NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.

Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.

Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.

Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.

Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.

Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duabelas

"Aisyah, temuilah non Daniela di kamarnya. Mintalah maaf padanya. Bibi yakin, Nona Daniela orang baik, dia pasti akan memaafkanmu jika kamu memintanya dengan sungguh-sungguh dan penuh kerendahan hati."

Kata Bi Ita saat Darren sudah berangkat ke kantor. Aisyah yang masih terus saja menangis dengan segala penyesalannya, mengangkat kepala dan menatap wajah bibinya.

"A-apa Bibi yakin?" Tanyanya lirih.

"Dicoba saja dan tunjukkan rasa bersalahmu serta penyesalanmu." Kata Bi Ita lagi.

Sejenak Aisyah terdiam. Bukan tidak mau menuruti saran dari bibinya, tapi dia sangat merasa takut. Perbuatannya hampir saja merenggut nyawa gadis itu. Apakah dirinya masih bisa mendapatkan maaf?

Namun setelah beberapa saat, ia pun mengangguk meski sedikit ragu.

"Tolong antar aku menemuinya, Bi. Mudah-mudahan Non Daniela mau memaafkan aku."

Bi Ita mengangguk.

"Iya mudah-mudahan, ayok!"

Keduanya pun keluar dari kamar Aisyah. Lalu berjalan ke arah tangga untuk menuju lantai teratas di mana kamar Daniela dan kamar Darren berada. Namun, ketika mereka sampai di depan kamar Daniela, ketakutan Aisyah semakin menjadi-jadi.

"Tolong diketuk pintunya, Bi."

Aisyah menggoyangkan tangan Bi Ita saat mereka tiba di depan pintu kamar Daniela. Melihat Aisyah gemetaran, Bi Ita pun tak tega.

"Non permisi... Non Daniela..."

Bi Ita mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak ada sahutan dari dalam. Setelah memastikan pintu tidak terkunci, Bi Ita membukanya sedikit dan mendapati kamar itu kosong.

"Nggak ada di kamar, Syah. Coba kita cek ke teras balkon, mungkin Non Daniela sedang berjemur di sana."

Bisik Bi Ita menenangkan keponakannya. Mereka pun melangkah menuju teras balkon yang terhubung dengan koridor utama.

Ternyata Daniela sedang berjemur di teras. Setelah beberapa hari dirawat di rumah secara intensif, kesehatannya pun sudah mulai pulih. Sinar matahari pagi menerpa wajahnya yang masih sedikit pucat namun sudah memancarkan kesegaran.

"Non... Aisyah ingin bicara."

Kata Bi Ita pelan dari arah pintu balkon, membuat Daniela menoleh.

Berbarengan dengan itu, bruk... Aisyah menjatuhkan diri di hadapan Daniela, bersimpuh di atas lantai teras sambil tangisnya kembali pecah.

"Non Daniela, saya mohon ampuni saya... Saya khilaf, Non! Saya benar-benar menyesal sudah melakukan hal sekeji itu kepada Non Daniela,"

Ratap Aisyah dengan suara serak, bahkan ia sudah memegangi ujung sandal yang dipakai Daniela sambil terus menundukkan kepala sedalam-dalamnya.

Daniela yang sedang duduk di kursi santai sempat terkejut melihat reaksi Aisyah yang begitu mendadak. Ia menatap tajam ke arah pelayan yang hampir mencelakainya itu, lalu beralih menatap Bi Ita yang berdiri pasrah dengan mata berkaca-kaca di belakang keponakannya.

"Bangun, Aisyah. Jangan seperti ini,"

Ucap Daniela dengan nada suara yang tenang, namun ada ketegasan yang tak bisa dibantah di dalamnya.

"Saya tidak akan bangun sebelum Non Daniela mengatakan kalau Non memaafkan saya! Saya takut, Non... Tuan Darren pasti akan memenjarakan saya,"

Isak Aisyah lagi, badannya bergetar hebat karena rasa takut yang bercampur aduk dengan rasa bersalah yang kini mengepungnya.

Daniela menghela napas panjang, matanya menerawang menatap langit pagi. Sebagai korban, rasa sakit itu tentu belum sepenuhnya hilang, tetapi ia juga tahu bahwa memelihara dendam tidak akan menyelesaikan apa pun.

