Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Nadila dan Nia baru saja selesai dengan kelas mereka, karena pagi tadi Nadila terlambat ia pun belum sempat mengisi perutnya pagi tadi.
" Lagian lo tumben terlambat sih Nad ? "
" Kesiangan Nia, gue ngantuk banget "
" Kesiangan abis ngapain ? Jangan jangan berduaan sama Ka Fabian ya ? "
" Engga lah, nonton film aja biasa "
" Kayaknya si Ka Fabian itu suka deh Nad sama Lo "
" Engga lah, tipe dia itu pasti cewe cewe yang kayak di tongkrongan dia Nia "
Nadila dan Nia pergi ke kantin untuk makan, saat sedang mengantri penjual itu mengatakan jika hari ini kantin hanya menerima uang cash.
" Lo megang cash kan Nad ? "
" Harusnya ada, bentar gue liat dompet dulu "
Saat Nadila membuka tasnya, ia tak menemukan dompet miliknya didalam tas.
" Dompet gue ketinggalan Ni "
" Terus gimana dong ? Ga makan dong kita ? "
Saat Nadil sedang berpikir, ia melihat Fabian dan beberapa temannya yang tengah duduk di kantin.
" Ayo ikut gue " Nadila menarik tangan Nia
Nadila menghampiri Fabian yang tengah bersama dengan temannya itu, ia berencana untuk meminjam uang kepada Fabian.
" Bian " panggil Nadila
Bukan hanya Fabian yang menoleh, beberapa teman Fabian pun ikut menoleh dan saling berbisik.
" Wih siapa tuh Fab " goda teman temannya
Fabian hanya tersenyum sambil menghampiri Nadila.
" Kenapa Dil ? "
" Lo megang uang cash ga ? dompet gue ketinggalan. Nanti kalau udah pulang gue ganti "
" Ada, butuh berapa ? "
" Hmm, 200 aja deh Bian "
Fabian pun mengeluarkan dompetnya, ia mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikan kepada Nadila.
" Lo pake aja "
" Bian gue cuma pinjem 200, ini mah 500 bian "
" Yaudah lo pake dulu aja Dila, daripada kurang "
" Yaudah deh, makasih ya sorry gue ganggu "
" Aman "
Segera Nadila mengajak Nia untuk pergi, sedangkan Fabian ia kembali duduk di bangku nya.
" Aseek seorang Fabian akhirnya punya pacar "
" Belom gue belom pacaran sama dia "
" Kenapa ? Cantik gitu masa dianggurin sih "
" Kalau ga mau buat gue aja deh Fab "
" Berisik diem deh lo semua "
Teman-teman Fabian tak pernah melihat Fabian dekat dengan perempuan seperti tadi, mereka pun semakin asik menggoda Fabian.
...
Fabian tengah mengambil paket miliknya di lobby, kemudian seorang security memanggil Fabian.
" Mas Fabian "
" Iya, kenapa Pak ? "
" Ini titip buat kamar 365 punya mba Nadila "
" Apa ini Pak ? "
" Makanan, tadi yang anter ibu ibu "
" Ga bilang siapanya gitu ? "
" Engga sih Mas, buru buru gitu "
" Yaudah, makasih ya Pak "
Fabian pun membawanya keatas, Fabian menebak jika makanan ini diberikan oleh ibu Nadila.
Saat pintu lift terbuka Fabian melihat Nadila yang berdiri disana.
" Mau kemana Dil ? "
" Mau ke lobby ada paket dari mamah "
" Ohh ya, ini Dil gue udah bawa sekalian "
" Wah makasih ya Bian "
" Sama sama "
Nadila pun langsung membawa paket itu masuk kedalam, setelah itu Fabian tak tau apa yang terjadi karena ia pun juga masuk kedalam unitnya.
..
Setelah Fabian selesai mandi, Fabian mendengar suara ketukan pintu berulang kali.
Fabian melihat jika itu mantan kekasih Nadila yang kembali datang menemui Nadila, segera Fabian mencari ponselnya.
Dan benar saja banyak panggilan masuk dari Nadila, Fabian yang khawatir langsung kembali menghubungi Nadila.
" Dil.. "
" Bian tolong bian "
" Lo jangan keluar sampai gue buka pintu ya "
" Iya Bian "
Segera Fabian pun keluar untuk bertemu dengan Ernest.
" Lo masih ganggu pacar gue ? "
" Pacar ? Gue tau lo bukan pacar Nadila kan "
" Pergi gue bilang "
" Ga usah ngatur gue, lo bukan siapa siapa "
Fabian yang merasa kesal langsung memukul Ernest berkali kali.
" Oke gue pergi oke "
Ernest yang takut pun akhirnya memilih untuk pergi, setelah Ernest pergi Fabian pun langsung masuk kedalam unit milik Nadila.
" Dil.. Nadila lo dimana Dil ? "
Fabian mencari keberadaan Nadila, namun tempat itu nampak kosong.
Fabian pun terpaksa masuk kedalam kamar Nadila, namun disana ia juga tak menemukan Nadila.
" Dila.. Nadila "
Tak lama Nadila pun keluar dari dalam kamar mandi, ia keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melilit tubuhnya.
" Bian.. "
Nadila langsung menarik tubuh Fabian, Nadila juga langsung mencium bibir Fabian.
" Dil.. "
" Please bian "
" Lo kenapa Dil ? "
" Bian tolong gue Bian "
Fabian merasa ada yang tak beres, Fabian menebak jika makanan yang Nadila makan sudah diberikan obat dan ibunya juga menyuruh Ernest untuk menemui Nadila.
" Dila.. "
" Please Bian "
Pertahanan Fabian pun akhirnya runtuh, segera Fabian mencium bibir Nadila.
Nadila membawa Fabian ke kamarnya, mendorong tubuh Fabian hingga terjatuh diatas ranjangnya.
" Dil lo yakin ? "
" Ayo Bian "
Didepan Fabian, Nadila benar benar menyerahkan dirinya.
Nadila sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, sedangkan Fabian ia sendiri bingung harus seperti apa sekarang.
" Mmhhh Bian ahh pelan ahh "
Handuk yang Nadila gunakan sudah terlepas dengan sempurna, Fabian pun bisa melihat jelas tubuh Nadila tanpa sehelai benang apapun.
Bahkan bukan hanya Nadila, begitu juga dengan Fabian.
" Ahh Bian "
" Dil ahh "
Entah beberapa kali Nadila memanggil nama Fabian, bahkan sepertinya punggung Fabian pun memiliki luka atas cengkraman kuku Nadila.
" Enak Dil ? "
" Yashh ahh enak Bian, terus ahh "
Setelah hasratnya terpuaskan Nadila pun lemas, bahkan dalam hitungan detik wanita itu langsung tertidur dengan pulas
lanjut ya thor👍😄