NovelToon NovelToon
Tentangga 365

Tentangga 365

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

" Gue suka sama lo, gue ga tau kapan perasaan itu ada. " Fabian kembali mengulangi ucapannya

" Gue mau nanya sesuatu Bian "

" Apa ? Lo mau nanya apa ? "

" Waktu itu gue ga sengaja denger temen lo ngomong kalau lo sering tidur sama cewek lain, bahkan yang gue denger katanya setelah lo dapetin apa yang lo mau lo bakal ninggalin cewe itu. "

" Temen gue ? Siapa ? "

" Gue ga tau siapanya, yang jelas dia ngomong kayak gitu. Katanya Bian itu blablabla "

" Bian ? tunggu lo kayaknya salah paham Dil "

" Salah paham gimana sih Bian ? "

" Yang mereka maksud itu bukan Bian gue, tapi Biantara. Dan yaa emang ada di tongkrongan gue, gue berani sumpah Dila. Ini gue ada nomornya, kalau lo ga percaya gue telpon sekarang " ucap Fabian sambil mengeluarkan ponselnya

" Engga engga, engga usah Bian. "

" Berarti selama ini lo salah paham sama gue Dil ? "

Nadila hanya diam, sedangkan Fabian ia justru tertawa.

" Makanya lain kali tuh nanya dulu Dil biar ga salah paham gini, pake pura pura punya pacar lagi "

" Ya yaudah sih Bian "

" Gue minta maaf Dil, kemarin saat ada mantan lo gue malah cuekin lo "

" Ya ga apa apa Bian, lagian itu juga masalah gue pribadi juga kan. "

" Tapi gue ga akan tinggal diam Dil, gue akan bales dia Dil "

" Udah ga usah lah Bian, bentar gue ambil minum dulu ya gue haus banget"

Nadila pun bangun untuk pergi ke dapur, namun kepalanya terasa sangat sakit.

Nadila melihat pandangannya mulai kabur, setelahnya ia tak tau apalagi yang terjadi.

.....

Sudah hampir 5 jam Fabian menunggu Nadila sadar, Fabian membawa Nadila kerumah sakit untuk menjalani perawatan.

Hingga akhirnya Nadila pun mulai tersadar, Fabian pun buru-buru mendekati Nadila.

" Bian "

" Lo ada dirumah sakit sekarang, dokter bilang kalau lo harus dirawat "

" Maaf ya Bian jadi ngerepotin "

" Engga, engga ngerepotin sama sekali " Fabian mengusap lembut kepala Nadila.

" Bian.. "

" Ya, kenapa ? "

" Hp gue dimana ya ? "

" Ada di gue, kenapa ? "

" Ga apa apa, kalau ada tlpn masuk ga usah diangkat ya "

" Iyah Dila iya, udah istirahat lagi ya "

" Engga ngantuk Bian "

" Yaudah makan ya, lo belum makan pasti kan ? "

" Hmm " Nadila mengangguk

" Gue panggil perawat dulu ya "

" Iyah "

Fabian pun keluar untuk pergi mencari perawat, sedangkan Nadila ia kini sendiri terbaring lemah.

Nadila ingat persis bagaimana rasanya sendirian disaat seperti ini, bahkan untuk mendaftarkan dirinya saja ia meminta kepada perawat.

Sekarang ia tak sendirian, ia memiliki Fabian yang menemani dirinya saat seperti ini.

Sejujurnya Nadila senang saat tau jika Fabian memiliki perasaan kepada dirinya, tapi sepertinya untuk saat ini Nadila masih ingin sendiri.

" Dil, maaf lama ya " ucap Fabian sambil melangkah masuk

" Engga ko "

" Ayo makan dulu, mau gue suapin ? "

" Gue bisa sendiri Bian, gue ga selemah itu ko "

Nadila mengambil makanan yang Fabian bawakan, sedangkan Fabian ia menatap Nadila dengan lekat.