***

Daniela keluar dari kamarnya. Ia akan menemui Darren yang baru saja pulang dari kantor. Tadi dia mendengar suara mobilnya. Mungkin sekarang Darren sudah berada di ruang kerjanya setelah mandi dan menunggu saat makan malam tiba. Kali ini Daniela turun ke lantai bawah dengan menggunakan lift, karena kesehatannya memang belum terlalu pulih.

"Ada apa?" tanya Darren saat gadis itu melongokkan kepalanya, setelah dua kali mengetuk pintu tak ada jawaban.

"Aku mau bicara," kata Daniela.

Daniela masuk tanpa dipersilakan. Dia juga langsung duduk di hadapan Darren dan hanya dibatasi oleh meja kerja lelaki itu.

"Aku tak akan menuntut Aisyah," lanjut Daniela membuat Darren langsung memasang wajah dingin dan menghujamkan tatapan tajam.

"Apa kamu tidak waras? Kamu itu hampir meninggal karena dia!" kecam Darren tak setuju.

"Aku sadar seribu persen. Ini bukan berarti aku menormalisasi perbuatannya. Tapi aku juga sadar sudah menjadi pemicu utama dia melakukan perbuatan itu. Aku sudah membuat Aisyah merasa sangat direndahkan oleh perbuatanku," tutur Daniela.

Lalu Daniela menceritakan saat ia baru datang pertama kali di rumah ini, Aisyah sudah memusuhinya dengan alasan yang tidak dia mengerti.

"Karena aku juga kesal, makanya aku balas. Tapi mungkin balasanku keterlaluan dan Aisyah menganggap aku sudah merendahkan dia," ucap Daniela lagi.

Darren menegakkan tubuhnya.

"Alasanmu tidak mengubah fakta bahwa ada tindakan kriminal yang terjadi di rumah ini," kata Darren datar.

"Tapi akulah yang membuat situasi ini menjadi panas, Darren. Kalau sejak awal aku tidak meladeni kekesalannya, semua ini tidak akan terjadi," bela Daniela, mencoba membuat suaminya itu paham.

"Aku setuju kalau kamu mau mengembalikan Aisyah ke desanya. Tapi kalau sampai ia dipenjara, aku mohon jangan lakukan itu," pinta Daniela dengan nada memohon.

Darren menatap Daniela tanpa ekspresi.

"Itu urusan personal kalian. Siapa yang memulai dan siapa yang membalas, aku tidak peduli. Hal yang menjadi urusanku adalah seseorang telah melewati batas hukum dengan mencelakai orang lain di propertiku," tukas Darren dingin.

"Mengapa kamu kaku sekali? Aku sebagai korban saja sudah memilih untuk memaafkannya!" seru Daniela mulai frustrasi menghadapi kedataran sikap Darren.

"Karena hukum tidak berjalan menggunakan perasaanmu, Daniela," jawab Darren tajam. "Jika sebuah kejahatan dibiarkan tanpa konsekuensi hukum hanya karena korban merasa iba, maka aturan di rumah ini tidak akan ada gunanya lagi. Hari ini dia mencelakaimu, besok dia bisa melakukan hal yang lebih parah."

"Jadi kamu tetap tidak mau mendengarkanku?" tanya Daniela dengan tatapan tidak percaya.

"Aku mendengarmu, tapi pembelaanmu tidak logis," ucap Darren ketus. "Aisyah melakukan kesalahan besar, dan setiap kesalahan harus mendapat ganjaran yang setimpal. Mengembalikannya ke desa tidak akan menghapus tindakannya."

Daniela mengepalkan kedua tangannya di atas pangkuan. Dia menyadari satu hal; Darren sama sekali tidak sedang mencemaskan keselamatannya atau bertindak karena rasa peduli pada dirinya sebagai istri. Lelaki itu hanya sedang menegakkan standarnya sendiri tentang apa yang benar dan apa yang salah, tanpa melibatkan emosi sedikit pun. Bagi seorang perfeksionis seperti Darren, kesalahan harus ditindak secara tuntas sesuai aturan, bukan dengan kompromi.

"Aku akan tetap mengurus proses hukumnya!" lanjut Darren mutlak, memutus rantai perdebatan mereka.

Darren langsung bangkit berdiri, menyambar jaketnya yang ia sampirkan di sandaran kursi kebesarannya, lalu melangkah keluar begitu saja tanpa memandang Daniela lagi. Baginya, Daniela hanyalah wanita yang terpaksa dia nikahi secara diam-diam demi memenuhi wasiat almarhum kakeknya. Pernikahan tanpa cinta itu tidak mengubah apa pun, karena sejak sebelum pernikahan paksa itu terjadi, dia sudah memiliki Crissiana sebagai kekasihnya.

