NovelToon NovelToon
Aku Kembali Bukan Untuk Mencintaimu Tapi Menghancurkanmu

Aku Kembali Bukan Untuk Mencintaimu Tapi Menghancurkanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Nikah Kontrak
Popularitas:408
Nilai: 5
Nama Author: Ilza_

Dulu, Alena percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya—bahkan kesombongan seorang pria yang dingin dan tak tersentuh seperti Arkan. Ia menyerahkan hati, harga diri, bahkan masa depannya demi pernikahan yang ternyata hanya dianggap sebagai kesalahan oleh suaminya sendiri.
Di hari ia kehilangan segalanya, Alena tidak hanya diusir dari rumah—ia juga dikhianati, dipermalukan, dan ditinggalkan dalam kehancuran yang nyaris merenggut nyawanya.
Namun, takdir belum selesai menulis kisahnya.
Lima tahun kemudian, Alena kembali.
Bukan sebagai wanita lemah yang dulu diremehkan, melainkan sebagai sosok baru—misterius, elegan, dan berkuasa. Di balik senyumnya yang tenang, tersimpan rencana yang telah ia bangun dengan sabar: menghancurkan satu per satu kehidupan
orang-orang yang pernah menjatuhkannya… termasuk Arkan.
Ketika Arkan kembali bertemu dengan wanita yang dulu ia buang, ada sesuatu yang berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 — NAMA YANG DIHAPUS DARI DUNIA

Ruangan itu belum benar-benar tenang.

Bisik-bisik masih terdengar.

Kamera masih menyala.

Dan semua orang… masih menatap ke arahku.

Tapi aku sudah tidak di sana lagi.

Tubuhku masih berdiri.

Tatapanku masih tajam.

Tapi pikiranku—

terjebak pada satu kalimat.

“Tanyakan pada dirimu sendiri… siapa kamu sebenarnya.”

Mobil melaju cepat meninggalkan gedung Arkavera.

Aku duduk diam.

Tangan terlipat.

Tatapan kosong ke luar jendela.

“Dia sengaja melakukan itu,” kata Leon dari kursi depan.

Aku tidak menjawab.

Karena aku tahu.

Dia tidak hanya menghentikanku.

Dia…

menyerang balik.

Dan bukan ke rencanaku.

Tapi ke—

aku.

Sesuatu yang Tidak Masuk Akal

“Apa maksudnya?” akhirnya Leon bertanya.

Aku menghela napas pelan.

“Dia bilang… aku harus bertanya siapa aku sebenarnya.”

Leon mengernyit.

“Itu cuma permainan psikologis.”

Aku menutup mata sebentar.

“Tidak.”

Sunyi.

“Dia tidak akan bicara seperti itu… kalau tidak ada sesuatu yang aku belum tahu.”

Kembali ke Apartemen

Begitu sampai—

aku langsung masuk ke ruang kerja.

Tanpa mengganti baju.

Tanpa istirahat.

Semua dokumen yang tadi malam kubuka…

masih ada di sana.

Berantakan.

Tapi lengkap.

Aku mulai mencarinya lagi.

Lebih cepat.

Lebih panik.

“Apa yang kamu cari?” tanya Leon.

“Ada yang terlewat.”

Potongan yang Hilang

Aku membuka satu per satu file.

Dokumen ayahku.

Laporan kecelakaan.

Rencana pernikahan.

Semua sudah jelas.

Semua sudah lengkap.

Tapi—

kalau memang semua ini benar…

kenapa wanita itu masih berani menantangku?

Kenapa dia yakin aku belum tahu semuanya?

Tanganku berhenti.

Di satu map kecil.

Yang selama ini…

tidak pernah kuanggap penting.

Aku mengambilnya perlahan.

Debu tipis menempel di permukaannya.

Seolah…

memang sengaja dilupakan.

“Apa itu?” tanya Leon.

Aku tidak menjawab.

Langsung membukanya.

Dan saat halaman pertama terbuka—

napasku terhenti.

Nama yang Berbeda

Di sana…

tertulis namaku.

Tapi bukan “Alena”.

Nama lain.

Nama yang…

asing.

Mataku membesar.

“Ini…”

Tanganku mulai gemetar.

“Tidak mungkin…”

Dokumen itu bukan dokumen biasa.

Itu adalah—

akta identitas.

Tapi bukan identitas yang aku kenal.

Tanggal lahir berbeda.