" Soal kejadian di kampus, ko lo bisa tau Bian ? "

" Gue tau dari temen gue, ada vidio yang tersebar di anak kampus "

" Ohh "

" Kalau gue ga tau, apa lo bakal bilang soal ini ke gue ? "

" Hmm kayaknya sih engga ya "

" Harusnya lo bilang ke gue Dil "

" Buat apa Bian ? Biar nanti lo balas dendam ke dia gitu ? Ga akan ada habisnya Bian, biarin aja udah. Kalau ada orang yang jahat sama lo yaudah biarin aja, nanti juga tuhan balas ko. "

" Gue udah biasa Bian " ucap Nadila sambil tersenyum

Entah kenapa melihat Nadila tersenyum seperti itu membuat hati Fabian menjadi sakit.

Fabian tak tau bagaimana masalalu Nadila, seperti apa yang Nadila lewati pun Fabian tak tau. Tapi dari apa yang Fabian lihat sekarang mungkin tak akan berbeda jauh dengan masalalu Nadila.

....

Malam hari Fabian pamit untuk pulang sebentar, disaat sendirian seperti ini Nadila pun hanya memainkan ponselnya.

Nadila melihat jika banyak gosip tentang dirinya dikampus, tapi Nadila tidak ambil pusing soal itu.

Disaat sedang asik melihat sosial media, Nadila mendapatkan sebuah pesan masuk dari sang Mamah.

Nadila meletakkan ponselnya, ia meringkuk sambil menangis.

Beberapa kali ia mengusap air matanya, namun rasanya begitu sakit bahkan sangat sakit.

Mendengar suara pintu yang terbuka, Nadila langsung mengusap air matanya.

" Gue bawain lo makanan, lo mau ga ? " ucap Fabian

Nadila ingin menjawab, namun ia entah kenapa mulutnya begitu susah untuk menjawab.

" Nadila.. "

" Nadila, lo ga apa ? "

" Engga, gue ga apa apa "

Suara Nadila terdengar bergetar, dan kesekian detik Nadila tak bisa menahan tangisnya didepan Fabian.

" Ada apa ? Cerita sama gue Dil ? "

Bukannya menjawab pertanyaan Fabian, Nadila justru semakin menangis tersedu-sedu.

Fabian pun langsung memeluk Nadila, Fabian membiarkan Nadila meluapkan kesedihannya.

" Nangis aja Dil sepuas lo " ucap Fabian sambil mengusap punggung Nadila

Nadila pun mulai sedikit tenang, Fabian meminta Nadila untuk duduk agar bisa meneguk segelas air.

" Udah tenang ? " tanya Fabian dengan lembut dan Nadila mengangguk.

" Ada apa ? Cerita sama gue Dil " Fabian mengusap lembut tangan Nadila

Nadila mengambil ponselnya, ia pun memberikan kepada Fabian.

Fabian membacanya, ia pun ikut merasakan kesal dan sakit hati membaca pesan tersebut.

" Kalau gue mati, kira-kira nyokap gue sedih ga ya "

" Lo ga boleh ngomong gitu Nadila "

" Gue cape Bian cape "

" Dil.. Gue tau pasti lo cape, tapi lo ga boleh nyerah Nadila. Lo ga perlu takut kalau lo sendirian, ada gue Nadila ada gue yang bakal temenin lo. "

" Gue ga mau nyusahin lo Fabian, gue ga mau jadi beban buat lo "

" Siapa sih yang nyusahin ? Siapa yang bilang lo beban ? Ga ada Nadila, ga sama sekali. Udah lo ga usah mikir macem macem, sekarang lo istirahat ya "

" Bian.. "

" Apa Nadila ? "

" Gue boleh peluk lo ga ? "

Fabian tersenyum sambil mengangguk, ia pun langsung melebarkan kedua tangannya.

Malam ini Fabian melihat sisi rapuh dari Nadila, seseorang yang tidak pernah menampakkan kesedihannya.

1
Rian Moontero
mampiiirrr😍
Mia Camelia
jadi so sweet banget yaa🥰
Mia Camelia
cie...cie...udah mulai nyaman nih🥰
Mia Camelia
jeremy atau ernest sih pacar nya nadila🤔🤔🤔
Mia Camelia
hahaaha jdi panas sendiri yas🤣
Mia Camelia
cerita nya bagus kak, episode pertama aja udh seru begini😄🥰
lanjut ya thor👍😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!