***

Malam ini, Darren memilih pergi ke Singapura untuk menemui kekasihnya itu. Dia sengaja tidak memberi kabar karena ingin memberikan kejutan.

Setelah hampir 2 jam perjalanan, Darren pun tiba di Changi airport. Ia pun langsung menaiki taksi untuk menuju apartemen Crissiana.

Menjelang tengah malam, Darren sudah berada di depan pintu unit apartemen Crissiana. Sebagai orang yang membelikan apartemen tersebut, Darren tentu memegang akses penuh untuk bisa masuk kapan saja.

Dia menempelkan kartu aksesnya pada smart lock. Begitu terdengar bunyi klik halus, Darren mendorong pintu lalu melangkah masuk tanpa suara.

Suasana dalam apartemen tampak remang. Darren berjalan melewati ruang tengah, namun langkahnya langsung tertahan saat mendengar desahan dan derit ranjang yang berasal dari kamar utama. Pintunya sedikit terbuka, memantulkan cahaya temaram dari dalam.

Darren mendekat, lalu mendorong pintu itu lebih lebar.

Seketika wajahnya mengeras. Kedua bola matanya seakan ditusuk dengan kejam oleh pemandangan yang tersaji di hadapannya.

Crissiana sedang bergulat di atas ranjang dengan lelaki lain. Kedua manusia itu begitu larut dalam gairah yang menggila, sampai tidak menyadari kehadiran Darren yang kini berdiri di ambang pintu dengan tatapan mata yang berubah mengerikan.

1
Neng Nosita
giliran Darren yg ngidam😄
Muft Smoker
astagaaaa Darren lupa ingatan ,, jgn sampe si Selina ngaku2 jdi istri ny Darren deeh ,,
kak jgn jahat2 sama Daniela yx kak ,,
lgi hamil looo dy ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Nessa
sudah ku dugaa akan ada drama hilang ingatan, it’s okay lah semoga darren dan daniela segera bertemu
Brilliante Brillia
Assalamualaikum
para readers tercinta, jika buku induk ada kesamaan dengan buku lain, mohon jangan nge-judge ini plagiat ya. otor bersumpah demi apapun tak ada plagiat karena sudah merasakan bagaimana rasanya di-plagiat-n. mungkin hanya kesamaan beberapa part aja.
terimakasih 🙏🫶
mimief
jgn kejam kejam lah Thor sama Daniella😔
Brilliante Brillia: tenang aja kk, semua akan indah pd waktunya 😄
total 1 replies
partini
OMG ko bisa sama jalan cerita nya Thor welehhhhh , sama yg lagi kau baca ok lah aku selesai dulu yg itu soalnya Agi seru"nya jadi aku tinggal yg ini
Nessa
waduhhhh darren 🙊🙈🙈🙈
Neng Nosita
plies jangan dibikin amnesia Thor,kasihan nanti daniela😄
mimief
ya...dibikin amnesia ya Thor.trus lupa ntar Ama Daniella
bayinya gimana Thor nasibnya 🫣😭😭
partini
berharap Darren di bikin muntah" lemes sama Debay ternyata kecelakaan wehh,, jangan" sama nih kaya novel yg lagi aku baca kecelakaan terus hilang malah nikah sama ulet bulu 🤦🤦🤦 Ampe bininya lahiran
Ivy
Daniela hamidun wah tocker juga Darren 😂
Muft Smoker
ni Mah Darren versi sachet udh hadiiir ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
next kak
mimief
lagi Thor....lanjut
lanjut
partini
Darren Junior ini mah,,si Kunti bogel Selina pintar kamu yah luar biasa emeng si yg namanya ulet bulu di mana" selalu beruntung punya seribu cara bikin huru hara pernovelan
Nessa
daniela hamil ea thor
Neng Nosita
apakah ortu Darren gak tahu tentang wasiat kakeknya Darren?
olyv
lanjut
Nessa
akan syok saat tau wanita yang kalian hina itu istri sah nya darren menatu kalian sendiri wkwkwk…
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
biar laa Darren pusing keliling keliling nyari Daniela ,,
salah sendiri makin terkam aj anak org ,,
sekarang kalang kabut kan pas istri nu udh kabuur😒😒😒
olyv
lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!