NovelToon NovelToon
Dan Ofid

Dan Ofid

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nyx Morrigan, gadis yang terbuang dari keluarga konglomerat Beckham, Di usia ke-19 tahun Pelariannya membawanya bertemu Knox Lambert Riccardo, mahasiswa teknik sekaligus petarung jalanan.

Di bawah atap apartemen mewah Knox, rahasia Nyx perlahan terkuak, mengubah hubungan menjadi ikatan emosional yang intens.

Saat identitas asli Nyx terungkap, Knox justru menjadi pelindung utama dari kekejaman Dari keluarga nya.
Ketegangan memuncak ketika nama "Morrigan" ternyata menyimpan rahasia darah yang lebih besar dari sekadar skandal keluarga Beckham.

Di tengah konflik identitas, pengkhianatan keluarga, dan dunia yang berbahaya, Nyx harus memilih antara terus bersembunyi atau menyerahkan hatinya sepenuhnya kepada Knox.

Sebuah kisah tentang pencarian rumah, Untuk Rasa Sakit, dan penyembuhan luka.
.
Happy reading dear 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#10

Pagi di Los Angeles menyapa dengan angin yang sedikit tajam, membawa aroma kopi dan aspal yang mulai memanas. Nyx Morrigan berdiri di lobi apartemen penthouse yang megah itu, menatap sebuah kunci mobil sport yang disodorkan Knox padanya.

"Aku bisa mengantarmu, Nyx. Lagipula kita satu kampus, meskipun gedung teknik dan sastra jaraknya seperti dari kutub utara ke kutub selatan," ujar Knox sambil menyugar rambut Hitamnya yang berantakan.

Nyx menggeleng tegas. Ia mengenakan celana jeans hitam dan jaket hoodie yang sedikit longgar—meskipun ia tidak lagi memakai binder yang menyiksa, ia tetap lebih nyaman dengan gaya yang tidak terlalu menonjol. "Tidak, terima kasih. Aku lebih suka berjalan kaki. Lagipula, aku tidak ingin orang-orang melihatku turun dari mobilmu."

Knox hanya mengangkat bahu, tidak memaksa. "Terserah kau, Gadis Keras Kepala. Sampai jumpa di kampus."

Nyx berjalan menyusuri trotoar menuju universitas. Sesampainya di gerbang kampus, matanya secara naluriah menyapu area parkir mahasiswa. Ia bertanya-tanya di mana Knox memarkirkan mobil sport mewahnya. Namun, di area parkir umum yang luas itu, ia justru melihat sesuatu yang membuat perutnya mulas: mobil Porsche milik Brilian Beckham. Mobil itu terparkir sombong di dekat pintu masuk utama, dikelilingi oleh beberapa mahasiswa yang tampak memujanya.

Nyx membuang muka. Ia berjalan lebih jauh, melewati gedung administrasi hingga sampai di sebelah parkiran khusus staf dan dosen. Di sana, terdapat area tersembunyi yang dijaga oleh satpam kampus, tempat di mana mobil-mobil sport dengan harga selangit berjajar rapi.

Mata Nyx terpaku pada sebuah mobil yang sangat familiar. Lamborghini hitam pekat dengan garis-garis aerodinamis yang tajam. "Itu dia," gumam Nyx dalam hati. "Itu mobil Knox."

Nyx baru menyadari betapa kontrasnya dunia Knox. Pria itu bisa menjadi petarung jalanan yang kotor dan babak belur di malam hari, namun di kampus ini, ia adalah bagian dari elit yang memiliki akses ke area-area eksklusif.

Suasana kampus sungguh luar biasa. Bangunan-bangunan tinggi dengan arsitektur modern berpadu dengan taman-taman hijau yang terawat. Nyx menarik napas dalam, mencoba menenangkan kegugupannya sebelum memasuki ruang kelas Bahasa dan Sastra.

Begitu ia duduk di bangku barisan tengah, seorang gadis dengan rambut cokelat ikal menoleh ke arahnya.

"Kenapa kau tidak masuk kemarin?" tanya gadis itu tanpa basa-basi.

Nyx mengerutkan kening, sedikit terkejut karena ada yang memperhatikannya. "Kau bicara padaku?"

Gadis itu mengangguk semangat. "Tentu saja. Tapi tenang, aku sudah membereskan absen mu. Dosen itu agak kaku, jadi aku membubuhkan tanda tangan yang mirip dengan coretanmu di daftar hadir. Aku Geeta."

"Aku Nyx," jawab Nyx singkat, masih merasa aneh dengan keramahan yang tiba-tiba ini.

"Siapa yang tidak mengenalmu di kelas ini, Nyx?" Geeta tertawa kecil, menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Semua orang membahas berita mu yang kemarin. Kami sungguh tertipu dengan penampilanmu di Minggu pertama. Aku bahkan hampir jatuh cinta padamu saat kau memakai topi dan jaket besar itu. Kupikir kau adalah tipe 'cowok cantik' yang misterius. Hahaha! Ternyata kau gadis yang sangat cantik."

Nyx tersenyum tipis mendengar kejujuran Geeta. Ia merasa sedikit lega karena identitas aslinya sebagai wanita diterima dengan cara yang santai, bukan sebagai bahan cemoohan.

"Kau kenal Brilian Beckham?" tanya Nyx tiba-tiba, ingin menguji sejauh mana pengaruh saudaranya di sini.

Geeta mengernyitkan dahi. "Siapa? Tidak, aku tidak mengenalnya. Namanya terdengar seperti merk perhiasan."

