untuk pertama kalinya Kalvin ingin tertawa karena seorang wanita. Wajah Kaluna yang ketakutan benar-benar terlihat lucu di matanya. Namun ia segera menggelengkan kepala, membuang jauh pikiran tak jelasnya.

“Tolong maafkan saya, Kapten!” Kaluna menangkupkan kedua tangannya di dada. Matanya terpejam karena takut.

Ucapan Kalvin memang benar, ia baru di sana. Ditambah lagi Kaluna belum sepenuhnya memahami lingkungan penugasannya di Papua.

Wajah dingin nan datar itu tersenyum. Senyum yang begitu manis, senyum yang belum pernah dilihat oleh siapa pun selain Mommy-nya.

Kaluna adalah wanita kedua yang membuatnya tersenyum. Entah apa penyebabnya, namun hanya melihat Kaluna ketakutan seakan membuat Kalvin bahagia.

“Ehem...” Kalvin berdehem, membuang pandangannya ke arah lain. Seketika suara itu membuat Kaluna membuka matanya.

Nampak Kalvin sudah kembali berjalan cepat meninggalkannya. Tentu hal itu membuat Kaluna lagi dan lagi terbengong. Entah sifat apa yang dimiliki pria itu. Dingin dan sangat menyebalkan.

Kaluna menatap kanan dan kiri, ingin kembali namun tetap saja posisinya sudah lumayan jauh. Pada akhirnya ia memutuskan mengejar Kalvin.

Tidak peduli jika Kalvin marah dan memakinya lagi, yang terpenting Kaluna memiliki tujuan ke mana ia harus berlari.

...****************...

Sedangkan para anggota militer dan Kowad yang sudah lebih dulu melakukan lari pagi berhenti di area lapangan dan pos pengamanan.

Nakara mulai menjelaskan apa saja yang ada di sekitar markas, memberi tahu apa yang harus mereka lakukan jika terjadi keadaan genting dan lainnya.

Setelahnya para anggota militer dan Kowad mulai meninjau area markas secara bersama-sama.

Bukan hanya barak dan pos pengamanan, namun area tersebut juga memiliki gudang logistik, klinik lapangan, serta beberapa kendaraan operasional yang digunakan untuk mendukung penugasan di Papua.

Pandangan Tina mengedar, mencari keberadaan seseorang yang sedari tadi tidak juga menampakkan batang hidungnya.

Padahal hampir seluruh anggota militer ada di sana. Hanya kapten Galang serta beberapa anggota yang baru kembali dari patroli yang tidak ikut serta, ditambah Kalvin yang entah sedang ke mana.

Kegelisahan dan tanda tanya itu membuat Tina pada akhirnya memutuskan mendekati Nakara.

“Lettu Nakara,” sapa Tina.

Mendengar seseorang memanggil namanya, sontak Nakara menoleh. Pria itu menyipitkan mata, menatap Tina sejenak.

“Peltu Tina, ada apa?” tanya Nakara.

“Emm... Apa Lettu Nakara tidak mengingat saya?” tanya Tina.

Kedua alis Nakara bertaut. Pria itu terdiam sejenak. Memang sedari kemarin ia merasa familiar dengan wajah Tina, hanya saja Nakara belum mengingatnya.

“Saya seperti pernah bertemu dengan Peltu Tina. Tapi di mana ya?” tanya Nakara seraya mengingat-ingat.

“Dulu kita satu sekolah, Lettu,” jelas Tina seraya menyebutkan salah satu sekolah menengah atas paling bergengsi di Jakarta, tempat anak para pebisnis dan konglomerat menempuh pendidikan.

“Hah...” Nakara memandangi penampilan Tina dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tiba-tiba ingatannya tertuju pada seorang wanita yang dulu sering menitipkan bekal untuk Kalvin.

Namun penampilannya sangat jauh berbeda. Tina yang ia kenal dulu terlihat sedikit culun dengan kacamata bulatnya. Padahal keluarganya bukan orang sembarangan.

“Apa Lettu Nakara sudah mengingat saya?” Tina tersenyum manis memperlihatkan deretan giginya yang berjajar rapi.

