NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:206
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Sang Penyelamat

Setelah kejadian itu Gua selalu menemani Ghina seperti dulu ia menemani Gua di saat Gua dulu terjatuh kemudian bangkit lagi, Gua percaya kalo Ghina bukan orang selemah itu, apa mungkin butterfly efek ini mempengaruhi sampai ke psikologi manusia?? cukup Gua ngeliat kakak Gua sakit selama 5 minggu, Keseharian SMP Gua cukup membosankan, tapi tetap menikmati kehidupan kedua ini dengan penuh rasa syukur.

Hanya sedikit manusia yang di beri kesempatan langka ini, tapi yang Gua percaya setiap ada kesempatan itulah anugerah yang di berikan tuhan pada setiap manusia, Hari minggu ini Gua akan mengguncang kembali Dunia yang sunyi ini, nggak asik kalo Dunia ini belum berisik, Saat ini Gua di rumah tengah mempersiapkan sesuatu yang sudah lama Gua siapkan matang-matang, lukisan pertamaku di tahun 2018 ini mengenai peristiwa bencana Gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu- Donggala Sulawesi Tengah tepat pada bulan September tepat setelah 5 hari ulang tahun nanti pada tanggal 28.

Rencana ini sudah di persiapkan dengan menguras sedikit tenaga dan mental Gua, berkat anugerah kekuatan ini Gua mampu memproyeksikan kejadian dalam bentuk lukisan. Gua siap menjadi penentu takdir dunia ini karna kekuatan pasti di berikan untuk menjaga sesuatu, ini bukan sebuah beban melainkan tanggung jawab yang Gua emban sekarang.

Lukisan itu sudah lama Gua letakan di Museum terbesar di kota Palembang, berkat dukungan walikota pameran seni kali ini semua seniman memilki tempat mereka masing-masing termasuk Gua, sang pelukis legenda nanti, oh ya lukisan Gua itu sudah Gua letakan di tempat yang mampu di liat semua orang.

Dan hari ini adalah penentu takdir di negeri Gua ini, setelah mengobrol panjang dengan Tedy dan Kuro beberapa waktu lalu, ternyata kekuatan Gua ini punya resiko sekaligus tanggung jawab yang besar, mereka bilang kalo pendahulu yang memiliki kekuatan ini adalah sosok legenda yang mampu menyelamatkan Indonesia dari bencana besar, tapi sosok itu menghilang secara misterius dan kabarnya sudah lama tak terdengar.

"okeh saatnya menaikan reputasi, dengan reputasi Gua bisa balaskan dendam dengan bajingan breng*ek itu, tunggu saja kau Leo dan kau Sela akan ku buat kuburan terindah yang tak bisa kalian bayangkan"monolog Gua yang saat ini yang lagi asik berias di depan cermin dan duduk di meja rias hadiah dari Ibu ketika ulang tahun ke 14, katanya meja ini dulu milik Ibu ketika masih muda, lalu ia mewariskannya ke Gua.

"eh adek mau kemana? udah cantik aja tuh"ucap Kak Viera yang tiba tiba nongol dari belakang Gua, Reflek Gua teriak

"AKKKKK kak Viera ngagetin aja huft"ucap Gua dengan penuh kekesalan yang di tahan, kak Viera hanya terkikik geli, belum sempat bereaksi datanglah perusuh satu lagi

"Wih kayaknya kita ada kedatangan keluarga baru kak"ucap kak Liam di belakang kami, sontak hal ini membuat kami reflek menampar wajah kak Liam,

"ouch sakit sekali, kalian mau bunuh aku ya? niat banget mukulnya"ucapnya mengelus pipinya yang memerah menahan sakit, Gua hanya tertawa lepas menatap kak Liam yang akhirnya begitu pula kak Viera, merasa tak tega Kami mengobati kak Liam di ruang tamu, tepat saat itu ada Ibu yang asik menonton TV begitu pula kak Kaylo awalnya Gua merasa heran dengan perubahan aneh kak Kaylo tapi liat dia sehat aja udah syukur, keduanya menanyakan apa yang terjadi setelah tau mereka malah memarahi kak Liam yang otomatis kena skakmat double hahaha.

