NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 10

Bab 10

Bianca berjalan seorang diri dikoridor kantor yang masih sepi pegawai.

Hanya ada beberapa petugas kebersihan dan ob yang meletakkan gelas berisi minuman disetiap meja.

"Selamat pagi bu.."

"Tumben sekali jam segini udah datang.." sapa seorang ob yang meletakkan segelas air putih di mejanya.

"Pagi mas.."

"Hahaha iyaa nih..bngun pagi soalnya.."

"Abis cuti pikiran ke refresh jadi semangat kerja lagi ya bu.."

"Pengen deh sesekali cuti.."

"Lohh cuti aja..gapapa kan?.."

"Gapapa si bu..tapi harus jauh-jauh hari ngajuinnya,ga kaya pegawai yang bisa ambil cuti dadakan.."

"Hmm..ya kamu siapkan dulu kapan mau cutinya dong.."

"Semangat.." ucap bianca sambil mengacungkan kepalannya ke atas.

Tepat 09:30

Semua pegawai sudah memulai pekerjaannya masing-masing.

Beberapa meja kosong di tinggalkan penghuninya untuk meeting.

"Bianca..pak jo manggil tuh.."

"Katanya gini..menejer keuangan kok ga ikut hadi di rapat ini.." cerocos reno menghampiri bianca yang tengah mencoba lisptik baru.

"Mm terus kemana sekarang dia.."

"Mam mam mam mam..rapi kan?.." ucap bianca memonyongkan bibirnya ke arah reno.

"Yee untuk kita saingan,kalau aku tertarik perempuan mah udah aku kokop tuh bibir.."

"Di ruangannya..buru sana.."

"Iyaa-iyaa sabar.." ucap bianca berjalan ke arah ruangan jonathan.

Riana yang tengah sibuk pun sampai tak menyadari kehadiran bianca.

Bianca pun berlalu melewati meja riana.

Klek..

"Bianca..kok ga ngetuk pintu.." ucap jonathan beranjak dari duduknya,lalu memastikan pintu sudah tertutup rapat.

"Hmm..kenapa manggil aku.."

"Kata reno kamu jelek-jelekin aku di ruang rapat.." bianca berdiri sembari menyilangkan tangan di dadanya.

"Kamu belum sarapan,.makan dulu.."

"Aku tadi udh minta di belikan pelayan ini.." ucap jonathan sembari mengulurkan sendok.

Dengan sedikit malas bianca menerima sendok yang diberikan untuknya.

Ia mulai sedikit demi sedikit makan bubur ayam kesukaannya.

"Kamu udah sarapan.." ucap bianca sesaat menatap jonathan.

"Tumben nanya duluan.."

"Belum si..kan aku cuma pesennya satu.."

"Kenapa cuma satu?.."

"Kalau pesen dua takut ada yang curiga,.."

"Kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu ga mau orang kantor tau pernikahan kita.."

Ucap jonathan sembari menyilangkan kakinya lalu bersandar di sofa seberang bianca.

"Iyaa..aku ga mau ada yang tau.."

"Mungkin salah satu dari kita bakal ada yang di pindahin.."

"Mmm jadi kamu takut itu.." goda jonathan.

"Udah ah aku kenyang.."

"Bye.." ucap bianca mulai beranjak dari duduknya.

Jonathan dengan cekatan menahan tangan bianca,

Ia tetap membiarkan bianca dengan pandangan ke depan,

Dengan sekali gerakan bianca kini berada di pelukan jonathan.

"Ah lepasin.."

Jonathan tak menghiraukan ucapan bianca,ia tetap menahan tubuh bianca.

Mengambil sebuah perhiasan dari kantong celananya dan memasangkan kalung di leher bianca.

"Ini hadiah pernikahan kita.." ucap jonathan sembari mengecup pundak bianca yang tertutup kemeja putih.

Ting "bianca.."

Ting "aku di deket kantor kamu nih.."

Ting "kita makan siang bareng yaa.."

Bianca menatap ponselnya yang beberapa kali berbunyi.

"Nadisya"

Drrddtt ddrrddtt

"Iyaa kenapa.."suara bianca terdengar ketus setelah melihat nama yang muncul dipanggilan masuknya.

"Kita makan siang bareng ya.."

"Ga bisa aku udah ada janji sama nadisya.."

"Lagian kita ga bisa tiba-tiba tanpa ada sebab makan siang bareng.."

"Hmm..yasudah.." Telfon pun terputus.

Nadisya mengamati cincin yang bersemayam di jari manisnya,juga menatap lewat cermin kecil sebuah kalung yang bertengger di lehernya.

"Diumurnya yang sudah 36tahun ga buruk-burul banget si.."

"Engga..pasti ini pilihan orang lain.."

Jam di tangan yang sudah menunjukkan waktu makan siang,

Bianca pun kembali mengecek berkas-berkas dan merapikan meja sebelum akhirnya ia turun untuk menemui nadisya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!