Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.
Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.
Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.
Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Sebuah tentakel hitam panjang melesat, nyaris menghantam wajah Nate. Dia segera memutar tubuhnya, membiarkan tentakel itu menghantam dinding di belakangnya.
Baam!! Krrumm!!
Suara kehancuran itu bergema di seluruh koridor, cukup untuk membuat Nate meringis. Lalu sedetik kemudian, bayangan itu bergerak lagi, jari-jarinya yang panjang dan tajam melesat ke arahnya.
Nate mengangkat sabitnya. Dengan tebasan tunggal, dia menghancurkan inti di dalam tubuh monster itu.
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 6 Telah Dikalahkan!]
Dari langit-langit, sebuah bayangan tak berwujud jatuh, hendak menelan Nate ke dalam tubuhnya. Nate merespons cepat, melompat mundur, punggungnya menabrak dinding di belakangnya.
Sebuah tentakel menjulur dari samping, kecepatannya mematikan, mengincar pinggang Nate yang terekspos.
Nate memutar matanya, menggeser tubuhnya sedikit ke sisi lain.
Tentakel itu menggores pinggangnya. Tunik hitamnya robek, memperlihatkan kulitnya yang putih meneteskan darah segar.
Mengabaikan itu, Nate melesat ke arah bayangan yang berbentuk menyerupai ubur-ubur dan menebas. Luka menganga terbuka di tubuh bayangan itu, dan di balik kegelapan yang membentuk tubuhnya, Nate melihat inti yang bersembunyi jauh di dalam, berdenyut samar.
Nate mengangkat sabitnya, berada dalam posisi yang bagus.
Tapi seekor Credler datang dari sampingnya.
Nate mengubah arah serangannya, menebas Credler itu lebih dulu.
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 8 Telah Dikalahkan!]
Saat itu, sebuah tentakel datang dari belakang. Nate tidak sempat menghindar.
Baam!!
Daya hantamnya kuat, cukup untuk melempar tubuh Nate menabrak dinding batu di belakangnya. Retakan besar terbentuk di dinding itu, dan Nate merosot ke lantai dengan bahu yang terasa seperti baru saja dihancurkan.
"Wah, sial."
Nate meringis, merasakan darah menetes dari sudut bibirnya lagi. Tangannya menyentuh punggungnya sejenak, lalu beralih ke pinggangnya yang masih mengucurkan darah dari goresan tadi. Di beberapa bagian tubuhnya yang lain, memar dan goresan sudah menumpuk tanpa dia sadari kapan tepatnya itu semua terjadi.
Nate terengah-engah. Keringat yang seharusnya membasahi tubuhnya sudah lama digantikan oleh darah gelap yang mengotori tuniknya dari berbagai arah.
Dia mengulurkan tangan ke udara dan meneguk ramuan pemulihan stamina.
Dua tersisa.
Dengan lelah, Nate mengangkat tubuhnya yang terasa berat.
Dia menatap monster-monster yang masih tersisa. Jumlah mereka masih ada ratusan, rasanya seperti mereka tidak pernah benar-benar berkurang. Tapi tumpukan tubuh yang berserakan di lantai koridor itu memaksanya untuk percaya bahwa dia memang sudah menghabisi cukup banyak dari mereka.
Masalahnya, rata-rata dari mereka ternyata berada di level lima ke atas, dan ada juga yang berlevel lebih tinggi dari itu. Jika levelnya tiga ke bawah, Nate mungkin tidak akan seberat ini. Tapi tidak, dan sepertinya memang ada alasan yang jelas mengapa dungeon ini berada di level lima belas.
Nate meringis, merasakan beban tubuhnya yang semakin susah diabaikan. Berdiri saja sekarang membutuhkan usaha yang seharusnya tidak perlu.
"Phew..."
Meski begitu, bibirnya berkedut saat dia memeriksa kondisinya sendiri.
Dia pikir begitu dia sekarat, dia akan kacau. Tapi ternyata sekarat itu hanya sekarat saja. Tidak ada yang berubah secara dramatis, tidak ada kepanikan yang meluap. Hanya rasa sakit, kelelahan, dan kenyataan bahwa dia masih berdiri.
"Haa... sial... Aku mungkin sudah gila."
Diiringi gumaman itu, Nate merespons serangan yang datang dari beberapa arah sekaligus. Langkahnya semakin terlatih meski tubuhnya semakin berat.
Sraaang!!
[Monster (Crueler) Rank F / Lv. 7 Telah Dikalahkan!]
