NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Jaminan Triliunan Rupiah

Hujan badai mengguyur kota malam itu, kilat menyambar membelah langit gelap, seolah menjadi pertanda buruk bagi Aletta.

​Napas gadis berusia dua puluh tahun itu terengah-engah saat ia berlari menaiki tangga apartemen kecilnya. Firasatnya memburuk ketika melihat pintu unitnya sedikit terbuka dengan engsel yang rusak. Tanpa ragu, Aletta mendorong pintu itu dan seketika darahnya terasa membeku.

​Apartemennya hancur lebur. Pecahan kaca berserakan di lantai, sofa robek, dan meja terbalik. Namun, pemandangan yang paling meremukkan hatinya adalah sosok paruh baya yang tengah berlutut di tengah ruangan dengan wajah babak belur. Ayahnya.

​Di sekeliling ayahnya, berdiri lima orang pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam legam. Salah satu dari mereka, yang memiliki luka codet di wajahnya, menodongkan moncong pistol tepat ke pelipis sang ayah.

​"Ayah!" Aletta menjerit, mengabaikan bahaya dan langsung berlari memeluk pria paruh baya itu. "Apa yang kalian lakukan padanya?! Pergi dari sini atau aku telepon polisi!"

​Pria bercodet itu tertawa meremehkan. Alih-alih takut, ia justru melempar sebuah koper hitam ke hadapan Aletta. Koper itu terbuka, memperlihatkan tumpukan dokumen dengan cap tebal berwarna merah.

​"Telepon saja polisi, Nona Manis. Tapi kurasa, polisi manapun tidak akan bisa melunasi hutang ayahmu yang mencapai dua triliun rupiah kepada Bos kami," desis pria itu, suaranya berat dan mengancam.

​Mata Aletta membelalak sempurna. Dua triliun? Jantungnya berdetak liar. "Ayah... i-ini tidak mungkin benar, kan? Ayah tidak mungkin berhutang sebanyak itu..."

​Ayahnya menunduk dalam, air mata bercampur darah menetes dari pelipisnya. "Maafkan Ayah, Al... Perusahaan Ayah dijebak. Ayah meminjam uang dari lintah darat bawah tanah untuk menyelamatkan bisnis kita, tapi bunganya terus membengkak..."

​"Waktu kalian sudah habis," sela pria bercodet itu tak sabar. Ia menarik pelatuk pistolnya, menimbulkan bunyi klik yang mematikan. "Bos kami tidak menerima penundaan lagi. Nyawa dibayar uang, atau... nyawa dibayar nyawa."

​"Tunggu! Jangan bunuh ayahku!" Aletta memohon, tubuhnya bergetar hebat. Ia menatap para pria berjas itu dengan pandangan putus asa. "Kami akan bayar! Beri kami waktu, aku akan bekerja siang malam untuk..."

​"Bos kami tidak butuh recehan dari pelayan kafe sepertimu," potong pria itu tajam. Namun, seringai licik tiba-tiba muncul di wajahnya. Ia menarik sebuah map merah dari dalam jasnya dan melemparnya ke pangkuan Aletta. "Tapi kau beruntung. Bos kami memberikan satu jalan keluar terakhir."

​Aletta dengan tangan gemetar membuka map tersebut. Di halaman pertama, terpampang jelas tulisan kapital yang dicetak tebal: SURAT PERJANJIAN PERNIKAHAN.

​Napas Aletta tercekat saat membaca poin-poin di dalamnya. Itu bukan sekadar surat nikah, melainkan kontrak penyerahan hak asuh dan kebebasan seumur hidup atas nama Aletta. Sebagai gantinya, seluruh hutang ayahnya akan dianggap lunas. Di bagian bawah kertas, tertera tanda tangan calon suaminya.

​Xavier.

​Hanya satu nama. Namun nama itu sudah cukup untuk membuat siapa pun di kota ini gemetar ketakutan. Xavier adalah sang penguasa kegelapan, CEO miliarder yang tak tersentuh hukum, sekaligus ketua sindikat mafia paling kejam yang pernah ada.

​"Kalian gila..." bisik Aletta, air matanya mulai menetes. Ia menatap ayahnya tak percaya. "Ayah... Ayah menjadikan aku jaminan?"

​Ayahnya terisak keras, merengkuh kaki Aletta. "Maafkan Ayah, Alletta! Maafkan Ayah! Ayah tidak punya pilihan lain. Kalau kau tidak menandatanganinya, mereka akan membunuh kita berdua malam ini juga!"

​Dada Aletta terasa sesak, seolah pasokan oksigen di sekitarnya tersedot habis. Ia menatap ruang tamu yang hancur, pistol yang siap menyalak, dan ayahnya yang tak berdaya. Ia tertawa getir, merutuki nasibnya yang berubah menjadi neraka hanya dalam satu malam.

​Dengan tangan bergetar, Aletta meraih pena yang disodorkan padanya. Setiap goresan tinta di atas kertas itu terasa seperti paku yang menancap di peti matinya sendiri. Ia baru saja menjual jiwanya kepada iblis.

​Begitu tanda tangan itu selesai, pria bercodet itu tersenyum puas dan mengambil kembali dokumen tersebut. "Pilihan yang cerdas, Nona Aletta. Bos kami pasti senang."

​Tanpa aba-aba, dua pria berjas hitam langsung mencengkeram lengan Aletta dan menariknya berdiri dengan kasar.

​"Lepaskan aku! Biarkan aku mengemasi barang-barangku dulu!" Aletta memberontak, mencoba melepaskan diri.

​"Kau tidak akan membutuhkan barang rongsokan dari tempat ini lagi. Mulai detik ini, kau adalah milik Tuan Xavier."

​Aletta diseret paksa menembus hujan badai, diabaikan jeritannya yang memanggil sang ayah. Ia dilempar ke dalam mobil Rolls-Royce hitam pekat yang telah menunggu. Pintu tertutup rapat, mengunci Aletta dalam kegelapan bersama nasib barunya.

​Mobil itu melesat membelah malam, membawanya menuju mansion mewah di puncak bukit kota. Sangkar emas berlapis berlian milik seorang monster yang kini sah menjadi suaminya.

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!