" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sadarlah Luna
"san, kamu kenal?" tanya arleta antusias setelah kepergian anaknya dan luna ke atas.
" kenal mah, dia di divisi aku"
" gimana anaknya?"
" dari segi kerjaan nya sebagai atasan dia anaknya baik, rajin gak pernah neko neko, kerjaanya bener dan sopan juga" jawab kaisan
" dia kayanya gak tau kalau kamu kakanya zafran, mukanya kaget banget mas" ucap kinan
" iyah kayanya zafran juga gak cerita. Pantesan waktu itu erik minta izin buat tiga orang gara gara telat masuk abis istirahat. Tapi erik bilangnya tiga pegawai itu nemenin khanza. Salah satunya luna"
" mudah mudahan aja deh jadi. Mamah sempet takut zafran beneran gak suka perempuan"
" ya ampun kamu tuh" keluh dirgantara
" apa pah? Kan emang iyah?" jawab arleta santai. Karena selama ini memang anaknya itu lebih mengkhawatirkan dari pada anak pertamanya. Kalau zaviar dia masih banyak teman wanitanya sedangkan zafran memang tidak tertarik. Bahkan malam minggunya di isi di rumah lebih serung dari pada menghabiskan waktu keluar.
***
Setelah jauh dari meja makan, luna seperti bisa bernafas. Dia sangat tegang berada disana. Bukan karena dia tidak suka, tapi gimana sih rasanya saat kita suka sama cowo berabad abad, tiba tiba kita dateng ke rumah kakanya, ketemu sama saudaranya, sahabatnya, dan yang gong nya adalah orang tuanya. Buat luna ini semua seperti tidak nyata. Di tambah dengan perlakuan zafran yang sangat manis.
Ya tuhan, kalau ini mimpi, aku gak mau bangun. Ucap luna lirih dalam hatinya.
" hey, kenapa? " tanya zafran lembut melihat luna yang terdiam. Luna yang tersadar dari pergelutan batinnya menoleh dan menatap zafran.
" hah? Ah enggak.. " jawab luna. Zafran yang tidak percaya, tetap menatap matanya. Seolah ia memastikan kenyamanan luna.
" hmm ran, ko pak kaisan bisa disini? " tanya luna mencari topik obrolan.
" ka kaisan itu kaka kandung ka khanza. Cuma, ya udah di anggap anak sama papah." jelas zafran sambil membawa luna ke arah sofa tempat mereka menaruh kue dan coklat yang di bawa untuk khanza dan zaviar.
" ohh.. Pantesan ada disini" jawab luna
" hai luna" sapa keen yang baru turun dari tangga. Luna hanya tersenyum.
" santai dong bro, gak usah natap tajem gitu" goda keen yang melihat tatapan tajam dari zafran saat ken menggoda luna.
" nek, kekk liat nih om zafran melototin aku" adu keen pada dirgantara dan arleta
" nek? Kek? " ucap luna bingung
" dia anak ka kaisan" jawab zafran
" hah?! " jawab luna terkejut
" kompleks banget yah" ucap luna tersenyum. Zafran hanya mengusap puncak kepala luna dan membawa luna menuju tangga.
" gw di acuhin anjay" ucap keen yang akhirnya berlalu menuju meja makan.
luna dan zafran menaiki tangga lurus dengan ketinggian minim dan lebar yang terbuat dari ubin kayu berwarna terang. railing atau dindin tangga terbuat dari kaca dengan pegangan tangan berwarna kayu yang lebih gelap. Begitu sampai di lantai dua, Terdapat ruang terbuka yang menghubungkan lantai bawah dengan lantai di atasnya, menciptakan suasana lapang.
Di sebalah kiri tangga terdapat area lounge yang dilengkapi dengan meja kopi bundar besar berwarna kayu terang. Lalu di sebelah kiri terdapat kursi santai berwarna abu-abu gelap dengan kerangka hitam. Lalu disebalah kanan terdapat satu unit sofa bench panjang berwarna abu-abu muda dengan bantal empuk yang menghadap ke meja kopi. Dan pada lantai terdapat karpet berbulu tebal berwarna krem pudar yang melapisi lantai kayu.
Untuk dindingnya didominasi warna putih bersih, dan ada aksen panel vertikal berwarna hitam di sisi kiri yang memberikan tekstur kontras pada ruangan. lalu, terdapat sebuah lukisan abstrak modern dengan kombinasi warna cokelat, putih, hitam, dan hijau muda yang tergantung di dinding belakang kurs. Lalu terdapat tanaman pot kecil ditempatkan di sudut belakang kanan, yang menambah sentuhan alami dan cantik pada ruangan ini. Lalu dibelakang sofa terdapat Jendela besar ditutupi oleh gorden putih transparan. Untuk Pencahayaan ruangan menggunakan lampu downlight yang terpasang di langit-langit berwarna putih, serta sistem ventilasi tersembunyi.
Sumpah, cantik banget desain interiornya. Highs value banget
Ucap luna dalam hati yang begitu takjub dengan interior rumah atasnnya.
