NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Keluarga Xuan Ming

Serangan Keluarga Xuan Ming

Suara kapak yang membelah kayu terdengar jelas di halaman depan gubuk tua. Ze Kai sedang membantu Kakeknya memotong batang kayu besar menjadi bagian yang lebih kecil untuk kayu bakar musim dingin yang akan datang. Tangannya yang dulunya masih sedikit goyah sekarang sudah bisa memegang kayu dengan kuat. Ia sangat berterima kasih pada latihan fisik yang di lakukannya setiap pagi bersama Sistem Genesis.

"Kau tahu tidak, Ze Kai?" ujar Kakek sambil mengusap keringat di dahinya dengan lengan bajunya. "Dulu, jauh sebelum kita tinggal di desa ini, ada seorang kultivator yang sangat terkenal di seluruh Wilayah Pegunungan Kabut. Ia dikenal sebagai Penguasa Empat Elemen karena bisa menguasai semua elemen dengan sempurna."

Ze Kai berhenti sejenak dari pekerjaannya, mendengarkan dengan penuh perhatian. Kisah tentang kultivator selalu membuatnya penasaran, terutama sekarang setelah ia sendiri mulai bisa mengendalikan Elemen Tanah.

"Kultivator itu bukanlah orang yang lahir dengan bakat khusus," lanjut sang Kakek sambil mengambil batang kayu baru. "Ia dulunya hanya seorang anak yatim seperti kau, bekerja keras setiap hari untuk hidup. Tapi ia tidak pernah menyerah dan berhasil menebus setiap elemen satu per satu dengan kerja keras dan tekad yang kuat. Katanya, ia bahkan bisa mengubah batu kasar menjadi logam berkualitas tinggi hanya dengan sentuhan tangannya."

Ze Kai mengangguk perlahan. Kisah itu membuatnya semakin termotivasi untuk terus berlatih.

"Apakah kultivator itu masih hidup sekarang, Kek?"

"Tidak ada yang tahu," jawab sang Kakek dengan senyum lembut. "Beberapa orang bilang ia pergi menjelajahi wilayah yang lebih jauh untuk mencari pengetahuan yang lebih dalam. Yang pasti, kisahnya selalu mengingatkan kita bahwa kekuatan sebenarnya datang dari dalam diri sendiri, bukan dari keluarga atau kekayaan."

Tiba-tiba, suara hentakan kaki kuda terdengar dari kejauhan, membuat mereka berdua menoleh ke arah jalan desa. Lima orang pria berbadan besar dengan pakaian berwarna merah tua sedang mendekat dengan kuda mereka yang gagah. Di tengah mereka ada seseorang yang mengenakan baju dengan bordir emas. Ze Kai mengenalnya dengan jelas. Ia adalah paman Xuan Ming, seorang anggota keluarga Ming yang dikenal kejam dan sombong.

"Ini dia!" teriak salah satu pria dengan suara kasar ketika mereka berhenti di depan halaman. "Si bocah yang berani menyerang anak dari keluarga Ming!"

Sang Kakek segera berdiri dan menghadapkan mereka dengan sikap yang tegas meskipun tubuhnya sudah mulai membungkuk akibat usia.

"Apa yang kalian inginkan di sini?" tanya sang Kakek.

Wajah Paman Xuan Ming terlihat sombong dan memandang rendah sang Kakek dan Ze Kai. Ia turun dari kudanya dengan langkah yang lambat dan angkuh.

"Kau harus tahu! Cucumu itu telah melakukan kesalahan besar, Tuk Jiang. Dia berani menyerang keponakan ku, Xuan Ming. Dan membuatnya terluka. Keluarga Ming tidak bisa menerima hal itu!"

"Itu karena Xuan Ming yang pertama kali menggangguku dan menyerangku!" jawab Ze Kai dengan cepat, keluar dari belakang sang Kakek. "Aku hanya membela diri saja."

Paman Xuan Ming menatapnya dengan pandangan yang penuh rasa jijik.

"Anak tidak berharga seperti kau tidak punya hak untuk membantah kata keluarga Ming! Kami datang ke sini untuk membalas apa yang telah kau lakukan. kau harus menerima hukumanmu, atau kami akan membuat keluarga kamu menderita!"

"Jangan sentuh cucuku!" teriak sang Kakek dengan marah. Ia berusaha berdiri di depan Ze Kai untuk melindunginya.

Namun salah satu pria dari rombongan itu dengan kasar mendorong Kakek Jiang hingga dia jatuh ke tanah dengan keras. Ze Kai segera berlari ke arah Kakeknya dan membantunya berdiri. Tapi melihat wajahnya yang mulai memucat dan darah yang keluar dari sudut bibirnya membuat Ze Kai merasa sangat marah.

