NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi / Cewek Gendut
Popularitas:37k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Pelukan Arsen

Dokter Darwis mengerutkan kening. Merasa aneh dengan permintaan Rose.

“Rose, bukankah ini obat yang setiap hari kau minum?” Dokter Darwis sangat hapal karena ia yang memberi rekomendasi obat itu kepada Brighita.

“Kau benar.”

“Tapi kenapa kau ingin menyelidikinya?”

“Entahlah, aku merasa aneh dengan obat itu,” ujar Yvone. Dengan keahliannya meracik obat-obatan, Rose yakin itu bukanlah obat untuk kesuburan. Tetapi ia harus tetap melakukan penyelidikan untuk memberi bukti kepada Arsen.

Karena pria itu tidak akan percaya pada siapa pun kecuali ibunya.

“Tapi ini adalah vitamin untuk kesuburan, aku sendiri yang memberikan resep ini pada Nyonya Brighita,” ucap Dokter Darwis jujur.

Ia ingat sekali, bagaimana ia memberikan resep itu pada ibu Arsen. Saat itu Brighita dan meminta obat kesuburan untuk menantunya.

“Jadi begitu? Tapi aku merasa aneh dengan baunya. Aku khawatir seseorang telah menukarnya.”

Dokter Darwis terdiam, selama bertahun-tahun ia berhubungan baik dengan keluarga Reinhart. Menurutnya semua anggota keluarga itu adalah orang yang baik karena sangat dekat dengan keluarganya.

Tetapi jika yang dikatakan oleh Rose benar. Lalu siapa yang sudah melakukannya?

“Bagaimana, Darwis. Apa kau mau membantuku?”

Dokter Darwis terkesiap mendengar Rose memanggilnya tanpa embel-embel Dokter. Biasanya wanita itu selalu segan, dan memanggilnya dengan panggilan Dokter.

“Emm…tentu saja. Tapi membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengetahui hasilnya,” ujar Dokter Darwis.

Yvone mengangguk. “Baiklah. Tapi, bisakah kau merahasiakan ini dari keluargaku?” pinta Yvone.

Mendengar itu, Dokter Darwis terkesiap. Dalam hati bertanya-tanya, ‘ada apa sebenarnya?’

Meski begitu, ia memilih untuk bungkam. “Tentu saja, Rose.”

Suasana menjadi hening. Baik Yvone dan Dokter Darwis tidak ada yang angkat bicara. Terlebih Sui yang tidak memiliki porsi untuk berbicara, memilih diam.

Dokter Darwis diam-diam mencuri pandang ke arah Yvone. Ia menangkap sesuatu yang berbeda dalam diri wanita itu, sesuatu yang mengarah pada hal yang positif.

“Emmm…karena kau sudah di sini, sebaiknya kau melakukan pemeriksaan juga,” ucap Dokter Darwis memecah keheningan.

Yvone yang mendengar itu tampak tidak tertarik. Kedatangannya kemari bukan untuk itu. Melainkan menyelidiki obat yang diberikan oleh mertua jahatnya itu.

“Benar, Nyonya. Sebaiknya Anda minta periksa saja, dan minta Vitamin daya tahan tubuh,” sahut Sui.

Yvone menoleh ke arah pelayan setianya itu. “Kau ingin membuatku jadi semakin gendut?” protes Yvone.

“Vitamin daya tahan tubuh tidak membuat gendut, Nyonya.”

“Sudahlah…kita pulang saja.” Yvone lantas bangkit dari tempat duduknya. Hendak mengayunkan langkah, saat tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ia lantas menatap Dokter Darwis.

“Oh ya, Darwis, apa kau punya kenalan Dokter ahli bedah kecantikan?” tanya Yvone yang seketika menarik perhatian Dokter Darwis dan Sui.

Dokter Darwis tampak berpikir, sebelum akhirnya menjawab, “Ya, aku punya. Apa kau ingin melakukan bedah plastik?” tanya Dokter Darwis.

“Ya, aku punya rencana, tapi aku ingin melakukan diet terlebih dahulu,” ucap Yvone jujur. Untuk hal semacam ini, sepertinya ia tidak perlu menyembunyikannya dari Dokter Darwis.

