NovelToon NovelToon
SINGGASANA SEMENTARA : Dua Ranjang Satu Rahasia

SINGGASANA SEMENTARA : Dua Ranjang Satu Rahasia

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rey.writerid

Bagi Winda, menjadi istri Baskara adalah sebuah kepasrahan. Namun, sebuah bisikan miring di pesta malam itu meruntuhkan harga dirinya: Winda hanyalah singgasana sementara sebelum masa lalu suaminya kembali. >
Kecewa, hancur, dan mati rasa, Winda nekat melangkah ke dalam takdir yang kelam. Di bawah guyuran hujan malam itu, ia menyerahkan raganya pada Aryo—suami dari sahabat baiknya sendiri. Sebuah pelarian gila demi membalas rasa sakit hatinya.

Namun, selembar benang rahasia itu perlahan ditarik oleh takdir. Saat kebenaran tentang kesetiaan Baskara terungkap, Winda justru mendapati dirinya terbangun di rumah sakit dengan sebaris kalimat yang meremukkan jiwanya: "Kamu hamil, Sayang."

Di atas dua ranjang yang berbeda, satu rahasia besar kini terkunci rapat. Winda terjebak dalam labirin penyesalannya sendiri, sementara di seberang sana, sang sahabat juga tengah merayakan kehamilan yang sama.

Ketika waktu perlahan membongkar tabir, siapakah yang akan bertahan di atas singgasana yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey.writerid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LEMBARAN BARU , LUKA LAMA

Toga wisuda sudah disimpan rapi di dalam lemari yang berdebu, menandakan masa-masa indah sekaligus penuh kepalsuan di kampus telah usai. Bagi Winda, setelah lulus sekolah dan kuliah, dia sempat merasakan peliknya menjadi pengangguran selama berbulan-bulan di rumah sendirian. Dia harus menghadapi kenyataan dunia nyata yang jauh lebih keras dari bayangannya. Namun, di tengah kebingungannya mencari arah masa depan dan tekanan ekonomi, sebuah uluran tangan hangat kembali datang dari orang yang paling tidak ia sangka.

Serena. Sahabatnya itu terbukti tidak pernah berubah sedikit pun meski kini statusnya telah resmi naik menjadi seorang Manajer di perusahaan raksasa milik ayahnya, PT Wijaya Utama. Serena tetaplah Serena yang rendah hati. Dialah yang memohon langsung, bahkan sempat berdebat kecil dengan Bapak Rudi Wijaya agar Winda ditarik masuk bekerja di perusahaan tersebut tanpa melalui tes yang rumit.

"Aku butuh orang yang paling kupercaya di sisiku, Win. Dan di dunia ini, orang itu cuma kamu," kata Serena hari itu di sebuah kafe, yang langsung membuat tangis Winda pecah karena haru. Winda pun resmi bekerja di sana sebagai bawahan langsung sekaligus asisten Serena. Hubungan mereka di kantor berjalan sangat profesional, namun di luar jam kerja, mereka tetaplah sahabat dekat yang saling menyayangi. Winda merasa sangat berutang budi pada keluarga Wijaya.

Namun, ketenangan dan rasa syukur Winda di tempat kerja baru tidak bertahan lama.

Tiga bulan setelah Winda menikmati masa-masa tenangnya bekerja, departemen mereka kedatangan seorang staf baru hasil rekomendasi divisi HRD. Sore itu, Serena mengumpulkan seluruh anggota tim di depan kubikel kerja untuk memperkenalkan karyawan baru tersebut. Ketika sosok pria berkemeja necis yang bertubuh tegap itu membalikkan badannya dan melempar senyum profesional ke arah tim, dunia Winda seolah berhenti berputar untuk kedua kalinya.

Aryo. Pria itu kini berdiri di sana, menjadi rekan satu kantornya, sekaligus bawahan langsung Serena.

Jantung Winda yang sudah bersusah payah ia jinakkan dan ia kubur getarannya selama berbulan-bulan, kembali berdesir hebat tanpa bisa dikontrol. Melihat wajah tampan Aryo yang kini terlihat jauh lebih dewasa dengan pakaian kerja, Winda tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri—dia masih sangat suka, bahkan langsung klepek-klepek di detik pertama mata mereka kembali berpapasan.

"Hei Winda. Dunia sempit banget deh kayaknya,nggak nyangka ketemu kamu disini,satu kantor lagi skrg,mohon bantuannya ya," sapa Aryo ramah saat sesi perkenalan selesai dan tim mulai bubar. Winda hanya bisa mengangguk kaku dengan pipi yang merona merah, sekuat tenaga menahan gejolak hebat di dadanya.

