NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Semua Pria Sama

Anak buah Alex yang tadi mengikuti mobil yang membawa pergi Sheza mengabari Alex, kalau saat ini Sheza berada di sebuah restoran bintang lima terkenal di kota ini.

Alex yang penasaran, bagaimana Sheza bisa pergi ke sana setelah semua akses keuangannya di blokir ayahnya. Langsung bergegas menyusul Sheza.

Kebetulan saat itu, Karen sedang bersama dengan Alex. Wanita itu juga bersikeras untuk ikut dengan Alex.

Sampai di depan restoran, para penjaga menghadang keduanya.

"Reservasi sudah penuh, semua tamu sudah masuk. Kalian berdua, kalau mau cari seseorang. Silahkan tunggu di ruang tunggu!"

"Aku Alex Wijaya! kalian berani melarang ku masuk?" tanya Alex dengan arogan.

Dia pikir, karena dia adalah pewaris Wijaya grup. Semua orang harus memperlakukannya sama seperti semua anak buahnya dan anak buah ayahnya.

Penjaga restoran itu mendengus pelan.

"Memangnya kenapa kalau kamu keluarga Wijaya. Nama belakang keponakanku juga Wijaya! Buku tamu sudah di tutup, artinya semua orang yang melakukan reservasi sudah berada di dalam. Kalau memang mau tunggu, silahkan menunggu di luar, di sana itu, di ruang tunggu. Kalau memang tidak, silahkan pergi dari restoran ini!"

Penjaga itu sudah mengatakan semuanya dengan sangat jelas sebenarnya. Dan cara bicaranya memang tegas.

Alex yang kesal berusaha menghubungi Sheza. Tapi sama sekali tidak bisa.

"Alex, aku rasa Sheza sudah memblokir nomor kita. Aku, paman dan bibi juga sudah tidak bisa menghubunginya! dia pasti sangat marah. Kalau aku bertemu dengannya, aku pasti akan bicara baik-baik dan menjelaskan semuanya!"

Alex hanya mendengus pelan. Lalu mencoba menghubungi anak buahnya. Supaya dia bisa masuk dan mencari Sheza.

Sayangnya, kabar tidak enak di dengar malah semakin membuatnya marah.

[Tuan, maaf. Tapi itu restoran memang milik Black Tycoon kota ini. Tanpa reservasi satu bulan sebelumnya untuk kalangan atas, atau reservasi satu mingguan sebelumnya untuk kalangan taipan. Memang tidak bisa masuk ke sana, tuan. Bagi yang terlambat datang di jam yang sudah ditentukan pun akan langsung di coret]

Tangan Alex terkepal. Sepertinya ranah kaya dan kuasa dirinya belum apa-apa di banding seseorang yang disebut sebagai Black Tycoon itu.

"Lakukan sesuatu, bayar dengan harga berapapun!"

Karen yang mendengar itu mulai tidak senang. Rasanya seolah Alex itu akan melakukan apapun untuk Sheza, hanya untuk bertemu dengan Sheza.

Karen segera merangkul lengan Alex.

"Alex, jangan seperti itu. Kamu bisa kena masalah, bagaimana kalau kita tunggu saja. Aku tahu kamu bisa melakukan semua ini, apapun itu. Tapi, kalau kamu sampai terluka, dan membuang nama baik keluarga Wijaya terkena imbasnya. Aku akan sangat, sedih. Kita tunggu saja ya, aku akan menemani kamu!"

Cara bicara Karen terdengar seperti sangat perduli. Padahal, dia hanya tidak ingin Alex menghamburkan uang untuk Sheza. Menurut Karen, itu bisa membuat Sheza jadi besar kepala kalau tahu semua itu.

Alex hanya melirik sekilas ke arah Karen.

[Maaf tuan, tidak bisa! bukan hanya masalah uang. Tapi, berurusan dengan Black Tycoon itu resikonya...]

Anak buah Alex itu bicara dengan sangat ragu dan terjeda. Membuat Alex menjadi emosi dan memilih menutup panggilan telepon itu.

"Dasar tidak berguna!" pekiknya kesal.

Tapi, meski memekik kesal seperti itu. Tetap saja dia harus menunggu di ruang tunggu.

Sementara Sheza dijamu dengan sangat mewah di dalam ruangan paling ekslusif di tempat itu. Bahkan viewnya bisa langsung melihat ke arah pemandangan perbukitan yang jauh dari kota.