“Itu bagus, Rose. Jika kau berkenan. Aku akan membantumu memberikan resep program diet sehat.”

“Tentu, aku mau.”

“Baiklah. Kalau begitu aku akan mengirimkannya lewat pesan,” kata Dokter Darwis.

“Baiklah. Terima kasih, Darwis. Kalau begitu aku pamit.”

“Hati-hati di jalan, Rose.”

Yvone dan Sui meninggalkan ruangan Dokter Darwis. Mereka melangkah santai melewati koridor.

Sui yang berjalan di belakang Yvone, mempercepat langkahnya, untuk lebih sejajar dengan majikannya itu.

“Nyonya,” panggil Sui.

“Ada apa, Sui.”

“Apa Anda sungguh berniat untuk melakukan operasi plastik?” Pertanyaan Sui menarik atensi Yvone.

“Hmmmm…” Yvone mengangguk. “Aku perlu melakukannya untuk menghilangkan kulit bergelambir pasca diet. Memangnya kenapa?”

“Apa Tuan akan memberi izin? Lagi pula operasi plastik membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ujar Sui tampak berpikir.

“Lalu?”

Sui menghela napas panjang. Selama ini ia telah mengikuti Rose selama bertahun-tahun. Jadi ia tahu segalanya tentang wanita itu.

“Nyonya, selama ini keuangan keluarga Anda diatur oleh Nyonya Besar. Jadi Anda hanya diberi jatah secukupnya.”

“Apa?” Yvone membulatkan matanya. Ia jelas kaget. Ia sampai menghentikan langkahnya. “Dan aku patuh begitu saja?”

Sui mengangguk. Keduanya lantas melanjutkan langkah dengan pelan.

“Nyonya Besar yang menginginkannya. Jika tidak dituruti, dia akan marah, merajuk dan tidak mau makan. Jika sudah begitu, Tuan akan meminta Nyonya untuk menyetujuinya.”

Langkah kaki mereka terus mengayun. Seiring dengan cerita dari mulut Sui terus mengalun.

“Lalu aku setuju begitu saja?”

“Nyonya Anda sungguh lupa? Anda hanya tidak ingin membuat Tuan sedih, jadi setuju saja.”

Yvone menepuk kening. “Kenapa wanita ini bodoh sekali!” rutuk Yvone. Ia sungguh tidak mengerti cara berpikir wanita bernama Rose ini. Dia seorang model, sudah pasti wanita yang cerdas, tetapi kenapa jadi bodoh saat berhadapan dengan laki-laki?

Jawabannya hanyalah satu, yaitu cinta.

Lalu apa bedanya dengan Yvone yang mempercayai seorang pengkhianat. Yvone menghela napas panjang.

‘Cinta memang buta,’ batin Yvone.

“Jadi sekarang aku tidak memiliki uang sepeser pun?” tanya Yvone memperjelas kesimpulan dari pembicaraan ini.

“Nyonya, sebenarnya Anda memiliki banyak perhiasan. Anda bisa menjualnya jika Anda mau. Tapi…” Ucapan Sui terhenti, gadis berusia 28 tahun itu tampak ragu untuk melanjutkannya.

“Tapi apa, Sui?” Yvone sangat penasaran.

“Perhiasan itu ada pada Nyonya Besar!”

“Apa?” Satu kali lagi, Yvone merasa terkejut. Sebenarnya Rose terlibat dengan keluarga macam apa selama ini? Kenapa semua aturan dipegang oleh ibu mertuanya? Bahkan hanya diberi jatah secukupnya.

‘Rose yang malang,’ batin Yvone.

Rose tampak berpikir, bagaimana cara mendapatkan uang. Kemudian ia terpikirkan sesuatu.

“Sui, kau pernah berkata padaku jika aku masih memiliki orang tua ‘kan?”

“Nyonya, Anda memang masih punya.”

“Kalau begitu, kita temui mereka sekarang,” ucap Yvone semangat.

Sementara Sui tampak kebingungan. “Untuk apa menemui mereka?”

“Minta uang.”