“Penampilan kamu beda sekali, Tin. Ini benar Tina yang dulu sering menitipkan bekal untuk Kalvin, kan?” tebak Nakara tak yakin.

Namun nyatanya apa yang baru ia katakan mendapat anggukan dari Tina.

“Wow... Saya sampai pangling. Lama tidak bertemu, Tina. Kenapa kamu bisa menjadi Kowad?” tanya Nakara heran.

Tina tersenyum malu-malu, tak ingin menjawab apa alasan yang membuatnya mengenakan PDL kebanggaan TNI-AD dan berdiri di tempat ini.

Sementara Nakara mulai bisa menebak. Sungguh ia tak menyadari jika Tina bisa menjadi seorang Kowad dan kini malah ikut menjalani penugasan di Papua.

Tentu Nakara bisa menduga jika Kalvin yang membuat Tina pada akhirnya memilih jalan hidup tersebut.

“Sepertinya perjuangan yang dulu belum usai ya?” canda Nakara.

“Saya masih belum menyerah, Lettu,” sahut Tina kemudian, membuat Nakara menggeleng-gelengkan kepala.

“Oh ya, di mana Kapten Kalvin? Kenapa dia tidak ada di sekitar kita?” tanya Tina yang sudah sangat penasaran.

“Oh, Kapten Kalvin sedang lari pagi. Mungkin sebentar lagi kembali,” jelas Nakara.

Tina tersenyum tipis. Andai tahu Kalvin tidak akan ada di sana, sudah tentu ia lebih memilih tinggal bersama Letda Kaluna dan Letda Safira, serta membantu para Kowad lain yang tengah menyiapkan sarapan.

1
MayAyunda
keren 👍👍
Alfatia🌷
Udah mulai mau ngobrol sedikit lebih banyak nih yaaa🤣
Alfatia🌷
Gak bayangin kalau Kaluna tau itu calon iparnya, terus masih ngira Kalvin penyuka sesama jenis😭🤣
Laela Kurnia
bagus bgt 👌💯
Alfatia🌷
Udah senyum-senyum tipis nihh. Curiga lama-lama ngajak ketawa bareng🤣🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 aku aduin bapakmu loh.
Mutia Kim🍑: Jangan gitu kak, nanti Kalvin malah nggak mau balik ke Jakarta😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Kaluna, itu calon iparmu loh😭
Mutia Kim🍑: Kan dia nggak tau kak😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Yang ngasih nama anaknya siapa😭 kenapa inisial nya ngikut bapaknya semua🤣
Mutia Kim🍑: Authornya😎
total 1 replies
Alfatia🌷
Anton nyari kesempatan banget🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 jangan gitu lah. Nanti malah kepincut loh😌
Alfatia🌷
Luna, dia anak camer mu lohh!!😭
Alfatia🌷
Kalvin kayak Bapaknya banget kayaknya, bodo amatan😭
Mutia Kim🍑: Bener. Dua anak laki-laki Kaivan itu sama persis kayak bapaknya yg anti cewek🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Ahhhh😭 sedih banget bawaannya kalau lihat Raynand🥹 sehat-sehat Om Duda tua❤
Alfatia🌷
Raynand pasti kehilangan banget ya, trauma juga. Makanannya butuh waktu lama buat izinin Kaluna😌
Alfatia🌷
Huwaaa... aku juga sedih Kirana jadi gak ada😭😭
Aril Chan
Sangat luar biasa
Alfatia🌷
Kevan ngikut jejak Bapaknya, kah🤣 jangan sampai pas masih pengantin ditinggal tugas juga🤣
Mutia Kim🍑: Tapi dia kan belum mau nikah, katanya mau PDKT dulu😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Masih nyimak, tapi... ini Kirana sahabatnya Ravela, kan? Hah... dia gak lihat anaknya nikah dong😭🥹
Mutia Kim🍑: Iya Kirana meninggal 😭😭
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
keren terus semangat ya/Drool/
Mayraa_Tapaa
semangat ka, aku mampir ya💪
izin autor hebat, 🙏🙏
jangan lupa singgah ya ka, dinovel baru ku "Balas Dendam Nyonya Cha" udah update sampai 20 episode, saling suport boleh dong ka🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!