"Berita terkini pemerintah berhasil mengatasi beberapa bencana yang terjadi, kami mewakili seluruh warga berterima kasih pada Pelukis jenius yang telah meperingatkan kami lewat karyanya, terima kasih sang penyelamat QieronYc"suara TV terdengar jelas meski Gua tidak melihatnya tapi Gua tau kalau itu ulah Gua.

"pemerintah akhirnya berguna juga ya, setelah lama AFK sekarang udah bergerak"celetuk kak Liam di tengah suasana tenang,

"Syukurlah mereka selamat, ini berkat QieronYc semua kejadian buruk di Indonesia ini bisa di atasi secepatnya"ucap Ibu dengan rasa syukur yang mendalam, Gua yang mendengar hal itu merasa bangga, ya itu kelakuan Gua, selama satu tahun ini Gua udah menggunakan kekuatan ini dengan bijak, tidak hanya cuma cari uang saja.

"tapi kok bisa ya si jenius itu tau kejadian itu secara tepat"ucap kak Kaylo yang membuat suasana kembali heboh

"benar itu, hebat juga ya QieronYc bisa meramal kejadian dengan tepat"celetuk kak Kayla kembali memujiku,

ini berkat adikmu yang hebat ini kak hehehe narsis dikit boleh lah

batin Gua sedikit pamer meski cuma di hati aja, kak Liam menatapku dengan tatapan bangga juga, tapi eh kenapa dia terus menatap Gua, hey kak Liam kita saudara kan? nggak mungkin kamu suka dengan Gua tak lama setelah Gua berfikir yang tidak tidak ia tertawa seperti orang gila, ya Gua udah biasa liat kak Liam yang agak tantrum ini.

"Bunda, kak Viera, kak Liam, kak Kay, lana mau pergi ke musium hari ini, ada pameran seni, apa boleh bun?"ucap Gua meminta izin sekaligus memberi kabar kepada mereka

"lana mau pergi bareng siapa? jangan sendirian di luar bahaya, banyak kasus penculikan anak bunda takut kamu juga ikut kena"ucap Ibu dengan nada khawatir, Gua tau sih reaksi ini bakal ada, tapi Gua harus ngeyakini Ibu soalnya Pameran ini penentu takdir satu provinsi

"Bunda nggak usah khawatir, lana pergi bareng Erin sama Yura, kalo kakak mau ikut ayok aja"ucap Gua meyakinkan Ibu sekaligu mengajak para kakak-kakak. Gua sih nggak berharap mereka datang tapi kalo mereka ada juga bagus

"okeh kami ikut"ucap kak Viera yang membuat Gua kaget, soalnya kak Viera tidak terlalu mengerti seni, begitu juga kak Liam dan kak Kaylo, mereka juga ikut, dan hasilnya Gua pergi bareng kakak-kakak Gua sekaligus Yura dan Erin.

Perjalanan kali ini cukup jauh dari rumah, tapi berkat jogging selama ini jarak segini bukan apa-apa bagi Gua, tapi untuk Yura hal ini sungguh melelahkan, jadi kami beberapa kali duduk singgah di beberapa ruko guna membeli air dingin, begitu juga kakak-kakak Gua yang lain, oh ya kami berangkat pakai sepeda jadi perjalanan kali ini cukup dekat kalau pakai kendaraan, meski kendaraan tetap aja pakai tenaga bukan bensin, di umur segini kami belum boleh menggunakan kendaraan roda dua, ataupun kendaraan roda empat.

sesampai Gua di Musium terbesar di kota palembang ini, Gua menyapa satpam yang Gua kenal yaitu pak Darto, kami sempat bertemu ketika Gua menyerahkan lukisan Gua beberapa hari lalu, Gua membantu beliau ketika beliau kelaparan di jam kerja, ia menyapa Gua tapi Gua mengisyaratkan untuk diam karna ada orang lain, pak Darto tau kalau anak gadis di depannya ini adalah sang penyelamat.

"okeh saatnya di mulai"

Nyahoo heheh makasih udah baca sejauh ini, oh ya untuk kalian yang suka genre fantasi boleh mampir karya Gua satu lagi, see ya MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!