NovelToon NovelToon
Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

“[Ikan Langka! Hadiah 100 Emas!]”

Beni hanyalah nelayan miskin yang hidup penuh penderitaan. Ia dikhianati istrinya, dijebak hingga terlilit hutang, dan hampir kehilangan harapan hidup.

Namun saat berlayar di tengah badai, ia malah tersesat ke lautan misterius yang dipenuhi bahaya. Di sanalah sebuah sistem aneh tiba-tiba muncul di hadapannya.

Dengan bantuan sistem pengumpul emas, bisakah Ye Fan mengubah nasibnya dan menjadi orang terkaya di lautan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Pulang saja

Malam itu berubah menjadi ajang penyiksaan bagi kesabaran Beni.

Ia berpindah dari satu titik ke titik lain di perairan berkabut, melempar joran, menunggu hingga berjam-jam, namun yang ia dapatkan hanyalah sampah laut, beberapa ikan rendah, rumput laut bercahaya yang tidak berharga, atau yang paling menyebalkan umpan yang dicuri oleh makhluk-makhluk kecil tak terlihat.

​Beni menatap layar sistem yang tak kunjung memberikan notifikasi "Ikan Spiritual Level 1".

Ia sudah lelah, matanya perih karena terpapar kabut perak yang mengandung aura aneh, dan otot lengannya terasa seperti mau copot setelah pertarungan brutal tadi.

​"Sialan. Apa aku dikerjai oleh keberuntungan buruk yang dikutuk?" rutuknya. "Ikan level 1 itu seperti hantu. Dicari tak ada, kalau tak dicari malah muncul dan membunuhmu."

​Hingga fajar menyingsing, Beni akhirnya menyerah. Perahunya kembali bersandar di dermaga desa dalam keadaan sunyi. Wajahnya lesu, matanya cekung, dan setiap inci tubuhnya terasa remuk.

Ia bahkan tidak mempedulikan perahunya yang harus diperbaiki lagi. Ia hanya ingin tidur. Ia masuk ke dalam rumah, membanting pintu, dan langsung merebahkan diri di atas ranjang bambu yang reyot. Dalam hitungan detik, ia sudah terlelap di alam mimpi.

​BRAKK! BRAKK! BRAKK!

​Suara pintu yang digedor kasar membangunkannya paksa. Beni mengerang, kepalanya terasa berdenyut hebat. Cahaya matahari sudah masuk melalui celah dinding kayu, menandakan hari sudah siang.

​"Beni! Keluar kau, Pecundang! Kami tahu kau ada di dalam!"

​Itu suara si penagih utang, kaki tangan Kepala Desa. Beni mengusap wajahnya yang kotor, mengumpulkan sisa-sisa kesadaran. Ia melirik kantong celananya yang berisi uang hasil penukaran sistem. Senyum miring tiba-tiba tersungging di bibirnya.

​Dengan langkah gontai namun penuh percaya diri, Beni membuka pintu. Di depannya, tiga orang pria berbadan kekar sudah berdiri dengan wajah merah padam, siap untuk merobohkan rumahnya.

​"Ah, kalian datang tepat waktu untuk sarapan," ucap Beni dengan nada meremehkan.

​Si penagih utang yang berkumis tebal maju satu langkah, menunjuk hidung Beni. "Jangan banyak bacot! Mana uangnya?! Tuan Kepala Desa sudah hilang kesabaran. Jika kau tidak membayar hari ini, rumah ini akan rata dengan tanah dan kau akan diseret ke penjara desa!"

​Warga desa mulai berkerumun lagi. Mereka berbisik-bisik, menatap Beni dengan pandangan yang sama: kasihan, jijik, dan yakin bahwa hari ini Beni akan berakhir tragis.

​"Lihat saja, dia pasti akan memohon-mohon lagi," bisik salah seorang warga.

​"Memangnya dia dapat uang dari mana? Kemarin saja dia babak belur dikeroyok," sahut yang lain.

​Beni tidak menghiraukan bisikan itu. Ia merogoh saku celananya dengan gerakan santai, seolah-olah sedang mengambil sapu tangan. Namun, bukannya sapu tangan yang ia keluarkan, melainkan segepok uang tunai, hasil dari penukaran sistem yang jumlahnya sangat tebal.

