NovelToon NovelToon
KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Sejak awal aku memang tidak pernah mencintaimu, Alin! Hatiku sepenuhnya masih milik Cindy!"

Kalimat kejam dari Elang menjadi penutup malam pertama yang dingin bagi Alin. Hanya karena rasa hormat pada Nenek Aisyah, sang CEO angkuh itu sudi mengikat Alin dalam pernikahan sepihak. Bagi Elang, menyelamatkan Cindy dan bocah kecil bernama Ega dari jalanan adalah segalanya, meskipun ia harus menginjak-injak martabat Alin sebagai istri sah.

Namun, Elang melupakan satu hal: Alin bukanlah wanita lemah yang akan mengemis cinta. Saat Alin benar-benar melepaskan cincin pernikahan mereka dan menghilang untuk menata hidupnya sendiri, dunia Elang justru runtuh seketika. Terlebih saat sebuah rahasia medis terbongkar dan membuktikan bahwa anak yang ia agungkan selama ini adalah sebuah kebohongan besar yang dirancang oleh mantannya.

Penyesalan itu datang terlambat. Elang yang dulu arogan kini harus melepaskan seluruh harga dirinya, merangkak di tengah badai, hanya untuk mendapatkan secuil maaf Alin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Tangisan Buatan

"Saya tertawa karena menyadari betapa bodoh dan naifnya saya selama ini, Mas Elang," jawab Alin lurus. Mata indahnya menatap sepasang manik mata Elang dengan binar yang tidak lagi menyisakan rasa hormat atau ketakutan sedikit pun. "Terima kasih banyak atas kejujuran Mas yang sangat luar biasa kejam ini. Terima kasih karena sudah meruntuhkan harapan saya. Tapi tahu tidak, Mas? Dengan kejujuran Mas ini, semuanya justru menjadi jauh lebih mudah bagi saya untuk mengambil langkah. Pernikahan konyol dan salah alamat kita ini memang harus usai hari ini juga! Detik ini juga, saya tidak sudi menjadi istri dari pria yang hatinya mengemis pada wanita lain!"

"Alin! Aku sudah katakan padamu di bawah tadi, tidak ada kata pembatalan atau perceraian dalam kamusku!" desis Elang, cengkeraman tangannya pada sisi celana bahan kainnya mengetat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol keluar. "Aku tidak akan membiarkan nama baik keluarga besar kita atau nama baik perusahaanku rusak hanya karena drama kekanak-kanakanmu ini!"

"Saya tidak peduli dengan nama baikmu, nama besar keluargamu, atau nama perusahaan 'startup' hebatmu itu lagi, Mas Elang yang terhormat!" balas Alin tegas. Suaranya meninggi, bergaung kuat menembus langit-langit kamar. "Mas mencintai Mbak Cindy, dan Mas menganggap kehadiran saya di sini sebagai beban perjodohan yang sial. Lalu untuk apa kita terus mempertahankan sandiwara busuk ini? Lepaskan saya! Ceraikan saya dan silakan Mas hidup bahagia, berbagi ranjang, dan membangun keluarga kecil yang romantis dengan wanita pilihan hatimu itu tanpa perlu mengorbankan saya!"

Elang terdiam seribu bahasa. Napasnya memburu naik turun dengan cepat, menatap nanar ketegaran Alin yang sama sekali tidak gentar atau meneteskan air mata menghadapi arogansinya sebagai suami. Pria itu membalikkan badannya dengan kaku, melangkah keluar dari kamar utama dan menutup pintu dengan sentakan kasar, meninggalkan Alin yang sedetik kemudian langsung luruh terduduk lemas di samping lemari pakaiannya, meremas dadanya yang terasa sangat nyeri.

Sementara itu, di balik celah pintu kamar utama yang sengaja tidak tertutup rapat sempurna, sesosok wanita berdiri membeku dalam remang-remang koridor lantai dua. Cindy. Tanpa mereka berdua ketahui, sejak Elang melangkah naik, ia diam-diam ikut melangkah naik ke lantai atas dengan alasan mencari air hangat, lalu berdiri menguping seluruh pertengkaran hebat dan konfrontasi batin itu dari luar pintu.

Mendengar setiap untaian kalimat jujur dari mulut Elang yang mempertegas bahwa pria itu sama sekali tidak mencintai Alin dan mengakui bahwa hatinya masih sepenuhnya milik Cindy, sepasang sudut bibir wanita itu perlahan terangkat ke atas. Sebuah senyum samar yang penuh kelicikan, kepuasan, dan kemenangan mutlak pecah di wajah pucatnya yang tirus. Rencana awalnya untuk kembali masuk ke dalam hidup Elang ternyata berjalan jauh lebih cepat, mudah, dan mulus dari yang ia perkirakan sebelumnya. Benteng pertahanan dan harga diri pernikahan Alin sudah runtuh total hari ini, dan jalan untuk kembali menguasai takhta tertinggi di hati serta kekayaan Elang kini sudah terbuka lebar di depan matanya.

***

Beberapa menit sebelumnya ....

Mendengar suara langkah kaki berat yang mendekati ambang pintu kamar utama di lantai atas, Cindy tersentak kaget. Kesadaran fungsionalnya berputar cepat, menghitung risiko yang bisa terjadi jika ia tertangkap basah. Ia buru-buru membalikkan tubuhnya, melangkah tanpa suara sedikit pun di atas lantai koridor berkarpet beludru yang tebal, lalu setengah berlari menuruni anak tangga kayu menuju lantai bawah sebelum Elang sempat membuka pintu dan menangkap basah keberadaannya yang tengah menguping di depan kamar utama lantai dua. Jantungnya berdegup kencang di balik dada tirusnya, bukan karena rasa takut atau bersalah, melainkan karena adrenalin kemenangan yang meletup-letup liar di dalam benaknya.