Empat Credler menyerang bersamaan, masing-masing punya level yang tidak rendah. Nate menanggapi mereka dengan tenang, menghindari serangan mereka satu per satu lalu melancarkan serangan di waktu yang tepat.
Sraaang!! Sraaang!!
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 6 Telah Dikalahkan!]
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 6 Telah Dikalahkan!]
Sraaang!!
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 7 Telah Dikalahkan!]
Sraaang!!
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 5 Telah Dikalahkan!]
Monster-monster itu punya level yang lebih tinggi dari Nate, tapi Nate punya keunggulan di bagian yang mereka tidak miliki sama sekali. Makhluk-makhluk ini bukan hanya tidak berakal, tapi pola serangan mereka juga tidak berubah. Nate hanya perlu bersabar dan menunggu, karena kesempatan untuk menghancurkan mereka dalam sekali serang selalu datang begitu dia memahami pola tersebut.
Sayangnya, dia tidak bisa menghindari serangan mereka sepenuhnya. Itulah mengapa tunik hitamnya kini penuh dengan sobekan di berbagai tempat. Jika bukan karena ramuan penyembuhan yang terus dia konsumsi, tubuhnya saat ini pasti sudah jauh lebih buruk dari ini.
Swaaaa!!
Nate menggeser sedikit tubuhnya ke samping. Sebuah tentakel melewatinya, dan Nate langsung mengangkat sabitnya, memotong tentakel itu tepat di pangkalnya.
Monster itu menjerit. Nate tidak memberinya waktu untuk merespons, langsung menerobos masuk, merobek bayangan yang membentuk tubuhnya dan menemukan inti yang terkubur di dalamnya.
Sraaang!!
[Monster (Crueler) Rank F / Lv. 7 Telah Dikalahkan!]
Sesuatu yang familiar jatuh dari langit-langit. Nate melompat ke samping tanpa melihat ke atas, membiarkan bayangan tak berbentuk itu mendarat di lantai dengan percuma, lalu dengan satu tebasan langsung menghancurkan intinya.
[Monster (Chandlerin) Rank F / Lv. 4 Telah Dikalahkan!]
Nate terengah-engah, mengambil jeda untuk bernapas. Tidak sampai sepuluh detik sebelum monster berikutnya sudah mengejar.
Dalam situasi ini, Nate tidak yakin apakah dia benar-benar mampu bertahan.
[Monster (Crueler) Rank F / Lv. 7 Telah Dikalahkan!]
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 6 Telah Dikalahkan!]
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 6 Telah Dikalahkan!]
[Monster (Crueler) Rank F / Lv. 7 Telah Dikalahkan!]
'Haruskah aku menggunakan ramuan yang meningkatkan seluruh statistikku dan menghabisi semua makhluk ini sekarang?'
[Monster (Credler) Rank F / Lv. 8 Telah Dikalahkan!]
Nate membuang pikiran itu. Dia bahkan belum bertemu boss monster-nya. Ramuan itu harus disimpan.
Jadi, apa yang harus dilakukan?
Tidak ada yang berubah. Nate menebas, memotong, menghancurkan, tapi setiap kali satu dari mereka gugur, yang lain langsung mengisi kekosongan itu dan menyerang tanpa jeda. Luka terus menumpuk. Kelelahan mulai terasa bahkan dengan ramuan pemulihan stamina yang terus dia konsumsi secara berkala.
Kecepatannya mulai menurun. Nate meneguk ramuan kecepatan.
Tiga tersisa.
Nate terjebak dalam siklus itu tanpa perubahan yang berarti, tanpa tanda bahwa ujungnya akan segera datang, sampai akhirnya sebuah notifikasi muncul yang membuat dia tersentak.
[Violet Reaper Memenuhi Syarat: 600/600]
[Violet Reaper Rank F > E]
Sabit Nate tiba-tiba bergemuruh dalam genggamannya. Asap ungu meledak keluar darinya, mengembang dan memenuhi seluruh ruangan dalam hitungan detik. Semua monster di sekitarnya terhenti, penglihatan mereka tertutupi sepenuhnya oleh kepulan asap yang tebal dan pekat.
Nate memandang sabitnya dalam diam.
Bilahnya semakin pucat, memancarkan dingin yang jauh lebih dalam dari sebelumnya. Suhu di sekitarnya turun drastis, dan asap ungu yang terus mengepul dari gagangnya kini terasa berbeda, lebih berat, lebih gelap, seperti sesuatu yang lebih besar sedang terbangun dari dalam benda itu.
***