NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Sang Presdir

Gairah Cinta Sang Presdir

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:40.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Dikhianati sang kekasih dan melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita yang dia cintai tengah bercinta dengan pria yang tak lain sahabatnya sendiri membuat Mikhail Abercio merasa gagal menjadi laki-laki. Sakit, dendam dan kekacauan dalam batinnya membuat pribadi Mikhail Abercio berubah 180 derajat bahkan sang Mama sudah angkat tangan.

Hingga, semua berubah ketika takdir mempertemukannya dengan gadis belia yang merupakan mahasiswi magang di kantornya. Valenzia Arthaneda, gadis cantik yang baru merasakan sakitnya menjadi dewasa tak punya pilihan lain ketika Mikhail menuntutnya ganti rugi hanya karena hal sepele.

"1 Miliar atau tidur denganku? Kau punya waktu dua hari untuk berpikir." -Mikhail Abercio

----

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama konten penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 02 - Nego

“Uang lagi.”

Valenzia tersenyum getir membaca pesan singkat dari keluarganya. Sudah kali ketiga mereka mengirimkan pesan yang sama satu minggu ini, sebenarnya mereka berharap apa? Statusnya masih sebagai mahasiswa, meskipun dia juga bekerja paruh waktu mana mungkin uang yang ia dapatkan bisa cukup jika harus menghidupi keluarganya juga.

Drrrt Drrt

Ponselnya kembali bergetar, panggilan dari adiknya masuk berkali-kali. Sudah bisa dipastikan apa yang akan Valenzia dengar jika dia mengangkat teleponnya. Untuk saat ini dia lebih memilih untuk menutup celah yang membuatnya sakit hati, masalahnya sudah terlalu besar hingga kepalanya seakan mau pecah.

Tuntutan orangtua, biaya kuliah, uang makan selama di sana belum lagi tagihan kost. Semua sudah membuat Valenzia kehilangan arah, dia berada di titik serba salah. Hendak menyerah semua sudah terlambat, apa kata dunia jika dia memutuskan kembali ke kotanya tanpa membawa hasil apa-apa.

Sekarang, semua semakin rumit ketika dia dihadapkan dengan Mikhail Abercio, sang Presdir yang sempat dia kagumi kala pria itu menjadi pembicara seminar di kampusnya. Semuanya luntur seketika, tidak ada Mikhail Abercio yang dia jadikan afirmasi sukses kedepannya, kalimat-kalimat inspirasi dari mulut pria itu nyatanya hanya omong kosong dan tidak sesuai dengan kepribadiannya.

“Zia!! … masih lama nggak?”

“Ah? Masih, Ka, kamu duluan aja nanti aku nyusul.”

Terlalu lama melamun membuatnya lupa jika temannya menunggu di depan toilet, memang sebelumnya niat Valenzia hanya untuk buang air kecil sebentar, tapi yang terjadi justru berbeda dan tidak sesuai dengan rencananya.

“Kamu baik-baik aja kan? Kalau sakit pulang aja, Zi,” tutur Erika khawatir, tidak biasanya Valenzia seperti ini. Dia sudah menunggu hampir 20 menit dan wanita itu masih meminta tambahan waktu, ini benar-benar aneh.

“Nggak sakit, Ka, sana duluan.”

Suaranya terdengar baik-baik saja, lagipula ini bukan jadwal Valenzia datang bulan. Erika bernapas lega meski sebenarnya dia masih khawatir dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu. Mungkin hanya butuh waktu sendiri, dan Erika tidak bisa memaksa jika Valenzia tidak cerita sendiri.

*****

“Cari kemana uangnya? Masa Zidan lagi.”

Di dalam, Valenzia masih sibuk memikirkan dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu. Jika harus meminta uluran tangan kekasihnya itu tidak mungkin. 1 juta mungkin Zidan akan berikan dengan mudah, sementara 1 miliar mungkin bisa membuat hubungan mereka ditentang keluarga kekasihnya.

“Nggak, aku harus coba nego sekali lagi … mungkin caraku memohon kurang dramatis,” ucap Valenzia sembari berpikir panjang, menghadapi Mikhail sepertinya memang harus butuh usaha yang berbeda.

Memantapkan tekadnya untuk kedua kali, Valenzia hendak kembali ke ruangan Mikhail. Masih sama bergemuruhnya, jantungnya berdegub kencang sembari menanti lift terbuka. Kali ini dia tidak ingin gagal lagi, Valenzia cukup pandai merayu dan seharusnya Mikhail bisa luluh padanya.

Ting

Lift terbuka, baru saja hendak melangkah keluar dan matanya dibuat membulat sempurna kala menyadari pemandangan di depannya. Pria yang hendak ia temui tengah melayangkan tatapan penuh permusuhan padanya, masih dengan wanita seksi yang tadi pagi Valenzia lihat.

“Sayang, hari ini kita makan apa?” tanya wanita itu bergelayut manja di lengan Mikhail, pria itu tidak menjawab sama sekali. Matanya justru tertuju pada Valenzia yang kini membuang pandangan dan tengah bingung hendak melakukan apa.

“Kamu mau menemuiku? Keputusanmu sudah bulatkah?”

Suara itu terdengar biasa, tapi bagi Valenzia berhasil membuat bulu kuduknya meremang seketika. Tatapan Mikhail saat bertanya masih sama dan Valenzia tidak mengerti maknanya.

“I-iya, Pak … saya minta waktu sebentar saja.” Memberanikan diri untuk mendekat meski wanita di sisi pria itu terlihat ingin menelan Valenzia bulat-bulat.

“3 menit, katakan di sini saja.”

