memang apa yang aku harapkan dari hubungan ini?memang apa yang aku harapakan dari hubungan ini?
Aku hanya tempat singgah mu untuk sementara,
Karna pada akhirnya kamu lebih memilih dia – aeri anaima salsabila
Kakak tau apa yang lebih seru dari menangkap belut di sawah?
Kak ikut dika ke empang yuk!
Kakak cantik ko nangis?
Siapapun orang di masa lalu aku akan berterima kasih telah melespaskan wanita se keren ini – andika pratama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhmawty Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2 aeri
Bab 2
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi ini cuaca di pedesaan cukup sejuk dengan di temani embun pagi serta matahari pagi yang cerah,aeri berencana untuk jalan jalan pagi sekaligus untuk mengenal lingkungan barunya,sebenarnya aeri bukanlah orang yang menutup diri dia bisa sanggat muda untuk tersenyum kepada orang baru.
Kali ini ia memulai dengan berjalan santai dengan sebuah tumbler ia menyusuri jalan setapak depan rumah warga sesekali menyapa beberapa warga yang ia temui di jalan,sawah di sini lumayan banyak,ada beberapa tambak empang,serta perternakan sapi dan ayam,melihatnya saja ia sudah mengerti pekerjaan rata rata warga disini,tapi bukan itu plusnya,sejak ia bertemu dengan beberapa warga,keharmonisan nya adalah nilai plus nya,bahkan ada beberapa warga yang menyapa menyuruhnya untuk singgah padahal nya aeri saja tidak tau ia siapa
Di ujung sana ada suara teriakan yang memanggilnya”mbak cantik,sini mbak cantik”ia menoleh mencari suara teriakan itu,ternyata dari bapak bapak semalam yang membantunya,karna merasa di panggil aeri mencoba untuk mendekat ia melihat bapak bapak tersebut sedang gotong royong membersihkan jalan dekat persawahan
“pagi mbak cantik,mau kemana nih”kini pemuda pemuda di sana yang memanggilnya begitu,bukan apa apa aya ia merasa asing dengan panggilan cantik untuknya menurutnya itu adalah hal yang aneh
“pagi,saya dari jalan jalan pagi aja”ia hanya menjawab seperlunya saja
“mau saya temani ngga mbak cantik,kita naik motor saya aja mbak “ setelah mengucapkan itu sebuah daun kering menimpah wajahnya ,apakah pemuda lagi menggodanya
“yaelah liat yang bening aja kamu semangat banget pal”kini pemuda di sampingnya yang menimpal
“nggak usah mas,saya cuman jalan santai aja kok”ujar aeri dengan halus di sertai senyuman tipisnya
“yut sampai kan pesan terakhir gue ke bunda ya yut,kalau gue sesayang itu sama beliau”ujar paul sambil memegang dadanya entah mengapa setela melihat senyum aeri dada pemuda itu nyut nyut tan
“lo ngomong apan sih,nganggur banget,maaf ya mbak teman saya memang rada rada”kini yuda yang berbicara,ia sungguh merasa malu dengan kelakuan paul yang hanya di timpali senyum oleh aeri
“yaudah saya pamit ya mas,mau jalan jalan lagi”setelah itu aeri pamit dengan terus berjalan pulang karna jujur saja kaki nya lumayan pegal padahal desa yang aeri tau tidak terlalu luas
“eyyyy itu siapa cok,cantik banget?” kini dika yang bersuara,pemuda yang sendir tadi diam ini akhirnya bersuara,bagaimana tidak gadis di depan nya tadi benar benar cantik, kinyis kinyis atuh,
“diam, malu woy”suara teriakan dika sempat membuat beberapa warga yang ikut gotong royong itu berbalik kearah mereka
“cantik oy cantik”ingin rasanya yuda menghilang dari sini temanya satu ini benar tidak tau malu
“cantik ya mas?” kini pak agus yang bersuara sambil memperhatikan dika senyum senyum sendiri
“iya pak,rasanya pengen saya lamar”
“hahahah,namanya mbak aeri,warga baru mas pindahan dari kota”
“warga pindahan pak,berarti bapak saya tau dong pak?”
“iya atuh mas dika,emang semalam tidak ketemu dirumahnya mas dika ya?”kini pak agus yang bertanya pasalnya semalam aeri sempat ke rumah pak kades
“ngga pak,semalam saya kerumah yuda”jika semalam ia tau gadis iyu kerumahnya mungkin ia tidak kemana kemana semalam
“ini kapan selesainya keburu siang”akhirnya yuda menimpa pasalnya kerjaan mereka masi banyak
Sadar akan kewajibannya mereka akhirnya menyelesaikan pekerjaan hinggan pukul 10 pagi,lumayan siang,karna mereka membersihkan beberapa selokan yang sering tersumbat
Sepanjang jalan pulang dika masih terbayang wajah aeri tadi,cantik sekali itu dalam pikiran nya,ia bahkan belum pernah melihat wanita cantik seperti itu walaupun di desa banyak sekali wanita cantik,tapi kecantikan aeri itu berbeda,sejak pertama kali melihatnya saja ia sempat berfikir untuk memberikan mahar apa ke aeri nanti,gila sekali pemuda ini
“yuda”
“hmm?”
“kalau gue nikah sama mbak aeri,gue harus bulan madu kemana ya kira kira?” pertanyaan yang mungkin bisa membuat yuda sedikit gila,
“gausah aneh aneh,umur lo aja masih 20 tahun”
“lo mau kasih makan apa anak orang”
“belum tentu juga ni mbak aeri itu mau sama lo” sepakat,ia bahkan melupakan fakta itu,bagaimana mungkin gadis kota mau dengan pemuda desa seperti dirinya,eyy jangan salah gini gini dia tampan
“cek,gue yakin gue bisa,lo dukung gue kan?”tanya nya ke yuda
“iya dik iya’
“OKE,gue akan taklukan wanita kota itu”apa yang menjadi perkataannya saat ini adalah sebuah janji ia tidak pernah seserius ini,ia akan berusaha apapun jalannya