Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9 interaksi yang salah
" apa yang sedang kalian lakukan ?!! " sentak tuan Anthony,
Ia tengah bersantai di ruang tengah sambil minum teh hangat di temani sang istri.
Tiba tiba ia mendengar teriakan dan suara berdebum.
Dengan cepat ia berlari ke arah sumber suara, dan betapa terkejutnya ia melihat pemandangan di hadapannya itu.
Kedua bola mata tuan Anthony seketika terbuka lebar.
Yoga terbaring tak berdaya sementara Ester duduk dengan penuh amarah di atas tubuh pemuda itu...
Ester duduk di atas tubuh Yoga....
Ya....
Tidak salah, ia tidak salah lihat....Ester duduk di atas tubuh Yoga dan tepat di atas kebanggaan pemuda itu.
Tuan Anthony menggigit bibirnya sendiri kuat kuat.
Sebagai sesama seorang laki laki tentu ia bisa merasakan apa yang saat ini tengah di rasakan seorang Yoga.
Di dalam hati diam diam ia merasa ngilu,
Bisa ia pahami betapa tersiksanya pemuda itu saat ini.
Makanya....
Ia paham kenapa Yoga terlihat hanya diam dan pasrah saja seperti itu ketika Ester memukuli wajahnya.
Di sisi tuan Anthony, nyonya Hagia yang turut terkejut sampai menutup bibirnya sangking terkejutnya.
" tuan....nyonya..." desis Yoga pelan dengan kepala yang mendongak menatap keatas karena kedua orang itu yang saat ini berdiri di atasnya.
Sedangkan Ester...
" papa...." cicitnya dengan wajah merah.
" apa ?! " jawab tuan Anthony ketus.
" pecat dia pa....
pecat dia sekarang juga...." ucap Ester dengan nada tinggi.
" pecat ?! Kenapa papa harus pecat dia ?! "
" dia sudah berani kurang ajar padaku pa...."
" kurang ajar ?! Siapa ?! Dia ?! Padamu ?! "
" iya pa...
dia ini mesum, dia berani kurang ajar pada Ester "
" Ester....
sebaiknya kau perbaiki dulu posisimu sebelum berucap " nyonya Hagia memotong ucapan sang putri.
Ester yang tak paham ucapan sang mama mengerutkan keningnya.
" maksudnya...?! " cicitnya.
" lihat dirimu...
dengan posisi seperti itu pantaskan dia kau bilang kurang ajar dan mesum padamu hah...?! " sentak nyonya Hagia lagi dengan mata melotot.
Rasanya kepalanya sudah terasa mau pecah melihat semua itu.
Ester menunduk memperhatikan posisinya sendiri.
Ester syok,
Wajahnya pias....
" cepat bangun atau papa nikahkan kalian sekarang juga..." sentak tuan Anthony.
Dan bentakannya sukses membuat Ester seolah baru tersadar.
" akhh.....!! "
Seketika ia terpekik dan langsung bangkit ketika ia menyadari semuanya.
Setelah Ester bangkit, Yoga buru buru ikut bangkit dan berdiri.
Ia kebingungan bukan main bagaimana caranya menyembunyikan miliknya yang sudah tegak berdiri sejak tadi.
Yoga tanpa sadar menggigit bibirnya sendiri.
Sementara Ester,
Tanpa rasa berdosa sedikitpun ia malah menatap penuh menyalahkan kepada Yoga.
" sekarang apa yang ingin kau jelaskan ?! " tanya tuan Anthony kepada Ester.
Ester sontak cemberut,
" tidak ada..." jawabnya kesal kepada sang papa sambil melangkah pergi.
Tapi sebelum itu.
bugh....
" aww.....ssttt...."
Ester menginjak dengan kuat kaki Yoga tiba tiba hingga membuat pemuda itu meringis menahan sakit.
" penjilat..." ejeknya kepada Yoga sebelum ia benar benar pergi meninggalkan tempat itu.
Tuan Anthony dan nyonya Hagia sampai menganga melihat tingkah kekanak kanakan sang putri itu.
