NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.

Pintu pun terbuka, menampil kan wajah sangar Julia.

"Apakah kalian sudah selesai merias nya?" Tanya Reno dengan nada yang terdengar kemayu.

Para perias pun malah diam dan juga saling pandang. Membuat wajah Julia yang awal nya hanya memasang wajah datar nan sangar, sekarang wajah Julia pun menjadi merah padam.

"Aku ber tanya pada mu? Apakah riasan nya sudah selesai, kenapa malah diam seperti patung?" Ucap Julia dengan nada yang ter dengar meninggi.

"Su - sudah nyonya Julia, di - dia sudah selesai dengan riasan nya!" Ucap Erin dengan nada terbata bata.

"Kenapa wajah mu itu, terlihat begitu ketakutan? Apa yang sebenar nya terjadi?" Tanya Julia sembari menaik kan satu alis nya.

Tanpa mereka semua ketahui, di setiap sudut rumah mewah milik Julia, ter dapat CCTV tersembunyi. Jadi Julia tahu apa yang sebenar nya ter jadi, di kamar tamu yang ada di rumah nya, Julia bahkan juga sudah mendegar apa yang di ucap kan oleh salah satu perias yang dia sewa.

Bahkan Julia juga tahu, kalau tadi calon mantu nya itu, di sakiti oleh salah satu perias nya, tenang dari dalam hati nya, Julia ber janji akan membalas siapa pun yang berani menyakiti calon menantu nya yang begitu polos itu, karena untuk kasus kematian ke dua orang tua Qiandra, Julia sudah menghubungi beberapa sumber ter pecaya, guna menanyakan kasus yang sebenar nya ter jadi yang menyebab kan ke dua orang tua Qiandra meninggal dunia.

Julia pun ber jalan mendekat ke arah calon menantu nya, lalu mendongak kan wajah menantu nya yang sedari tadi hanya diam menunduk seperti patung, Julia mencengkram dengan lembut ke dua pipi calon menantu nya itu, dengan satu tangan nya. Karena dia benar benar ingin memastikan, bagaimana keadaan menantu nya kini.

Deg

Deg

Erin merasa jantung nya tidak aman, karena dia merasa takut kalau sampai ketahuan, apa lagi? Erin merasa, jika Julia tahu, kalau diri nya tadi menyakiti Qiandra. Karena setelah Julia memeriksa wajah Qiandra, Julia pun beralih memegang tangan calon menantu nya itu.

"Bu, Maaf penghulu nya, meminta agar pernikahan ini segera di lakukan, karena dia juga akan datang dan menikah kan calon pasangan pengantin yang lain juga!" Ucap Nala dengan nada yang lumayan meninggi, sungguh hati Nala terasa tercabik cabik, melihat laki laki yang selama ini dia cintai, akhir nya melepas masa lajang nya. Walau pun ini hanya pernikahan di atas kertas, bukan pernikahan yang sesungguh nya.

"Ya sudah, ayo calon menantu ku, calon suami mu sudah menunggu mu!" Ajak Julia sembari menarik pergelangan tangan Qiandra dengan begitu lembut.

"i - iya nyonya Julia," Ucap Qiandra dengan nada yang terdengar begitu pelan, sekuat tenaga Qiandra berusaha menahan tangis nya.

Erin yang awal nya tidak bisa ber nafas karena merasakan sesak di dalam dada nya, akhir nya dia bisa menghirup udara sebanyak banyak nya. Dia lega karena Julia seperti nya tidak akan curiga dengan kejadian yang sebenar nya.

Sedang kan teman teman Erin yang lain, hanya bisa saling pandang satu sama lain, mereka juga sangat menyayangi nyawa mereka, Apa lagi? tidak ada dari mereka yang menyakiti fisik Qiandra, jadi jika sampai ketahuan, harus nya hanya Erin saja yang di hukum.