Di sisi lain, Arsen baru saja tiba di tempat tujuan. Saat Renata menelponnya, wanita itu berkata bahwa mobilnya mogok secara tiba-tiba. Sedangkan hari ini, ada rapat penting dengan para aliansi. Untuk menghindari keterlambatan, Arsen memutuskan untuk menjemputnya.

“Masuklah,” titah Arsen.

“Terima kasih, Arsen,” ucap Renata segera memasuki kendaraan Arsen dan duduk di dekat pria itu.

Kendaraan melaju dengan cepat, acara rapat setengah jam lagi. Tetapi fokus Arsen malah terpecah. Ia tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Saat Renata masuk, ia melihat luka lebam di wajah wanita itu.

“Apa ayahmu memukulimu lagi?” tanya Arsen memecah keheningan.

Renata tidak menjawab, namun kedua tangannya saling menggenggam dan meremas. Kepalanya tertunduk dalam, detik selanjutnya suara isak tangis terdengar.

“Semua salahku karena melawannya, Arsen.”

Arsen menepuk punggung Renata. Tetapi wanita itu justru menjatuhkan diri ke pelukan Arsen.

1
merry
ksh balik obt itu ke para siluman ular itu rose,, bkin mrk Gila klo perluu tp seblm y ksh pljrann ke siluman itu 🤭🤭🤭rontokkin Gigi y mrk tu 🤣🤣🤣🤣
Ma Em
Dasar Brighita keparat hanya untuk menguasai hartanya Arsen dia memberikan obat agar Arsen tunduk pada Brighita dan menuruti semua kemauan nya , Yvone jebloskan saja ke penjara si Brighita , Renata juga Alexa biar mereka mendapatkan balasan yg mereka lakukan
Tiara Bella
untung ketahuan klu gk gmn nasibnya Arsen yg trs dicekokin obat....
Anita Rahayu
buat 3 medusa di penjara dan di smackdown sama penghuni sel😈😈😈😈😈😈😈😈🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏biar mantul
gina altira
lanjutt
Uthie
lagiiiiii 🤩🤩🤩
Anita Rahayu
ah kampret lu thor buat cerita suka kali di tangguhkan kayak pejabat yg buat keputusan UUD
Ma Em
itu Rose mungkin yg datang untuk menyelamatkan Arsen , Rose balas perbuatan Renata juga Brighita dan Alexa buat mereka menyesal seumur hdp nya .
Maria Lina
emisi baca nya sll seperti itu lgi seru hbs
Uthie
Jangan -Jangan mereka bukan keluarga kandung Arsen, jahat banget hanya karena harta 😡
gina altira: bisa jadi kak,
total 1 replies
Tiara Bella
pranggggg dan bersambung.....
merry
rose x yg dtgg bgss lhh
Uthie
Wahhhh... mereka bertiga patut di beri pelajaran banget itu 😡😡
Lyvia
mungkinkah arsen anak tiri kok mereka memperlkukan arsen seperti itu
Ma Em
Mungkin Arsen bkn anaknya Brigitha dan hanya pura pura jadi ibu yg baik karena Brigitha hanya mengincar hartanya Arsen saja , kalau begitu Yvone tolong Arsen agar bebas dari para wanita licik dan berhati iblis itu .
fayya_naz
jangan2 ny.brighita itu ibu tiri nya arsen,di sini sosok papa nya arsen kn udh meninggal jd msh tanda tanya mengapa ny.brigitha ingin menguasai harta arsen
Anita Rahayu
CEPAT DONG THOR DI EKSEKUSI 3 MEDUSA SAMA SI ROSE VERSI BARU DI SIKSA BATIN DAN FISIK LEBIH MANTUL😈😈😈😈😈😈😈😈😈🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Irsyad layla
jangan dong thor entar kemampuan si Yvone nggk ada dong terus masa dia jadi lemah, jgn dibikin lemah dong thor si Yvone nya
Tiara Bella
harta memang bikin orng berbuat yg gk bener pdhal brigitha kan ibunya Arsen k Napa dia begitu ya
Anita Rahayu
Thor buat 2 medusa di jual dan gk akan tau si arsennya biar gila emaknya😈😈😈😈👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!