"Berani sekali kalian menyakiti Kakekku!" serunya dengan suara yang menggema.

Tangan Ze Kai yang memegang kapak kayu mulai berkeringat. Dan ia merasakan energi tanah mengalir dari bawah kakinya. Ia menginjakkan kaki kanannya ke tanah dengan kuat. Ia melihat pada area di bawah kaki para musuhnya. Energi tanah mulai terkumpul dengan cepat. Dan dalam sekejap, tanah di sekitar mereka mulai bergoyang-goyang dengan kuat. Beberapa dari mereka kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah dengan tergesa-gesa.

Paman Xuan Ming terkejut dan mencoba tetap berdiri dengan menggenggam tongkat yang ia bawa.

"Apa-apaan ini?! Bukankah bocah ini tidak punya bakat apapun?!"

Tanpa memberikan kesempatan mereka untuk menyerang lagi, Ze Kai mengangkat tangan kanannya dan fokus pada beberapa batu kecil di sekitar halaman.

Dari tanah muncul beberapa gumpalan tanah yang membentuk seperti tangan besar, dengan cepat menjepit kaki mereka sehingga mereka tidak bisa bergerak.

Ze Kai berjalan maju dengan langkah yang tegap, melihat wajah mereka yang penuh ketakutan.

"Aku tidak ingin membunuh kalian," ucapnya dengan suara yang tenang, namun penuh dengan kekuasaan. "Tapi jika kalian berani datang lagi dan menyakiti Kakekku atau orang lain di desa ini, aku tidak akan segan untuk memberikan hukuman yang lebih berat. Pergilah dari sini dan beri tahu keluarga Ming bahwa aku tidak akan pernah takut pada mereka!"

Setelah Ze Kai melepaskan jebakan tanah, para pria itu segera berdiri dengan tergesa-gesa, membantu yang lain yang terluka. Paman Xuan Ming menatapnya dengan pandangan penuh dendam, namun juga rasa takut.

"Kita belum selesai, bocah! Keluarga Ming tidak akan tinggal diam!"

Tanpa menunggu tanggapan, mereka segera naik ke atas kudanya dan berlari menjauh dengan cepat, meninggalkan halaman yang berantakan akibat getaran tanah tadi.

Ze Kai segera berlari ke arah sang Kakek yang sudah mulai tidak sadarkan diri, menangkap tubuhnya sebelum jatuh ke tanah.

"Kakek! Kakek!" serunya dengan suara bergetar, memegang wajahnya yang dingin. Darah masih keluar dari sudut bibirnya, dan napasnya mulai menjadi cepat dan pendek.

Ze Kai melihat sekeliling dan menemukan beberapa tanaman obat yang pernah ia kumpulkan di sekitar halaman. Dengan cepat ia mengambilnya dan menghancurkannya menjadi bubuk untuk mengoleskan pada luka sang Kakek.

Saat itu juga, Xiao Bai yang selama ini bersembunyi di balik gubuk muncul dengan cepat, melompat ke pangkuannya dan mengeluarkan suara mengeong yang lembut. Tubuhnya mulai memancarkan cahaya putih samar yang menyentuh dahi Kakek, membuatnya sedikit rileks.

[SISTEM GENESIS MENANGGAPI]

"Kondisi sang Kakek membutuhkan perawatan segera. Energi dari Xiao Bai dapat membantu menstabilkan kondisinya sementara waktu. Disarankan untuk membawa dia ke apotik desa, atau mencari bantuan dari seseorang yang mengerti tentang pengobatan dengan energi alam."

"Peringatan: Penggunaan kemampuanmu telah terlihat oleh orang lain. Ada kemungkinan berita tentangmu akan menyebar cepat dan menarik perhatian yang tidak diinginkan. Disarankan untuk meningkatkan kemampuanmu lebih cepat lagi."

[MISI DARURAT TERSEDIA: MENYELAMATKAN SANG KAKEK]

Tujuan: Membawa sang Kakek ke tempat yang aman dan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan

Hadiah: Poin Pengalaman x 150, Item Khusus – Ramuan Pemulihan Ringan

Dengan penuh rasa khawatir, Ze Kai mulai membawa tubuh Kakek yang tidak sadarkan diri menuju rumah Pak Chen, pemilik apotik desa yang juga ahli dalam pengobatan tradisional.

Ze Kai merasa ia telah gagal melindungi Kakeknya. Ia merasa harus tumbuh lebih kuat untuk bisa melindungi sang Kakek.

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!