"Reno, lunasi gaji mereka semua, dan berikan tambahan bonus sebesar 10 % persen dari harga yang sudah di sepakati dari awal, kirim hanya ke 8 orang saja." Ucapan Julia bak sambaran petir bagi mereka, sungguh mereka takut mendapat kan sebuah konsekuensi dari Julia. para perias itu, saling pandang. Sungguh rasa takut terbesit dari dalam hati mereka.

Julia hanya menatap calon menantu nya dengan senyuman tulus, "jangan takut, kamu setelah ini akan menjadi nyonya besar, jangan tunduk kan wajah mu itu terus, karena seorang nyonya tidak akan pernah menunduk kan wajah nya." Ucap Julia ke arah menantu nya.

"Sudah saya kirim nyonya ke rek utama boss mereka!" Ucap Reno mantap ke arah Julia.

"Reno! Tolong di catat, untuk kamu, ... Kamu  dan kamu .... Tidak akan mendapat kan bonus ini. Dan yang terakhir kamu," ucap Julia sembari menunjuk ke arah Erin.

"Tetap tinggal di sini, dan sekarang yang lain boleh pulang, Setelah ini aku akan membuat perhitungan ke pada siapa pun, yang berani menyakiti menantu ku. Walau pun hanya seujung kuku, aku akan tetap membuat perhitungan ke pada nya." Ucap Julia dengan nada yang terdengar begitu serius.

Lalu Julia kembali menarik tangan Qiandra begitu lembut, untuk menuju ke halaman rumah, dimana pernikahan di adakan.

Sekarang Qiandra benar benar terlihat sangat cantik, bahkan terlihat seperti putri raja, walau pun riasan Qiandra di buat natural dan tidak menor, tapi wjaah Qiandra benar benar terlihat mangklingi.

Calon suami Qiandra pun duduk di atas kursi roda, mata dia tampak terpejam dengan banyak nya alat medis yang menempel di tubuh nya.

'apakah dia calon suami ku, ku kira calon suami ku masih anak anak, ternyata dia sudah sedewasa ini.' batin Qiandra, memasang wajah kaget.

Penghulu pun mulai membaca kan beberapa doa, lalu mulai dengan ijab kabul. Setelah itu Qiandra mulai memasang kan cincin pernikahan ke arah jari manis suami nya, lalu Qiandra memakai cincin manis ke arah jari manis nya sendiri.

Pernikahan ini terlihat begitu khidmat, karena tamu yang di undang tidak banyak, walau pun dekorasi terlihat begitu mahal, tapi memang Julia sengaja tidak mengundang banyak tamu.

"Sah"

"Sah"

"Sah"

"Terima kasih, tolong sayangi lah dia, Sekarang cium punggung tangan suami mu itu!" Ucap Julia dengan nada yang terdengar sendu ke arah Qiandra. Julia ber harap baik Qiandra dan juga Felix bisa tumbuh benih benih cinta yang sesungguh nya.

Dalam pikiran Julia, mungkin 2 atau 3 tahun itu cukup, untuk membuat Qiandra dan felix benar benar jatuh cinta. Karena Julia sudah merasa sangat cocok dengan calon menantu nya.

"Ba - baik nyonya," ucap Qiandra dengan nada terbata bata.

Dengan lembut dan juga tulus, Qiandra mencium punggung tangan suami nya itu.

"Mulai sekarang tidak perlu memanggil saya dengan sebutan nyonya, panggil saya mommy, karena kamu sekarang sudah sah menjadi istri anak saya, di depan tuhan mau pun negara. Tulus lah sayangi dia karena dia itu suami mu, tenang pernikahan ini adalah sebuah rahasia, dan tidak akan pernah ada yang tahu, sampai kamu lulus sekolah, jadi selama sekolah, kamu bebas ber sekolah dan pergi dengan teman teman sebaya mu. Tapi jangan pernah meninggal kan kewajiban mu sebagai istri dengan menyusui dan merawat suami mu." Ucap Julia sembari merapikan anak rambut Qiandra yang terlihat keluar dan berantakan.

Sungguh ucapan Julia membuat Qiandra bingung. Bingung dengan maksud ucapan Julia yang terdengar ambigu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!