Sayangnya, harapan tinggal harapan yang semu. Tempat kerja mungkin berubah dari kampus ke gedung pencakar langit, tapi arah tatapan mata Aryo tetap sama dan tidak pernah bergeser sedikit pun. Incarannya sejak awal dan sampai kapan pun hanyalah Serena.

Aryo adalah pria yang sangat cerdik, manipulatif, dan oportunis. Dia tahu persis bagaimana cara memanfaatkan ketampanan dan kepintarannya untuk menapaki tangga sosial dengan cepat. Sebagai bawahan Serena, Aryo menunjukkan performa kerja yang luar biasa rajin—atau lebih tepatnya, terlihat rajin di depan atasan. Dia selalu pulang paling akhir, menyelesaikan laporan dengan sangat rapi, dan pintar mengelola pekerjaan.

Kepintarannya dalam mengambil hati Pak Rudi Wijaya berkembang dengan sangat pesat. Aryo dengan lihai sering menawarkan diri menemani pria tua itu bermain golf di akhir pekan, membawakan tasnya, dan mendengarkan obrolan bisnis Pak Rudi dengan kepatuhan yang luar biasa.

Melihat kerajinan dan tabiat Aryo yang tampak tanpa cela, Pak Rudi yang terlanjur menyukainya akhirnya mengusulkan sebuah ide besar kepada putrinya: Pak Rudi ingin menjodohkan Aryo dengan Serena. Namun, Serena tidak langsung menerima begitu saja. Sebagai cewek yang cerdas, berkarisma, dan sangat mandiri, Serena awalnya menolak mentah-mentah ide perjodohan itu. Bagi Serena, hubungan mereka murni profesional antara atasan dan bawahan, tidak lebih.

Mengetahui Serena yang masih bersikap dingin dan menjaga jarak, sifat pantang menyerah Aryo makin membara. Pria itu mulai melancarkan aksi gerilya yang sangat halus dan konsisten untuk meluluhkan hati sang manajer cantik.

Setiap pagi, sebelum Serena tiba di kantor, di atas meja kerja Serena pasti sudah tersedia menu sarapan favoritnya lengkap dengan segelas kopi hangat. Tidak absen pula setangkai bunga segar dan catatan kecil berisi kalimat penyemangat kerja yang ditulis dengan puitis oleh Aryo. Belum lagi perhatian-perhatian kecil saat Serena kelelahan lembur; Aryo selalu menjadi orang pertama yang menawarkan bantuan, mengambilkan air, atau memesankan makanan mahal.

Lama-kelamaan, melihat kegigihan, sikap manis, dan kepintaran Aryo yang seolah sempurna tanpa cacat itu, benteng pertahanan Serena yang sekokoh karang akhirnya mulai terkikis juga. Serena mulai luluh dan percaya bahwa Aryo adalah pria yang tulus serta bertanggung jawab. Hingga akhirnya, saat Aryo kembali membawa lamaran resmi dengan restu penuh dari Pak Rudi, Serena pun memantapkan hatinya untuk mengangguk setuju. Dia menerima lamaran pernikahan Aryo.

Winda menyaksikan seluruh proses melankolis itu dari kubikel kerjanya yang hanya berjarak beberapa meter. Melihat bagaimana cara Aryo meluluhkan Serena dengan bunga dan sarapan setiap hari, dada Winda rasanya seperti diremas kuat-kuat hingga berdarah. Ada rasa cemburu yang membakar jiwanya, namun di atas semua itu, ada rasa tahu diri yang lebih besar. Winda memilih menahan seluruh rasa sesak di dadanya dan menerima kenyataan pahit ini demi kebahagiaan Serena. Sahabatnya itu sudah terlalu banyak membantu hidupnya, dan Winda bersumpah tidak akan pernah membiarkan kata hatinya merusak kebahagiaan orang lain.

1
Tamirah
Ikhlaskan Aryo untuk sahabat mu.serena sdh banyak membantu mu.masih banyak laki laki diluar sana yg lebihh baik dari Aryo .Jangan jangan Aryo hanya mengincar kedudukan di perusahaan ituu
Tamirah
cerita ini belummm jelas alur nya, sekilas Kalau winda cinta mati sama Aryo,cinta bertepuk sebelah tangan.Aryo memanfaatkan winda krn dekat dgn Serina.mungkin Karena Serina orang kaya, kalau sekedar cantik itu relatif.lanjut Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!