Nama keluarga berbeda.

Dan satu catatan kecil di bawah—

“Identitas disesuaikan.”

Sunyi.

Kepalaku terasa penuh.

“Disesuaikan…?”

Leon mendekat.

Membaca.

Ekspresinya langsung berubah.

“Ini berarti…”

Aku menatapnya.

Dengan mata yang tidak lagi tenang.

“Selama ini… aku bukan hanya dipakai.”

Aku menelan ludah.

“Identitasku… juga dibuat.”

Semua kenangan masa kecilku…

tiba-tiba terasa aneh.

Beberapa bagian—

kosong.

Kabur.

Seperti potongan yang tidak pernah benar-benar utuh.

“Aku ingat… rumah lama kita…” bisikku pelan.

“Tapi sekarang… aku tidak yakin itu benar-benar milik kami.”

Leon diam.

Tidak berani memotong.

Nama Keluarga yang Hilang

Aku kembali melihat dokumen itu.

Nama keluarga yang tertulis di sana—

bukan nama yang pernah kupakai.

Tapi…

terasa familiar.

Sangat familiar.

Seolah pernah kudengar.

Di suatu tempat.

Koneksi yang Tidak Disengaja

Tiba-tiba—

ingatanku bergerak.

Cepat.

Aku berdiri.

“Arkavera…”

Leon mengernyit.

“Apa?”

Aku mengambil dokumen lama perusahaan.

Mencari satu nama.

Dan saat aku menemukannya—

jantungku berhenti sejenak.

Nama itu…

sama.

Aku menatap Leon.

Dengan mata yang mulai berubah.

“Nama ini… pernah ada di struktur lama Arkavera.”

Leon langsung kaku.

“Kamu serius?”

Aku mengangguk pelan.

“Artinya…”

Aku menarik napas dalam.

“…aku bukan orang luar.”

Kemungkinan yang Menghancurkan

Ruangan terasa lebih sempit.

Lebih berat.

“Aku bagian dari ini sejak awal.”

Suaraku hampir tidak terdengar.

Leon menggeleng pelan.

“Kalau itu benar…”

Dia tidak melanjutkan.

Tapi aku tahu maksudnya.

Kalau itu benar—

maka semua ini…

jauh lebih dalam dari yang kupikirkan.

Pertanyaan yang Lebih Besar

“Kenapa?” bisikku pelan.

“Kenapa harus aku?”

Tidak ada jawaban.

Hanya sunyi.

Dan detak jantungku sendiri.

Di dalam map itu—

ada satu foto kecil.

Aku mengambilnya.

Dan saat aku melihatnya—

duniaku benar-benar berhenti.

Foto keluarga.

Seorang pria.

Seorang wanita.

Dan seorang anak kecil.

Anak itu…

aku.

Tapi—

pria di sampingku…

bukan ayah yang aku kenal.

Kebenaran yang Tidak Bisa Dihindari

Tanganku gemetar hebat sekarang.

“Ini… siapa?”

Leon tidak menjawab.

Karena dia juga tidak tahu.

Tapi satu hal jelas—

“Ini bukan hidupku…”

Air mataku jatuh.

Tanpa bisa kutahan.

“Ini bukan hidup yang aku ingat…”

Kembali ke Satu Nama

Dan di belakang foto itu—

ada tulisan kecil.

Tinta yang hampir pudar.

Tapi masih bisa dibaca.

Satu nama.

Nama lengkapku.

Yang sebenarnya.

Aku berdiri diam.

Memegang foto itu.

Dengan dunia yang terasa runtuh perlahan.

Dan di saat yang sama—

sesuatu di dalam diriku…

bangkit.

Bukan Alena yang dulu.

Bukan wanita yang hancur.

Tapi seseorang yang…

akhirnya mulai tahu siapa dirinya.

Aku menatap Leon.

Tatapanku tidak lagi ragu.

Tidak lagi bingung.

“Cari semuanya.”

Suaraku pelan.

Tapi penuh perintah.

“Siapa aku sebenarnya…”

Aku mengepalkan foto itu.

“Dan kenapa mereka… berusaha menghapusku dari dunia.”

Di luar—

hujan kembali turun.

Dan kali ini—

bukan untuk menghapus.

Tapi untuk…

membangkitkan sesuatu yang seharusnya tidak pernah hilang.

Karena identitas yang terkubur… akhirnya mulai bangkit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!