"Bagaimana dengan Laura Beckham?"

"Tidak juga. Aku tidak mengenalnya. Memangnya mereka siapa?" Geeta balik bertanya.

Nyx merasa sedikit tenang. Setidaknya di jurusannya, nama Beckham tidak seberkuasa. "Lalu dari mana kau tahu beritaku yang kemarin jika bukan dari mereka?"

"Aku melihatnya di forum kampus! Beritanya sedang trending sekali. Foto 'pemuda misterius' yang ternyata adalah mahasiswi cantik jurusan sastra. Semua orang di grup diskusi sedang heboh," jelas Geeta sambil menunjukkan layar ponselnya.

Nyx terdiam. Jika berita itu ada di forum kampus, itu artinya Knox juga pasti tahu. Apakah pria itu sengaja tidak membahasnya untuk menjaga perasaannya? Nyx merasa sedikit malu membayangkan Knox membaca komentar-komentar tentang dirinya.

Pembicaraan mereka terhenti saat dosen masuk ke kelas. Nyx berusaha fokus pada penjelasan tentang fonetik bahasa, mencoba menenggelamkan diri dalam struktur kata-kata agar bisa melupakan sejenak kekacauan hidupnya.

Di Belahan kampus yang berbeda, suasana jauh lebih bising. Bau oli, suara mesin bubut, dan perdebatan tentang efisiensi termodinamika memenuhi udara. Knox Lambert Riccardo duduk di bangku paling belakang laboratorium, mengenakan kacamata pelindung dan sedang mengutak-atik sebuah komponen transmisi.

Bagi Knox, forum kampus adalah hal paling tidak penting di dunia. Ia tidak peduli siapa yang sedang kencan dengan siapa, atau mahasiswi mana yang sedang jadi pembicaraan. Dunianya hanya berputar pada tiga hal: Proyek tekniknya, pertarungan boxing ilegal di akhir pekan, dan balap liar untuk melepas penat.

Ponselnya bergetar di atas meja kerja. Sebuah panggilan dari ibunya—wanita yang ia panggil "Mommy" namun sangat ia hormati.

"Ya, Mom? Hariku baik... tidak, aku tidak berkelahi lagi. Ya, aku belajar... Oke, sampai jumpa di akhir pekan."

Knox menutup telepon dengan helaan napas. Begitu ia meletakkan ponselnya, dua sosok muncul di depannya dengan seringai lebar yang menyebalkan. Zack dan Liam.

"Wah, lihat pahlawan kita! Masih bisa bangun pagi setelah malam yang panjang, Lagi?" Liam menyikut lengan Knox.

Knox memutar matanya. "Kalian benar-benar tidak punya pekerjaan lain selain menggangguku? Apa begitu menyenangkan membahas malam pertamaku, Brother?"

Zack tertawa terbahak-bahak. "Tentu saja menyenangkan! Akhirnya kau melepaskannya pada gadis yang tepat."

"Gadis dengan pukulan yang sangat keras pula," tambah Liam. "Aku benar-benar bahagia kau sudah 'dewasa' sekarang, Knox. Kami tidak lagi merasa malu karena sekarang kita sama-sama penakluk wanita di atas ranjang. Ahahhaa!"

Knox terdiam, tangannya masih memegang kunci Inggris. Ia menatap kedua temannya yang masih asyik tertawa. Dalam hatinya, Knox hanya bisa mendengus geli sekaligus merasa sedikit bersalah.

Kalian tidak tahu saja bahwa aku masih perjaka dan tidak menyentuhnya sama sekali seperti yang kalian bayangkan, batin Knox sinis.

Meskipun ia pria yang blak-blakan dan sering menonton film dewasa, Knox memiliki kode etik yang aneh. Ia tidak akan pernah mengambil keuntungan dari wanita yang sedang tidak berdaya, apalagi seseorang seperti Nyx. Namun, membiarkan teman-temannya percaya pada kebohongan itu jauh lebih mudah daripada menjelaskan situasi yang sebenarnya—situasi di mana ia justru bertindak seperti perawat yang menjaga pasiennya sepanjang malam.

"Kalian terlalu banyak bicara," sahut Knox akhirnya sambil kembali fokus pada mesin di depannya. "Urus saja nilai kalkulus kalian yang merah itu."

"Heh, setidaknya nilai 'praktik' kami tidak merah seperti kau sebelumnya, Knox!" balas Zack sambil berlalu pergi.

Knox hanya menggelengkan kepala. Ia memikirkan Nyx. Apakah gadis itu sedang belajar dengan tenang sekarang? Ataukah ia sedang diganggu oleh mahasiswa-mahasiswa yang penasaran? Ada dorongan aneh dalam dirinya untuk segera menyelesaikan tugas ini dan memastikan pelayannya itu baik-baik saja.

Tanpa disadari, Knox Lambert Riccardo—sang pangeran teknik yang dingin, mulai memiliki prioritas baru selain mesin dan pertarungan: memastikan Nyx Morrigan tetap berada dalam jangkauan perlindungannya.

1
ren_iren
lanjutkan.... 🤗
Ros🍂: okay kak🥰🙏
total 1 replies
ren_iren
dapatttt aja visual yg bening2 🤭😂
Ros🍂: biar halu kita lancar jaya kak 😍🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
Nyx Knox....
gasss baca sampai habis.... 🤭😁😂
Ros🍂: Ma'aciww kak 🥰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!