​Tanpa basa-basi, tanpa rasa hormat, dan tanpa peringatan, Beni melayangkan segepok uang itu tepat ke wajah si penagih utang.

​PLAK!

​Uang itu menghantam hidung si pria berkumis hingga ia terjengkang ke belakang, sementara lembaran-lembaran uang kertas berhamburan ke udara, beterbangan seperti salju di bawah sinar matahari yang terik.

​"Ini!" bentak Beni, suaranya menggelegar membuat suasana menjadi hening seketika. "Ambil uang itu! Hitung sendiri! Itu lebih dari cukup untuk membayar utang sialan yang bahkan tidak pernah kubuat!"

​Si penagih utang yang terjatuh di tanah melongo. Ia gemetar saat mengambil lembaran uang yang terjatuh di depan hidungnya. Ia menatapnya sekali, dua kali, lalu membelalak tak percaya. Ini bukan uang palsu. Ini uang asli dalam jumlah yang sangat banyak.

​"B-Beni... kau... dari mana kau mendapatkan uang sebanyak ini?!" gagap pria itu, wajahnya yang tadi garang kini berubah pucat pasi.

​Beni melangkah maju, berdiri tepat di atas pria yang masih duduk di tanah itu. Ia menatap ke arah warga desa yang tadi mencemoohnya dengan tatapan tajam yang membuat mereka menunduk takut.

​"Itu bukan urusan kalian!" seru Beni. "Mulai sekarang, dengarkan aku baik-baik. Jangan pernah berani datang ke rumah ini lagi untuk menagih apa pun. Jika kalian berani mengganggu ketenanganku, aku tidak akan segan-segan melakukan hal yang lebih buruk daripada sekadar melempar uang ke wajah kalian."

​Beni membalikkan badan, meludah ke tanah di depan kaki si penagih utang, lalu masuk kembali ke rumahnya dengan membanting pintu.

​Di luar, suasana menjadi kacau. Si penagih utang hanya bisa mematung, memegangi uang yang begitu tebal di tangannya, sementara warga desa mulai berbisik-bisik dengan nada yang berubah 180 derajat.

​"Tunggu... dia punya uang sebanyak itu?"

"Dari mana dia mendapatkannya? Apakah dia merampok? Atau dia sebenarnya punya bisnis tersembunyi?"

​Di dalam rumah, Beni menyandarkan punggungnya di pintu. Napasnya masih terengah, tapi hatinya merasa puas. Ia tidak peduli apa yang akan dipikirkan orang.

Yang ia tahu, ia sudah memenangkan ronde pertama. Sekarang, ia hanya butuh tidur yang tenang, dan mungkin, malam ini ia akan kembali melaut untuk benar-benar berburu Ikan Spiritual Level 1 lagi.

​"Sistem," bisik Beni dengan mata terpejam, "siapkan alarm untuk nanti malam. Aku tidak akan membiarkan ikan sialan itu lolos lagi."

​[-_-] (Sistem hanya menampilkan ikon jempol ke atas di layar, membuat Beni tersenyum tipis sebelum akhirnya benar-benar terlelap.)

1
Jerry K-el
up-nya harus konsisten biar pembaca tambah dan yg sdh baca gak kabur 😅
Manusia Biasa
utamakan mancing
Manusia Biasa
dimas udah punya wife ternyata 🗿
Manusia Biasa
/Scream/
Manusia Biasa
konsepnya menarik bosku. punya potensi naik rangking fiksi pria ini lanjutkan
Manusia Biasa
nice jangan mau balikan. cuma jadi lingkaran setan nanti
Manusia Biasa
mampus
Manusia Biasa
bro memilih rute membuat restoran 🤣
Manusia Biasa
jenius
Manusia Biasa
ada manusia setengah ikan kagak nanti? lawan mc grade s gitu🗿
Manusia Biasa
ada fantasi battle juga kah
Maul: Dikit-dikit
total 1 replies
Manusia Biasa
jir kirain emas batangan asli🗿
Manusia Biasa
gaz solo vs squad
Manusia Biasa
hindari cewek modelan gini aminn🙏
Manusia Biasa
sad ending😭 mana banyak yang demen genre ginian🗿
Manusia Biasa
wih novel sistem pecah telur gacor😘
Agen One
🤣
Agen One
ada apa nih di kejer
Agen One
🤕
Agen One
🤣🤣jadi seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!