" Ester....
apa yang barusan kau bilang....
kembali dan minta maaf..." panggil tuan Anthony dengan setengah berteriak memanggil Ester.
Ia merasa tak enak hati kepada Yoga.
Tapi apa Ester perduli apalagi menurut ?! Jawabnya adalah...
" bodo...." jawab Ester sambil terus berlalu.
Tuan Anthony dan nyonya Hagia menghela nafas melihat kelakuan Ester itu.
Sesaat kemudian keduanya beralih menatap Yoga,
Hening....
Baik tuan Anthony maupun nyonya Hagia sama sama terdiam sebelum keduanya kembali saling menatap.
Mata kedua orang itu sama sama saling mengerjap beberapa seakan sedang bertukan kode.
" ekhemmmm....." tuan Anthony berdehem pelan.
" e....Yoga...
sebaiknya kamu ke kamar saja dulu, bersihkan dirimu " tak tahu lagi harus berkata apa.
Tapi menurutnya perintahnya ini adalah yang terbaik untuk Yoga jika melihat kondisi pemuda itu saat ini.
Lihatlah....
Bagaimana pemuda itu kesulitan menyembunyikan miliknya yang sudah terlihat menegang begitu.
Dan ia tahu itu karena Ester putrinya
" tapi...
saya masih mencuci mobil tuan " jawab Yoga tak enak hati.
" tak apa,
Biar pak Dadang saja nanti yang teruskan. Kamu butuh ke kamar sekarang "
" maafkan saya tuan..." cicit Yoga kemudian
" tak apa, aku tahu...itu bukan salahmu,
pergilah...."
" permisi tuan....
nyonya..."
" iya,
hati hati...lantainya licin "
" iya nyonya...."
Yoga pun akhirnya berlalu dengan langkah hati hati.
Dari belakang nyonya Hagia dan tuan Anthony mengikuti langkahnya dengan tatapan kedua mata mereka.
" apa ?! " tanya nyonya Hagia ketika netranya bertemu kembali dengan netra sang suami yang saat ini juga tengah menatapnya.
" menurutmu.....bagaimana dia ?! "
" pemuda yang baik " nyonya Hagia menjawab.
" maksudku dia...."
" dia berhati seperti malaikat sementara putri kita berhati seperti setan " seolah paham kemana arah ucapan sang suami,
Nyonya Hagia menjawab sarkan.
Tuan Anthony menghela nafas.
" jangan berharap terlalu banyak....
aku yakin pak Bagus sudah menyiapkan yang terbaik untuk putranya itu.
Karenanya ia membentuk kepribadian Yoga dengan begitu baik " nyonya Hagia berucap sambil menarik nafas dalam dalam.
" ya aku tahu..
tapi....
entah kenapa aku merasa tidak akan ada laki laki sebaik Yoga yang akan bisa menerima Ester dengan segala keliarannya.
Jika mungkin ada kesempatan....
kau tidak keberatankan kalau Ester..."
" tentu aku tidak akan keberatan,
Yoga adalah pemuda yang baik dan bertanggung jawab.
aku percaya Yoga adalah sosok yang pantas untuk Ester.
Tapi masalahnya....
Ester masih kecil,
Dan Yoga.....
Ah,
Aku tidak yakin Pak Bagus dan istrinya akan terima jika Yoga kita jodohkan dengan Ester "
" kau benar....
Apalagi Ester tak bisa berbuat apa apa selain membuat onar dan merugikan orang lain.
Kau lihat barusan kan ?!
Coba bayangkan andai kau jadi Yoga dan berada di posisi tadi ?! " ucap tuan Anthony.
Nyonya Hagia terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengangguk dengan tersenyum kikuk.
" apa rasanya sangat sakit ?! " cicitnya
" tentu saja,
Lebih dari yang kau bayangkan....itu bukan hanya sakit...
tapi juga menyiksa....
putrimu itu memang benar benar kurang ajar.
Sudah salah bukannya minta maaf tapi malah masih menyalahkan orang lain....
keterlaluan.
Kau lihat pakaiannya tadi ?!
Untung itu Yoga....
kalau itu adalah laki laki lain apa menurutmu putri kita masih akan selamat ?! "
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