Di sebalah kanan tangga, terdapat gallery foto yang di atasnya di beri nama Bonds of Love. luna melihat foto foto itu satu persatu, dari banyaknya foto, yang paling banyak adalah foto candid khanza. Dari foto ini, seolah berbicara, ' wanita yang kucintai dan satu satunya adalah kamu'.
Disini juga terdapat foto waktu zaviar melamar khanza, seperi di pantai dan di penuhi banyak orang. Lalu foto mereka saat menikah, dengan view yang sangat cantik, foto bulan madu yang sangat indah, entah dimana. Lalu banyak foto bersama keluarga juga, dan luna melihat satu sosok wanita yang tidak asing, dan tidak lain pacar zafran yaitu kaira. Luna langsung tersadar.
Luna jangan berharap lebih, segini juga udah bersyukur luna
Ucap luna dalam hati menyadarkan dirinya
Tak lama terdengar suara pintu terbuka tak jauh dari dinding Bounds of Love ini. Zafran dan luna, langsung menoleh ke arah sumber suara, dan sudah ada zaviar yang berdiri disana.
" Eh, kalian udah dateng? " tanya zaviar
" iyah ka" jawab zafran sambil berjalan menggandeng luna ke arah kakanya. Sedangkan zaviar yang melihat adiknya menggandeng staffnya hanya menyunggingkan senyum. Ini pertamakalinya adiknya membawa wanita ke keluarganya. Zaviar seperti melihat dirinya sendiri dulu saat muda melihat zafran seperti ini.
" selamat malam pak zaviar" sapa luna ramah
" Malam luna. Masuk lah kalian, ada fiki sama inda juga di dalam. Kaka mau ambil air hangat buat ka khanza. Jangan sungkan yah, istri saya sudah nunggu kamu" ucap zaviar sambil berlalu. Luna hanya menganggukan kepala. Dia tak menyangka atasan yang terkenal dingin dan jarang ngomong apalagi senyum, tapi di rumah bisa sangat bertolak belakang.
" kenapa? " tanya zafran yang melihat luna mengerutkan kening
" ah.. Hmm aku cuma mikir.. Apa kalian itu punya kepribadian ganda? " tanya luna dengan wajah polos membuat zafran gemas
" siapa maksud kamu? " tanya zafran menahan senyum
" kamu sama pak zaviar" jawab luna serius
" aku? Kenapa? "
" hmm rumor yang beredar di kantor, kalian manusia kulkas empat pintu. Sangat tidak ramah dan jarang berbicara. Terkesan dingin, judes, misterius" jelas luna
" terus? " tanya zafran penasaran
" tapi, pak zaviar ternyata sangat ramah, dan gak semenyeramkan saat di kantor" jawab luna membuat zafran tertawa
" ko ketawa? " tanya luna bingung
" kita cuma males basa basi luna. Karena kerjaan udah banyak udah gak ada waktu buat merhatiin orang" jawab zafran santai. Luna hanya menganggukan kepala tanda mengerti.
" ya udah yuk" ajak zafran. Luna hanya tersenyum dan mengikuti zafran.
Saat zafran akan mengetuk pintu kamar, di tahan oleh luna
" aku beneran gpp kesini? " tanya luna
" gpp luna, yuk" ajak zafran. Lalu ia mengetuk dan terdengar suara masuk. Zafran segera membuka pintu dan memasuki ruangan. Sudah ada fiki yang duduk di sofa dekat pintu, dan ada khanza yang tiduran di kasur dan inda yang setia menemani di kursi sebalah kasur.
" wow, pasangan baru udah dateng nih" goda fiki. Inda dan khanza reflek melihat ke arah pintu masuk.
" luna, akhirnya.. Kaka nunggu kamu dari tadi" seru khanza
" malam bu, maaf saya mengganggu waktunya malam malam" ucap luna sopan
" sini sini ganggu apa , hayu sini luna" ajak khanza agar luna menghampirinya.
"permisi bu" ucap luna sambil memasuki kedalam ruangan.
" jadi ini calonnya kamu ran?" goda inda pada zafran
" bukan bu.. Saya hanya staff di kantor" ucap luna
" doain aja ka" jawab zafran. Sontak luna terkejut mendengarnya, sedangkan fiki dan inda hanya tertawa dan menggoda luna.
" akhirnya kaka punya adik ipar" ucap khanza
" hah, enggak gitu bu" ucap luna. Jujur saja dia bingung harus merespon bagaimana
" luna, selamat menghadapi keturunan mahesa yang gak ada akhlaknya yah" goda fiki
" selamat masuk perangkap luna" goda inda
" parah banget kalian nakutin adik aku" bela khanza membuat yang lain tertawa, sedangkan luna hanya berusaha tersenyum dan mengontrol ekpresi mukanya yang sudah merah padam.
" oh yah kenalin ini inda sahabat aku, istrinya fiki juga" ucap khanza
" malam bu inda, saya luna" ucap luna sopan
" salam kenal luna, oh yah jangan panggil aku ibu. Panggil kaka aja. aku lebih muda dari khanza juga hihi" jelas inda
" hey hey bawa bawa umur lo yah" protes khanza.
***