Valenzia mendongak dan sudah siap dengan air mata buaya yang ingin dia perlihatkan, mungkin tadi pagi dia memohon tanpa air mata hingga membuat Mikhail tidak tersentuh. Hanya saja, 3 menit rasanya tidak cukup untuk mengutarakan semua penderitaannya.

“Tentang ganti rugi yang Bapak minta, apa tidak bisa kita negosiasi sekali lagi, Pak?"

"Nego?" Mikhail mengerutkan dahi, berani juga Valenzia menemuinya padahal belum membawa keputusan apa-apa.

"Iya, Pak. Seperti yang Anda ketahui saya bukan kalangan atas yang bisa mengeluarkan uang sebanyak itu, tapi Anda juga perlu tahu bahwa saya juga bukan wanita rendahan yang bisa memberikan diri saya begitu saja … Anda bayangkan jika suatu saat adik perempuan Anda mengalami hal yang sama, apa Anda bisa menerimanya?”

Semua berjalan dengan baik, air matanya nyata dan Mikhail mendengarkan perkataannya dengan seksama. Kemampuan Valenzia bicara di depan umum sepertinya tidak perlu diragukan, namun sayang sekali saat ini Mikhail tidak sedang berbaik hati.

“Adikku laki-laki, jadi jangan memintaku membayangkan banyak hal,” pungkas Mikhail memasukkan tangan ke saku celananya.

“Hah?” Valenzia salah besar sepertinya, harusnya dia tidak mengutarakan hal-hal yang terkesan membela diri dan membuatnya semakin terlihat berani menentang.

“Ck, buang waktu saja … keputusanku sama seperti tadi pagi, temui aku jika kamu sudah menentukan pilihan.”

Pria itu berlalu begitu saja dan meninggalkan Valenzia yang kini terpaku dengan mulutnya yang masih menganga. Berharap dapat solusi nyatanya dia semakin frustasi, ingin rasanya dia berteriak dan mengutarakan kebenciannya pada pria itu.

“Aaarrrggghhhh!! Kenapa harus aku yang ketemu dia, Tuhan.” Valenzia memukul angin dan mengacak rambutnya tanpa peduli tatapan aneh dari beberapa orang di sana.

TBC ✨

1
apajalah
/Doge//Doge//Ok//Doge//Doge/
apajalah
😊🍂🍃🍁🍁😊🍃🍃🍂🍃🍂
Marina Tarigan
jodoh sdh fitentukan s yakiel kita tuku yg kanan tapi jatuhnya kiri gimana jidan mereka saling mencintai dan saling menjaga toh pisah juga fatang predir brutal jadi deh itulah jodoh doakan rmh tgga kakakmu harmonis selamanya
Marina Tarigan
biarkan saja nanti keluarga zia sendiri yg malu
Marina Tarigan
presdir Mikhail ini kok aneh ya tak sabaran sih ayah ibumu juga behitu ya turunan datah senang juga rupanya pak bos sangat mencintai zia kita pikir dulu hanya pelampiasan mknya awal2 kits marah lihat kelakuan kamu mikhail
Marina Tarigan
sifat ayah ibu turu ke anaknya Mikhail jgn bikin takut Zia ayah lihat anakmu hancur ber keping2 karena ditinggalkan Zia Zia tdk salah anakmu memaksa dgn kekuasaanya pd zia gadis cantik dan pintat itu
Marina Tarigan
syukur kalian. sdh bertemu dgn perjuangan yg sangat berat
Marina Tarigan
datang lagi ma tan sdgkan pikoran masih sm zia mikhail makin kesal
Marina Tarigan
gi.ana zia gak pergi jauh sdh 1 minghu mikail gak ada dia telpon xia wa juga tak ada terus xja sdg rapuh baru dia putuskan dgn zidan foa perhi katena tahu diri otu terjadi karena ke egoismu mikayl
Marina Tarigan
nukan Briam yg melihat yg perbaoki ponsel itu buka utk cek hidup atau tdk
Marina Tarigan
zia sdh putus sm zidan bertanggung lah bos kamu sdh merusak anah gafis orang dgn paksa
Marina Tarigan
walaupun berat itu jln terbaik zia memang akibatnya sm jidan bisa dia benci sm wanita sm kayak mikyl yg awalnya dihianati pacarnya akhirnya jahat sm wanita
Marina Tarigan
mikahi Zia bos jgn kau lobangi tdrus kek pelacur
Marina Tarigan
zia lepaskan zidan kamu sdh menghianati zedan walaupun terpaksa kamu tak ubahnya kaca pecah rongsokan yg tdk bisa diperbaiki lagi kamu sekarang penghianat walaupun terpaksa
Marina Tarigan
syakil karena kamu sdh dewasa kamu nonton gilm drwada kakakmi marah kan smp berantem tapi kskakmu lenih dari biadap merusak anak gadis yg miskin dgn kekuasaannya xia tdk memikirkan bagaimana nasip Zia kedepannya jadi rongsokan yg menjijikkan anak orang miskin dia tekan dgn kekuasaanya itu namanya SEzTAzN
Marina Tarigan
kan ada pa armi zidan otu minta pendapatnya bagaimana menanghilangi masallah itu tapi juga cerita ya suka2 uh buat
Ellya Muchdiana
Mikhail kan abis kecelakaan selama 5 bulan baru sembuh, lanfsung nyari Zia sampai ke Amrik, terus kalo Jenny hamil, siapa yg menghamili dia
Cipika Cipiki
ga sopan banget , ga bisa jaga privasi orang , walau seakrab apapun tetep salah kalo sampe nyamperin kamar pria beristri
Cipika Cipiki
astaga jadi lieur ku typo nama 😄😄
Cipika Cipiki
perasaan di part atas Aleena ini putrinya Adrian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!