Sheza tentu saja menikmati semua itu, kenapa dia harus menyia-nyiakannya. Bahkan ketika Jendra memotongkann daging untuknya, Sheza sama sekali tidak jaim menolak atau semacamnya.

Dan hal itu juga membuat Jendra senang. Sheza sama sekali bukan orang yang suka berpura-pura di depan Jendra. Dia menunjukkan dirinya yang apa adanya.

"Aku sudah kenyang!" kata Sheza meletakkan sendok dan garpunya di atas meja, "kamu pasti butuh waktu lama ya reservasi disini?" tanya Sheza.

Karena setahunya juga seperti itu, akan butuh waktu untuk melakukan reservasi di restoran ini. Makanya dia, dan keluarganya juga tidak pernah makan di tempat ini.

"Aku, butuh reservasi?" tanya Jendra.

Sheza mengangguk.

"Iya kan? Apa kamu tahu? dengar-dengar yang punya restoran ini adalah ketua geng atau semacamnya seperti itu!"

Jendra terkekeh.

"Ketua geng!"

"Kenapa tertawa, aku serius. Aku dengar, seseorang yang bahkan tidak bisa disentuh petugas. Itu terdengar mengerikan bukan?" tanya Sheza.

"Kamu takut?" tanya Jendra.

Sheza terdiam sebentar. Kalau di bilang takut, tentu saja dia takut. Tapi, kan dia tidak akan pula berurusan dengan orang itu. Kenapa dia harus takut?

Sheza menggelengkan kepalanya.

"Aku rasa masih lebih menakutkan menghadapi orang bermukaa dua seperti sepupuku!" celetuknya sekalian curhat.

"Begitu ya? jika kamu ingin aku melenyapkann sepupumu itu..."

"Hei, kamu bicara apa? ini masalahku. Tidak masalah!" kata Sheza yang tidak ingin Jendra ikut campur masalah keluarganya.

Sesaat kemudian terdengarlah alunan musik yang dimainkan langsung oleh pianis dan pemain biola di dekat balkon.

Jendra berdiri perlahan, mendekati Sheza, lalu mengulurkan tangannya pada Sheza.

"Mau berdansa denganku, cantik?" tanya Jendra.

Sheza tersenyum. Kata 'cantik' itu terdengar sedikit narsis. Tapi malah membuat Sheza merasa lebih dekat dengan Jendra.

Wanita yang memang cantik itu akhirnya mengulurkan tangannya. Keduanya berdiri, saing tatap dan Jendra menuntun tangan Sheza untuk memeluk bahunya. Yang satu lagi dia genggam dengan erat.

Alunan musik yang begitu terdengar romantis. Membuat keduanya melangkahkan kaki sesuai dengan irama saja.

Hingga perlahan tangan Jendra menarik pinggang Sheza lebih dekat dengannya. Sheza yang terkejut, dan mendongak.

Tiba-tiba saja, tanpa aba-aba, dan tanpa peringatan. Jendra mencium Sheza.

Mata Sheza membulat, tangannya mendorong Jendra. Tapi gerakan itu percuma. Pria itu bahkan meletakkan tangannya di belakang kepala Sheza dan menekan kuat, sampai Sheza nyaris tak bisa bernafas.

Mata Sheza berair, dia baru saja merasa dia dan Jendra bisa menjadi teman. Tapi pria itu malah memaksakann diri padanya.

Sheza menghela nafas panjang. Dan menggerakkan kakinya.

Dukkk

Sheza menginjak sepatu Jendra dengan seluruh kekuatannya.

Jendra pun melepaskan Sheza.

"Hahhh, semua pria sama saja! brengsekk!" pekik Sheza marah dan langsung keluar dari ruangan itu.

"Tuan, haruskah aku kejar nyonya?" tanya Vins yang masuk setelah Sheza pergi dengan terburu-buru.

"Tidak usah, aku yang akan mengejarnya!" kata Jendra yang mengikuti Sheza dengan langkah pelan, ya karena punggung kakinya lumayan terasa sakit.

Sepanjang jalan menuju pintu keluar, Sheza benar-benar masih terus mengomel.

"Lihat saja, aku akan melempar semua barang-barangnya dari rumah! dasar pria brengsekk!" omelnya.

"Sheza...!"

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tapi gimana, dia kan ibunya 😔
Noer: dilema ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!