Sesampainya di lantai bawah, Cindy langsung menarik napas dalam-dalam beberapa kali, mengatur riak napasnya agar kembali terlihat tenang, lemah, dan rapuh layaknya wanita tak berdaya. Ia melangkah pelan mendekati area ruang tengah, tempat Ega sedang duduk sendirian di atas sofa beludru berukuran besar sambil menatap layar televisi yang sedang menampilkan tayangan kartun pagi. Bocah kecil itu tampak diam membisu, sesekali mengucek sepasang matanya yang masih menyisakan sisa kantuk yang berat serta jejak lemas akibat serangan demam tinggi semalam.

Cindy mendudukkan tubuhnya di samping sang putra, merapatkan posisi duduknya agar tidak terlihat dari arah tangga. Ia melirik sekilas ke arah atas melalui celah dekorasi sekat ruang, memastikan Elang belum melangkah turun. Dengan gerakan yang sangat kilat, dingin, dan tersembunyi rapat di balik bayangan tubuhnya sendiri, jemari tangan kanan Cindy bergerak menyelinap ke balik celana kusam yang dikenakan Ega. Tanpa belas kasihan, ia mencubit paha bagian dalam bocah kecil itu dengan sebuah sentakan plintiran yang cukup keras.

"Ugh ... Huwaaa! Sakiiit, Ibu! Sakit ... Huwaaa!"

Tangisan Ega pecah seketika, lengkingannya menggema dengan sangat nyaring memutus keheningan rumah baru yang masih berbau cat segar itu. Bocah berusia empat tahun itu langsung meringkuk, melipat tubuhnya di atas sofa sambil memegangi paha dalamnya yang mendadak memerah. Air matanya luruh berkejaran dengan sangat deras, membasahi pipinya yang gembil dan memerah. Bocah sekecil itu tentu tidak mengerti mengapa ibu kandungnya sendiri tega menyakitinya secara mendadak, namun naluri anak-anaknya hanya bisa meluapkan rasa perih itu lewat jeritan histeris yang memantul di dinding ruangan.

Benar saja, siasat keji yang dirancang Cindy membuahkan hasil manis dalam hitungan detik. Suara tangisan kencang dan jeritan Ega langsung menarik perhatian penuh dari pria yang baru saja melangkah keluar dari kamar utama di lantai dua. Elang, yang semula berjalan dengan raut wajah masam, kusut, dan sisa amarah yang masih membakar rongga dadanya pasca konfrontasi panas dengan Alin, mendadak menghentikan langkah kakinya tepat di kepala tangga.

Mendengar suara jeritan bocah yang ia yakini sebagai darah dagingnya sendiri, gurat-gurat garis keras, dingin, dan arogan di wajah tegap Elang mendadak melunak seketika, luruh tanpa sisa. Sisi kebapakan serta rasa bersalah yang besar yang selama empat tahun ini terpendam langsung mengambil alih seluruh akal sehat sang CEO baru tersebut. Ia segera menuruni anak tangga dengan langkah yang tergesa-gesa, mengabaikan ego batinnya sendiri yang beberapa menit lalu baru saja terkoyak hebat oleh kata-kata tajam serta penolakan telak dari istri mudanya.

Bersambung ...

1
vania larasati
lanjut
🌸 𝑥𝑢𝑎𝑛 🌸
😂😂😂😂
merry yuliana
suruh ganti nama jadi burung perkutut aja kak
Naufal Affiq
kalau masih bodoh lagi kau elang,oma sudah mengasih jalan biar kau menjadi pintar,maka jalan kan apa yang harus kamu kerja kan
olyv
elang oon dikasih berlian kayk alin malah milih jalang kayak cindy siap² gigit jari kalo tetap keras kepala
Yul Kin
lanjut kak
Ayudya
nah apa yg di bilang nenek itu bener elang apa ada bukti kalau si Ega itu anak kandung kamu.seorang CEO kok bodoh banget🤣🤣🤣🤣🤣
kaylla salsabella
nah pilih yang mana lang
yuni ati
Elang galauu🤣
Teh Euis Tea
nah loh pilih elang km berani ga pilih cindi dan di miskinkan nenekmu atau km pilih alin tg tulus sayang sm nenekmu
Sugiharti Rusli
mungkin karena hubungan yang terjalin selama ini dengan Alin dan keluarganya, membuat nenek Aisyah lebih memilih dirinya jadi cucu menantunya sih,,,
Sugiharti Rusli
kira" nenek Aisyah tuh tahu pasti yah kalo watak Alin juga tegas seperti dirinya, tapi dia bisa menempatkan kapan waktunya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi kalo perusahaannya baru berkembang pesat tapi juga ada di bawah induk perusahaan keluarganya yah,,,
Sugiharti Rusli
memang perusahaan yang di bawah kendali si Elang itu bukannya start up yah, kira" apa hubungannya sama harta milik sang nenek, apa investornya kah,,,
Mommy Ghina: perusahaan start up, tapi masih berinduk dengan perusahaan almarhum suami Nenek Aisyah
total 1 replies
Sugiharti Rusli
ternyata nenek Aisyah meski sudah uzur, tapi wibawanya tetap terlihat yah saat berkata tegas kepada si Elang cucunya
Wiek Soen
setuju dg nenek, CEO kok goblok
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
😬😬, ga bisa berkutik kan bapak elang yg terhormat, berpikir lah secara benaar jangan cuma bulol yg tdk pada tempatnya daaah... hadeeeh.. 😏😏
Nasya
bagus nek tak setuju bgt biar kapok elang
Nasya
hedehh CEO oon
Halimatus Syadiah
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!